Profile cover photo
Profile photo
Diana Isabella
Gunakan social media sebagai alat untuk menebarkan kebaikan kepada orang lain
Gunakan social media sebagai alat untuk menebarkan kebaikan kepada orang lain
About
Posts

Post has attachment
Rezeki Semua Makhluk, Telah Allah Tanggung


Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki duduk di bawah pohon kurma. Kemudian dia terlentang dengan merebahkan punggungnya. Tiba-tiba dia melihat burung pipit yang di mulutnya terdapat buah, terbang dari pohon kurma yang berbuah ke pohon lain yang tidak berbuah. Dia melihat burung tersebut melakukan ini berulang-ulang. Dia pun heran terhadapnya. Dia berkata dalam hati, “Sungguh, saya akan memanjat pohon ini, agar saya tahu apa yang terjadi.” Lalu dia memanjat pohon. Ternyata dia melihat di dalam pelepah pohon kurma ada seekor ular buta yang membuka mulutnya. Sedangkan burung pipit menjatuhkan buah di mulut ular tersebut. Dia pun merasa takjub dengan kejadian ini dan berkata, “Maha Benar Allah yang telah berfirman:
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud: 6)
Diceritakan bahwa Ibnu Absyadz an-Nahwi suatu hari sedang berada di atap Masjid Jami Mesir. Dia makan suatu makanan. Di sisinya terdapat banyak orang. Lalu seekor kucing mendatangi mereka. Lantas mereka memberikan sesuap makanan kepada kucing tersebut. Kucing itu pun mengambil dengan mulutnya dan pergi meninggalkan mereka. Kemudian kucing tersebut kembali lagi, lalu mereka melemparkan kepadanya makanan lain. Lantas kucing itu pun melakukan hal yang sama sampai berulang-ulang. Setiap kali mereka melemparkan makanan, kucing itu mengambilnya, lalu pergi, kemudian kembali lagi seketika. Sehingga, mereka merasa heran dengan kucing tersebut. Mereka yakin bahwa makanan semisal itu tidak mungkin dimakan si kucing sendirian karena terlalu banyak.
Ketika mereka penasaran dengan kejadian tersebut, maka mereka mengikuti kucing. Ternyata mereka mendapatinya naik ke atas dinding di atap Masjid Jami, kemudian ia turun ke tempat yang searah dengannya di antara reruntuhan. Ternyata di dalamnya terdapat kucing lain yang buta. Semua makanan yang diambil si kucing dibawa kepada kucing yang buta tersebut dan diletakkan di hadapannya, lalu kucing buta memakannya. Mereka pun takjub dengan kejadian ini. Lalu Ibnu Absyadz berkata, “Jika untuk binatang buta ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menundukkan kucing ini untuknya. Kucing ini memenuhi kecukupannya dan tidak menghalangi rezekinya, maka bagaimana mungkin Allah Subhanahu wa Ta’ala menyia-nyiakan orang semisal aku?”
Photo

Post has attachment
Jangan Lebay Merapatkan Shaf

Semangat yang berlebih terkadang menjadikan hati melampaui sesuatu yang mestinya indah dan tepat dilakoni namun bisa menjadi sesuatu yang terlihat ganas. Dan bisa jadi kita pernah menjadi pelakunya ketika menerapkan aneka ragam sunnah yang mulia.

Suatu ketika, seorang ikhwan salafiy berada di samping seorang ikhwan tablighiy saat berdiri dalam shalat berjama'ah. Ikhwan tablighiy ini belum memahami bahwa lurusnya shaf dan kaki yang bersejajar dengan kaki orang di sampingnya adalah sesuatu yang disyariatkan. Karena itu, jarak kaki kiri dan kanan ikhwan tablighi ini begitu rapat sehingga menyisakan sedikit ruang/jarak di samping ikhwan salafi.

Sebagai orang yang paham, ikhwan salafi ini, dengan semangat 45, merapatkan kakinya ke arah ikhwan tablighiy. Melihat ini, sang ikhwan tablighi semakin merapatkan kedua kakinya sendiri.

Ikhwan salafiy pun kembali merapatkan kakinya di samping ikhwan tablighiy. Kembali ikhwan tablighiy redikit menjauh lalu merapatkan kaki kiri dan kanannya sendiri guna menghindari "kejaran" ikhwan salafi.

Akhirnya, karena kesal dan jengkel, ikhwan tablighiy menginjak kaki ikhwan salafi di tengah shalat.

*

Sungguh, sunnah dan akhlak mulia adalah dua sejoli yang menawan.

Keengganan teman berdiri saat shalat untuk merapatkan kakinya bukan berarti harus mengejar kakinya hingga kaki kita, kanan dan kirinya, jauh merenggang melebihi lebar pundak kita.

Apalagi menjadikan dia berusaha merapatkan kedua kakinya karena kesal dengan tingkah kita.

Cobalah memberi ruang di hati bahwa dia belum paham.
Cobalah memberi keyakinan pada diri bahwa semangat itu mesti adanya namun semampunya.
Ketaatan terhadap sunnah juga terbatas oleh keadaan.

Sungguh, mereka belum paham.
Mereka akan bergejolak dan membuatnya tersakiti, membuatnya tak nyaman.

Guru kita, ayahanda kita, ulama kita, syaikh Shaleh Fauzan hafidzahullah berwejang lembut:

وليس معنى رص الصفوف ما يفعله بعض الجهال اليوم من فحج رجليه حتى يضايق من بجانبه لأن هذا العمل يوجد

فرجا في الصفوف ويؤذي المصلين ولا أصل له في الشرع

"Merapatkan shaf bukanlah seperti apa yang dilakukan oleh orang yang tidak paham hari ini yaitu mereka melebarkan kedua kakinya sehingga menyempitkan (kedua kaki) orang yang berada di sampingnya karena ini akan membuat celah dalam shaf dan mengganggu orang yang shalat.
Sikap berlebihan ini tak mendasar dalam agama sama sekali."
Photo

Post has attachment
Masuk Surga Karena Seekor Lalat

Surga adalah karunia yang diberikan Allah Swt kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Seorang hamba tidak akan masuk surga karena amalnya. Ia hanya bisa menjejaki dan menetap di dalam tempat penuh kenikmatan itu karena Rahmat-Nya semata. Dalam hal ini jumhur ulama bersepakat bahwa amal hanya menjadi salah satu sarana agar Allah Swt menurunkan Rahmat-Nya kepada seorang hamba. Meskipun, disepakati pula, bahwa Allah Swt berkehendak melakukan apa pun sesuai Kuasa-Nya.
Seorang hamba bisa dimasukkan ke dalam surga lantaran amalannya yang terlihat sederhana di mata manusia, namun besar dalam penilaian Allah Swt. Pun, sebaliknya. Seorang hamba yang terlihat memiliki banyak amal, ilmu, harta, pengikut dan karunia lainnya, bisa pula dimasukkan ke dalam neraka lantaran Allah Swt menilainya sebagai bentuk kesombongan dan kufur nikmat.
Dalam hal ini, keikhlasan dan ilmu menjadi sangat penting. Sebab, setelah mati, untuk kembali ke dunia dan menyesali diri amatlah tidak mungkin. Mustahil!
Dalam salah satu riwayat mulianya, Rasulullah Saw menyampaikan kepada sahabat-sahabatnya. Kata beliau, seseorang bisa masuk surga atau neraka karena seekor lalat. Sebab belum mengerti, para sahabat agung itu pun bertanya, bagaimana maksudnya ya Nabiyullah?
Manusia terbaik sepanjang sejarah umat manusia ini pun mengisahkan dua orang yang melewati sebuah pemukiman penyembah berhala. Bagi semua yang melewati jalan di pemukiman itu, berlaku hukum kewajiban memberikan persembahan kepada berhala-berhala.
Maka tersebutlah orang pertama. Dikatakan padanya, “Berikan persembahan kepada berhala-berhala kami,” ujar pemimpin kaum sesat itu sembari mengancam. Lantaran tak memiliki apa pun, musafir yang lewat itu menjawab lugas, “Aku tak miliki sesuatu pun. Apa yang bisa kupersembahkan?” Kepadanya disampaikan peraturan minimal terkait kriteria persembahan kepada berhala, “Berikan persembahan, meski hanya dengan seekor lalat.”
Duhai malangnya. Ternyata orang pertama ini berhasil menemukan lalat yang telah mati, kemudian menyajikannya kepada berhala-berhala itu. Tak lama kemudian, selepas melakukan kekeliruan terbesar dalam hidupnya, musafir pertama ini mati setelah diberi izin untuk melewati pemukiman penyembah berhala tersebut. Kata Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad ini, karena perbuatannya itu, ia dimasukkan ke dalam neraka. Naudzubillahi min dzalik.
Selanjutnya, lewatlah musafir kedua. Dengan kasus dan permintaan yang sama. Namun, orang ini memiliki keteguhan pendirian. Tatkala dipaksa agar berikan persembahan kepada berhala meski dengan seekor lalat, ia berkata lugas dan tegas, “Aku tidak akan berkorban sedikit pun, kecuali kepada dan atas nama Allah Swt.” Karena kejadian itu, sebagaimana dikutip dalam “Muslim Klakson” tulisan Mbah Dipo, Rasulullah Saw bersabda, “Kemudian ia (penyembah berhala) memenggal leher orang itu dan Allah Swt memasukkan orang itu ke dalam surga.”
Demikianlah makna besar tauhid. Sesembahan kita hanyalah Allah Swt. Mengesakan-Nya adalah tiket utama menuju surga. Pun, sebaliknya: menduakan Allah Swt berarti memesan satu tempat kekal nan abadi di dalam neraka
Photo

Post has attachment
Berpikirlah Sebelum Berbicara

Sebuah Kisah penuh hikmah yang selaras dengan Al-Qur’an & Sabda Rasulullah Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam. Berikut ini kisahnya, semoga menjadi pelajaran penting buat kita semua.
Di sebuah desa, seseorang telah menyebarkan isu bahwa tetangganya adalah seorang pencuri. Akibatnya pemuda, tetangganya itu, ditangkap. Beberapa hari kemudian pemuda itu terbukti tidak bersalah. Setelah dibebaskan ia menggugat orang tua yang salah menuduhnya.
Di pengadilan orang tua itu mengatakan kepada Hakim, “Mereka hanya komentar, dan tidak membahayakan siapa pun.” Hakim mengatakan kepada orang tua itu, “Tuliskan semua hal yang Anda katakan tentang pemuda itu di selembar kertas. Potonglah, dan dalam perjalanan pulang, lemparkan potongan kertas itu. Besok, kembalilah untuk mendengarkan pernyataan.”
Hari berikutnya, hakim mengatakan kepada orang tua itu, “Sebelum menerima pernyataanku, Anda harus keluar dan mengumpulkan semua potongan-potongan kertas yang Anda buang kemarin.”
Orang tua itu berkata, “Saya tidak bisa melakukan itu! Angin telah menyebarkannya dan saya tidak tahu di mana akan menemukan kembali potongan kertas itu.”
Hakim itu kemudian berkata, “Dengan cara yang sama, komentar sederhana dapat merusak seseorang sedemikian rupa sehingga seseorang tidak mampu memperbaikinya. Jika Anda tidak dapat berbicara tentang kebaikan seseorang, lebih baik jangan katakan sesuatu pun.”
Berikut dalil dalam Al-Qur’an & As-Sunnah yang menegaskan kisah tersebut ;
Allah Subahanhu wa Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]
Dalam ayat lain disebutkan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]
Allah juga berfirman.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]
Begitu juga firman Allah Ta’ala.
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]
Dala kitab Shahih Muslim hadits no. 2589 disebutkan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ : أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَأكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ اَفَرَاَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنَّ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُولُ فَقَدِاغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ فَقَدْ بَهَتَهُ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa itu ghibah ?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. “Beliau berkata, “Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka” Ada yang menyahut, “Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?” Beliau menjawab, “Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya”
Allah Azza wa Jalla berfirman.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban” [Al-Israa : 36]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُم ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ سَيْئًا وَأَنْ تَعتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّ قُواوَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَشْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ
“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta” [1]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكُ ذَلِكَ لاَمَحَااَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِيْنَا هُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِيْنَا هُمَا الاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِيْنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِيْنِاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِيْنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوِى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّ بُهُ
“Setiap anak Adam telah mendapatkan bagian zina yang tidak akan bisa dielakkannya. Zina pada mata adalah melihat. Zina pada telinga adalah mendengar. Zina lidah adalah berucap kata. Zina tangan adalah meraba. Zina kaki adalah melangkah. (Dalam hal ini), hati yang mempunyai keinginan angan-angan, dan kemaluanlah yang membuktikan semua itu atau mengurungkannya” [2]
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”
Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Muslim no.64 dengan lafaz.
إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Hadits diatas juga diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir hadits no. 65 dengan lafaz seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Umar.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no. 6474 dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah bersabda.
مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga”
Yang dimaksud dengan apa yang ada di antara dua janggutnya adalah mulut, sedangkan apa yang ada di antara kedua kakinya adalah kemaluan.
Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”

Semoga bisa diambil hikmah & Surah & Haditsnya dijadikan penuntunt dalam hidup.
Photo

Post has attachment
SUAMI YANG KEJAM

Suami yang kejam adalah yang membiarkan istrinya berpakaian tapi telanjang, aku cinta.., aku sayang padamu adalah ucapan dusta pada istrinya.
Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya.
Hendaklah mereka memakai hijab dengan menutupi seluruh tubuhnya.
Wanita wanita yang memakai pakaian tapi telanjang.
Wanita-wanita yang rambutnya di sanggul.
Yang bertanggung jawab adalah bapak-bapaknya, yang bertanggung jawab nanti di hadapan Allah.
Bagamana dengan ayat Allah "kuuanfusakum wa ahlikum naaro".
Apakah kalian tidak memiliki cemburu, apakah kalian sudah mati rasa cemburunya.
Padahal dikatakan tidak akan masuk surga dayuuts. Siapa dayuuts.., ia adalah laki-laki yang tidak memiliki kecemburuan.
Laki-laki yang membiarkan istrinya berjalan dalam keadaan telanjang, tidak memakai jilbab, tidak memakai kerudung, bahkan memakai pakaian tapi ketat. Berpakaian tapi tembus pandang.
suami ini dalam keadaan dayuuts, tidak memliki rasa cemburu, tidak memiliki rasa marah karna Allah.
sungguh mereka bukan sayang pada istrinya, tapi kejam pad istrinya.
bukan cinta, tapi jahat pada istrinya. Ia tidak menjaga istrinya dari adzab Allah. Tidak menjaganya dari kemurkaan Allah. Tidak menjaganya dari ancaman-ancaman Allah kepada mereka para wanita.
Yang kata Rosulullah :
"Tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga wanita yang berpkaian tapi telanjang.
dusta, suami yang mengatakan aku cinta padamu, aku sayang padamu, tapi membiarkan istrinya berpakaian tapi ketat. Berpakaian tapi telanjang.
pertama.., dia berdusta kepada Allah dan dia mendustai istrinya sndiri. Karena ia membiarkan istrinya berjalan di jalan api neraka dan membiarkan istrinya tidak masuk surga bahkan tidak mencium bau surga.
( al ust muhammad umar as sewed hafizhohullah )
“... wanita-wanita yang memakai pakaian tapi TELANJANG...!!! wanita-wanita yang rambutnya DISANGGUL..!!! yang bertanggungjawab adalah BAPAK-BAPAKNYA...!!!” yang bertanggungjawab nanti dihadapan ALLAH...!!!
“... mereka bukan sayang pada istrinya, tetapi KEJAM terhadap istrinya, mereka bukan cinta pada istrinya tetapi JAHAT terhadap istrinya..! Dia tidak menjaganya dari ADABBULLOH...! tidak menjaganya dari KEMURKAAN ALLAH...!!!”
Wahai saudaraku.., ingatlah FIRMAN ALLAH :
“...Ku anfusakum wa ahlikum naro. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”
Photo

Post has attachment
ADA PINTU MENUJU SURGA DI RUMAHMU
-----
Seorang tabi'in yang mulia Iyas bin Mu'awiyah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya,maka dikatakan pada beliau : " mengapa anda menangis sedemikian rupa" ?
Maka beliau menjawab:
" tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati. Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon pada Allah Ta'ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua...".
Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga,yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang, Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wasallam bersabda:
الوالد أوسط أبواب الجنة فأضع ذلك الباب أو احففظه
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia" (HR. Tirmidzi dan di shohihkan syaikh Albani rohimahullah).
Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok...
Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu? Bahkan engkau haramkan dirimu tuk memasukinya? Dengan mengangkat suaramu di hadapannya? Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena di makan usia..,
Sementara tubuhmu yang berotot kekar, dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga...
Duhai sungguh ruginya..
Celaka ! Celaka ! Celaka !
Jika kau berani durhaka !
Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wa Sallam bersabda :
" Celaka,celaka,celaka ! dikatakan pada beliau, siapa wahai Rasulullah?, maka beliau bersabda :"Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya, baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia, akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke surga (HR. Muslim).
اللهم ارزقنا البر بوالدينا و اجمعنا بهم في جنات النعيم
Ya Allah, berilah kami rizki untuk berbakti kepada kedua orang tua kami, dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surgaMu..
* AAmiin *
Photo

Post has attachment
Aku nikahkan suamiku dengan 72 bidadari

Dibawah ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh saudari kita yang telah merelakan suaminya pergi di jalan Jihad, berikut curahan hati istri seorang Mujahid selama waktu penantian, sampai akhirnya ukhti kita ini mendapatkan kabar kesyahidan suaminya.

Semoga Alloh merahmati mereka berdua dan mengumpulkan keduanya kelak di Jannatul Firdaus



SubhanAllah, apakah ada orang yang ingin untuk berbuat seperti itu?

seorang saudari memberitahukan kita…..

seorang saudari memberitahukan kita…..

dia pergi dan meninggalkan aku, dia pergi ketika aku

menghapus air mata

ya muslimin ini adalah benar yang mana terjadi pada ku dan aku akan menceritakannya kepadamu

aku menikah dengan seorang pemuda, dimana tidak seorangpun didunia ini yang sepertinya
setelah dua bulan pernikahan dia mengatakan padaku bahwa dia mencintai wanita lain dan cintanya pada wanita itu melebihi cintanya padaku

aku memikirkan itu dan merenungkannya beberapa saat dan kemudian aku bertanya padanya

“apakah cintamu padanya melebihi cintamu padaku?”

dia menjawab “ya, aku mencintainya melebihi cintaku padamu”

aku pun berkata “Oh suamiku pergilah dan nikahi wanita itu, karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ku dan kesenanganmu adalah kesenanganku”

diapun menjawab, bahwa ia tidak memiliki uang yang cukup untuk menikahi wanita itu.

aku pun berkata padanya ” ambillah perhiasan yang aku miliki, jual-lah itu dan kemudian nikahi perempuan yang kau cintai”

diapun mengatakan “itu mungkin akan kubutuhkan suatu hari nanti”

tetapi dedikasiku membuatnya menerima apa yang aku berikan. Ia mengambilnya dan menjualnya kemudian di berangkat untuk mencari cintanya

Dia meninggalkan aku, walaupun itu tidak berlangsung lama setelah kami menikah.

satu bulan berlalu, dua bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun……….namun suamiku tercinta tidak mengunjungiku

Dia mengatakan melalui telepon bahwa dia terikat dengan pekerjaan dan dia tidak dapat mengunjungiku.

Aku menyeka air mataku, siang dan malam dengan merasakan kepahitan dari perpisahan

Apakah kau berfikir bahwa aku akan membencinya?

Tidak, aku tidak pernah membencinya. Dia adalah cintaku…aku berdiri disampingnya dan mempercayainya karena dia adalah orang yang benar (beriman) dan menepati janji

Aku rindukan untuk berbicara dengannya. Pendengaranku sangat senang ketika aku medengar kata-katanya yang baik, suaranya yang manis (merdu)

menenangkan pendengaranku dan tubuhku. Kadang itu lewat satu bulan dan dia tidak mengabariku
Oh betapa dinginya hati ini dan tidak berperasaannya dia. Oh betapa dinginnya hati ini dan tidak bijaksananya dia

Bagaimana beraninya kau itu tanpa berbicara denganku?

Aku tidak dapat berani selama itu, tetapi bagaimanapun lelaki, selalu lebih kuat, mereka lebih berani dan lebih berguna (patut).

Kemudia dia meneleponku. Aku merasa bahwa seluruh dunia berada dalam genggamanku.

aku menyembuyikan suaraku dan suara sengauku
untuk menunjukkan padanya bahwa aku tidak sedih. Aku berbicara dan air mata membasahi pipiku

suaraku menyebabkan berkas kepedihan. Aku menyembunyikan rasa dukaku dalam diriku. Aku menutup rintihan dan rasa sakitku di dalam empat dinding hatiku.

aku harus menunjukkan bahwa aku kuat, sehingga aku tidak membuat suamiku sedih

Lelaki seperti apa dia, yang meninggalkan perempuan yang baru dinikahinya untuk mencari wanita lain?

Perempuan seperti apa dia, yang menjual perhiasannya untuk pernikahan suaminya

aku kagum. Aku heran pada kalian berdua….

Dalam hari-hari kegelapan dan kesedihan, tidak ada sebuah hari yang membahagiakan…..

************Telepon berbunyi, Heyya cepat-cepat mengangkat telepon*********

sebuah suara yang berat “aku ingin berbicara kepada saudari Heyya”

“Ya, aku adalah Heyya”

dia mengatakan “aku seorang ikhwan dari Chechnya, bersabarlah dan berharaplah pada pahala Allah

KARENA SUAMIMU MENINGGAL DALAM KEADAAN SHAHIID SETELAH PERANG YANG BERAT MELAWAN RUSIA DI CHECHNYA HARI INI

Bersabarlah dan berharaplah akan pahala dari Allah”

aku memegang diriku sendiri dan mengatakan “Alhamdulillah”

aku menutup telepon dan masuk pada sebuah kehisterisan , penderitaan, rasa sakit, kebahagiaan. Dan semua emosi datang pada saat yang sama.

tetapi ibuku bersedih

“Heyya, Heyya, ada apa, siapa yang menelepon?”

Aku tidak dapat mengatakan padanya. Aku menangis dan tertawa

Dia merangkulku dengan berkata “Heyya, katakana padaku apa yang terjadi, tolong”

Dengan cara yang panjang aku katakan pada ibuku

“Oh ibuku, siapa yang ingin mengucapkan selamat padaku maka aku terima. Dan siapa yang ingin meratapi ku maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruanganku”

Allahhu AKBAR. Yang datang hanyalah sedikit yang mana dapat dihitung dengan jari-jari. SubhanAllah.

Oh suamiku akhirnya kau menemukan kekasihmu

Oh suamiku kau sekarang pengantin dan kau akan menikah dengan 72 bidadari Hoor ul ayn

Mereka semua lebih cantik dibandingkan dengan Heyya dan lebih menyenangkan dibandingkan dengan Heyya.

Oh suamiku aku berharap aku dapat berbagi dengan si cantik dan menyenangkan Hoor ul ayn

apakah kau akan melupakan Heyya?

Jangan pernah, aku tidak berfikir bahwa kau dapat melupakan Heyya

Selama tiga tahun aku merasakan kepahitan dari perpisahan kita dan tidak pernah mempercantik mataku

Tetapi aku berharap untuk diriku sendiri, aku berharap untuk diriku sendiri bahwa aku akan menemuimu in surga Firdaus

Cintaku kau adalah pahlawan dan shahiid InshaAllah!!!

Kau telah meninggalkan rumahmu yang nyaman untuk tinggal di dalam hutan dan gua-gua di Chechnya

Dibawah dentuman Bom-bom dan granat-granat. Kau harus meninggalkan seorang perempuan muda untuk tidur dalam salju dan bukit-bukit.

Aku teringat apa yang kau katakana padaku

“Heyya, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, situasi ini membuat saudari-saudari kita di Chechnya telah direndahkan,

Karena situasi ini-lah hatiku berduka cita dan air mata mengalir dari mataku”

Oh suamiku, kau adalah seoarang pria dengan karakter yang baik, nasib yang menimpa ummat ini mengganggumu dan kau menyelesaikan kesusahan umat muslimin

Aku mengucapkan selamat kepadamu atas surga bi idhnillah

Aku mengucapkan selamat kepadamu atas.persahabatan mu dengan Hamza, Ja’far, Abu bakr, Mus’ab

aku mengucapkan selamat kepadamu atas kehadiranmu bersama nabi kita tercinta nabi Muhammad saw….

Aku berharap untuk mu jalan yang tidak berliku

Aamiin
Photo

Post has attachment
Keajaiban Islam di Negeri Sakura

Hari ini tepat empat hari menjelang satu bulan aku menginjakkan kaki di bumi sakura. Kali ini untuk jangka waktu yang lama. Sebuah amanah mesti ditunaikan selama kurang lebih dua tahun delapan bulan. Serasa menghitung hari menghabiskan hari-hari selama hampir satu bulan ini. Begitu terasa kesendirian jauh dari sanak keluarga, terutama suami dan keluarga tercinta. Tapi, cukup menjadi pengiburan tersendiri kala ada kejutan-kejutan kecil dari lingkungan sekelilingku, terutama menyangkut dienku, juga penutup kepala yang aku gunakan. Ternyata, Islam tidak ditolak di negeri matahari terbit ini. Aku merasakan itu.

Kami berada sebuah gedung yang relatif baru dan berwarna coklat muda. Setelah bertanya beberapa kali, aku dan dia, seorang perempuan berkebangsaan Jepang dari kantor pemberi beasiswaku, menemukan gedung itu. Ruangan yang kami tuju berada di lantai dua. Sebuah ruangan tempat pendaftaran mahasiswa asing di universitas itu. Di dalam lift seperti tersentak oleh suatu hal, dia bertanya: Febty-san wa oinori wo shimasuka. Nanji desuka(1). San adalah panggilan untuk menghormati seseorang. Aku terdiam sesaat. Rupanya, kebiasaanku dan dua orang teman yang selalu minta ijin menunaikan sholat kala jam makan siang di kantor pemberi beasiswaku diingatnya. Kala itu, waktu sholat dzuhur sudah hampir habis. Aku berniat menjamak takhir shalat dzuhurku bersama dengan shalat ashar. Tapi, cukup menjadi sebuah kejutan tersendiri untukku. Itu pertama kali aku ditanya waktu shalatku di negeri matahari terbit ini, oleh seseorang yang berkebangsaan Jepang pula.
Selesai urusan kami di ruangan itu, aku dan dia menuju ke ruangan senseiku. Asisten senseiku bersama dengan seorang temanku di laboratoriumku diminta oleh senseiku untuk menemaniku berbelanja beberapa barang yang aku butuhkan untuk kelengkapan di kamarku. Dan diapun pulang setelah aku bertemu dengan asisten senseiku, dengan sebuah pesan kepada asisten senseiku untuk mengajakku makan siang terlebih dahulu sebelum kami berbelanja.
Di kantin di universitasku, aku makan siang bersama asisten senseiku. Tepatnya, asisten senseiku hanya menemaniku. Hanya nampanku sendiri yang menunya adalah menu lengkap makan siang, sedang asisten senseiku hanya makan semangkok makanan penutup. Aku tidak tahu namanya. Tinggal sedikit lagi, menu makan siangku habis, aku memberanikan diri untuk minta ijin menunaikan sholat dzuhur dan ashar sebelum kami pergi berbelanja. Jam dinding yang tergantung agak jauh dari kami duduk menunjukkan kalau waktu sholat ashar sudah tiba.
Yoshino-san, kaimono e iku mae ni, watashi wa oinori wo shitte mo ii desuka. Daijoubu desuka(2). Bahasa jepangku masih terbata-bata. Aku berharap dia mengerti maksudku.
Daijoubu desu. Doko desuka(3), tanyanya.
Konpyuta no heya no naka desu. Daijoubu desuka(4), jawabku. Ada sebuah tempat yang agak luang yang bisa aku gunakan untuk sholat di ruangan komputer di sebelah ruangan senseiku.
Daijoubu desu(5), jawabnya. Alhamdulillah, batinku. Dan kamipun menuju ke ruangan komputer itu. Dan aku semakin mengucap syukur di hati, kala kami menuju ke asramaku sepulang berbelanja, waktu Isya sudah menjelang.

Waktu itu sudah langit di jepang sudah gelap. Aku masih berada di labku. Sehabis menghadiri progress report meeting untuk mahasiswa doktoral di labku, senseiku memintaku untuk tetap tinggal di lab terlebih dahulu. Senseiku akan mengadakan farewell party untuk mahasiwa undergraduate di labnya yang akan mengikuti summer school selama dua minggu di Taiwan.
Hampir jam tujuh malam, farewell party itu dimulai. Semua orang sudah menempati kursinya masing-masing. Aku hendak mengambil makanan yang menarik perhatianku. Sepertinya cukup lezat. Aku pikir itu mungkin sejenis ikan. Dengan menggunakan sumpit, aku mengambil daging itu. Entahlah, beberapa kali daging itu terlepas dari sumpitku. Mungkin, karena aku belum terbiasa menggunakan sumpit. Tetap kucoba, dan sampai di suatu detik tertentu, hampir serempak teman-teman labku, juga senseiku berteriak tertahan: Febty-san, kore wa butaniku(6). Allahu Akbar, hampir saja makanan yang diharamkan itu memenuhi lambungku. Aku lalu mengerti arti pandangan aneh teman-teman labku, juga senseiku saat aku hendak mengambil daging itu. Segera kuganti sumpitku, dan mengganti makananku dengan roti, keju dan sayur-sayuran yang banyak tersedia di meja farewell party kami. Seribu syuku kupanjatkan saat shalat isya di kamarku, sepulang dari farewell party itu. Terima kasih, Rabbi. Hanya itu yang sempat terucap dari lisanku.
*
Hari itu adalah hari libur di kampusku. Sorenya aku berencana untuk menginap di rumah seorang teman yang bersamaan denganku menginjakkan kaki di Jepang. Sebelum waktu sholat dzuhur, kusempatkan untuk berbelanja keperluan dapur, juga lauk-pauk dan sayur-mayur mentah di sebuah departement store yang kuanggap murah dan dekat dari asramaku. Sebenarnya aku bisa berjalan kaki untuk mencapai tempat itu, tapi hari siang itu aku memilih menggunakan kereta.
Memasuki departement store itu aku menuju ke lantai tiga, aku mencari beberapa barang yang aku butuhkan. Setelah itu, di lantai dua pun, aku juga berkeliling untuk mencari beberapa barang lagi. Aku tidak menemukan garam di lantai dua. Yah sudahlah, pikirku. Nanti, aku akan coba bertanya dengan kasirnya. Mungkin terletak di lantai satu.
Aku lupa garam dalam bahasa jepang. Salt wa doko desuka(7). Hanya kalimat itu yang akhirnya muncul. Aku berharap seorang perempuan berkulit putih di hadapanku mengerti arti pertanyaanku.
Ikkai(8), jawabnya sambil menunjuk ke bawah. Entahlah darimana semuanya berawal. Akhirnya, kamipun mengobrol dalam bahasa Inggris. Dia sambil menghitung jumlah harga belanjaanku. Untunglah, belanjaanku agak banyak serta tidak ada orang lain yang mengantri di sana.
I am a muslim, kalimat itu akhirnya muncul dari bibir mungilnya. Dan akhirnya segera aku mengetahui kalau dia bukanlah warga negara Jepang. Dia sudah tinggal di Jepang selama 3 tahun. Dia juga masih berstatus mahasiswa di universitasku. Dan dia berasal dari sebuah negara kecil di dekat Uzbekistan. Dan, akhirnya, kamipun saling bertukaran alamat email, tepat sesaat jumlah total belanjaanku sudah dihitungnya. Sejumlah uang kuberikan kepadanya. Dan hari itu, kami berpisah dengan sebuah senyuman bahagia.
Aku tahu kalau dia tidak melihat penutup kepalaku, mungkin kalimat I am a muslim tidak akan terucap dari bibirnya. Dan juga, kami tidak akan saling bertukar alamat email dan selanjutnya berjanji untuk saling berkirim email. Tapi, Islamlah yang telah membuat kami saling merasa dekat satu sama lain, walaupun saat itu adalah saat pertama kali kamu berjumpa, pun juga dengan sesuatu hal yang tidak disengaja. Sungguh, sebuah kebahagiaan tersendiri menemukan saudara seiman yang berbeda negara di tanah perantauan ini.
Photo

Post has attachment
#SESAT NYA FAHAM SYI'AH DIHARI ASYURA 10 MUHARRAM...
Dalam hadits shahih, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyampaikan kalimat istirjâ'. Beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
"Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, maka ia ucapkan 'innâ lillâh wa innâ ilaihi raji’ûn', (dan berdoa) ya Allah beri aku pahala atas musibah yang menimpaku, gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya, melainkan Allah akan memberinya pahala untuknya atas musibah itu dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang ia alami".
[HR. Muslim 2/632 no (918].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan hukum menyiksa diri atas peristiwa musibah yang menimpa seseorang dalam hadits berikut ini:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
"Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul muka, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti orang-orang jahiliyah".
[HR. al-Bukhari dan Muslim].
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ : الْفَخْرُ بِالْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالِاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ. وَقَالَ : النَّائِحَةُ إذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطْرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
"Ada empat perkara yang termasuk perkara jahiliyah terdapat di tengah umatku; berbangga dengan kesukuan, mencela keturunan (orang lain), meminta hujan dengan bintang-bintang dan meratapi mayat"
Kemudian beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menambahkan:
"Wanita yang meratapi mayat apabila tidak bertaubat sebelum meninggal, ia akan dibangkit pada hari kiamat dengan memakai mantel dari tembaga panas dan jaket dari penyakit kusta".[HR. Muslim].
Abu Musa al-Asy 'ari Radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَا بَرِيءٌ مِمَّا بَرِئَ مِنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَرِيءٌ مِنْ الْحَالِقَةِ , وَالصَّالِقَةِ , وَالشَّاقَّةِ
"Aku berlepas diri orang-orang yang Rasulullah berlepas diri dari mereka. Sesungguhnya Rasulullah berlepas diri dari wanita yang mencukur rambutnya, wanita yang berteriak-teriak dan wanita yang merobek-robek baju (saat ditimpa musibah)".
[HR. al-Bukhâri dan Muslim].
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dengan tegas umatnya mencela para Sahabat Radhiyallahu 'anhum:
لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
"Jangan kalian mencela para Sahabatku. Seandainya salah seorang kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan sampai (nilainya) segegam (pahalanya) salah seorang mereka dan tidak pula separohnya".
[HR. al-Bukhari dan Muslim].
Semoga Allah Ta'ala Melindungi Serta Menjauhkanlah Kita Dari Faham Sesat Syi'ah..
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ...
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Photo

Post has attachment
JIKA YESUS ADALAH TUHAN, MAKA ADAM ADALAH TUHAN YANG LEBIH HEBAT LAGI

Patrick.. Pemuda Eropa Masuk Islam
dalam sebuah Diskusi Agama di
Televisi
Dalam sesi tanya jawab Patrick
bertanya kepada Dr.Zakir Naik :
"Kenapa Muslim tidak percaya bahwa
Yesus adalah anak tuhan,
jika manusia lahir dengan
keberadaan ayah dan ibu maka Dia
(Yesus) lahir hanya dengan ibu saja,
jadi kenapa dia tidak bisa disebut
sebagai anak tuhan?
Doktor Zakir Naik menjawab :
Saudara Patrick, pertanyaan anda
sangat bagus, ini pertanyaan
penting...
Kami muslim tidak ada persoalan
apapun dengan proses kelahiran
Yesus/Isa yang lahir dari rahim
seorang wanita perawan...
Jika saja anda memperhatikan
konteks di dalam bible, 'Anak Tuhan'
yang dimaksud bukanlah seperti yang
anda pahami..
Jika anda membaca bible, disana
dikatakan Adam adalah anak tuhan,
Efraim adalah anak tuhan, Yesus
adalah anak tuhan..
”.. Aku akan memimpin mereka ke
sungai-sungai, dijalan yang rata,
dimana mereka tidak akan
tersandung sebab Aku talah menjadi
bapa israel. Efraim adalah anak
sulungku” [Jeremia 31:9]
”Anak Eros, anak Set, anak Adam,
Anak Allah” [Lukas 3:38]
”Berbahagialah orang yang membawa
damai, karena mereka itu akan
disebut anak-anak Allah” [Matius
5:9]
Dan jika anda melihat BAB Roma ayat
8 :
”Semua orang yang dipimpin Roh
Allah, adalah anak Allah”
Saya tidak ada masalah sama sekali
dengan hal tersebut, namun hingga
hari ini masih terjadi
kesalahpahaman, Jika anda
menyebutkan semua manusia adalah
anak tuhan (dipelihara oleh tuhan)
saya tidak masalah..
Saya akan mengutip satu ayat yang
amat sangat penting bagi kristiani :
"Karena begitu besar kasih Allah
akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan AnakNya yang
tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepadaNya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang
kekal" [Yohanes 3:16]
Jika anda mengikuti sejarah bible,
tidak kurang dari 50 pakar bible yang
mengatakan bahwa ayat ini telah
diubah, diganti, diedit, direvisi..
Siapa yg mengatakan? bukan Muslim
Bukan Hindu, tapi para sarjana dan
pakar sarjana kristiani! merekalah
yang mengatakan bahwa ayat ini
telah diubah, diganti, diedit, direvisi
dan dirusak..
Jadi.. jika anda mengatakan Yesus
adalah anak tuhan seperti juga
adam, Efraim, saya tidak masalah..
Masalahnya adalah ketika anda
mengatakan yesus adalah satu-
satunya anak tuhan padahal alkitab
tidak berkata seperti itu..
Dan Al-Quran membela Yesus dalam
surat Ali Imran Ayat 59 :
"Sesungguhnya misal (penciptaan)
Isa di sisi Allah, adalah seperti
(penciptaan) Adam, Allah
menciptakan Adam dari tanah,
kemudian Allah berfirman
kepadanya: "Jadilah" (seorang
manusia), maka jadilah dia"
Jadi jika anda katakan bahwa Yesus
adalah TUHAN karena dia tidak
memiliki ayah.. Maka Adam adalah
TUHAN yang lebih hebat karena
bukan saja tidak memiliki ayah
namun juga tidak memiliki ibu!
Dan jika anda percaya bahwa Yesus
adalah ANAK TUHAN karena tidak
memiliki ayah.. Maka anda juga
harus percaya bahwa adam adalah
ANAK TUHAN yang lebih hebat lagi,
karena tidak memiliki ibu!
Jika anda tidak keberatan dengan
pernyataan saya, maka anda harus
mengakui bahwa anda telah salah
dalam memahami konteks ayat pada
bible...
Photo
Wait while more posts are being loaded