Profile

Cover photo
khoiriyah ifa
Attended Al-Azhar University
Lives in GRESIK
53 followers|53,210 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

khoiriyah ifa

Shared publicly  - 
 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Media massa sangat berperan sekali terhadap kehidupan masyarakat, ia diyakini punya kekuatan yang super sekali dalam mempengaruhi perilaku manusia. Media massa yang saat ini bergejolak dipandangan masyarakat sendiri menjadikan sumber utama yang merubah sikap pribadi bahkan kelompok dari masyarakat. Teknologi yang seharusnya hanya dibuat untuk sebuah kebutuhan masyarakat, yang seharusnya diarahkan oleh manusia kini teknologi menjadi suatu yang sudah biasa, bahkan parahnya teknologilah yang mengarahkan kehidupan manusia itu sendiri.
     Jika zaman dahulu komunikasi jarak jauh dilakukan melalui surat-menyurat dan harus menunggu berapa lama surat itu datang kepadanya, terkhusus di Indonesia jika orang-orang dahulu mencari hiburan hanya dengan mengandalkan jasa dari para pencerita atau dengan melihat pertunjukkan wayang, dengan seksama mereka mendengarkan ceritanya, namun lain dengan zaman sekarang, komunikasi jarak jauh bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, mereka tidak lagi menunggu berapa lama untuk mendapatkan kabar dari orang yang ditunggunya. Hanya dengan memencet tombol 123, maka dengan sendirinya jaringan itu akan tersambung dengan orang yang hendak diajak berkomunikasi. Yah, itulah cara berkomunikasi dengan melalui HP, jika orang dulu hanya menggunakan HP untuk berkomunikasi dengan orang lain, maka sekarang macam-macam aplikasi yang sudah canggih dengan sendirinya atau bahkan perlu untuk mendownloadnya bisa langsung digunakan di dalam HP tersebut.
     Jika dahulu orang-orang menyebarkan sebuah kabar berita hanya melalui koran dengan menggunakan media cetak lain halnya dengan sekarang, apapun sekarang bisa dilakukan hanya di dalam rumah saja, kadang mereka hanya perlu melihat berita dari sebuah internet, bisa melalui  HP-nya masing-masing, bisa mengetahui berita dari radio dan televisi namun hadirnya teknologi lain kini tidak mematikan nilai eksistensi media cetak, itu yang perlu kita syukuri.  
     Dan jika sekarang pada tahun 2015 keadaan media dan teknologi sudah begitu canggih kira-kira bagaiman keadaan media dan teknologi pada 5 tahun mendatang? Apakah cenderung berdampak positif atau sebaliknya?.
 
 
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana keadaan media massa dan teknologi pada tahun 2020?
2.      Bagaimana dampak media massa dan teknologi tahun 2020 kepada audiens?
3.      Bagimana pendidikan bagi calon Jurnalis pada tahun 2020?
 
C. Tujuan
1.      Mengetahui keadaan media massa dan teknologi pada tahun 2020.
2.      Mengetahui dampak media massa dan teknologi tahun 2020 kepada audiens.
3.      Mengetahui pendidikan bagi calon Jurnalis pada tahun 2020.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
A. Keadaan Media Massa dan Teknologi Pada Tahun 2020
     Media massa sangat berperan dalam memajukan peradaban umat manusia. Ia diyakini punya kekuatan yang super sekali dalam mempengaruhi perilaku manusia. Media massa yang saat ini bergejolak dipandangan masyarakat sendiri menjadikan sumber utama yang merubah sikap pribadi bahkan kelompok dari masyarakat. Teknologi yang seharusnya hanya dibuat untuk sebuah kebutuhan masyarakat, yang seharusnya diarahkan oleh manusia kini teknologi menjadi suatu yang sudah biasa, bahkan parahnya teknologilah yang mengarahkan kehidupan manusia itu sendiri. Disamping itu berkembangnya teknologi komunikasi juga di dorong oleh media massa. Media massa bisa membuat umat manusia menjadi lebih beretika, beradab dan berbudaya, demikian jika suatu media massa dan teknologi bisa diimbangi dengan tanggung jawab yang begitu sempurna. Tapi pada kenyataannya saat ini tidak ada keseimbangan dan tanggung jawab dalam pengelolaan media massa, bagaimana dengan keadaan media massa pada 5 tahun mendatang? Sekarang media massa bisa dimiliki oleh sekelompok orang yang mempunyai modal besar bahkan individu juga. Media massa justru digunakan untuk tujuan-tujuan yang tidak pada tempatnya. Misalnya; hanya dibuat untuk kepentingan sekelompok orang yang mempunyai media tersebut atau individu, menyulut perang, membuat manusia buas, dan saling  menghancurkan sesama, merendahkan martabat manusia lain dengan mau menang sendiri dan sebagainya. Disini peran media massa ada dua yakni memperburuk kehidupan manusia dan memperkuat serta memejamkan rasa kemanusiaan.
     Jika dilihat pada tahun-tahun sebelumnya maupun tahun sekarang perkembangan media masaa dan teknologi begitu pesat, salah satunya media cetak adalah media yang tertua dan yang pertama, yang dilakukan oleh orang di jaman dahulu dalam memberitakan sebuah informasi kepada rakyat luas dan berisikan tentang kegiatan sehari-hari. Namun lain halnya dengan abad 20, kehadiran teknologi memacu orang untuk menggunakan perangkat elektronik seperti handphone (HP) seperti smartphone, tablet, laptop, dan sebagainya. Alat-alat tersebut lebih mudah dibawa dan dapat digunakan dengan mudah dibawa kemana saja dibandingkan dengan berlembar-lembar kertas seperti majalah, koran. Akses melalui internet inilah yang memudahkan orang untuk menggunakan media massa online.
    
 
     Jika dilihat dari sisi sekarang, perkiraan perkembangan teknologi pada tahun 2020 akan lebih pesat dan lebih canggih lagi, saya mengutip dari sebuah video yang berjudul “Understanding Cyberworld 2020” yang di buat pada tahun 2000, di dalam video tersebut di gambarkan bahwa dengan menggunakan hukum Moore dikatakan teknologi akan berkembang dua kali lipat setiap 18 bulan. Di video ini juga digambarkan mengenai teknologi yang kemungkinan akan ada di tahun 2020. salah satu contohnya adalah kita bisa menggunakan teknologi  di berbagai alat. Misal; dari bingkai foto kita bisa melakukan video call, kita bisa membeli buah-buahan tanpa perlu pergi ke supermarket karena kita hanya perlu memesan melalui kulkas yang kita miliki dan dapat ditentukan pula jumlah dan waktunya. Dan kita juga bisa mengetahui perkiraan cuaca. Ada juga teknologi seperti sebuah jendela yang bisa diatur pemandangannya seperti yang ada di film Hunger Games. Jadi kita bisa berkeliling dunia tanpa harus mahal-mahal membeli tiket pesawat dan membutuhkan uang yang banyak untuk bisa pergi diberbagai tempat. Kita hanya memerlukan jendela tersebut dan menikmatinya dengan duduk santai sambil meminum segelas teh atau kopi.
 
PENDAPAT SAYA
     Jika suatu teknologi dan media massa yang saat ini sudah kelihatan perannya dalam mempengaruhi perilaku manusia, perkiraan saya teknologi dan media massa pada tahun 2020 akan lebih berkembang dengan pesat dan secanggih mungkin. Pertama saya melihat dari sisi media massanya, media massa memang diyakini punya kekuatan yang super untuk memengaruhi perilaku manusia. Media massa yang saat ini bergejolak dipandangan masyarakat sendiri menjadikan sumber utama yang merubah sikap pribadi bahkan kelompok dari masyarakat. Berdasarkan pada kenyataannya, sekarang media massa ikut berperan dalam menciptakan dehumanisasi masyarakat, dilihat dari susdut pandang pornokitch, tampilan-tampilan film yang ada ditelevisi sudah kemakan dengan budaya barat, mulai dari anak-anak kecil hingga orang dewasa menontonnya, jika mereka yang mempunyai pendidikan dan moral yang baik mungkin tidak akan memperbolehkan anak-anaknya menonton TV dengan menampilkan film-film tersebut, bahkan jika film tersebut diabadikan oleh orang dewasa dengan meniru adegan yang ada di TV tersebut dan tidak memperhatikan wilayah sekitarnya, bisa jadi anak-anak yang belum cukup umur-pun akan meniru adegan seperti itu pula, dan kenyataannya kejadian-kejadian seperti itu sudah terjadi sejak tahun-
tahun lalu, bahkan objek atau sasaran kejahatan asusila-pun terjadi pada anak-anak di bawah usia dan itu menjadi kejahatan pada tahun-tahun kemarin hingga saaat ini. Televisi/media memang merupakan alat sihir bagi masyarakat, apapun yang ditayangkan ditelivisi seolah-olah kejadiantersebut ada di dunia nyata, dari telivisi/medialah anak belajar menjadi lebih baik, jika yang  ditampilkan itu hal-hal yang positif namun anak juga belajar menjadi orang yang tak bermoral, belajar membunuh, belajar melakukan kejahatan-kejahatan lainnya, belajar hal-hal lainnya juga dari televisi. Kemudian apa yang yang terjadi pada tahun 2020? menurut saya sendiri jika seseorang yang mempunyai pendidikan yang baik serta bermoral baik pula, mungkin tidak akan melakukan hal-hal seperti yang ada diatas, dan jika dilihat dari pertunjukkan-pertunjukkan yang ada di televisi sendiri mungkin akan semakin terpuruk jika tidak ada penanggulangan sendiri dari bidang pertelevisian di Indonesia baik televisi lokal maupun luar, baik televisi swasta maupun negeri dan lain sebagainya, namun disayangkan kebanyakan media sekarang telah dimiliki oleh sekelompok orang maupun individu yang digunakan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, ini yang membuat masyarakat resah sebab informasi yang diterima masyarakat sendiri menjadi berkurang, sebab kadang berita yang disiarkan tidak menjadi akurat. Mungkin karena ada kekuasaan diatas kepemilikan tersebut. Jika keadaan media massa pada saat ini sudah bisa dimiliki oleh sekelompok orang tertentu bagaimana dengan keadaan media massa pada tahun 2020? mungkin mereka/orang-orang yang mempunyai modal bahkan akan membuat suatu media yang baru dan menguasainya sendiri demi kepentingan pribadi.
     Cukup disayangkan jika yang terjadi di tahun 2020 adalah hal-hal seperti diatas. Kemudian kita melihat dulu, kasus yang dialami oleh majalah Jakarta-Jakarta (JJ). Majalah JJ ini merupakan majalah yang terpanas di Jakarta pernah menurunkan cover dengan judul “Bikini Kuda Binal” dan masih banyak lagi. Akibat pemberitaan seperti ini, JJ pernah mendapat peringatan pemerintah dengan Nomor 220/Ditjen-PPG/K/X/89 karena dianggap melanggar delik pornografi Pasal 281, 282, dan 283 KUHP. Dan masih banyak lagi yang mengusik kehidupan para selebriti dengan menampilkan hal-hal yang kurang baik, disini jika melihat dari pendidikan Jurnalis-pun masih kurang begitu baik. Mungkin karena mereka menggunakan istilah “Good nes is no news, bad news is good news”.
     Kemudian melihat dari sudut pandang berkembangnya teknologi pada tahun 2020 sendiri, mungkin benar apa yang ditampilkan dalam video “ Understanding Cyberworld 2020” bahwa, dengan menggunakan hukum Moore dikatakan teknologi akan berkembang dua kali lipat setiap 18 bulan. Di video ini juga digambarkan mengenai teknologi yang kemungkinan akan ada di tahun 2020. salah satu contohnya adalah kita bisa menggunakan teknologi  di berbagai alat. Misal; dari bingkai foto kita bisa melakukan video call, kita bisa membeli buah-buahan tanpa perlu pergi ke supermarket karena kita hanya perlu memesan melalui kulkas yang kita miliki dan dapat ditentukan pula jumlah dan waktunya. Dan kita juga bisa mengetahui perkiraan cuaca. Ada juga teknologi seperti sebuah jendela yang bisa diatur pemandangannya seperti yang ada di film Hunger Games. Jadi kita bisa berkeliling dunia tanpa harus mahal-mahal membeli tiket pesawat dan membutuhkan uang yang banyak untuk bisa pergi diberbagai tempat. Kita hanya memerlukan jendela tersebut dan menikmatinya dengan duduk santai sambil meminum segelas teh atau kopi. Karena perkembangan teknologi begitu pesat sekali jadi kemungkinan, hal-hal seperti diatas ini akan ada di tahun 2020.
 
B. Dampak Media Massa dan Teknologi Tahun 2020 Kepada Audiens
     Fenomena keterpengaruhan televisi dan media massa lainnya dalam benak masyarakat yakni, media massa menanamkan sikap dan nilai tertentu. Media pun kemudian memelihara dan menyebarkan sikap dan nilai itu antar anggota masyarakat, kemudian mengikatnya bersama-sama pula. Dengan kata lain, media memengaruhi penonton dan masing-masing penonton itu meyakininya bahwa apa yang disajikan televisi benar adanya. Jadi, para pecandu televisi itu akan punya kecenderungan sikap yang sama satu lain. Seorang penonton televisi akan melakukan seperti apa yang di tayangkan di televisi, jika tayangan tersebut berdampak positif, maka keuntunganlah yang didapat oleh audiens, namun jika sebaliknya maka rugilah audiens tersebut. Memang betul sekali jika televisi atau media lainnya itu merupakan sihir untuk masyarakat, apa yang telah di tampilkan oleh sebuah media massa pasti sangat berpengaruh sekali untuk perilaku dan kehidupan masyarakat. Dengan media massa anak bisa belajar mengenal budaya lain, jika budaya tersebut berdampak positif maka aman-aman saja namun jika anak belajar dan mengenal serta berperilaku mengikuti budaya barat maka musibahlah yang didapat, dengan media anak bisa belajar membunuh orang sebab tayangan yang ditampilkan di televisi pada saat ini kebanyakan tentang kejahatan, maka musibah yang didapat oleh orang tua anak dan si anaknya sendiri dan masih banyak lagi dampak negatifnya.
     Misal saja pada zaman sekarang orang sudah sibuk dengan dirinya sendiri, mereka seperti hilang rasa sosialisasinya, mereka lebih asyik dengan handphonenya masing-masing disaat mereka sedang berkumpul dengan teman-temannya namun apa yang mereka lakukan, bukannya saling bercakap melainkan sibuk dengan HP-nya. Inilah salah satu dampak negatif akibat berkembangnya teknologi komunikasi.
     Namun disisi lain teknologi dan media massa juga berdampak positif bagi masyarakat, apapun sekarang bisa dilakukan dengan secepat kilat akibat bantuan teknologi dan media massa. Namun jika dilihat pada zaman sekarang keadaan media massa dan teknologi begitu mengundang dan mempengaruhi perilaku manusia dan masyarakat-pun kadang menerimanya dengan berlebih-lebihan, terus bagaimana keadaan audiens sendiri dalam menerima perkembangan teknologi dan media massa pada tahun 2020? sangat mustahil sekali jika masyarakat tidak mengikuti trend dan mode pada zamannya nanti, dan jika tayangan yang ada di video “Understanding Cyberworld 2020” ini benar-benar ada di tahun 2020 mendatang bahwa, dengan menggunakan hukum Moore dikatakan teknologi akan berkembang dua kali lipat setiap 18 bulan. Di video ini juga digambarkan mengenai teknologi yang kemungkinan akan ada di tahun 2020. salah satu contohnya adalah kita bisa menggunakan teknologi  di berbagai alat. Misal; dari bingkai foto kita bisa melakukan video call, kita bisa membeli buah-buahan tanpa perlu pergi ke supermarket karena kita hanya perlu memesan melalui kulkas yang kita miliki dan dapat ditentukan pula jumlah dan waktunya. Dan kita juga bisa mengetahui perkiraan cuaca. Ada juga teknologi seperti sebuah jendela yang bisa diatur pemandangannya seperti yang ada di film Hunger Games. Jadi kita bisa berkeliling dunia tanpa harus mahal-mahal membeli tiket pesawat dan membutuhkan uang yang banyak untuk bisa pergi diberbagai tempat. Kita hanya memerlukan jendela tersebut dan menikmatinya dengan duduk santai sambil meminum segelas teh atau kopi. Saya yakin sekali jika masyarakat akan sangat menerimanya dengan senang hati dan pasti mereka akan mengikuti perkembangan teknologi ini dengan sangat singkat sekali, namun melihat dari sudut pandang mereka sendiri yang pastinya masyarakat melihat dan menerima semua itu dengan hasil yang berbeda-beda, ada yang resah jika hal negatiflah yang didapatkan oleh keluarganya seperti yang diutarakan oleh Gusmus bahwa, kebanyakan sekarang media dan teknologi sudah memakan perilaku dan merubah perilaku masyarakat, namun selain ada sisi negatifnya pasti ada pula yang mendapat sisi positifnya. Jika keadaan masyarakat sekarang yang kebanyakan mengarah pada hal-hal yang negatif akibat berkembangnya media dan teknologi, bisa jadi pada tahun 2020 akan menjadi lebih dari dampak yang diperoleh dari tahun-tahun sebelumnya.
     Apalagi jika media massa menmpilkan dan memberikan kabar berita yang sebenarnya tidak begitu penting kepada masyarakat, misal; memberitakan tentang keadaan/kehidupan selebriti dengan menambah-nambahkan keadaan/mencari-cari aibnya, dan menyebarkan keapada khlayak, maka secara tidak langsung hal itu mengajari masyarakat untuk mengguncing orang, untuk mencari-cari kesalahan orang lain, apalagi jika hal itu tertangkap oleh pikiran ibu-ibu yang suka menggosip, aduh pasti masalah apapun dan sekecil apapun pasti dengan cepat akan membeber kemana-mana.
 
 
PENDAPAT SAYA
     Perilaku masyarakat dalam menerima perkembangan teknologi dan keadaan media itu perlu kita cermati, apakah cenderung ke hal yang positif atau sebaliknya, namun pada kenyataannya saat ini saja kebanyakan yang saya temukan hanya hal-hal yang negatif, hal yang positif hanya sebagian saja yaitu ditangan orang-orang yang benar. Tahun sekarang masyarakat sudah kehilangan rasa kemanusiaannya, rasa sosialnya. Nilai-nilai tersebut sudah semu sekali dipandangan masyarakat sendriri, entah akibat pengaruh apa? Namun yang pasti pengaruh media dan teknologi sangat besar sekali bagi mereka, Indonesia sendiri yang berdideologikan paham pancasila, kini nilai-nilai pancasila telah lebur dari nilai yang tertanam di masyarakat. Akibat teknologi dan media perilaku masyarakat telah berubah, media massa seperti televisi bahkan media online, maupun cetak juga telah membawakan kehidupan budaya barat masuk ke dalam kehidupan bangsa Indonesia, tayangan-tayangan TV lokal misalnya yang di perankan oleh artis Indonesia-pun sudah menayangkan kehidupan layaknya kehidupan barat. Hal ini yang menjadi resah masyarakat sendiri sebab tayangan apa yang pantas untuk mereka tonton, hanya tayangan itulah satu-satunya yang ada, jika media dan teknologi berada ditangan orang yang tepat mungkin mereka bisa mengambil hal yang positifnya saja dan meninggalkan hal-hal yang negatif. 
     Dan jika apa yang telah diaparkan di dalam video “Understanding Cyberworld 2020” ini benar-benar ada di tahun 2020 mendatang bahwa, dengan menggunakan hukum Moore dikatakan teknologi akan berkembang dua kali lipat setiap 18 bulan. Di video ini juga digambarkan mengenai teknologi yang kemungkinan akan ada di tahun 2020. salah satu contohnya adalah kita bisa menggunakan teknologi  di berbagai alat. Misal; dari bingkai foto kita bisa melakukan video call, kita bisa membeli buah-buahan tanpa perlu pergi ke supermarket karena kita hanya perlu memesan melalui kulkas yang kita miliki dan dapat ditentukan pula jumlah dan waktunya. Dan kita juga bisa mengetahui perkiraan cuaca. Ada juga teknologi seperti sebuah jendela yang bisa diatur pemandangannya seperti yang ada di film Hunger Games. Jadi kita bisa berkeliling dunia tanpa harus mahal-mahal membeli tiket pesawat dan membutuhkan uang yang banyak untuk bisa pergi diberbagai tempat. Kita hanya memerlukan jendela tersebut dan menikmatinya dengan duduk santai sambil meminum segelas teh atau kopi. Apabila memang nanti nyata adanya maka nilai-nilai pancasila yang ada di Indonesia akan semakin berkurang, masyarakat pasti lebih cenderung memilih diam dirumah karena semua kebutuhan sudah bisa diakses dari rumah saja, dengan begitu rasa sosial mereka berkurang, mereka cenderung diam dirumah tanpa harus memikirkan nasib orang lain dan bahkan mereka tidak akan bertemu dan berkumpul dengan orang lain lagi, mereka cukup berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan sosial media/HP, bahkan tidak jarak jauh, jarak dekatpun, mungkin dengan keluarga yang satu rumah namun berbeda tempat tidur, mereka cukup  berkomunikasi dengan menggunakan handphone. Namun harapan saya apapun perkembangan teknologi dan keadaan media massa yang menjadi nyata nanti, tetap harus digunakan secara bijak dan penuh tanggung jawab, tidak berlebihan dalam menyikapi dan menggunakannya.
 
C. Pendidikan Bagi Calon Jurnalis
     Pendidikan formal di jurnalisme di Indonesia menyimpan banyak kekurangan, terutama aspek praktis. Banyak sarjana jurnalisme yang belum siap pakai, tetapi baru siap latih. Sebenarnya, mereka sudah bisa mewadahi keahlian menulis sejak menjadi mahasiswa, misalnya terlibat di media kampus atau magang. Hanya masalahnya, tidak semua orang paham akan pentingnya aktivitas di atas. Namun jika melihat kejadian-kejadian yang sudah terpapar diatas bahwa banyak media yang menampilkan berita-berita yang tidak penting, seperti mencari-cari kesalahan orang lain, dengan mempublikasikan aib mereka, ini justru perlu adanya institusi yang mendidik bagi calon jurnalis pada tahun mendatang.
     Untuk mengasah kemampuan jurnalistik, calon jurnalis sebenarnya bisa mengikuti berbagai pelatihan yang sering ditawarkan lembaga pers di kampus atau lembaga independen di luar media. Acara pelatihan biasanya akan diisi oleh para praktisi media massa. Pelatihan paling tidak akan memberikan bekal praktis karena selama di bangku kuliah, mahasiswa terllau berurusann dengan teoritis. Di samping itu, pelatihan jurnalistik juga akan membuka wawasan mahasiswa. Tidak jarang, mereka hanya dapat informasi dari dosen yang masih terbatas. Beruntung kalau dosen itu mempunyai pengalaman praktis atau mempunyai budaya baca yang tinggi. Sangat disayangkan jika materi yang didapatkannya dari tahun ke tahun tidak mengalami perkembangan.
     Sebab pada dasarnya siapa saja yang berbakat dalam bidang ini, bisa untuk menjadi jurnalis, namun seiringnya waktu, pendidikan minimal S-1 sudah menjadi syarat untuk menjadi wartawan, setelah masuk menjadi wartawan juga tidak ada kewajiban khusus untuk terus memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Yang terpenting adalah mempunyai kemampuan, dan kompetensi jurnalisme ada pada diri seorang jurnalis.
 
 
 
PENDAPAT SAYA
     Pentingnya lembaga pendidikan jurnalis sangat berperan dalam membangun karakter jurnalis yang beasaskan pada kode etik jurnalistik.  Untuk mengasah kemampuan jurnalistik, calon jurnalis sebenarnya bisa mengikuti berbagai pelatihan yang sering ditawarkan lembaga pers di kampus atau lembaga independen di luar media. Acara pelatihan biasanya akan diisi oleh para praktisi media massa. Pelatihan paling tidak akan memberikan bekal praktis karena selama di bangku kuliah, mahasiswa terllau berurusann dengan teoritis. Di samping itu, pelatihan jurnalistik juga akan membuka wawasan mahasiswa. Tidak jarang, mereka hanya dapat informasi dari dosen yang masih terbatas. Beruntung kalau dosen itu mempunyai pengalaman praktis atau mempunyai budaya baca yang tinggi. Sangat disayangkan jika materi yang didapatkannya dari tahun ke tahun tidak mengalami perkembangan.
     Sebab pada dasarnya siapa saja yang berbakat dalam bidang ini, bisa untuk menjadi jurnalis, namun seiringnya waktu, pendidikan minimal S-1 sudah menjadi syarat untuk menjadi wartawan, setelah masuk menjadi wartawan juga tidak ada kewajiban khusus untuk terus memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Yang terpenting adalah mempunyai kemampuan, dan kompetensi jurnalisme ada pada diri seorang jurnalis.
     Seorang jurnalis harus memiliki kemampuan umum dan kecerdasan intelektual sebab mereka hanya bisa menulis jika, mereka berpengetahuan yang luas, kemudian kecerdasan intelektual-pun penting, tugas seorang jurnalis bukan hanya menulis berita saja dan mempublikasikannya namun juga bertanggung jawab atas apa yang mereka tulis dan apa yang mereka publikasikan. Seorang jurnalis juga harus pintar dalam berkomunikasi sebab bagaimana bisa jurnalis menulis sebuah berita, jika mereka tidak mencari informasinya terlebih dahulu, etika dalam berkomunikasi juga sangat perlu sebab karakter seseorang itu berbeda-beda maka diperlukan seorang jurnalis yang faham mengenai psikologi komunikasi, jurnalis harus mengerti tentang karakter narasumbernya, seorang jurnalis juga perlu teknik yang profesional dalam penelitian, menulis, mengedit, mendesain dan memproduksi seperti yang sudah dijelaskan diatas seorang jurnalis harus pintar menulis, kemudian seorang jurnalis harus pintar dalam penelitian, karena untuk mendapatkan hasil berita yang bagus dan memuaskan kepada publik akibat isi informasi yang baik maka sebelum berita tersebut di publikasikan, jurnalis harus menelitinya dan mereviewnya, apakah berita tersebut sesuai dengan fakta dan apakah berita tersebut layak untuk di publikasikan? Maka jurnalis harus pintar dalam penelitian agar tidak ada kesalahan didalamnya. Seorang jurnalis juga harus pintar dalam mendesain dan memproduksi, yang jelas memproduksi sebuah berita.
     Seorang jurnalis harus terampil dalam menggunakan perangkat jurnalistik dalam mengedit, mendesain dan memproduksi (kemampuan mengadaptasi perkembangan teknologi dalam jurnalistik), dikaitkan dengan perkembangan teknologi pada tahun 2020, disini peran seorang jurnalis harus pintar-pintar dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru jika nantinya perkembangan teknologi akan semakin canggih di tahun 2020 tersebut. Karena jperkembangan multimedia membutuhkan jurnalis yang familiar dengan perangkat media, yang dengan mudah menguasai perangkat, setidaknya satu media, seorang jurnalis harus akurat dan efesien dalam mengetik dan kompeten dalam internet kompetensi. Termasuk memiliki kemampuan dalam menilai dan memeriksa informasi yang tersedia di web. Seorang jurnalis juga harus tahu bagaimana cara mengoperasikan media. Baik itu jurnalistik media cetak, jurnalistik radio, jurnalistik TV, maupun jurnalistik media onliene. Jadi menurut saya calon jurnalis harus mengusai itu semua dalam menyikapi dan ikut berperan dalam kehidupan yang akan datang yakni pada tahun 2020.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
PENUTUP
 
A. Kesimpulan
     Dalam menyikapi perubahan teknologi dan keadaan media massa yang akan datang pada tahun 2020 sisi audiensnya sendiri maka harus lebih cermat dan pintar dalam beradaptasi dengan lingkungan dan keadaan yang baru. Bukan manusia yang seharusnya di peralat oleh teknologi tetapi harusnya teknologilah yang diperalat oleh manusia, jika itu memang menjadi sebuah kebutuhan maka harusnya di olah oleh manusia.
     Kemudian calon jurnalis-pun harus kompeten dalam hal-hal kejurnalistikan, seorang jurnalis harus terampil dalam menggunakan perangkat jurnalistik, dalam mengedit, mendesain dan memproduksi (kemampuan mengadaptasi perkembangan teknologi dalam jurnalistik), dikaitkan dengan perkembangan teknologi pada tahun 2020, disini peran seorang jurnalis harus pintar-pintar dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru jika nantinya perkembangan teknologi akan semakin canggih di tahun 2020 tersebut. Karena perkembangan multimedia membutuhkan jurnalis yang familiar dengan perangkat media, yang dengan mudah menguasai perangkat, setidaknya satu media, seorang jurnalis harus akurat dan efesien dalam mengetik dan kompeten dalam internet kompetensi. Termasuk memiliki kemampuan dalam menilai dan memeriksa informasi yang tersedia di web. Seorang jurnalis juga harus tahu bagaimana cara mengoperasikan media. Baik itu jurnalistik media cetak, jurnalistik radio, jurnalistik TV, maupun jurnalistik media onliene.
B. Saran
     Saran saya dari masyarakat sendiri seharusnya lebih terampil dalam menggunakan teknologi dan menyikapinya, tidak terlalu berlebihan dan bisa mengambil ha-hal yang positif dan meninggalkan hal y-hal yang negatif, demi kebaikan individu maupun kelompok, dan harus terampil dalam menggunakan perangkat jurnalistik, dalam mengedit, mendesain dan memproduksi (kemampuan mengadaptasi perkembangan teknologi dalam jurnalistik), dikaitkan dengan perkembangan teknologi pada tahun 2020, disini peran seorang jurnalis harus pintar-pintar dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru jika nantinya perkembangan teknologi akan semakin canggih di tahun 2020 tersebut.
 
     Karena perkembangan multimedia membutuhkan jurnalis yang familiar dengan perangkat media, yang dengan mudah menguasai perangkat, setidaknya satu media, seorang jurnalis harus akurat dan efesien dalam mengetik dan kompeten dalam internet kompetensi. Termasuk memiliki kemampuan dalam menilai dan memeriksa informasi yang tersedia di web. Seorang jurnalis juga harus tahu bagaimana cara mengoperasikan media. Baik itu jurnalistik media cetak, jurnalistik radio, jurnalistik TV, maupun jurnalistik media onliene.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
(http://media.kompasiana.com/new-media/2012/12/03/quo-vadis-jurnalisme-online-memprediksi-masa-depan-media-cetak-dan-online-508107.html)
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/02/11/176781/Menjawab-Perubahan  http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia
http://media.kompasiana.com/new-media/2009/12/30/tantangan-dan-peluang-media-cetak-di-2010-45189.html
http://media.kompasiana.com/new-media/2012/12/03/quo-vadis-jurnalisme-online-memprediksi-masa-depan-media-cetak-dan-online-508107.html
Nurudin. 2009. Jurnalisme Masa Kini, Jakarta: Rajawali Pers.
Oetama, Jakob. 2001. Pers Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
 ·  Translate
2
Add a comment...

khoiriyah ifa

Shared publicly  - 
 
ingin rasanya menghilangkan semua beban" ini ,,,,,
 ·  Translate
2
deni kartiwa's profile photo
 
nice
Add a comment...

khoiriyah ifa

Shared publicly  - 
 
                            " SUARA BATINKU "
kata-kataku ini mungkin akan membuatmu tertawa
kau anggap semua ini konyol,tapi aku ta' peduli
meski aku belum mengenalmu dengan sangat
namun perasaanku terambing padamu
    meski wajahmu belum hadir di hadapanku
    namun batinku tiada henti untuk memanggilmu
    cintaku ini suci padamu bukan karna nafsu
    kesucian cintaku ini hanya akan kuberi untukmu
perasaanku sakit bila tiada kabar untukku
lara hatiku ,batinku menangis, hatiku tercambik
karna kau slalu mengabaikan kabar dariku
lama kusakit karna batinku padamu
   mungkinkah kau tau tentang itu
   sadarkah dirimu akan hadirnya batinku ini
   yang slalu memikirkan tentang kamu
   hanya batinku saja nan bisa menghampirimu
nan memberi kabar bahwa aku SANGAT MENCINTAIMU
bisakah aku menghidupkan cinta Qois dan Lailah
kisah cinta nan terlampaukan yang tersakiti batin yang mendalam
yang membawakan cinta mereka kedalam kematian.
 ·  Translate
1
Muhammad Sujarwo's profile photokhoiriyah ifa's profile photo
4 comments
 
insy'Allah
Add a comment...
Have her in circles
53 people
Zack Piez's profile photo
Edi Prasetyo's profile photo
Hasani Intertoya's profile photo
Barlie Item's profile photo
Muhammad Sujarwo's profile photo
Ehsan Konveksi's profile photo
Fatimah Ali Timah's profile photo
Niar EvenCore's profile photo
Ervita Sagadita Anggraini's profile photo

khoiriyah ifa

Shared publicly  - 
 
                                             JILBAB
   Yaitu pakaian yang berfungsi untuk menutupi perhiasan ( Mahkota ) wanita dan aurat-nya, Aurat wanita yakni seluruh tubuh-nya kecuali wajah dan ke-2 telapak tangan-nya. Tujuan-nya sendiri dari perintah berjilbab ialah untuk menutupi perhiasan ( Mahkota ) wanita dan perintah berjjilbab juga merupakan perintah yang sangat jelas dari Allah dan Rasul-nya SAW. Allah telah memerintah-kan kaum wanita untuk berjilbab dalam firman-nya yakni dalam ( Qs.Annur :31 ), Dan juga Allah berfirman dalam ( Qs. Al-ahzab :33), ( Qs. Al-ahzab :59 ), begitu jelas-nya perintah berjilbab bagi kaum wanita muslimah dalam kitab suci Allah SWT.
   Perintah berjilbab merupakan bentuk yang sangat baik bagi para wanita karena berjilbab merupakan bentuk ketaatan seorang wanita kepada Allah SWT dan Rasul-nya SAW, Yang sudah di terangkan jelas dalam ( Qs. Al-ahzab :36 ).
   Lebih dari itu, berjilbab merupakan kewajiban atas setiap muslimah, khususnya bagi muslimah yang sudah baligh sebagaimana yang di sebutkan di dalam Al-qur'an dan As-sunnah.
   Jilbab itu merupakan bukti keimanan seseorang kepada Allah SWT. Allah tidak-lah memerintahkan untuk berjilbab kecuali kepada wanita-wanita mukminah. Karena jilbab merupakan pembeda antara yang baik-baik dengan wanita-wanita lain-nya. Ia akan selamat dari berbagai gangguan dan kejahatan orang-orang fasik.
   Jilbab juga merupakan lambang rasa malu dan sekaligus penutup aurat. Sesungguh-nya Allah Maha tertutup dan menyukai yang tertutup. Jilbab merupakan lambang kesucian, Jika mata tidak melihat pada sesuatu maka hati tidak berkeinginan maka hati akan selalu bersih, Tubuh seorang wanita ialah amanah dari Allah maka seorang wanita itu harus menjaga-nya karena itu merupakan Amanah dan harus di jaga dengan baik-baik.
     Pada zaman modern ini kalian yang para wanita-wanita muslimah tidak perlu khawatir karena model-model jilbab mulai berkembang dan  berbagai macam berjilbab kini telah menjadi trend bagi wanita-wanita muslimah di Negara kita, Kalian para wanita muslimah tidak perlu khawatir dengan pendapat bahwa jilbab dapat membuat rambut rusak, Bahwasa-nya itu adalah hal yang tidak benar buktinya adalah dari perkataan Dr. Muhammad NIdaa tentang pengaruh jilbab terhadap kesehatan dan keselamatan rambut.
   JIlbab dapat melindungi rambut, Penelitian membuktikan bahwa perubahan cuaca serta sinar cahaya matahari langsung dapat merusak kecantikan rambut dan pudar-nya warna rambut dan begitu sebagai-nya, Dan kalian para wanita muslimah Indonesia jadikan yang terbaik untuk Negara kita,
Jadikan Negara kita ini Negara para Muslim-muslimah yang selalu berperan besar dalam menjaga aurat-aurat-nya, Degan begitu kita semua pasti terjaga dalam kejahatan orang-orang fasik. 
  
   
 ·  Translate
1
Add a comment...

khoiriyah ifa

Shared publicly  - 
 
                 SIKAP ridla SAHABAT UMAR
Di riwayatkan , dari sahabat UMAR bin Khatab ra, dia berkata, " Aku tidak peduli seperti keadaanku esok hari , Apakah dalam keadaan yang ku senangi / dalam keadaan yang tidak ku senangi . karena aku tidak tahu sisi kebaikan pada sesuatu yang ku senangi dan yang tidak ku senangi ". ( Hr. Ibnu Mubarak Ibnu Abid-Dunya dan Al-Askari ; dari sahabat khalid bin walid ra. lihat kitab Kanzul Ummal, juz 2 hal.145 )
 ·  Translate
2
Add a comment...
People
Have her in circles
53 people
Zack Piez's profile photo
Edi Prasetyo's profile photo
Hasani Intertoya's profile photo
Barlie Item's profile photo
Muhammad Sujarwo's profile photo
Ehsan Konveksi's profile photo
Fatimah Ali Timah's profile photo
Niar EvenCore's profile photo
Ervita Sagadita Anggraini's profile photo
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
GRESIK
Links
Education
  • Al-Azhar University
    2014
Basic Information
Gender
Female