Profile cover photo
Profile photo
boss malas
348 followers -
Best On System and Strategic
Best On System and Strategic

348 followers
About
Posts

Post has attachment
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Pendampingan Penguatan Managemen Kelompok bagi masyarakat Transmigrasi Lokal Karangtengah Imogiri, Bantul
Photo
Photo
29/08/15
2 Photos - View album
Add a comment...

Post has shared content
Sejarah Perkembangan Teknik Sablon #kaosmurah #kaosdistro #tempatbikinkaos

Kaos Murah - Kami telah banyak membahas bagaimana teknik sablon manual pada kaos murah secara detail pada artikel-artikel sebelumnya. Selain itu, asal muasal kaos murah serta peluang usaha kaos murah/ sclothing/ distro juga telah kami sajikan secara gamblan pada postingan sebelumnya. Saat ini kami ingin menyoba menyajikan asal-usul proses sablon manual pada kaos murah serta perkembangan teknologinya yang kami himpun dari berbagai sumber. Seperti telah kita ketahui bersama bahwa keindahan disain permukaan dari sebuah kaos murah dibuat/dicetak melalu sebuah proses yang disebut sablon/printing.

China, adalah Negara yang pertama kali menemukan dan menerapkan sablon manual pada permukaan kain, tepatnya saat dinasti Song berkuasa penuh pada daratan China sekitar tahun 960-1279.  Seiring dengan perkembangannnya, teknik sablon manual pada kaos murah ini mulai diadobsi oleh Negara-negara Asia lainnya, sebut saja Jepang telah berhasil mengaplikasikan teknik sablon kaos murah yang juga berhasil mengembangkan dan memadukan teknik-teknik sablon kaos murah lainnya.

Seiring dengan perkembangannya dan kebutuhannya, teknik sablon manual kaos murah banyak dibutuhkan oleh beberapa instansi baik pemerintah amaupun swasta guna menunjang berbagai keperluan seperti pencetakan pada kertas, sprei, dll. Eropa Barat adalah yang menggunakannya setelah Jepang yaitu sekitar tahun 1700an, dan memang pada saat itu pusat perkembangan tekstil berada di Eropa Barat. Dan menjadi teknik yang sering digunakan setelah kain sutera menjad primadona saat itu. Tiknik sablon manual kaos murah digunakan untuk membuat hiasan permuakaan dari sutera. Dan Negara Eropa yang berhasil memantenkan tiknik sablon manual adalah Inggris, yaitu pada tahun 1907. Selengkapnya silahkan klik link di bawah ini!
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
HATI-HATI "SUDDEN SHIFT", FENOMENA PERUBAHAN ABAD KE-21

Oleh: Rhenald Kasali
Senin, 24 Agustus 2015 | 05:41 WIB

KOMPAS.com — Lima tahun yang lalu, mantan Dirut Pertamina, Ari Soemarno, pernah menyampaikan sepotong data kepada saya. Itu tentang shale gas, yang kalau sampai kongres Amerika Serikat memberi lampu hijau untuk dieksplor dan diekspor, maka harga gas dunia akan turun.

Data itu rupanya segera direspons oleh para pemain saham yang mengakibatkan harga-harga saham perusahaan tambang batubara kita anjlok. Mengapa demikian? Inilah gejala perubahan mendasar yang disebut 3S: SUDDEN SHIFT, SPEED, DAN SURPRISE!"

SUDDEN SHIFT

Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa, dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Akan tetapi, siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu, perpindahannya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed), dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Ini karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan); kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Kembali ke shale gas, Ari Soemarno memberi tahu saya bahwa cost-nya sangat rendah, demikian harga jualnya, yakni seperempat dari harga jual gas konvensional. Saya membayangkan, begitu informasi itu beredar, maka para pemakai minyak (oil) pun akan beralih. Oleh karenanya, harga minyak pun akan guncang. Lalu pada akhirnya, tambang energi lain akan terganggu: batubara.

Di luar dugaan saya, ternyata batubara terkena imbasnya lebih dulu, lalu baru minyak. Maklum, harga kertasnya (saham) sudah lama dijadikan bubble; lagi pula, ia sangat merusak lingkungan. Kini harga minyak dunia baru turun 50-60 persen. Para ahli menduga, ia masih akan turun hingga sekitar 10 dollar AS (saat ini masih sekitar 47 dollar AS) per barrel.

-> Mau bikin kaos kelas atau kaos komunitas? Bikin saja di http://kaosmurahku.com/t-shirt-dan-polo-shirt/ #tempatbikinkaos Berkualitas!

Bisa dibayangkan kerugian apa yang akan diderita pengusaha-pengusaha minyak, kalau mereka tak berani merevolusi biaya-biaya "kenikmatan" yang selama ini sudah dirasakan para pegawai. Dulu, saat harga minyak di bawah 10 dollar AS per barrel, mereka sanggup berproduksi dengan biaya 6 dollar AS per barrel. Namun, begitu harga pasarnya 120 dollar AS per barrel, mereka berproduksi dengan biaya 100 dollar AS per barrel. Segala yang membuatnya mahal akan membuat manusia meningkatkan biaya kenikmatan.

ZALORA

Di Bandara Halim Perdanakusuma, saya menerima CEO Zalora Indonesia. Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat itu, saya baru membaca data penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan turun besar-besaran. Keadaan ekonomi pun kita persalahkan. Bahkan, para politisi menduga adanya miss management dalam pemerintahan.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4 persen, ZALORA JUSTRU MENGATAKAN BAHWA OMZET MEREKA NAIK 240 PERSEN. "Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen, itu sama dengan kegagalan," ujar mereka.

Saya pikir Zalora masih kecil. Namun, bayangan saya kembali ke tahun 1998 saat semua orang dicekam rasa takut akibat gelombang PHK. Investor asing pun hengkang. Ketika para ekonom di Fakultas Ekonomi UI masih berpikir keras bagaimana menciptakan iklim yang kondusif agar investasi asing kembali lagi, saya memilih untuk mendorong lahirnya entrepreneur lokal.

Saya masih ingat ejekan para ekonom yang mengabaikan kemampuan bangsa ini berwirausaha. Saya bahkan ditanya, apa bisnis yang akan dikembangkan wirausaha lokal? Saya sebutkan nama-nama produk mereka: kacang (Garuda dan Dua Kelinci), herbal (Sido Muncul), kosmetik (Wardah), bola buatan masyarakat di Majalengka, dan lain-lain.

Di luar perkiraan saya, mereka mempertanyakan, "Sampai kapan kacang dan jamu bisa menciptakan lapangan kerja? Yang bisa itu otomotif. Rakyat kita itu pegawai, bukan entrepreneur."

Anda tahu berapa jumlah wirausaha kita sekarang? Jangan lagi mengatakan masih di bawah 1 persen. Kalau mereka yang sudah terlibat dalam sektor informal saja sudah 60 juta orang, bisa hitung sendiri berapa banyak orang yang sudah bergulat dalam bidang kewirausahaan.

Demikian juga dengan Zalora dan mereka yang bergerak dalam sektor ekonomi kreatif lainnya, jumlahnya saat ini memang masih kecil. Namun, mereka memiliki daya disruptif yang bisa menggerus para pelaku usaha konvensional.

SEMUA SHIFTING

Pergeseran konsumsi tak hanya terjadi dalam dunia energi dan belanja, tetapi juga dalam konsumsi di segala bentuk kehidupan kita. Semuanya bergeser. Keseimbangan baru belum terbentuk, tetapi pindah-pindahnya mulai terasa.

Minggu lalu, 17 Agustus 2015, Indonesia-X baru saja meluncurkan situs belajar bebas biaya (massive online course). Rumah Perubahan ikut di dalamnya.

Pernahkah Anda membayangkan bahwa kampus-kampus besar sedang berjuang melawan perubahan? Ya, di seluruh dunia, bukan cuma surat kabar berbasis kertas yang kesulitan karena hadirnya media-media online, KAMPUS–KAMPUS JUGA KINI DITANTANG DUNIA UNTUK BELAJAR ONLINE.

BAHKAN GELAR AKADEMIS PUN KINI MULAI DITINGGALKAN PARA KAUM TERPELAJAR DUNIA. Para pemberi kerja mulai melirik mereka–mereka yang tak bergelar. Dari "siapa kamu" (atau "apa gelar akademismu"), dunia manajemen mulai beralih pada "apa yang bisa kamu lakukan". Lihatlah di perusahaan-perusahaan besar, di kartu-kartu nama para pimpinan dan stafnya. Tak banyak lagi yang mencantumkan gelar akademisnya.

GERAKAN MASIF INI MEMBUAT KAUM MUDA BERALIH DARI MEMBELI DEGREE (GELAR FORMAL) MENJADI MEMBELI KEAHLIAN DAN PAKET–PAKET KURSUS, yang mereka ramu sendiri racikannya. Ini bukan lagi racikan akademik yang dibuat pemerintah karena mereka ingin membangun keahlian yang unik, yang tidak massal dan siap pakai. Pasar tenaga kerja global pun mengakomodasi mereka. Apa yang bisa mereka berikan di dunia kerja bukan lagi rangkaian mata kuliah racikan kampus.

Indonesia-X dengan demikian menjadi pelopor belajar online yang heboh. Kelak, Anda bisa mengambil kursus apa saja. Karena murah (gratis), switching cost-nya menjadi rendah. Perubahan pun terjadi.

GO-JEK, UBER, SEVEN ELEVEN, DAN LAIN-LAIN.

Kalau Anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, ritel, telekomunikasi, trading, financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih ke mobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dan media sosial.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan versus Go-Jek dan Grab-Bike, atau taksi biasa versus Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia karena krisis berdampak pada semua usaha, dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri, bukan dollar AS, melainkan mengenai apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani, dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini.

Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, melainkan persaingan baru melalui business model yang benar-benar berbeda.

Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing hitam untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.

Selamat merenungkannya!


____________________
Rhenald Kasali adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pria bergelar PhD dari University of IlLinois ini juga banyak memiliki pengalaman dalam memimpin transformasi, di antaranya menjadi anggota pansel KPK sebanyak 4 kali, dan menjadi praktisi manajemen. Ia mendirikan Rumah Perubahan, yang menjadi acuan dari bisnis sosial di kalangan para akademisi dan penggiat sosial yang didasari entrepreneurship dan kemandirian. Terakhir, buku yang ditulis berjudul Self Driving: Menjadi Driver atau Passenger.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
HOW IT HANDLE OJEK

Kenapa Tukang Ojek di Gojek bisa Mendapatkan Income Hingga Rp 10 juta per Bulan?

gojekSejumlah media menulis kisah yang menggugah. Jika tekun menarik order, seorang tukang ojek di Gojek bisa mendapatkan income hingga Rp 10 juta per bulan.

Sebuan pencapaian yang sangat mengesankan. Terutama untuk profesi yang selama ini dianggap kelas pinggiran.

Kisah tentang Gojek adalah narasi tentang social innovation, keajaiban teknologi aplikasi, dan kejeniusan ilmu supply chain management.

Mari kita bedah satu demi satu dengan renyah di pagi hari ini.

Sejatinya GOJEK adalah perusahaan penyedia jasa transportasi yang berbasis pada kekuatan magis teknologi aplikasi. The power of Apps.

Salah satu sumber inefisiensi layanan tukang ojek adalah masa ngetem yang terlalu lama. Idle time kalau dalam bahasa supply chain management. Waktu kosong yang hilang sia-sia.

Gojek dengan kekuatan aplikasinya yang real time mampu memotong masa tunggu itu (ngetem untuk dapat order) dengan dramatis. Ribuan calon pelanggan yang telah mendownload aplikasi Gojek yang user friendly – dibuat untuk mudah melakukan pemesanan order pengiriman (entah jasa antar orang, dokumen atau barang).

Lantas ribuan order yang terkumpul itu, di-distribusikan oleh Gojek ke ribuan armadanya, yang berada pada titik paling dekat dengan yang memberi order, secara real time, seketika. Proses ini berlangsung secara kontinyu, real time.

Dengan proses sperti itulah, maka level produktivitas pengojek naik secara sangat signifikan. Dengan kekuatan ajaib aplikasi yang bersifat real time, masa tunggu pengojek bisa ditekan hingga nyaris titik nol.

-> Mau bikin kaos kelas atau komunitas? Atau mau bikin kaos buat seragam perusahaan Anda? bikin saja di http://kaosmurahku.com/t-shirt-dan-polo-shirt/ #tempatbikinkaos Berkualitas!

Apa yang terjadi saat produktivitas naik secara dramatis. Otomatis, income juga bisa melesat ke level yang tak terbayangkan.

Just In Time Inventory. Ini adalah prinsip legendaris perusahan-perusahaan hebat Jepang seperti Toyota. Saat masa tunggu inventory bisa dibuat menjadi zero.

Dan persis prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh Gojek dengan kekuatan aplikasinya. Hasilnya adalah keajaiban : seorang tukang ojek bisa mendapat income 10 juta per bulan.

Gojek mungkin contoh keindahan inovasi sosial berbasis teknologi : bagaimana kekuatan aplikasi (digital apps) bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran (tukang ojek).

Ya, niatan untuk mengentaskan kemiskinan memang tidak diperoleh dengan demo, spanduk, rapat di gedung parlemen atau teriak-teriak di jalanan. Kekuatan sebuah aplikasi yang jenius acap jauh lebih powerful dari itu semua. This is the beauty of digital technology.

Namun inovasi sosial yang jenius dari Gojek ini mendapatkan tantangan dari dua kekuatan. Dan keduanya bisa menghancurkan bisnis Gojek.

Yang pertama adalah resistensi dari para tukang ojek pangkalan. Ini adalah potret muram dari proses inovasi teknologi : bagaimana kekuatan otak (kemudahan teknologi digital ) harus berhadapan dengan kekuatan otot yang enggan menerima proses perubahan zaman.

Dan kita tahu, pertempuran melawan kekuatan otot acap jauh lebih melelahkan dibanding harus bertarung melawan kekuatan otak.

Proses inovasi teknologi memang kadang justru gagal karena masyarakatnya sendiri secara sosiologis tidak siap menerima perubahan. Fenomena yang juga lazim terjadi dalam berbagai kisah perubahan korporat (corporate transformation process).

Status quo dan comfort zone kadang menjadi dua algojo yang acap sukses menjegal potensi kekuatan inovasi.

Kekuatan kedua yang juga bisa merobohkan bisnis Gojak datang dari rival yang tak kalah menggetarkan. Yakni Grab Bike. Perusahaan yang sama dengan Gojek, namun datang dari pengusaha Malaysia. Dan dengan dukungan modal hingga 2.5 triliun.

Dengan dukungan dana nyaris tak terbatas itu, Grab Bike langsung meletuskan amunisi peperangan. Mereka segera meluncurkan “predatory pricing war” : tarif promosi ojek Grab Bike hanya Rp 5 ribu kemana saja (tarif promosi Gojek 10 ribu, dan kini sudah naik ke 15 ribu).

Grab Bike juga memberikan upah ke pengojeknya 90% dari total order, sementara Gojek hanya 80%. Grab Bike juga memberikan program berangkat umroh kepada pengojeknya yang berprestasi (akhirnya tukang ojek juga bisa naik umroh. Bukan hanya tukang bubur).

Perlawanan keras dari Grab Bike itu segera membuat Gojek agak gentar. Pricing war yang berkepanjangan pada akhirnya bisa membuat keduanya malah bangkrut. Bisnis memang kadang brutal dan tak kenal ampun.

Kita tidak tahu apakah Gojek akan bisa mengatasi perlawanan dari dua dimensi yang berbeda itu dengan sukses (resistensi dari ojek pangkalan dan rivalitas bisnis dengan Grab Bike).

Btw, pendiri Gojek sendiri Nadiem Makarim bukan anak muda sembarangan. Pria muda Jakarta ini alumnus Harvard Business School (sekolah bisnis terbaik di muka bumi).

Dengan mudah Nadiem sebenarnya bisa melamar kerja di Wall Street dengan gaji puluhan ribu dollar per bulan. Namun ia memilih pulang ke tanah airnya, demi membangun bisnis yang memberdayakan kaum kelas pinggiran. Melalui kekuatan aplikasi digital.

Jajaran manajemen dan pendiri Gojek lainnya juga diisi oleh para alumnus dari sekolah bisnis hebat seperti University of Chicago. Dan rata-rata pernah bekerja di perusahaan kelas dunia.

Dari sisi kualitas, SDM yang menduduki peran kunci di Gojek sebenarnya setara dengan mutu SDM di perusaahaan top seperti Google, Microsoft ataupun IBM. Mereka secara kolektif adalah one of the best management brains di tanah air.

Saya sendiri berharap Gojek bisa berhasil dalam misinya. Mereka bertekad untuk merekrut puluhan ribu pengojek baru.

Mungkin Anda berminat juga? Lumayan kan kalau dapat 10 juta per bulan :) :) Daripada kerja lembur namun gaji hanya sekelas UMR :(

Jika bisnis Gojek berhasil, dampak mereka dalam memberdayakan ekonomi kaum kelas pinggiran bisa sangat mengesankan.

Sekali lagi, itulah kekuatan social innovation yang berbasis pada kekuatan teknologi digital.

Welcome to Digital Innovation. Everyone is Invited. by MUSLIM ENTREPRENEUR
Photo
Add a comment...

Post has shared content
Menakar Peluang Usaha Kaos #kaosmurah #kaosdistro #tempatbikinkaos

Dewasa ini, perkembangan industri tekstil mulai bergeliat kembali, meskipun jika dilihat secara makro ekonomi (industri sekala besar) industri tekstil termasuk ke dalam salah satu industri yang masih mengalami stagnanisasi pertumbuhan yang diakibatkan beberapa hal. Namun dilihat secara mikro ekonomi (industri mikro, kecil, dan menengah) industri tekstil merupakan industri yang terus tumbuh dan berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan desain busana yang terjadi di masyarakat terutama trend yang terjadi pada anak muda. Banyak produsen garmen/konveksi yang menciptakan produk-produk dengan disain terbaru yang fashionable membidik pasar kalangan anak muda yang memang merupakan pasar dimana trend fashion sedang diagungkan, dan merupakan pangsa pasar yang sangat besar dimana lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia merupakan penduduk usia muda. Salah satu produk fashion yang berkembang saat ini adalah T-shirt atau sering disebut kaos murah.

Kaos murah merupakan busana yang fleksibel dipakai, dapat digunakan pada saat-saat santai, nyaman dipakai, tidak begitu panas ketika cuacanya panas. Selain itu, kaos murah juga merupakan produk garmen yang mudah dibuat variasinya, terutama pada sisi desain gambarnya. Desain gambarnya dapat kita bentuk sesuai yang kita inginkan, jika kita ingin foto diri sendiri berada di kaos murah kita, langsung saja foto kita dibuat film untuk kemudian disablon atau diprint secara digital. Maka dari itulah kaus banyak digemari oleh banyak orang terutama kalangan anak muda, dimana anak muda adalah masa-masa yang penuh dengan inovasi. Bahkan bukan hanya anak muda, semua kalangan dari usia muda sampai usia tua pun banyak yang menggunakan kaos murah. Melihat pasar yang begitu besar itulah maka kami memilih kaus sebagai alternative produk yang akan kami produksi dan akan kami pasarkan.

Potensi Pariwisata Yang Terbuka Luas. SELENGKAPNYA KLIK LINK BERIKUT!
Add a comment...

Post has attachment
#makasar Ayo Hadiri dan Sukseskan Temu mitra UMKM naik kelas 26 agt 2015 di CCC Makassar.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Pembukaan Pembekalan Tenaga Pendamping Diklat KUMKM Disperindagkop dan UKM DIY
Photo
Add a comment...

Post has shared content
Tempat Bikin Kaos Murah #kaosmurah   #kaosdistro   #pesankaos  

Kaos merupakan busana yang simpel dan nyaman dipakai sehingga dapat dipastikan bahwa setiap orang dari semua kelompok umur pasti mempunyai dan sering memakai kaos. Bagaimana tidak, kesimpelan dari kaos, yaman dipakai, lemas, dan keindahan dar disain sablon kaos murah membuat banyak orang mengidolakan kaos murah dibandingkan dengan busana yang lainnya.

Selain sebagai pakaian harian, kaos juga dikenakan pada kelopok-kelompok orang atau komunitas sebagai sebuah identitas. Disain muka kaos murah dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mencerminkan dari sebuah identitas komunitas tertentu. Anggota kelompok akan dengan bangga memperlihatkan identitasnya dalam sebuah kaos murah yang dikenakan kepada teman-temannya yang lain. Dan disinilah letak dari salah satu fungsi kaos yang lain yaitu sebagai sarana komunikasi.

seperti kami singgung diatas bahwa salah satu fungsi dari kaos adalah sebagai sarana komunikasi. Bagaimana kaos murah dapat berkomunikasi dan komunikasi seperti apa yang dapat dilakukan di kaos murah? Kaos murah dapat dijadikan sebagai salah satu sarana komunikasi publik menggunakan disain mukanya. Disain muka kaos murah (sablonan kaos murah) dapat dibuat sedemikian rupa guna menyampaikan pesan-pesan tertentu, semisal disain dengan kata-kata ajakan/himbauan tertentu. Ajakan atau himbauan yang dituangkan pada disain muka tersebut dapat dibaca oleh orang lain yang melihat dan mengenakan kaos itu sendiri, pada saat itulah kaos murah mampu berkomunikasi. Selengkapnya KLIK LINK BERIKUT! http://kaosmurahku.com/2013/11/tempat-bikin-kaos-murah-jual-kaos-murah-kaos-kelas/
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded