Profile cover photo
Profile photo
Sofyan Jawa
36 followers -
Selalu Mensyukuri NikmatNYA Adalah Kunci Kesuksesan
Selalu Mensyukuri NikmatNYA Adalah Kunci Kesuksesan

36 followers
About
Sofyan's posts

Rental Mobil Resmi dilampung: www.jasarentalmobillampung.com

Post has shared content
Subhanallah...
Dan Demi Laut Yang di dalam
Tanahnya ada Api (Qs. Ath-Thur
6)
Subhanallah! Baru-baru ini muncul
sebuah fenomena retakan di dasar
lautan yang mengeluarkan lava, dan
lava ini menyebabkan air mendidih
hingga suhunya lebih dari seribu
derajat Celcius. Meskipun suhu lava
tersebut luar biasa tingginya, ia tidak
bisa membuat air laut menguap, dan
walaupun air laut ini berlimpah-luah,
ia tidak bisa memadamkan api. "Ada
laut yang di dalam tanahnya ada
api" (Qs. Ath-Thur 6).
Allah bersumpah dengan fenomena
kosmik unik ini. Firman-Nya: "Ada
laut yang di dalam tanahnya ada
api" (Qs. Ath-Thur 6). Nabi SAW
bersabda: "Tidak ada yang
mengarungi lautan kecuali orang yang
berhaji, berumrah atau orang yang
berperang di jalan Allah.
Sesungguhnya di bawah lautan
terdapat api dan di bawah api
terdapat lautan."
Ulasan Hadits Nabi
Hadits ini sangat sesuai dg sumpah
Allah SWT yang dilansir oleh Al-
Qur’an pada permulaan Surah Ath-
Thur, di mana Allah bersumpah (Maha
Besar Allah yang tidak membutuhkan
sumpah apapun demi lautan yang di
dalam tanahnya ada api "al-bahrul
masjur." Sumpahnya:
"Demi bukit(Sinai), dan kitab yang
ditulis; pada lembaran yang terbuka;
dan demi Baitul Ma'mur; dan atap
yang ditinggikan (langit), dan laut
yang di dalam tanahnya ada api,
sesungguhnya azab Tuhanmu pasti
terjadi, tidak seorangpun yang dapat
menolaknya." (Qs. Ath-Thur: 1-8)
Bangsa Arab, pada waktu
diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu
menangkap dan memahami isyarat
sumpah Allah SWT demi lautan yang
di dalam tanahnya ada api ini. Karena
bangsa Arab (kala itu) hanya
mengenal makna “sajara” sebagai
menyalakan tungku pembakaran
hingga membuatnya panas atau
mendidih. Sehingga dalam persepsi
mereka, panas dan air adalah sesuatu
yang bertentangan. Air mematikan
panas sedangkan panas itu
menguapkan air. Lalu bagaimana
mungkin dua hal yang berlawanan
dapat hidup berdampingan dalam
sebuah ikatan yang kuat tanpa ada
yang rusak salah satunya?
Tampak jelas bahwa gunung-gunung
tengah samudera tersebut sebagian
besar terdiri dari bebatuan berapi
(volcanic rocks) yang dapat meledak
layaknya ledakan gunung berapi yang
dahsyat.
Persepsi demikian mendorong mereka
untuk menisbatkan kejadian ini
sebagai peristiwa di akhirat (bukan di
dunia nyata). Apalagi didukung
dengan firman Allah SWT: "Dan
apabila lautan dipanaskan" (QS. At-
Takwir 6).
Memang, ayat-ayat pada permulaan
Surah At-Takwir mengisyaratkan
peristiwa-peristiwa futuristik yang
akan terjadi di akhirat kelak, namun
sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-
Thur semuanya menggunakan
sarana-sarana empirik yang benar-
benar ada dan dapat ditemukan
dalam hidup kita (di dunia).
Hal inilah yang mendorong sejumlah
ahli tafsir untuk meneliti makna dan
arti bahasa kata kerja “sajara” selain
menyalakan sesuatu hingga
membuatnya panas. Dan mereka
ternyata menemukan makna dan arti
lain dari kata "sajara," yaitu “mala'a”
dan “kaffa” (memenuhi dan
menahan). Mereka tentu saja sangat
gembira dengan penemuan makna
dan arti baru ini karena makna baru
ini dapat memecahkan kemusykilan
ini dengan pengertian baru bahwa
Allah SWT telah memberikan
anugerah kepada semua manusia
dengan mengisi dan memenuhi bagian
bumi yang rendah dengan air sambil
menahannya agar tidak meluap
secara berlebihan ke daratan.
Namun, hadits Rasulullah SAW yang
sedang kita bahas ini secara singkat
menegaskan bahwa: Sesungguhnya di
bawah lautan ada api dan di bawah
api ada lautan.
Setelah Perang Dunia II, para peneliti
turun dan menyelam ke dasar laut
dan samudera dalam rangka mencari
alternatif berbagai barang tambang
yang sudah nyaris habis cadangannya
di daratan akibat konsumerisme
budaya materialistik yang dijalani
manusia sekarang ini. Mereka
dikejutkan dengan rangkaian gunung
berapi (volcanic mountain chain) yang
membentang berpuluh-puluh ribu
kilometer di tengah-tengah seluruh
samudera bumi yang kemudian
mereka sebut sebagai 'gunung-
gunung tengah samudera'.
Dengan mengkaji rangkaian gunung-
gunung tengah samudera ini tampak
jelas bahwa gunung-gunung tengah
samudera tersebut sebagian besar
terdiri dari bebatuan berapi (volcanic
rocks) yang dapat meledak layaknya
ledakan gunung berapi yang dahsyat
melalui sebuah jaring retak yang
sangat besar. Jaring retak ini dapat
merobek lapisan bebatuan bumi dan
ia melingkupi bola bumi kita secara
sempurna dari segala arah dan
terpusat di dalam dasar samudera
dan beberapa lautan. sedangkan
kedalamannya mencapai 65 km.
Kedalaman jaring retak ini menembus
lapisan bebatuan bumi secara penuh
hingga menyentuh lapisan lunak bumi
(lapisan bumi ketiga) yang memiliki
unsur bebatuan yang sangat elastis,
semi cair, dan memiliki tingkat
kepadatan dan kerekatan tinggi.
Bebatuan lunak ini didorong oleh arus
muatan yang panas ke dasar semua
samudera dan beberapa lautan
semacam Laut Merah dengan suhu
panas yang melebihi 1.000 derajat
Celcius. Batuan-batuan elastis yang
beratnya mencapai jutaan ton ini
mendorong kedua sisi samudera atau
laut ke kanan dan ke kiri yang
kemudian disebut oleh para ilmuwan
dengan "fenomena perluasan dasar
laut dan samudera." Dengan terus
berlangsungnya proses perluasan ini,
maka wilayah-wilayah yang
dihasilkan oleh proses perluasan
itupun penuh dengan magma
bebatuan yang mampu menimbulkan
pendidihan di dasar samudera dan
beberapa dasar laut.
Meskipun sebegitu banyak, air laut
atau samudera tetap tidak mampu
memadamkan bara api magma
tersebut. Dan magma yang sangat
panas pun tidak mampu memanaskan
air laut dan samudera.
Salah satu fenomena yang
mencengangkan para ilmuwan saat ini
adalah bahwa meskipun sebegitu
banyak, air laut atau samudera tetap
tidak mampu memadamkan bara api
magma tersebut. Dan magma yang
sangat panas pun tidak mampu
memanaskan air laut dan samudera.
Keseimbangan dua hal yang
berlawanan: air dan api di atas dasar
samudera bumi, termasuk di
dalamnya Samudera Antartika Utara
dan Selatan, dan dasar sejumlah
lautan seperti Laut Merah merupakan
saksi hidup dan bukti nyata atas
kekuasaan Allah SWT yang tiada
batas.
Laut Merah misalnya, merupakan laut
terbuka yang banyak mengalami
guncangan gunung berapi secara
keras sehingga sedimen dasar laut ini
pun kaya dengan beragam jenis
barang tambang. Atas dasar
pemikiran ini, dilakukanlah proyek
bersama antara Pemerintah Kerajaan
Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu
negara Eropa untuk mengeksploitasi
beberapa kekayaan tambang yang
menggumpal di dasar Laut Merah.
Kapal-kapal proyek ini melemparkan
stapler barang tambang untuk
mengumpulkan sampel tanah dasar
Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk
sampel tanah itu diangkat dalam
batang air yang ketebalannya
mencapai 3.000 m. Dan jika stapler
sampai ke permukaan kapal, tidak ada
seorang pun yang berani mendekat
karena sangat panasnya. Begitu
dibuka, maka keluarlah tanah dan uap
air panas yang suhunya mencapai
3.000 derajat Celcius. Dengan
demikian, sudah terbukti nyata di
kalangan ilmuwan kontemporer,
bahwa ledakan gunung vulkanik di
atas dasar setiap samudera dan
dasar sejumlah laut jauh melebihi
ledakan vulkanik serupa yang terjadi
di daratan.
Terbukti pula dengan beragam dalil
dan bukti bahwa semua air yang ada
di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT
dari dalam bumi melalui ledakan-
ledakan vulkanik dari setiap moncong
gunung berapi.
Kemudian terbukti pula dengan
beragam dalil dan bukti bahwa semua
air yang ada di bumi dikeluarkan oleh
Allah SWT dari dalam bumi melalui
ledakan-ledakan vulkanik dari setiap
moncong gunung berapi. Pecahan-
pecahan lapisan berbatu bumi
menembus lapisan ini hingga
kedalaman tertentu mampu mencapai
lapisan lunak bumi. Di dalam pisan
lunak bumi dan lapisan bawahnya,
magma vulkanik menyimpan air yang
puluhan kali lipat lebih banyak
dibanding debit air yang ada di
permukaan bumi.
Dari sini tampaklah kehebatan hadits
Nabi SAW ini yang menetapkan
sejumlah fakta-fakta bumi yang
mencengangkan dengan sabda:
"Sesungguhnya di bawah lautan ada
api dan di bawah api ada lautan."
Sebab fakta-fakta ini baru terungkap
dan baru bisa diketahui oleh umat
manusia pada beberapa tahun
terakhir. Pelansiran fakta-fakta ini
secara detail dan sangat ilmiah dalam
hadits Rasulullah SAW menjadi bukti
tersendiri akan kenabian dan
kerasulan Muhammad SAW, sekaligus
membuktikan bahwa ia selalu
terhubung dengan wahyu langit dan
diberitahui oleh Allah Sang maha
Pencipta langit dan bumi. Maha benar
Allah yang menyatakan:
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu
(Al Qur'an) menurut kemauan hawa
nafsunya. Ucapannya itu tiada lain
hanyalah wahyu yang diwahyukan
(kepadanya), yang diajarkan
kepadanya oleh (Jibril) yang sangat
kuat, Yang mempunyai akal yang
cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan
diri dengan rupa yang asli, sedang dia
berada di ufuk yang tinggi. Kemudian
dia mendekat, lalu bertambah dekat
lagi, maka jadilah dia dekat (pada
Muhammad sejarak) dua ujung busur
panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia
menyampaikan kepada hamba-Nya
(Muhammad) apa yang telah Allah
wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)
Tidak seorang pun di muka bumi ini
yang mengetahui fakta-fakta ini
kecuali baru pada beberapa dekade
terakhir. Sehingga lontaran fakta ini
dalam hadis Rasulullah SAW benar-
benar merupakan kemukjizatan dan
saksi yang menegaskan kenabian
Muhammad SAW dan kesempurnaan
kerasulannya.
Photo

Post has shared content
Refresh with http://Barefut.com essential oils!!
Animated Photo

Kejoraku..

Post has attachment
Photo

Post has attachment
RENTAL MOBIL RESMI DILAMPUNG: 0721-781213
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
2014-02-28
22 Photos - View album

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded