Profile cover photo
Profile photo
Agil Bjo
25 followers
25 followers
About
Posts

Post has attachment
Pertemuan yang memilukan setelah terpisah selama 24 tahun

Coba anda bayangkan bagaimana rasanya bertemu dengan orang yang telah menghilang dari kehidupan bahagia anda selama 24 tahun?. Inilah yang terjadi baru baru ini di provinsi Sechuan bagian selatan Republik China. Wang Mingqing dan istrinya Liu Dengying, kehilangan putri kesayangan mereka yang berusia 3 tahun, pada tahun 1984 silam. Kejadian berlaku ketika si kecil ditinggalkan sendirian di warung buah tempat mereka berjualan. Dengan segala daya dan upaya mereka mencari tanpa henti. Bahkan sampai memutuskan untuk menghentikan peniagaan buah untuk sementara demi untuk mencari putri kesayangan mereka. "Saya mencarinya ke seluruh penjuru kota, bahkan sampai ke pelosok desa di seberang, telah ku jelajahi," kata Wang sang ayah. Namun tragisnya setelah bertahun lamanya, putri mereka seakan lenyap ditelan bumi. Kehilangan anak anak dibawah umur di Republik China sudah menjadi suatu kasus yang terberat selama ini. Tak kenal menyerah, Wang juga bekerja sebagi supir Taxi, Selama tiga tahun mamandu Taxi , Wang melekatkan sebuah poster atau banner kecil di belakang mobilnya tentang foto dan profil putrinya, dengan harapan ia dapat menemukan putinya.
Kehilangan anak anak dibawah umur di Republik China sudah menjadi suatu kasus yang terberat selama ini. Perdagangan manusia secara haram atau bahasa internasionalnya HUMAN TRAFFICKING, telah menjadi momok yang menghantui setiap penduduk.
Statistik terkini tentang bagaimana parahnya perdagangan manusia secara ilegal ini terangkum dalam laporan yang telah dikeluarkan oleh pihak kementrian keamanan masyarakat Republik China, yang menyatakan bahwa 2767 anak hilang dan yang berhasil ditemukan adalah sekitar 2700 anak pada bulan March 2018. Namun banyak yang mengkalim bahwa masih banyak yang diculik dan juga dijual ke agensi pengadosian anak secara haram setiap tahunya.
Berkat kehebatan internet, suatu hari di awal tahun 2018, seorang wanita yang tinggal di provinsi Jilin, menghubunginya, setelah wanita itu melihat putri Wang yang disebutkan ciri cirinya dalam cerita yang diunggah Wang di internet. Dengan menggunakan kecanggihan proses DNA tes, Wang King sang putri yang hilang, dinyatakan sah sebagai anak perempuan dari Wang dan Liu. Pada hari Selasa 3 April 2018, sang putri dipertemukan kembali dengan sang ayah dan ibu yang telah gigih bertahun tahun mencari, dalam suasana haru dan penuh tangis.
Pemerintah Republik china telah membentuk satu badan yang khusus menangani masalah DNA atau yang dibebut dengan DNA database. Salah satu tujunannya adalah memberikan kemudahan pada masyarakat menemukan anak anak yang hilang setelah sekian lama.
Dalam satu wawancara dengan thecover.cn, Wang mengungkapkan bahwa dia banyak bertemu dengan para orang tua yang juga kehilangan anak anak mereka. Cerita Wang tesebut viral di media sosial. Beberapa orang tua yang juga kehilangan anak anak mereka, berbagai informasi dan juga komen bagaimana runtutan peristiwa terjadinya kehilangan ank anak mereka.
Ini adalah salah satu potret tentang bagaimana sebenarnya aturan dan sistem yang berlaku di suatu negara dalam hal penegakan hukum. Republik china adalah negara dengan populasi terbesar di dunia. Dengan populasi penduduk lebih dari 1 milyar. Bukanlah hal yang mudah untuk mengawasi setiap tindak kriminal dalam suatu tempat, walaupun telah ditetapkannya suatu aturan perundangan yang berlaku. Konsekuensi tentang tindak korupsi yang melegalkan suatu badan, organisasi atau grup tertentu untuk melalukan adopsi walaupun dengan jalan yang tidak dibenarkan adalah salah satu kendala yang terjadi saat ini. Tidak hanya Republik China, hal tersebut merambah juga ke negara negara yang nota bene memilik angka pertumbuhan populasi terbesar seperti India dan juga Indonesia.

Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded