Profile cover photo
Profile photo
Kabaranah
51 followers -
Kaba Ranah Minangkabau, Padang Sumatera barat.
Kaba Ranah Minangkabau, Padang Sumatera barat.

51 followers
About
Posts

Post has shared content
Hendak Berkunjung ke Rumah Gadang?, Jangan Lupakan Tatakrama Duduk Yang Beradat..!


Jika hendak berkunjung ke Rumah Gadang, Berarti Kamu telah siap mengikuti semua ketentuan adat saat berada di dalam rumah gadang, Termasuk cara duduk di dalam rumah gadang.

Sekiranya kita sudah tahu bahwasanya di rumah gadang tidak terdapat kursi dan meja seperti rumah biasanya. Orang duduk di atas lantai beralas tikar. Cara duduknya bersela bagi laki-laki dan bersimpuh bagi perempuan, bukan berjuntai.

Duduk bersela dan bersimpuh itu menjadi mutlak dan salah satu tatakrama yang sangat penting. Duduk bersela tersebut dianggap cara duduk yang beradat. Akan menjadi lebih penting dan mendapat perhatian lagi, jika pertemuan di rumah gadang itu adalah pertemuan resmi adat.

Duduk bersela dan bersimpuh bagi masyarakat Minangkabau disebut juga duduk yang beradat. Seseorang yang duduk di rumah gadang, tidak boleh menegakkan lututnya. Ia tetap bersela selama duduk.

Bersela dan bersimpuh itu pun ada ketentuannya. Tidak boleh gelisah, tidak boleh berputar ke sana ke mari. Jika terjadi yang demikian, seseorang itu dianggap tidak beradat, tidak memenuhi tatakrama duduk di rumah gadang yang dimuliakan itu.

Begitu pula dengan tempat duduk seseorang di rumah gadang. Tempat atau posisi mereka duduk ditentukan oleh fungsinya di dalam kekerabatan matrilineal.

Misalnya, di Rumah gadang Mamak rumah diharuskan duduk menghadap ke pintu bilik atau ke kamar-kamar penghuni rumah. Ia duduk membelakangi halaman.

Sumando, duduk di ruang tengah. Ia duduk membelakangi bilik dan menghadap ke pintu luar atau menghadap ke halaman.

Semua ketentuan tersebut mengandung makna dan hikmah yang mendalam. Seperti halnya posisi duduk mamak, melambangkan bahwa seorang mamak harus senantiasa mengawasi kemenakannya. Selalu memperhatikan dan menyimak kehidupan kemenakannya di rumah gadang.

Pada masa duhulu, jika seseorang duduk tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku menurut adat duduk di dalam rumah gadang, dianggap tidak beradat.

Baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/tatakrama-duduk-di-rumah-gadang.html
.
.
.
.
.
‪#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎painan‬ ‪#‎tarusan‬ ‪#‎pesisirselatan‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
~Makna Yang Terkandung Dalam Pernikahan Bagi Masyarakat Minangkabau~


Pernikahan di Minangkabau mengandung makna yang luas dan mendalam. Makna yang luas tergambar dalam pembentukan kerabat baru atau terciptanya hubungan antara dua keluarga. Makna yang dalam terlihat pada penerapan suruhan agama Islam. Jadi pernikahan bukan hanya sekedar pertemuan dua insan yang berlainan jenis dalam suatu rumah tangga, tetapi lebih dalam dan lebih luas dari itu.

Peristiwa perkawinan (pernikahan) adalah peristiwa pembentukan hubungan baru antar keluarga. Dengan suatu pernikahan terbentuk kekerabatan baru, akan tercipta “sumando dan sumandan, ipa dan bisan, mintuo dan minantu”. Jika perkawinan itu melahirkan individu-individu baru, sehingga akan terbentuk pula hubungan kekerabatan baru seperti “induak bako dan anak pisang”. Kekerabatan dengan berbagai sebutan tersebut adalah akibat dari terjadinya relasi (hubungan) baru antara dua keluarga. Dengan demikian jalinan antara satu individu lain secara otomatis membuat jalinan antara keluarga.

baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/makna-pernikahan-bagi-masyarakat.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Ibu (Perempuan Dewasa) adalah Bundo Kanduang Yang Merupakan Lambang Kehormatan Kaum dan Nagari Di Minangkabau. Setuju?


Kehadiran seorang perempuan di dalam keluarga sangat diharapkan oleh masyarakat Minangkabau. Jika dalam satu keluarga tidak ada lagi perempuan, keluarga itu dianggap punah. Tidak ada lagi yang akan melanjutkan keturunan karena sesuai dengan garis matrilineal, keturunan ditarik dari garis perempuan. Oleh sebab itu setiap keluarga di Minangkabau selalu mengharapkan keberadaan perempuan di dalam keluarganya.

Perempuan dewasa atau ibu di Minangkabau berkedudukan sebagai “bundo kanduang”. Ia disebut “limpapeh rumah nan gadang, sumarak dalam nagari”. Ibu sebagai bundo kanduang merupakan lambang kehormatan di dalam kaum dan di dalam nagari. Lambang kehormatan itu bukan hanya berada pada bentuk pisik kaum ibu saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah bentuk kepribadiannya yang disebut dengan budi.

Ungkapan tentang bundo kanduang itu tergambar dalam kato pusako (kata pusaka) Minangkabau sebagai berikut:

Bundo kanduang,
Limpapeh rumah nan gadang,
Sumarak dalam nagari,
Sumarak dalam nagari,
Hiasan di dalam kampuang,
Nan tahu di malu sopan,
Kamahias kampuang jo halaman,
Sarato koto jo nagari,
Sampai ka balai jo musajik,
Sarato jo rumah tanggo,

Dihias jo budi baik,
Malu sopan tinggi sakali,
Baso jo basi bapakaian,
Nan gadang basa batuah,
Kok hiduik tampek banazar,
Kok mati tampek baniat,

Tiang kokoh budi nan baiak,
Pasak kunci malu jo sopan,
Hiasan dunia jo akhirat,
Auih tampek mintak aia,
Lapa tampek mintak nasi.

Baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/ibu-sebagai-bundo-kanduang-minangkabau.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Ternyata Wilayah Rantau Masyarakat Minangkabau Terdahulu Termasuk Ke Dalam Wilayah Minangkabau Yang Sekarang. Benarkah?


Rantau Minangkabau adalah daerah yang berada di luar “Luhak Nan Tigo” yang pada mulanya merupakan tempat mencari penghidupan bagi mereka. Di tempat tersebut mereka membuka usaha, meneruka sawah baru, membuat ladang, beternak, dan berkolam ikan. Oleh karena daerah tersebut berkemungkinan bisa memberikan kehidupan yang lebih sejahtera, akhirnya mereka memutuskan menetap di sana untuk selamanya. Namun hubungan dengan daerah asal mereka tetap berjalan dan tidak pernah terputus.

Wilayah baru tersebut pada awalnya hanya sebagai tempat mencari penghidupan saja, namun akhirnya menjadi daerah tempat tinggal bagi mereka. wilayah yang demikian itulah yang dinamakan wilayah Rantau Minangkabau.

Baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/wilayah-rantau-masyarakat-minangkabau.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Arti Pemimpin bagi Masyarakat Minangkabau


Pemimpin di Minangkabau adalah orang yang didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Didahulukan selangkah agar antara pemimpin dengan yang dipimpin tidak terlalu jarak. Ditinggikan seranting agar tidak ada pemisah antara pemimpin dengan yang dipimpinnya. Sehingga antara pemimpin dengan yang dipimpinnya selalu dekat.

Seorang pemimpin di Minangkabau, dibesarkan oleh yang dipimpinnya, hal tersebut diungkap dalam kato pusako (kata pusaka) Minangkabau berikut:

Urang nan diamba gadang,
Nan dianjuang tinggi,
Kusuik kamanyalasaian,
Karuah nan kamanjaniahan,
Takalok manjagoan,
Lupo maingekan,
Panjang nan kamangarek,
Singkek nan kamauleh

Baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/arti-pemimpin-di-minangkabau.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Mengapa Adat Minangkabau Menganjurkan Pernikahan Dalam Satu 'Nagari'?


Hal itu erat hubungannya dengan fungsi seorang laki-laki di dalam keluarga dan di dalam sukunya.

Seorang laki-laki Minangkabau menurut kekerabatan matrilineal memiliki fungsi ganda. Setiap laki-laki dewasa di Minangkabau berfungsi sebagai mamak. Dalam fungsinya sebagai mamak ia bertanggungjawab membimbing kemenakan di rumah asalnya, di dalam sukunya.

Setelah menikah, ia berfungsi sebagai kepala keluarga, ia memiliki tanggungjawab kepada anak-anak di rumah istrinya. hal itu diungkapkan dalam kato pusako (kata pusaka) Minangkabau sebagai berikut:

Kaluak paku kacang balimbiang
Daun bakuang lenggang-lenggangkan
Dibaok nak rang ka saruaso
Anak dipangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang dipatenggangkan
Patenggangkan adat jan binaso

Baca disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/pernikahan-dalam-nagari.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Tahukah anda apa yang dimaksud dengan adat nan taradat menurut masyarakat Minangkabau?


 Ya, adat nan taradat (adat yang teradat) adalah ketentuan atau peraturan yang dibuat dengan kesepakatan “Niniak Mamak” dalam suatu nagari. Adat ini dapat mengalami perubahan, bertambah, dan hilang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Adat nan teradat bisa berbeda-beda antara suatu nagari dengan nagari yang lain. hal tersebut sesuai dengan pernyataan kato pusako (kata pusaka) ada Minangkabau sebagai berikut:

Lain padang lain belalang,
Lain lubuak lain ikan,
Cupak sapanjang batuang,
Adat salingka nagari.

Baca Disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/arti-adat-nan-taradat.html
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Tahukah anda apa yang dimaksud dengan adat nan sabana adat bagi masyarakat Minangkabau?.


Ya, adat nan sabana adat (adat yang sebenar adat) adalah kenyataan yang berlaku dalam alam yang merupakan kodrat Tuhan, atau sesuatu yang berjalan sepanjang masa dan tidak mengalami perubahan. Hal itu terjadi di alam, misalnya, adat api membakar, adat air membasahi, adat ayam berkokok, adat murai berkicau, dan adat laut berombak. Semua itu terjadi atas kodrat Ilahi, tidak akan berubah kecuali atas kehendak-Nya.

Sesuai dengan ungkapan kato pusako (kata pusaka) Minangkabau berikut:
Adat basandi syarak,
Syarak basandi kitabullah,
Syarak mangato,
Adat mamakai.

Baca Disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/arti-adat-nan-sabana-adat.html
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Tahukah anda apa itu adat istiadat menurut adat Minangkabau?.


Ya, adat istiadat merupakan kebiasaan yang sudah berlaku hanya di suatu tempat di wilayah Minangkabau. Kebiasaan ini berhubungan dengan tingkah laku dan kesenangan. Kebiasaan tersebut disusun dan ditentukan oleh “Niniak Mamak pemangku adat” untuk menampung kesukaan orang banyak. Kebiasaan yang dilakukan tersebut tidak bertentangan dengan “adat nan diadatkan” dan “adat nan teradat”.

Adat istiadat ini dapat berupa upacara seremonial, aneka permainan anak nagari, dan sebagainya. Misalnya upacara turun mandi, upacara sunat rasul, dan upacara menabur benih padi di sawah. Dalam permainan atau kesenangan, misalnya bermain layang-layang setelah musim menuai, berburu babi pada musim panas, dan sebagainya.

Adat istiadat, ruang lingkup kegiatannya lebih sempit, Mungkin hanya pada suatu kampung atau desa. Jika pada sebuah nagari terdapat beberapa desa atau kampung, maka pelaksanaan adat istiadat tersebut mungkin juga akan berbeda masing-masingnya. Hal itu tergantung pada kebiasaan masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/adat-istiadat-menurut-masyarakat.html

#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬ ‪#‎kaba‬ ‪#‎klasik‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com

Post has shared content
Tahukah anda apa itu ada nan diadatkan menurut adat Minangkabau?.


Ya, Adat Nan diadatkan (adat yang diadatkan) adalah adat yang dirancang, dijalankan serta diteruskan oleh nenek moyang orang Minangkabau untuk menjadi peraturan dalam kehidupan masyarakat di segala bidang. Adat ini dirancang oleh Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatih Nan Sabatang yang terdiri dari hukum undang-undang yang berlaku di Minangkabau.

Baca Disini:
http://www.kabaranah.com/2016/01/arti-adat-nan-diadatkan.html
.
.
.
.
.
.
#‎kabaranah‬ ‪#‎minangkabau‬ ‪#‎minang‬ ‪#‎padang‬ ‪#‎kotapadang‬ ‪#‎sumatera‬ ‪#‎sumaterabarat‬ ‪#‎padangpanjang‬ ‪#‎bukittinggi‬ ‪#‎solok‬ ‪#‎sijunjung‬ ‪#‎sawahlunto‬ ‪#‎Dharmasraya‬ ‪#‎adat‬ ‪#‎budaya‬ ‪#‎bundo‬ ‪#‎kanduang‬ ‪#‎rumahgadang‬
kabaranah.com
kabaranah.com
kabaranah.com
Wait while more posts are being loaded