Profile cover photo
Profile photo
Anang Satria
331 followers -
Evil is never victimless. If you see an evil and there is no victim? Think again! Maybe you are the victim!
Evil is never victimless. If you see an evil and there is no victim? Think again! Maybe you are the victim!

331 followers
About
Anang's posts

Post has shared content
Beli atau sewa? sekarang sih masih sewa dulu. hehehe
Sewa atau Beli Rumah? Mana yang Harus Dipilih?

https://blog.uhemat.com/2017/03/20/sewa-atau-beli-rumah-mana-yang-harus-dipilih/

Halo, Mrs. Rafael is back. Kali ini yang akan dibahas adalah soal mengontrak rumah. Pernah nggak kamu-kamu para “kontraktor” alias yang masih ngontrak rumah dengar kalimat “Daripada ngontrak mendingan duitnya buat nyicil rumah deh.” Dan kemudian diiringi alasan “Kalau ngontrak duitnya ilang, tapi kalau nyicil nanti duitnya jadi berwujud rumah”.

Mungkin ada dari kita dengan alasan tidak ingin membuang-buang uang tersebut memutuskan ingin cepat-cepat punya rumah tanpa perhitungan yang matang dan memperhatikan kemampuan finansial kita.

Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Setiap orang pasti memimpikan punya tempat berteduh yang nyaman. Sudah lama tertanam dalam alam bawah sadar kita bahwa saat dewasa kita harus punya rumah (dalam artian membeli rumah). Apapun alasannya, yang jelas rumah harus masuk dalam list belanjaan kita, termasuk saya.

Tapi sejujurnya Mrs. Rafael mulai mempertanyakan konsep ini karena jaman sudah jauh berbeda. Apakah memang kita harus memiliki rumah, apapun yang terjadi, apapun kondisi kita? Membeli rumah tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang baik maupun yang buruk. Semua tergantung situasi. Ada situasi dimana membeli rumah merupakan langkah yang tepat ataupun ide yang buruk. Disini Mrs. Rafael akan membagikan pengalaman ketika memutuskan membeli atau menyewa rumah.

Buat Mrs Rafael dan suami tentunya, keputusan mengenai rumah ini merupakan salah satu yang paling penting. Pertama, karena dana yang terbatas. Bagi kami membeli rumah tidak segampang beli cilok. Salah keputusan bisa mempengaruhi kualitas hidup kami seumur hidup. Ada pepatah yang mengatakan bahwa keputusan hari ini akan menentukan masa depan. Ketika uang belum cukup namun kami memaksakan untuk beli rumah, maka kami harus menghabiskan waktu selama kira-kira 20 tahun (lama cicilan rumah pada umumnya) untuk menikmati gaji yang hanya tinggal 40% karena dipotong (baru) untuk cicilan.

Selama 20 tahun apa saja mungkin terjadi. Rumah butuh renovasi, PHK, anggota keluarga sakit dan karena uang habis untuk cicilan, kita tidak punya asuransi dan harus membayar biaya pengobatan yang mahal. Setelah 20 tahun apakah kita akhirnya bisa menikmati hidup? Kita mungkin saja harus membayar utang karena gaji yang 40% tersebut tidak bisa menutup semua pengeluaran setiap bulan selama 20 tahun.

Kedua, rumah menjadi semacam pelabuhan bagi saya dan keluarga, tempat kami pulang, istirahat, menciptakan kenangan indah dengan keluarga. Kami ingin pelabuhan tersebut nyaman, aman dan jika memungkinkan dekat dengan tempat bekerja ataupun sekolah anak-anak. Agaknya sulit mendapatkan tempat seperti ini jika memilih dengan terburu-buru.

Setelah melihat pengalaman orang di sekitar saya, membaca beberapa analisis keuntungan dan kerugian membeli atau menyewa rumah dan tentu saja menganalisis kemampuan finansial keluarga saya, saya baru berani mengambil keputusan. Sejauh ini saya masih nyaman dengan menyewa rumah dan bisa dibilang bahwa this decision suits me the best. Nah berdasarkan pertimbangan dari berbagai sumber di atas, menurut saya,

Membeli lebih tepat jika:

1. Keuangan sudah stabil
Bukan menunggu kita harus punya uang banyak dulu namun ada pemasukan tetap setiap bulannya. Tidak cuma itu, kita juga sudah memiliki back-up plan yang matang seperti emergency fund, yakni dana darurat yang bisa digunakan ketika hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu. Dana darurat setidaknya senilai 3-6 kali pengeluaran per bulan.

Contoh, bagi Mrs, Rafael, ketika pemasukan keluarga sebenarnya sudah cukup untuk mulai mencicil KPR. Tapi kami memutuskan bahwa belum saatnya karena kami sadar tidak banyak yang bisa kami lakukan ketika ada hal lain yang membutuhkan biaya lebih karena semua uang sudah terkonsentrasi pada cicilan.

Tapi ada keluarga lain juga walaupun pas-pasan tapi berhasil juga mencicil rumah. Tapi sebagai pay-off mereka berhutang untuk menutup kekurangan operasional rumah tangga. Berutang sebenarnya bukan hal negatif, malah bisa menguntungkan KALAU dimanage dengan benar. Sementara Mrs. Rafael jujur belum bisa manage hal satu ini dan yakin jika saya sudah ada di “zona nyaman” berutang maka akan susah keluar. Ya, berutang bisa menciptakan zona nyaman juga loh.

2. Ingin menetap di suatu kota
Jika sudah pasti ingin menetap di suatu tempat selama puluhan tahun, membeli rumah bisa jadi pertimbangan. Tapi tidak bagi orang-orang seperti Mrs. Rafael. Kebetulan saya masih ingin nomaden. Beruntungnya suami juga merasakan hal yang sama dan pekerjaan pun mendukung.

Kami ingin tinggal di beberapa kota dan merasakan tinggal di lingkungan yang berbeda sebelum memutuskan untuk menetap di suatu daerah. Kami sadar kalau cicilan rumah pasti akan menahan kami untuk bertualang.

3. Cicilan tidak lebih dari 40% pemasukan
Pernah dengar pos pembagian pengeluaran rutin? Itu adalah pengelompokan pengeluaran kita setiap bulan. Walaupun ada banyak versi, kira-kira pos pengeluaran dibagi menjadi 5 yakni tabungan/investasi, cicilan, pengeluaran rutin, pengeluaran senang-senang dan yang terakhir dana darurat. Pos-pos ini harus punya persentase yang proporsional.

Cobalah membuat pengelompokan ini untuk mengukur seberapa besar kemampuan kita dalam mencicil rumah. Idealnya cicilan rumah tidak lebih dari 40% penghasilan dan ada tabungan/investasi selain rumah. Jika kita tahu kemampuan kita maka kita akan tahu apakah keputusan yang kita ambil untuk membeli rumah termasuk bijak atau tidak.

Apakah berarti kita tidak bisa beli rumah bila cicilan lebih besar dari nilai idealnya? Bisa sih tapi kita dihadapkan pada risiko yang lebih besar dibanding dengan yang cicilannya masuk dalam range ideal. Pilihan ada pada kita.

4. Sudah memiliki asuransi kesehatan dan jiwa
Kenyataannya biaya untuk kesehatan memang mahal. Mau ikut asuransi atau bayar sendiri sama-sama mahal. Tapi keuntungan asuransi kesehatan, biaya yang dicover bisa melebihi premi yang kita bayar. Jika ada asuransi, setidaknya kita tahu bahwa ada dana yang bisa digunakan ketika sakit.

Jika belum memiliki keempat poin ini lebih baik kita menyewa rumah sambil melakukan investasi jenis lainnya. Tapi semua keputusan tentu dikembalikan pada pertimbangan pribadi. Yang jelas kita harus cerdas dalam menentukan langkah finansial kita. Good luck!

https://blog.uhemat.com/2017/03/20/sewa-atau-beli-rumah-mana-yang-harus-dipilih/

Post has shared content
Tips untuk meningkatkan kemampuan Speaking pada tes TOEFL iBT
Setelah minggu lalu kami sajikan bagaimana cara melejitkan TOEFL iBT Score pada Reading dan Listening Section, maka pada kesempatan kali ini risettalk akan berbagi tips bagaimana melejitkan TOEFL iBT score pada Speaking Section. Kebanyakan orang berfikir…

Post has shared content
Riset Talkers,  Siapa yang tidak kenal Facebook? Perusahaan raksasa yang didirikan oleh anak muda bernama Mark zuckerberg pada tahun 4 Febuari 2004 ini ternyata bukan hanya sekedar sosial media lho, tapi lebih dari itu. Perusahaan yang memiliki karyawan…

Post has shared content
Peningkatan keamanan digital hampir selalu dibarengi penemuan celah keamanan dari teknologi sebelumnya.
Teknologi informasi yang begitu cepat membuat berbagai macam kemudahan dalam kehidupan manusia, tidak terkecuali teknologi keamanan digital. Mulai dari absensi kantor, laptop, tablet, smartphone dan berbagai perangkat lainnya menggunakan sidik jari atau fingerprint.

Alasan penggunaan teknologi ini cukup simpel yaitu keamanan. Banyak orang mengira fingerprint ini merupakan perangkat yang paling aman untuk menjaga privasi dan tidak bisa diduplikasi karena struktur jari manusia adalah unik. Namun pertanyaanya apakah fingerprint benar-benar aman?

Baca lebih lengkapnya pada artikel berikut!

https://risettalk.com/2017/01/18/penelitian-di-jepang-mengatakan-bahwa-finger-print-dapat-dicuri-dengan-mudah/

Post has shared content
Cabai salah satu komponen khas kuliner Indonesia ternyata bisa jadi punya khasiat tersendiri.
Belakangan ini harga cabai meroket hingga diatas 100k rupiah per-kilo. Bisa jadi spekulan cabai telah membaca riset tentang asosiasi konsumsi cabai dan kemungkinan kematian yang baru saja di publish awal Januari 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Mustafa Chofan dengan supervisor Professor Benjamin Littenberg dari university vermont college of medicine, USA dan diterbitkan pada Jurnal PLOS one, mencoba untuk menggali kaitan antara konsumsi cabai pedas merah – Hot Red Chili Papers- dengan probabilitas kematian –Mortality pada seseorang. Simak info lengkap pada artikel berikut!

https://risettalk.com/2017/01/17/riset-mengatakan-bawah-konsumsi-cabai-dapat-meningkatkan-probabilitas-panjang-umur/

Post has shared content
Sepertinya memang butuh istirahat biar tetap produktif. :D
Siapa sangka semut juga butuh istirahat? Semut yang terkenal sebagai pekerja keras ternyata tak bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari per tahun.

Seperti manusia, semut ternyata juga membutuhkan work-life balance untuk menjaga produktifitasnya. Simak info lengkapnya di artikel berikut!

https://risettalk.com/2017/01/17/pekerja-keraspun-butuh-istirahatmari-belajar-dari-perilaku-semut-sang-pekerja-keras/

Post has shared content
Tips untuk meningkatkan score reading pada tes TOEFL!
Minggu lalu Riset Talk sudah memberikan sumber-sumber online untuk persiapan tes TOEFL. Minggu ini coba baca tips untuk meningkatkan kemampuan Reading-mu untuk tes TOEFL.

Simak info lengkapnya di sini!

https://risettalk.com/2017/01/13/toefl-tips-meningkatkan-score-toefl-pada-sesi-reading/

Post has shared content

Post has shared content
Tempat bagus bagi yang sedang persiapan test TOEFL.
Riset Talkers, Apakah kamu sedang mempersiapkan diri untuk sekolah di luar negeri? Tentunya kalian akan cukup familiar dengan English Proficiency Test. Ada banyak sekali jenis tes yang tersedia, seperti, TOEFL PBT, TOEFL IBT, TOEFL ITP, IELTS, dan lain sebagainya.

Di bawah ini Riset Talk sudah mengumpulkan 5 buah online resource terbaik yang dapat membantu kamu persiapan tes TOEFL. Simak info lengkapnya di sini!

https://risettalk.com/2017/01/06/tips-5-online-resources-terbaik-untuk-belajar-toefl-ibt/

Post has shared content
Mengganti sensor motorik alami dengan sensor motorik buatan
Seorang bernama Bukhart berusia 24 tahun mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tangannya lumpuh pada tahun 2010. Hal ini mengakibatkan ia harus selalu meminta bantuan orang lain untuk melakukan hal hal kecil seperti mengambil minum, membuka tutup botol dan lain sebagainya.

Namun sekarang, berkat riset teknologi terbaru dari Battelle, salah satu lembaga riset non profit beserta Ohio State University, nampaknya akan ada angin segar bagi Bukhart.

Simak info lengkapnya di sini!

https://risettalk.com/2017/01/05/neuroscience-sensor-motorik-menggunakan-perintah-pikirian/
Wait while more posts are being loaded