Profile cover photo
Profile photo
Vincent Kristiagung
418 followers
418 followers
About
Posts

Post has attachment
Ijin promote fp temen. .

"Yuk ramein fanspage facebook kita yang baru, baru aja jadi 5 menit yang lalu loh, Like yah, gumawo  :) "

https://www.facebook.com/pages/K-Drama-Lovers-Indonesia/337925599713514

Post has attachment

Post has attachment
HELP!! Ada yang tau enggak judul film ini apa? thx :)
Photo

Post has attachment
Download Software Converter Video untuk Youtube Marketing
Seringkali dalam menjalankan tugas sebagai internet marketing, kita memanfaatkan Youtube sebagai salah satu strategi pemasaran kita. Youtube marketing masih menjadi pilihan utama para pelaku bisnis affiliate amazon atau clickbank dalam mempromosikan produk-...
Add a comment...

Post has attachment
Pahami dulu aturan main + undang-undang, baru gugat ke badan yang berwenang.

+1, komen dan  BAGIKAN gambar ini jika Anda menyukainya :)
Photo
Add a comment...

Post has attachment
bener ga? :3
Photo

Post has attachment
Wuiih keren, ternyata kita bisa cek e KTP secara online :3

Yuk langsung dicoba, jangan-jangan kamu belum kedaftar http://ektp.cektkp.com/
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Kumpulan REAL COUNT per tanggal 17 Juli dari Relawan dan Netizen Independen.

Kemarin postingan saya tentang Quick Count sempat menjadi heboh dan banyak ratusan komentar masuk disana untuk berdiskusi. Banyak orang tidak percaya metode Quick Count, padahal metode ini sangat ilmiah dan sudah melalui penelitian bahkan riset yang sangat mendalam oleh para ahli statistika dan matematika.

yang jadi masalah adalah adanya lembaga survey abal-abal yang di tayangkan oleh MNC dan VIVA grup yang mencoreng metode Quick Count itu sendiri dan lembaga survey lain yang kredibel.

Dampaknya adalah kini masyarakat menjadi bingung dan tidak percaya media lagi.

Terbukti saat Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) naik, saham MNC dan VIVA pun justru anjlok.

Okelah berita Quick Count sudah basi, tapi disini saya hanya membuktikan bahwa hasil REAL COUNT pun tidak jauh dari hasil Quick Count.

Hasil di bawah ini adalah rekapilutasi dari relawan dan netizen independen yang diambil dari scan C1 dan DA1

C1

solusirfid.com
Data masuk : 222202 TPS - 46.4% (61457865 SUARA RAKYAT) !
Prabowo-Hatta: 46.52 %
Jokowi-JK: 53.47 %

kawalpemilu.org
Data Masuk : 99.47%
Prabowo-Hatta: 47.17 %
Jokowi-JK: 52.82%

kawal-suara.appspot.com
Data masuk: 207,380 / 478,828 TPS (43.31%)
Prabowo-Hatta: 26,420,951 suara (47.29 %)
Jokowi-JK: 29,458,654 suara (52.71 %)


DA1

labs.bencerdas.web.id
data yg udah di hitung : 2731 / 6995 kecamatan
Prabowo-Hatta: 25125557 (48.52%)
Jokowi-JK: 26660196 (51.48%)

http://www.kaskus.co.id/thread/53bed99b12e2579b6f8b4792/real-count-perhitungan-rekap-da-1-terverifikasi-update-terus/
Data yg udah di hitung : 33.45%
Prabowo-Hatta: 49.79 %
Jokowi-JK: 50.21 %

bowoharja.biz
data yg udah di hitung : 4286 / 6995 kecamatan
Prabowo-Hatta: 39,701,030 (48.13%)
Jokowi-JK: 42,782,270 (51.87%)

wikepodia.com
data yg udah di hitung : 4318 / 6995 kecamatan
Prabowo-Hatta: 40.826.972 (48,32 %)
Jokowi-JK: 43.664.234 (51,68 %)

rekapda1.herokuapp.com
data yg udah di hitung : 4302 / 6995 kecamatan
PB : 40,535,526 (48.29 %)
JK : 43,407,222 (51.71 %)

http://www.kaskus.co.id/thread/53c50569dc06bdf8388b465b/autobot-real-count-da1-terverifikasi-update-otomatis/
data yg udah di hitung : 2821 / 6995 kecamatan
PB : 48.41 %
JK : 51.59 %

kawalpemilu.org
data yg udah di hitung : 59.99%
Prabowo-Hatta: 48.29 %
Jokowi-JK: 51.71 %

Merdeka.com
data yg udah di hitung : 4256 / 6.995 (59%)
Prabowo-Hatta: 48.14 %
Jokowi-JK: 51.86 %

Bagiamana? hasil Quick Count akurat kan? kalau masih tidak percaya bisa cek sendiri hasil rekap data diatas dari situs KPU disini http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php. Hampir 95% data  sudah masuk ke KPU, jadi saya rasa hasilnya tidak akan banyak berubah.

Pesan saya : Quick Count adalah sebuah ilmu, jadi kita harus menghargai dan menjunjung tinggi ilmu. Quick Count dibuat menggunakan biaya yang tidak sedikit dengan tujuan agar kita bisa melihat hasil pemilu dengan cepat. Kalau tidak dihargai mengapa harus dilakukan Quick Count?

Silahkan +1, komen dan BAGIKAN postingan ini jika Anda menyukainya.

Jaya Terus INDONESIAKU. Salam Damai.

 
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Sebenarnya jika dari dulu TV ONE tidak pernah memanipulasi berita, hasil Quick Count TV one yang berbeda mungkin tidak akan se-heboh ini.

Harga saham jatuh, kini tvOne digugat lewat petisi online

MERDEKA.COM. Setelah harga saham Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang membawahi televisi antv, tvOne dan portal berita viva.co.id, jatuh dalam perdagangan usai pencoblosan, Kamis (10/7), yang mencapai 6,72 persen ke level 250 poin.

Kini, seorang warga negara Indonesia, Teuku Kemal Fasya, mengeluarkan petisi permintaan mencabut izin penyiaran tvOne, karena dinilai menggunakan frekuensi berjaringan secara sistematis, terencana, sporadis, dan cukup lama menyebarkan kabar bohong, propaganda, dan fitnah yang bisa mengarah kepada perpecahan nasional.

"Saya semakin prihatin dengan lembaga penyiaran, bukannya mencerdaskan masyarakat, malah menjadi propaganda politik," ujar Teuku Kemal Fasya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/7).

Dia mengatakan sebagai orang daerah, dirinya resah dengan kondisi penyiaran yang bisa memecah belah bangsa dan negara. Karena bagi masyarakat khususnya di daerah, televisi menjadi rujukan utama informasi. "Mereka tidak segan-segan semakin jauh dari kaidah jurnalistik. Dan hanya menyebarkan opini tanpa opini pembanding, " katanya.

Sampai, jam 09.00, petisi tersebut telah didukung 1.500 orang. Menurutnya, televisi yang dimiliki keluarga Bakrie, diduga telah melanggar etika dan prinsip demokrasi penyiaran yang telah diatur UU No. 40 tahun 1999 tentang Undang-undang Pokok Pers, UU No. 32 tentang Penyiaran, UU No. 42 tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, PP No. 11 tahun 2005 tentang Penyelenggara Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik, dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia.

Menurut dia, lembaga penyiaran harus tunduk dan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara adil, merata, dan seimbang. Setiap lembaga penyiaran harus memiliki tujuan penyampaian pendapat secara sehat dan demokratis, mengedukasi, memelihara kemajemukan bangsa, dan menjaga integrasi bangsa.

Yang dilakukan tvOne, menurutnya selain melanggar ketentuan penyiaran, tapi penistaan pada prinsip utama pemilu seperti memberikan kabar bohong tentang survei Gallup, membangun opini meresahkan tentang bahaya komunisme yang mendiskreditkan salah seorang kandidat presiden.

Selain itu, televisi yang condong mendukung Prabowo, dinilai telah melakukan kampanye kepada pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada hari tenang 6 sampai 8 Juli 2014, menyiarkan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu Presiden 9 Juli 2014 dari lembaga yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kredibilitas metodologisnya, dan menyembunyikan hasil survei yang berbeda dengan preferensi politik tvOne. "Atas dasar itulah kami meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk mencabut izin penyiaran tvOne," tulis Teuku Kemal Fasya dalam petisinya.

Selain petisi dari Teuku Kemal, jauh sebelum itu, di situs petisi ini, petisi hampir sama dikeluarkan Asep Hakim yang meminta KPI dan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mencabut izin penyiaran tvOne dan Metro Tv."Kami sudah gerah dengan keberpihakan media," tulis Asep dalam judul petisinya.

Satu lagi, petisi yang menyasar televisi swasta adalah petisi yang dikeluarkan oleh Iman Shofwan, Ketua Yayasan Pantau, yang meminta KPI dan Dewan Pers menindak pemilik media partisan. "Mereka (pemilik media) merusak idealisme wartawan- wartawan muda. Banyak keluhan dari wartawan-wartawan muda yang kesulitan menembus narasumber dari kelompok lain. Mereka tak lagi dipercaya bisa independen," tulisnya dalam pengantar petisi.

Dalam pembukaan perdagangan, Jumat (11/7), saham Visi Media Asia Tbk (VIVA) kembali turun hampir 2 persen dari harga pembukaan 250 poin ke 245 poin. Dihubungi lewat telepon selulernya, Sekretaris Perusahaan VIVA, Nail Tobing belum merespon permintaan wawancara merdeka.com.

Silahkan +1, Komen dan BAGIKAN jika suka.

#tvonememangbeda  
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Data memang tidak bisa berbohong, disaat banyak orang berkata Jokowi tidak amanah di Jakarta,banyak yang benci Jokowi, FAKTA berkata LAIN :)

Yuk +1dan BAGIKAN :)

#pilpres2014
#realcount  
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded