Profile cover photo
Profile photo
Kania Nabila Fajrianti (KoniginDerRosen)
30 followers -
Bukankah meneteskan air mata di bawah rintik hujan lebih menyenangkan daripada di bawah sinar mentari?
Bukankah meneteskan air mata di bawah rintik hujan lebih menyenangkan daripada di bawah sinar mentari?

30 followers
About
Posts

Post has attachment
Tak Lagi Sejuk
Kau adalah angin Datang kala tak ada kata mungkin Pergi saat seluruh aku mulai yakin Di antara terik mentari Kau tersenyum berseri Membuatku terpaku berdiri Di balik remang cahaya bulan Kau dengan santai belarian Menari, menghibur kegelapan Kau tetap angin ...

Post has attachment
Memilih Malam
Kita sedang duduk di bawah bentangan langit yang
bertaburan bintang. Cahaya rembulan tersenyum menyabit, seperti kue yang minta
digigit, begitu legit. Kau masih di sampingku, tidak beranjak walau sedikit
hingga hatiku lama-lama semakin kebat-kebit. Andai sa...

Post has attachment
Kala Kita
Langit mulai menyala Kala kita terbangun nyata Fajar menyingsing cakrawala Langit mulai biru Kala kita memendam rindu Awan merangkak pelan satu-satu Langit mulai jingga Kala kita saling bertatapan Lembayung menggurat pemandangan Langit mulai merah muda Kala...

Post has attachment
Patah
            Lisa hanya tertegun, ia telah lelah, dalam genggamannya
ada berbagai macam obat dan di hadapannya ada segelas air putih.  Penyakit kanker darah yang dideritanya seakan
telah menghabiskan energi tubuhnya, merenggut jiwanya, menghilangkan senyum
m...

Post has attachment
Menjadi Hujan
Aku ingin menjadi hujan Yang kautunggu mati-matian Di tengah panas dan kekeringan Yang karenanya kautadahkan tangan Untuk menjemput sejumput kesejukan   Aku ingin menjadi hujan Yang kaucintai tiada henti Di setiap musim selalu kaunanti Meski hanya satu musi...

Post has attachment
Denyut Langit
Jauh di angkasa luar, aku
memperhatikanmu. Kau yang tinggal di Bumi itu sungguh lucu. Kau berharap pergi
menembus atmosfer, melintasi ruang antarbintang. Setiap malam, kautatap
bintang-bintang, menunjuk dan meraihnya, menggenggamnya seolah mereka benar-bena...

Post has attachment
Sepakat
Di batas cakrawala Kenangan menjelma Melukis pendar jingga Menggurat tipis lembayung senja Pening kepala kembali merangkak Naikkan frekuensi bak sedia kala Gumpalan memori terus membengkak Melawan denting sang kala Demi angin yang dianggap tak penting Demi ...

Post has attachment
Sepasang Partikel Maya
            Saat ini, kita tak lagi dipisahkan
oleh jarak, melainkan ruang. Akan tetapi, aku masih bersyukur. Aku sungguh
mensyukuri bahwa kita dilahirkan dan tumbuh di planet yang sama. Andai saja aku
dan kau berasal dari Venus dan Mars seperti yang orang ...

Post has attachment
Menua Bersama
Kala hari itu tiba Telah sampai batas usia Saatnya meregang nyawa Bisakah aku yang kedua? Pergilah kau jadi yang pertama Sebab engkaulah istimewa Saat nyawa meninggalkan raga Di hatiku kau tetap ada Aku yang paling mencinta Hingga kau tiada Aku tak akan men...

Post has attachment
Terhubung Semesta
            Kita mengira bahwa segalanya telah selesai, bahwa cerita
kita telah usai. Akan tetapi, rupanya kita salah telak. Meskipun almanak telah
menggulung waktu hingga aku dan dirimu terpisah dimensi semu, ternyata masih
ada ruang partikel yang menghubu...
Wait while more posts are being loaded