Profile

Cover photo
irma setiawati
Attends UNIVERSITAS GALUH
Lived in ciamis jawa barat
12 followers|4,095 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

irma setiawati

Shared publicly  - 
 
KOLOID
A. Pengertian Koloid
 







Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll. Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm.





Suatu campuran dapat digolongkan menjadi larutan, koloid dan suspensi kasar berdasarkan cirri-cirinya yaitu :
Larutan Koloid Suspensi Kasar
 Homogen tidak dapat dibedakan dengan mikroskop ultra
 Jernih
 Satu pase
 Tidak dapat disaring
 Diameter partikek < 10 -7  Tampak homogen, dengan mikroskop ultra tampak heterogen
 Tidak jernih
 Dua fase
 Dapat disaring dengan kertas saring ultra
 Umumnya stabil
 Diameter partikel 10-7 – 10-5  Heterogen
 Tidak jernih
 Dua fase
 Dapat disaring dengan kertas saring ultra
 Tidak stabil
 Diameter partikel > 10-5 cm

Sistem koloid terbagi menjadi dua yaitu fase terdispersi (zat terlarut) dan medium pendispersi (pelarut). Keduanya terdiri dari tiga fase yaitu padat, cair, dan gas. Namun antara fase gas dan padat tidak terbentuk sistem koloid karena bercampur homogeny sehingga membentuk larutan.
No Fase Terdispersi Medium pendispersi Nama Koloid Contoh
1. Padat Padat Sol padat Perunggu, baja
2. Padat Cair Sol Cat, tinta , lotion
3. Padat Gas Aerosol padat Asap, debu diudara
4. Cair Padat Emulsi padat Keju, mentega, jeli
5. Cair Cair Emulsi cair Susu, santai
6. Cair Gas Aerosol cair Kabut, awan
7. Gas Padat Busa padat Batu apung, busa jok
8. Gas Cair Busa/buih Buih sampo/sabun

B. Jenis Koloid
a. Aerosol adalah koloid yang memiliki zat pendispersi berupa gas. Aerosol yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut dan awan) sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat (contoh: asap dan debu dalam udara). 




b. Sol adalah Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: Air sungai, sol sabun, sol detergen dan tinta).
 
c. Emulsi adalah Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair itu tidak saling melarutkan. (Contoh: santan, susu, mayonaise, dan minyak ikan).


d. Buih adalah Sistem Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: pada pengolahan bijih logam, alat pemadam kebakaran, kosmetik dan lainnya).





e. Gel adalah sistem koloid kaku atau setengah padat dan setengah cair. (Contoh: agar-agar, Lem). 












C. Sifat-sifat Koloid
  1. Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall.
Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
  2. Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown), sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas, pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown.
Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown yang terjadi. Demikian pula, semakin besar ukuran partikel koloid, semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown semakin lambat.
  3. Adsorpsi
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. (Catatan : Adsorpsi harus dibedakan dengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi di dalam suatu partikel). Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2.
Dikenal dua macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
Manfaat adsorpsi adalah :
 Penggunaan norit (serbuk karbon) untuk penyembuhan sakit perut
 Proses pemutihan gula pasir pada industry gula dengan tanah diatomi dan arang tulang
 Pewarnaan serat sutra, wol atau kapas dalam larutan Al2(SO4)3 pada industri kecil
 Proses penjernihan air keruh dengan tawas
 Pembersihan kotoran dengan sabun
 Adsorpsi koloid humus oleh tanah liat.





  4. Koagulasi koloid
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
Manfaat koagulasi yaitu :
 Penjernihan air dengan penambahan tawas ( K2SO4, Al2 (SO4)3 )
 Proses pendinginan santan
 Pengolahan karet dari lateks (penggumpalan dengan asam cuka)
 Pembentukan delta di daerah muara sungai
 Telur rebus dan pembuatan agar-agar.
  5. Koloid pelindung
Koloid pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi.
  6. Dialisis
Dialisis ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara ini disebut proses dialisis. Yaitu dengan mengalirkan cairan yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan berpisah.
  7. Elektroforesis
Elektroferesis ialah peristiwa pergerakan partikel koloid menuju electrode dibawah pengaruh medan magnet. Muatan listrik ini terjadi karena penyerapan ion pada permukaan koloid. Muatan listrik ini juga mempengaruhi kestbalian koloid, disamping karena gerak Brown.

Manfaat elektroforesis antaralain :
 Menerima muatan yang dimiliki suatu partikel
 Memproduksi barang industry yang terbuat dari karet, misalnya sarung tangan
 Mengurangi zat pencemar udara yang dihasilkan dunia industry dengan metode Cottrell

1. Koloid Liofil dengan Koloid Liofob
     Kotoran yang menempel pada  pakaian atau badan berupa debu dan minyak. Karena itu air sedikit bermuatan listrik (berkutub) sedangkan minyak tidak bermuatan, maka keduanya tidak menyatu. Air saja tidak membersihkan minyak.
Molekul sabun memiliki dua bagian yaitu ujung berkutub yang bersifat hidrofilik (larut dalam air) dan ujung tak berkutub (hidrofobik) yang tidak larut dalam air. Ujung hidrofobik menyerap kotoran minyak dan ujung hidrofilik melingkupi kotoran minyak dengan membentuk misel. Misel ini melayang dalam air dan tidak melekat lagi sehingga saat dibilas, kotoran lenyap.
Adanya sifat adsorpsi tersebut, maka ada dua jenis sol yaitu sol liofil dan sol liofob. Sol liofil adalah sol yang zat terdispersinya dapat menarik dan mengadsorpsi molekul mediumnya. Sol liofob adalah sol yang terdispersinya tidak dapat menarik dan mengadsorpsi molekul mediumnya. Jika sol tersebut mediumnya air, maka sol tersebut disebut hidrofil, contohnya kanji, protein, sabun, agar-agar, detergen. Sol hidrofil contohnya sol sulfida, sol logam, sol belerang. 










  Perbedaan Koloid Liofil dengan Liofob
No Koloid Liofil Koloid Liofob
1 Stabil Kurang  stabil
2. Kekentalan tinggi Kekentalan rendah
3. Sukar diendapkan Mudah diendapkan
4. Dapat dibuat gel Tidak semua dapat dibuat gel
5. Mengadsorpsi molekul Mengadsorpsi ion
6. Kurang menunjukan efek tyndall Efek tyndall sangat jelas
7. Dibuat dengan cara dispersi Dibuat dengan cara kondensasi
8. Gerak brown kurang jelas Gerak brown sangat jelas
9. Terdiri dari zat organik Terdiri dari zat anorganik
10. Reversible Tidak reversibel

2. Koloid dalam Penjernihan Air
Dalam kehidupan sehari-hari proses pengolahan air secara sederhana dapat dilakukan melalui tiga tahap, yaitu :
o Koagulasi atau penggumapalan
Koagulasi yang digunakan adalah tawas K2SO4, Al2(SO4)3. Partikel ini dapat mengadsorpsi tanah dan kotoran lainnya kemudian menggumpal dan mengendap. 
o Penyaringan 
Hasil dari koagulasi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan, hasilnya air menjadi jernih. Penyaringan yang biasa digunakan adalah lapisan pasir, kerikil dan ijuk. 

o Disinfektan 
Untuk membunuh kuman yang terdapat dalam digunakan kaporit. Tapi efeknya air menjadi berbau. Untuk menghilangkannya digunakan arang sedangkan untuk mnaikkan pH digunakan kapur tohor. 

D. Pembuatan Sistem Koloid
1. Cara Kondensasi
Pembuatan koloid dengan cara kondensasia dalah dengan cara mengubah partikel-partikel larutan yang terdiri dari molekul-molekul atau ion-ion menjadi partikel koloid. Cara kondensasi ini merupakan cara kimia, misalnya : 
 reaksi redoks : 2H2S(g) + SO2(aq)                        2H2O(l) + 3S (koloid)
 Reaksi hidrolisis : FeCl3(aq) + 3H2O(l)                   Fe (OH)3(koloid) + 3HCl(aq)
 Reaksi dekomposisi rangkap : AgNO3(aq) + NaCl(aq)                  AgCl(koloid) + NaNO3(aq) 
 Reaksi pergantian pelarut : S + Alkohol + air              S(koloid)

2. Cara Dispersi 
Yaitu pembuatan koloid dari suspensi kasar. Cara dispersi dibedakan menjadi empat sebagai berikut :
 Cara Mekanik
Pembuatan koloid dengan cara penggerusan/penggilingan untuk zat padat, cara pengadukan/ pengocokan untuk zat cair, kemudian didisperikan kedalam medium (pendispersi).
Contoh : belerang halus + air                    sol belerang
 Cara Peptisasi
Pembuatan koloid dengan cara memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil dengan menghilangkan ion elektrolit penyebab gumpalan. Misalnya endapan Al(OH)3 oleh AlCl3 terpeptisasi menjadi koloid Al(OH)3.


 Cara Busur Bredig (Elektrodispersi)
Pembuatan koloid dengan menggunakan loncatan bunga api listrik. Cara ini biasa untuk membuat sol logam.
 Cara homogen
Pembuatan koloid dengan cara membuat suatu zat menjadi homogen dan berukuran koloid. Cara ini sering digunakan pada pengolahan susu. 



















DAFTAR PUSTAKA
http://www.foxitsoftware.com
http://oke.or.id/wp-content/plugins/downloads-manager/upload/RANGKUMAN-SISTEM-KOLOID.pdf
http://dennifa.files.wordpress.com/2008/06/sistem-koloid-by-lita.pdf
• Anshory, irfan.2003.Acuan Pelajaran Kimia SMU.jilid 3: Erlangga
• Farida, dkk. Kimia SMU Kelas 2. Bandung: Remaja Rosda Karya
 ·  Translate
1
Add a comment...
In her circles
1 person
Have her in circles
12 people
Cecep Alfarhani's profile photo
mpm unigal's profile photo
ery ryey's profile photo
idi Januar's profile photo
Kang Udil's profile photo
Noval Pratama Anggara's profile photo
wahyu dewi permatasari's profile photo
Rohmansyah Tasik's profile photo
Mulpi 77's profile photo
People
In her circles
1 person
Have her in circles
12 people
Cecep Alfarhani's profile photo
mpm unigal's profile photo
ery ryey's profile photo
idi Januar's profile photo
Kang Udil's profile photo
Noval Pratama Anggara's profile photo
wahyu dewi permatasari's profile photo
Rohmansyah Tasik's profile photo
Mulpi 77's profile photo
Work
Occupation
MAHASISWA
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Previously
ciamis jawa barat
Story
Tagline
MENGALAH UNTUK MENANG
Bragging rights
SMA NEGERI 1 CIMARAGAS
Education
  • UNIVERSITAS GALUH
    SOSIAL EKONOMI PERTANIAN ( AGRIBISNIS), 2012 - present
Basic Information
Gender
Female