Profile

Cover photo
Taman Dewi
Works at cosmetics
Lives in Indonesia
40,621,047 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
perlu dicoba nich....
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Kisah sukses wanita wirausaha modal kecil ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua.
.
Dewi Titik Ratna Kumbiati (40) tidak pernah menyangka kemampuannya meracik kopi yang dipadukan dengan berbagai rempah mampu mendatangkan rezeki. Kini, ia berhasil meraup omzet Rp100 juta per tahun dari perjualan kopi herbal.
.
Dengan modal Rp150 ribu, Ratna yang berprofesi sebagai psikolog ini lalu membeli kertas HVS, plastik, biji kopi, dan rempah-rempah. Ia membeli kopi sebanyak tiga kilogram dan waktu itu, Ratna memanfaatkan jasa penggilingan kopi di pasar karena belum mempunyai mesin penggiling kopi.
.
Ratna menuturkan, awalnya dirinya suka meracik biji kopi untuk konsumsi pribadi dan disuguhkan untuk para tamu yang datang. Racikannya mendapatkan pujian dari orang-orang. Ia mendapat saran agar kopi racikannya dijual untuk umum.
.
“Dulu, saya menggunakan kertas HVS untuk bungkusnya dan di dalamnya dibungkus plastik untuk tempat kopi,” kata Ratna, saat berbincang dengan VIVAnews di sela-sela pameran Agro and Food di JCC Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Setelah pesanan makin banyak, Ratna mampu membeli dua unit mesin pembungkus seharga Rp3 juta per unit dan satu unit mesin penggiling biji kopi seharga Rp4 juta.
Tidak lupa, ia membentuk badan usaha, UD Cahaya Ilahi dan mematenkan merek dagang kopi rempahnya dengan nama “Dewi Kumbi” pada November 2011 dan muncul ke pasar secara besar-besaran pada Februari 2012.
.
Wanita asli Jombang ini lalu mengembangkan produknya tidak hanya sebatas kopi, namun juga Jahe Merah Instan, Kunir Putih Instan, dan Kopi Bubuk Rempah. Masing-masing produk seberat 100 gram. Produknya, ia banderol dengan harga Rp12-15 ribu per bungkus ukuran 100 gram.
Produknya laris di pasaran, karena dapat membantu kesehatan masyarakat tanpa khawatir adanya efek samping. Berbagai produknya diracik tanpa ada zat kimia satu pun.
.
“Kalau sudah berumur 40 tahun ke atas bisa bahaya minum produk dengan zat kimia, banyak efek sampingnya. Sedangkan produk Dewi Kumbi bebas zat kimia,” katanya.
.
Salah satu produknya, Kopi Kapulogo, memadukan biji kopi excelsa karena memiliki aroma moka yang kuat. Biji kopi ia padukan dengan berbagai rempah seperti kapulaga, cengkeh, jahe merah, dan kayu manis.
.
Dalam menawarkan produknya, ia pernah mendapatkan cerita dari salah satu pembelinya, minuman produk ‘Kunir Putih’ yang dijualnya berkasiat untuk mengobati kanker. “Pernah ada yang mengetes kunir putih saya untuk obat kanker dan berkhasiat,” tegasnya.
.
Saat ini, produknya tersebar di berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Jombang, Sampit, dan Palembang. Ratna mengaku, produknya juga sering dibeli oleh wisatawan asing.
.
“Produk saya pernah dibeli orang Jepang pada 2010-an, sekitar sepuluh kilogram. Lalu, ada orang Belanda, Malaysia, dan Jepang yang membeli produk saya waktu ikut pameran di PRJ Kemayoran,” kata dia.
Namun, Ratna sempat menolak pesanan dari Mesir dan Dubai karena masih takut untuk merambah pasar internasional dan terhambat masalah biaya. Selain itu, ia belum mengetahui seluk beluk ekspor impor suatu barang.
Saat ini, Ratna baru mempekerjakan tujuh pekerja tetap dari sekitar rumahnya. Namun, saat pesanan datang dirinya dapat menambah jumlah karyawan tidak tetap.
Untuk pemesanan langsung, ia mensyaratkan pembelian minimal 20 bungkus dengan berbagai produk dengan biaya kirim ditanggung pembeli

http://tips-cara.info/kisahusahamodalkecilomsetbesarkopirempahdewi-kumbi/
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
5 Penyebab Keguguran Kandungan
Ada Beberapa Penyebab yang bisa menyebabkan Keguguran Kandungan pada kehamilan . Satu dari empat perempuan mengalami keguguran pada kehamilan pertama. Tak sedikit juga perempuan yang bahkan tidak menyadari telah mengalami keguguran saat hamil untuk pertama ...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Oriflame Bisnis Online Indonesia
Cara bisnis Oriflame Online Indonesia sebenarnya sederhana, praktis dan mirip dengan bisnis yang lain,


http://tips-cara.info/peluang-usaha-memulai-bisnis-modal-kecil-rumahan-sampingan-online/

Penghasilan tambahan yang didapat perbulan juga lumayan        Akhir akhir ini memang yang banyak diminati untuk dijadikan bisnis adalah produk perawatan,...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Kisah Usaha Membuat Kue, Modal Kecil Omset Besar - Kue Lapis Bogor -
Kisah Cerita Sukses Peluang Bisnis Rumahan Usaha Makanan Membuat Kue, Modal Kecil Omset Besar - Kue Lapis Bogor - Tumbuh pesat dalam waktu singkat dan punya potensi besar untuk terus berkembang. Itulah yang menonjol dari bisnis wirausaha rumahan kue Lapis Bogor Sangkuriang yang dibangun oleh Rizka Wahyu Romadhona (29), . Di balik kelezatan kue lapis yang kini sedang laris manis itu, ada kerja keras, visi, dan kerapian manajemen yang dibangun sehingga mampu membawa bisnis rumahan ke tingkat yang lebih tinggi.
.
Cerita Sukses Peluang Usaha Rumahan Bisnis Makanan Kue – Naluri Bisnis Manajer Telco 
Siang itu, outlet Lapis Bogor Sangkuriang di Jalan Pajajaran Bogor, terlihat penuh sesak oleh pengunjung. Yang mengherankan, meski dikatakan stok habis dan baru akan ada lagi pada pukul 14.00, pengunjung tak beranjak dari toko. Meski untuk itu harus menunggu hingga sejam. “Memang  tiap hari ramai begini,” ujar Rizka, pemilik usaha lapis Bogor.
.
Apa yang unik dari kue lapis Bogor ini hingga diburu sedemikian rupa? Kue lapis berwarna kuning dan ungu bertabur keju ini memang lezat dan lembut. Uniknya lagi, dibuat menggunakan tepung talas sebagai bahan utamanya.
.
Seperti kita ketahui, talas merupakan bahan pangan yang banyak dijumpai di Kota Bogor. Rizka juga mengemas wirausaha bisnis rumahan nya sebagai oleh-oleh khas Bogor, dengan kemasan boks yang didesain khusus dan premium. Dalam kemasannya dicantumkan lokasi pariwisata di Bogor, untuk kue  lapis Bogor edisi Green Tea, bahkan menyertakan peta Bogor di dalamnya.
.
Siapa sangka, wanita yang terjun di bisnis wirausaha kuliner rumahan ini adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi  Sepuluh November (ITS), Surabaya. Lulus kuliah, Rizka sempat berkarier di bisnis industri telekomunikasi di bidang electrical engineering. Jabatan terakhirnya sebagai project manager. “Sejak dulu saya sudah sering jualan. Apa saja yang bisa dijual, seperti baju. Lalu, sewaktu masih kerja kantoran, saya jualan bakso,” kenang wanita kelahiran Surabaya, 15 Juni 1984, ini.
.
Dari pesanan demi pesanan yang dilakoninya sembari kerja 9 to 5, Rizka yang merintis bisnis rumahan bersama suaminya, Anggara Kasih Nugroho Jati (29), sesama almamater ITS,  pun mulai berhitung. “Kalau dijalani free time saja sudah bisa punya penghasilan lumayan, apalagi kalau diseriusin,” begitu pikirnya. Ia pun mantap resign untuk menjalani bisnis usaha rumahan bakso.
.
Selain membuka booth dengan ukuran 2×3 meter di pusat perbelanjaan, Rizka juga menjadi supplier bakso untuk gerai-gerai bakso rumahan. Namun sayang, setelah sekitar 3 tahun berjalan, omzet bisnis rumahan nya terus menurun setelah mitranya satu per satu menutup gerai. Rizka pun terpaksa menutup bisnisnya.
.
Ia juga harus menanggung kerugian sampai harus menjual mobil, motor operasional, dan menunggak pembayaran angsuran rumah hingga empat bulan.
.
Dalam kondisi kepepet, Rizka dan suaminya memutar otak untuk merintis bisnis wirausaha rumahan baru. Akhirnya terpikirlah untuk melirik bisnis rumahan kue oleh-oleh. Di mata Rizka, Bogor adalah kota wisata yang potensial. Bisa dipastikan, tiap akhir pekan jalanan di Puncak selalu dipadati kemacetan. Ini adalah salah satu peluang besar untuk digarap.
.
“Karena saya dari Surabaya, saya sangat terkesan dengan kue lapis Surabaya. Lalu terpikirlah untuk membuat kue lapis Bogor,” ujar Rizka, yang mengaku sebetulnya tak pandai memasak kue. Sejak itu, Rizka pun menimba resep kue lapis dari ibunya, dan belajar keras untuk mempraktikkannya.
.
Ide membuat kue lapis sudah didapat. Selanjutnya, Rizka mengkreasikan lapisnya dengan mencari bahan baku lokal kue yang bisa diangkat. “Banyak sekali bahan pangan kue khas Bogor, ada peyeum, talas, juga ubi cilembu. Kami mencoba mengangkat talas,” tutur Rizka, yang memulai bisnis usahanya dengan modal Rp500.000 dan mixer mertua.
.
Cerita Sukses Peluang Usaha Rumahan Bisnis Makanan Kue – Efisiensi dan Inovasi
Mengenalkan sebuah produk kuliner rumahan baru ke masyarakat adalah sebuah pe-er tersendiri. Konsumen pertama kue Rizka adalah tetangga, teman-teman terdekat, serta kelompok pengajian. Selain pesanan kue dari teman, Rizka juga gigih memasarkan lapisnya ke instansi pemerintah.
.
Rizka memahami, sebagai pebisnis pemula, sangat penting untuk merintis jejaring bisnis. Ia pun sering mengikuti pameran-pameran yang diadakan oleh instansi pemerintah. Dari relasi itu, ia bisa masuk ke jejaring Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Rizka pun mendapat izin untuk membuka booth di hotel atau restoran kawasan Puncak yang sedang mengadakan diklat atau meeting.
.
Rizka  juga mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk memperbaiki desain kemasan. Sampai kemudian, Rizka bisa membuka gerai sendiri, pada Desember 2011, di Jl. Sholeh Iskandar, Bogor. Kini, Lapis Bogor Sangkuriang punya dua outlet lain, yakni di Jl. Pajajaran, dan Rumah Makan Raffles di kawasan Puncak, Bogor.
.
Ketika buka pertama kali, nama kue lapis Bogor masih awam bagi konsumen. Awalnya mereka hanya mengenal kue lapis legit atau kue lapis Surabaya. “Kami mengenalkan kue lapis Bogor dari talas kepada publik,” ujar Rizka, yang merasa senang sebab lama-kelamaan warga Bogor punya rasa memiliki terhadap produknya.
.
Pada saat bisnisnya makin menanjak, tantangan Rizka berikutnya adalah pengelolaan SDM. Tak sedikit karyawan yang direkrutnya merupakan anak-anak putus sekolah. Menurut Rizka, persentase anak jalanan, lulusan SD dan SMP yang menjadi karyawannya mencapai 77%. Sisanya adalah lulusan SMK dan ibu rumah tangga. “Kami ingin memberdayakan masyarakat sekitar yang memiliki potensi, namun tidak dapat berkarya di perusahaan formal karena   faktor pendidikan,” ujar Rizka.
.
Sulitnya mengatur pekerja ini membuat Rizka sempat kelimpungan dan nyaris menutup wirausaha bisnisnya. Atas saran teman, ia pun memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan guna membenahi manajemen. Hasilnya, ternyata tak hanya membantu dalam hal manajemen SDM, tetapi juga berhasil mengelola kelangsungan produksi.
.
Ungkapan bahwa guru terbesar adalah pengalaman, dialami sendiri oleh Rizka. “Kami mulai membenahi organisasi dengan membuat SOP (standard operating procedures), matriks kompetensi karyawan, dan KPI (key performance indicator) untuk karyawan. Semua kami lakukan dari pengalaman bisnis bakso,” ujar Rizka, yang tengah menyusun tesis untuk S-2 Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
.
Pengalamannya sebagai karyawan yang pernah berada di posisi manajer, mengajarkan bagaimana mengatur orang. Selain pembenahan manajemen dan membangun budaya kerja yang kondusif bagi 114 karyawannya, Rizka juga menerapkan efisiensi di semua bagian.
.
“Segala sesuatu ada catatannya. Misalnya,  tiap kelebihan keju 1 gram, dikali harga kejunya sudah berapa. Kalau kami tidak punya catatan seperti itu, tidak akan bisa terdeteksi,” tutur Rizka, yang memegang prinsip ‘Believe is good but check is better’ dalam mengawasi kinerja karyawannya.
.
Keahliannya di bidang electrical engineering  tidak sia-sia. Ia bisa merancang sendiri pelistrikan dan pengaturan daya untuk pabrik barunya. Begitu juga dengan keahliannya membuat program komputer, Rizka bisa merancang sendiri software khusus untuk customer service.
.
Pelajaran lain yang diterapkannya, Rizka berusaha tak menggunakan modal pinjaman untuk membesarkan usaha. “Dulu, kami diajari mencari modal menggunakan kartu kredit. Tapi, akibatnya malah terbelit sendiri. Tiap hari dikejar debt collector. Sekarang, semua ekspansi usaha murni menggunakan uang dari hasil keuntungan,” ujar Rizka, yang sekarang enggan menggunakan modal pinjaman, kecuali lewat KPR untuk outlet atau pabrik.
.
Dari skala rumahan, sekarang produksinya sudah mencapai 4.300 kotak kue per hari, dengan harga per kotak antara Rp25.000 – Rp30.000. Dari modal Rp500.000, sekarang omzetnya mencapai miliaran rupiah per bulan. Itu pun belum memenuhi permintaan pasar yang amat tinggi. Itulah sebabnya, ia masih membatasi pembelian, maksimal 5 kotak per orang, bahkan hanya 2 kotak di akhir pekan. “Pagi buka langsung habis, baru ada lagi pukul 14.00. Masih ada jeda waktu konsumen tidak bisa kebagian,” kata Rizka, menyayangkan.
.
Sudah menjadi hukum alam, bisnis yang sukses akan selalu diikuti oleh competitor. Kini sudah ada 8 kompetitor follower lapis Bogor. “Dari pelayanan dan kualitas produk, saya berani bersaing,” tutur Rizka, yang produknya sudah mengantongi sertifikat halal dan P-IRT (Produksi Pangan Industri Rumahan).
.
Bekerja sama dengan IPB, ia juga mengembangkan produknya agar lebih sehat, tanpa bahan pengawet dan terjaga kehigienisannya. Rizka pun menargetkan kapasitas produksi hingga 12.000 boks per hari di tahun ini.
.
demikian Kisah Cerita Sukses Peluang Bisnis Rumahan Usaha Makanan Membuat Kue, Modal Kecil Omset Besar – Kue Lapis Bogor –
semoga menginspirasi…



http://tips-cara.info/kisahceritasuksespeluangbisnisrumahanusahamakanankuemodalkecilomsetbesar/
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
tes
Perbedaan taksiran hari persalinan bisa terjadi, namun biasanya tidak sampai 3 minggu. Kalau perlu Silakan ke dokter kandungan dan diskusikan lebih lanjut perkiraan persalinan Anda berdasarkan beberapa parameter di bawah ini: 1. Berdasarkan Siklus haid. Seb...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Pengaruh SARAPAN Terhadap KESUBURAN Wanita PCOS
Sarapan memang memiliki peran yang sangat penting bagi kemampuan fisik dan kesehatan tubuh. Pasalnya, sarapan dapat memberikan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memulai aktivitas. Tidak hanya membangun energi dan meningkatkan kerja otak, tapi jug...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Mengatasi RAMBUT KUSUT
Tips cara Mengatasi dan Mencegah Rambut kusut bisa dilakukan dengan banyak cara , Selain kurang sedap dipandang, memperbaiki rambut kusut juga sering menyakitkan.   Berikut adalah diantaranya: 1. Menggunakan Detangling Spray Memaksa menyisir rambut kusut ti...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Peluang Bisnis Usaha Modal Kecil
Peluang Usaha Bisnis Modal Kecil berikut, Cara bisnisnya juga sederhana, sehingga banyak yang memanfaatkan untuk kerja sambilan di rumah, penghasilan tambahan di Kantor, Bisnis OnLine, dsb...   tapi peluang pendapatannya mulai puluhan ribu, jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta per bulan.

      Akhir akhir ini memang yang banyak diminati untuk dijadikan...

info lebih lanjut dan penjelasan lebih lengkap  ==> http://tips-cara.info/peluang-usaha-memulai-bisnis-modal-kecil-rumahan-sampingan-online/
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
Oriflame Bisnis Online Indonesia
Cara bisnis Oriflame Online Indonesia sebenarnya sederhana, praktis dan mirip dengan bisnis yang lain,

http://tips-cara.info/peluang-usaha-memulai-bisnis-modal-kecil-rumahan-sampingan-online/

keuntungan yang didapat perbulan juga lumayan        Akhir akhir ini memang yang banyak diminati untuk dijadikan bisnis adalah produk perawatan, karena te...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Taman Dewi

Shared publicly  - 
 
POSISI Seks HUBUNGAN INTIM Suami istri Saat HAMIL
berikut adalah Posisi Seks dan bercinta yang aman Hubungan Intim Suami istri Saat wanita Hamil. Meski berperut besar, ibu hamil masih bisa terus menikmati hubungan seks, selama tidak menganggu kondisi janinnya. Bagaimana posisi yang aman? Untuk melakukan se...
 ·  Translate
1
Add a comment...
Work
Occupation
Work
Employment
  • cosmetics
    Work, present
  • TamanDewi
Basic Information
Gender
Female
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Indonesia
Previously
Indonesia - Indonesia
Links
Contributor to