Profile cover photo
Profile photo
peka kota
22 followers
22 followers
About
Posts

Post has attachment
Penta-K Labs II: Sedulur Banyu
Open call Project
(Satellite Event)
Bagi seniman, urbanis, periset untuk terlibat dalam program yang membahas isu air dan ekosistemnya
Bertempat di Kampung Randusari, Nongkosawit, Gunungpati, Semarang
23-25 November 2018
Yang berminat silakan kirim konsep, profil, foto, jumlah personel (jika komunitas) ke pekakota@gmail.com (non seniman) / hysteriakita59@gmail.com (khusus seniman) paling lambat 25 Oktober 2018
Cp Kartun (+6288215703076)
@grobakhysteria
http://grobakhysteria.or.id/sedulur-banyu-satelit-event/
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Pusat Studi Sustainable Dev PWK Unissula Semarang dan Pekakota mempersembahkan
PENTA-K LABS CONFERENCE II
25 NOVEMBER 2018
NONGKOSAWIT, GUNUNGPATI, SEMARANG
SEDULUR BANYU
(isu-isu terkait air dan ekosistemnya)
kami mengundang praktisi maupun periset yang mempunyai bahasan tema sebagai berikut
1. Perubahan Iklim dan Ketahanan Kampung
2. Alih Fungsi Lahan
3. Seni dan Lingkungan
4. Konektivitas Semarang Atas dan Bawah

Silakan mengirim paper terkait isu tersebut atau tema yang berelasi dengan kawasan Gunungpati, Semarang. Seluruh paper akan diakomodir jika bersesuaian dengan tema
Convenors:

Lukas Ley, Ph.D
Institute of Anthropology
Heidelberg University

Dr. Mila Karmilah ST.MT
Pusat Studi Sustainable Development
PWK Unissula Semarang

Ahmad Khairudin S. Hum, M.Si
co founder Pekakota Institute

Deadline pengiriman full paper 7 November 2018
Pengumuman jawal konferensi 15 November 2018
Pelaksanaan 25 November 2018
Tempat Kampung Randusari, Kelurahan Nongkosawit, Gunungpati, Semarang

CP Rojab (+6285641073390)
Mila Karmilah (+6285215664422)
Email: pekakota@gmail.com
mila.k@unissula.ac.id
www.pekakota.or.id
@pekakota
http://grobakhysteria.or.id/penta-k-labs-conference-ii/
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Photo
Add a comment...

Post has attachment
NASIB TBRS SEMARANG

Pekakota dan Dewan Kesenian Semarang mempersembahkan

PEKAKOTA FORUM 34
Bedah Rencana Induk Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)

Senin, 22 Januari 2018 di TBRS (Jl. Sriwijaya No. 29, Semarang). Mulai pukul 19.30 s/d Selesai.

Pemaparan oleh:
- Dinas Tata Ruang Kota Semarang
- BAPPEDA Semarang
- DISBUDPAR Semarang

Penanggap:
- Adhitia Armitrianto (Ketua III Bid. Litbang Dekase)
- Adin (Kolektif Hysteria)

Gratis!

Teman-teman juga dapat mengetahui serta mempelajari Rencana Induk (Master Plan) dan Detail Engineering Design (DED) kawasan TBRS terlebih dahulu melalui tautan berikut: http://bit.ly/2EGxMmC

Photo
Add a comment...

Post has attachment
silakan yang minat Hysteria edisi 96 kirim email kami kirim pdf nya atau bisa juga lihat edisi JPG di link ini : https://www.facebook.com/kolektif.hysteria/media_set?set=a.1479089515458495.1073742030.100000723823603&type=3&uploaded=3
Photo
Add a comment...

Post has attachment
meneruskan seri diskusi STRATEGI KEBUDAYAAN KOTA, minggu depan (JUMAT, 23 SEPT 2016, pkl 19.30 di GAK, Jalan Stonen 29, SMG) kami akan mengadakan rembug lagi untuk membahas apa itu seni urban dan kontempor sebagai dalam dokumen perencanaan pembangunan semarang 5 tahun ke depan (2016-2021). ini adalah seri diskusi keempat setelah sebelumnya diadakan kegiatan serupa
1. di TBRS lebih banyak membincang kebijakan disbudpar dan disospora
2. FGD para pegiat seni di gedung arsip dan pameran poster seni Semarang 2014-2015
3. di Grobak Art Kos, tentang seni urban dan kontemporer yang nyata-nyata tak masuk dalam dokumen perencanaan.
pertemuan ketiga memberikan rekomendasi misalnya
- perlunya menegaskan definisi seni urban dan kontemporer
- menyiapkan data pendukung, membentuk aliansi bersama dan mengawal audiensi
- wacana jika seni-seni yang kawin mawin dengan budaya urban seperti Tengok Bustaman, dan Narasi Kemijen beberapa waktu lalu juga bisa masuk dalam perencanaan yang diusulkan dari desanya sendiri mengingat musyawarah perencanaan pembangunan tidak disinggung sedikitpun proyek non fisik.

seni seperti kita tahu bisa menumbuhkan solidaritas dan medium pembelajaran yang halus apalagi tahun ini konon pak wali meminta tiap kampung mempunyai tema tertentu (kampung tematik, hasil studi banding di Surabaya)

dalam dokumen REncana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semarang 2016-2021 telah kami telaah bersama ternyata hingga dokumen yang dikirimkan ke Kemdagri dalam pasal pengembangan seni, sekali lagi seni Urban dan Kontemporer tidak masuk.

pada hal VI-9 rumusan strategi berbunyi begini: Strategi pengembangan budaya lokal dilaksanakan dengan arah
kebijakan Pelestarian Seni, Budaya yang berbasis kearifan lokal, dengan arahan pada pengembangan nilai - nilai budaya lokal melalui pelestarian kawasan, dan bangunan cagar budaya serta situs budaya; Peningkatan peran serta lembaga seni budaya dan masyarakat dalam pengembangan budaya seni tradisional; pengembangan produk-produk berbasis kearifan lokal; Memperkuat kelembagaan masyarakat seni budaya tradisional; Meningkatkan peran lembaga dan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat

juga pada Misi 1: Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berkualitas, untuk poin Meningkatkan nilai-nilai warisan budaya masyarakat dengan tujuan Terwujudnya pelestarian dan pengembangan warisan budaya lokal indikatornya adalah Jumlah seni budaya dan tradisi yang dilestarikan

dari dua amsal tersebut jelas penitikberatan pengembangan adalah budaya lokal terlebih tradisional, namun rasanya tidak proporsional jika seni urban dan kontemporer tidak masuk dalam garis kebijakan. seni teater modern, mural, instalasi, juga musik-musik hardcore/ punk, atau eksperimental juga adalah bagian kebudayaan yang tidak bisa kita tolak kehadirannya. tak kurang-kurang kegiatan melibatkan seni seperti ini yang meramaikan semarang, membangun atmosfer kreativitas, dan lain-lain. data yg dikumpulkan oleh Hysteria ada ratusan hingga ribuan acara yang dihelat di kota semarang dan sumbangsih seni urban dan kontemporer cukup banyak.

bukannya tidak ada kegiatan seni semacan ini yang disupport pemerintah, namun ketiadaan payung hukum yang jelas, membuat aksesibilitas dan daya dukung ini tak bersifat permanen. dengan mendorong keberpihakan juga pada seni urban dan kontemporer diharapkan akan ada kebijakan yg sifatnya menguatkan dan mendorong kreativitas ini lebih baik apalagi bonus demografi meledaknya populasi anak muda dalam 5-10 tahun mendatang harus segera diantisipasi dengan menciptakan kanal-kanal yang positif.

pertemuan ini akan mengundan Hendra Himawan (dosen ISI Surakarta) dan M Rahman Athian (dosen Unnes) untuk mengelaborasi apa itu seni urban dan kontemporer, selanjutnya diteruskan dengan pembentukan aliansi seniman untuk mendorong cita-cita ini masuk dalam dokumen perencanaan lima tahunan. disusul dengan audiensi dan bergabung dengan koalisi masyarakat kawal RPJMD untuk memastikan dokumen perencanaan mengakomodir kepentingan masyarakat Semarang.

http://grobakhysteria.or.id/4921/
Photo
Add a comment...

Post has attachment
suarartspaceTurut menjadi bagian dari konferensi Data for Life 2016, Suar akan menggelar sebuah #ArtTechExhibition bertajuk Visualizing the Invisible, sebuah pameran yang mempertemukan seni, data dan teknologi dan menampilkan karya dari para seniman Indonesia dan internasional.
.
Kemajuan teknologi dan era informasi telah memberikan membuka banyak akses data untuk digunakan dalam berbagai hal, termasuk eksplorasi seni. Generasi seniman masa kini sudah mulai untuk menggunakan material yang abstrak seperti data sebagai medium awal untuk berkarya. Informasi-informasi faktual dan pengalaman empiris yang tadinya tidak terlihat dan dimengerti pun diolah oleh para seniman ini ke dalam visualisasi yang lebih bisa dipahami dan dinikmati secara luas.
.
Lewat #VisualizingTheInvisible kamu bisa melihat bagaimana detil (yang mungkin terkesan) kecil seperti tempat-tempat yang kita datangi setiap hari, warna kulit, posisi harian pasar modal dan hal lain yang sudah menjadi rutinitas menjadi karya seni.
.
Kamu pun bisa menjadi bagian dari pameran ini, nantikan kabar selanjutnya!

artis:
1. Sey Min (Korean based in NY)
2. Angelica Dass (Brazillian based in Madrid)
3. Angki Purbandono (Indonesian based in Yogyakarta)
4. Mioon (Korean based in Seoul)
5. HONF (Indonesian based in Yogyakarta)
6. HYSTERIA (Indonesian based in Semarang)

http://grobakhysteria.or.id/4852/
Photo
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
sampai ketemu di BANDUNG ZINE FEST!
 
1) Addy Debil a.k.a WHOP (Bandung)
2) Alovenymous Syndicate (Jakarta)
3) AMENK COY (Bandung)
4) Aneka Donut Disco (Jakarta )
5) Annisa Rizkiana Rahmasari (Semarang)
6) Archfriend (Bandung)
7) Atur Frekuensi (Ciamis)
8) Binatang Press (Jakarta)
9) Butuh Spasi (Tasikmalaya)
10) Cikudapaper (Bandung)
11) CUCOKROWO MAGAZINE (Bandung)
12) Djejak Karta (Jakarta)
13) Durhaka (Bandung)
14) Flock Project (Yogyakarta)
15) Hysteria (Semarang)
16) IVR (Bandung)
17) Jekenjel Zine mistis erotis (Jakarta)
18) Kammlet Zine (Bandung)
19) Kawai (Surabaya)
20) KIF / Tigabelas Zine (Cimahi)
21) Kolektif Betina (Yogyakarta)
22) LEKKA LEISURE CLUB (Bandung)
23) LOKIT FUNZINE X MATAKIRI (Bogor)
24) Mata Mata Zine Distribution (Bandung)
25) Mata Merah Xomic (Bandung)
26) Matigaya Comic (Tangerang)
27) Mustahil Media (Jakarta)
28) Needle n Bitch (Yogyakarta)
29) OMMUNIUM (Bandung)
30) Padang On Stage (Padang)
31) PENA HITAM (Malang)
32) Puput PAP (Cimahi)
33) RAIH CINTA DAN PRESTASI (Bandung)
34) RAR Edition (Yogyakarta)
35) Resatio (Bandung)
36) Rian Afrialdi (Depok)
37) Salamatahari (Bandung)
38) SHOCK N AWE (Kuala Lumpur)
39) Sobat Indi3 (Jakarta)
40) SUPERGANZ STUDIO (Bandung)
41) Taman Baca Binar (Cipanas)
42) The Vein (Bandung)
43) WARNING MAGAZINE (Yogyakarta)

http://grobakhysteria.or.id/hasil-kurasi-bandung-zine-fest/
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded