Profile cover photo
Profile photo
Adam Prasetyo
About
Posts

Si pemimpi kecil, itulah sebutan yang Saya berikan kepada diri Saya sendiri. Sebutan itu Saya berikan kepada diri ini karna Saya merasa orang kecil yang bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa, terkecuali keluarga yang sangat luar biasa, mimpi-mimpi yang begitu indah, dan Allah SWT yang sangat saya yakini akan memeluk mimpi-mimpi itu. Saya katakan keluarga Saya sangat luar biasa karna orang-orang didalamnya selalu mendukung setiap langkah kaki saya untuk meraih mimpi-mimpi itu, mereka memberikan apa saja yang Saya butuhkan, baik materi maupun non-materi. Merekalah yang membuat Saya memberanikan diri untuk memiliki mimpi itu, oleh karna itu Saya abdikan diri ini untuk meraih mimpi tersebut untuk mereka. Dukungan luar biasa dari keluar diiringi juga keyakinan yang sangat besar kepada Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta ini yang sangat Saya yakini akan mewujudkan mimpi tersebut.

Mimpi-mimpi yang sangat indah tersebut Saya jaga dengan penuh optimis, namun perlahan tapi pasti mimpi-mipi tersebut hilang satu-persatu. Hal tersebut terjadi karna berbagai faktor, dan sampai klimaksnya saat Saya lulus kuliah. Satu bulan lebih Saya sudah resmi memliki "gelar", tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan. Saya baru sadar hidup ini tak semudah membaringkan badan lalu berkhayal, kehidupan sesungguhnya sangatlah berat. Pesimis mulai melanda diri ini, dan terjadi ketakutan yang luar biasa pada diri ini. Ketakutan yang paling membuat Saya semakin jatuh adalah sebuah ketakutan untuk mengecewakan orang-orang yang Saya sayangi terkhusus kedua Malaikat Saya. Setiap malam Saya selalu terjaga sampai pagi, Saya terus memikirkan cara agar bisa menggapai sedikit mimpi-mimpi Saya tersebut untuk membahagiakan kedua orang tua dan orang-orang yang Saya Sayangi. Saya pasrahkan diri ini kepada Sang Pencipta.

Pada suatu malam Saya bertemu seorang sahabat sekaligus guru Saya di sebuah acara musik yang diadakan oleh perkumpulan jurnalis, saat itu beliau datang sendiri dan Saya bersama teman-teman. Selesai acara musik tersebut kami bertemu lagi di parkiran sepeda motor, teman-teman Saya pulang duluan sehingga Saya tinggal berdua dengan sahabat Saya tersebut. Kita mengobrol panjang lebar malam itu, mulai cinta, kehidupan, masalah Negeri, dll. Memang itu yang Kami lakukan kalau bertemu, dan biasanya beliau memberikan pelajaran kehidupan kepada Saya. Sedang asik ngobrol datang rombongan orang yang menuju parkiran sepeda motor, ternyata orang-orang tersebut rombongan dan personil-personil band idola Saya yang tadi baru selesai manggung. Tanpa mikir panjang Sayang Minta foto bareng dan ternyata mereka sangat ramah, tetapi ada terbesit pertanyaan di kepala Saya, mereka itu band terkenal kok naik sepeda motor? padahal waktu itu mereka pulang tengah malam, benar-benar diluar kebiasaan karna umumnya  pemain band itu glamor. Setelah itu Saya lanjut ngobrol dengan sahabat Saya sampai larut malam. Di obrolan tersebut dia menceritakan pengalaman hidup temannya si Bunga (bukan nama asli) yang sangat inspiratif kepada Saya, ceritanya seperti ini:
"Bunga dulu kuliah di salah satu PTN terkenal di Negeri ini, setelah kuliah masuk ke semester tiga dia diancam di DO (drop out, dikeluarkan) dari kampus tersebut. Hal tersebut terjadi bukan karna Bunga terlibat kasus kriminal atau tidak mampu dalam berkuliah, tetapi karna dia belum membayar uang pangkal sebesar 10 juta dan uang 2 semeter 3juta, ttal yang harus dibayar 13 juta. Bunga bukanlah anak yang lahir dari orang kaya, kehidup keluarga dia cukup pas-pasan. Dia tidak berani meminta kepada orang tuanya, karna dia tau kalau orang tuanya pun tidak bisa membayar pada saat itu. Akhirnya dia keliling-keliling kampus itu sampai malam hari, karna dia merasa kalau itu adalah hari terakhirnya berkuliah disitu. Setelah mengelilingi kampus dia duduk di stasiun yang tidak jauh dari kampus, dia masih belum mau pulang karna berat buat dia melakukan perpisahan dengan kampusnya. Akhirnya dia memutuskan untuk nginap di kost temannya, di kost tersebut seluruh teman-temanya kumpul dan Bunga menceritakan semuanya sekaligus ingin perpisahan. Tetapi tanpa disangka pada malam itu juga teman-temannya yang hedon itu mengumpulkan uang, ada yang nyumbang 8 juta sahingga terkumpul 13 juta. Pada pagi harinya uang tersebut langsung dibayarkan Bunga ke pihak kampus, dan untuk bayar semesteran selanjutnya dia membantu orang tuanya berjualan pakaian dalam keliling kampung. Pada saat lulus dia berterimakasih kepada teman-temannya, namun teman-temannya malah berkata seolah-olah tidak ingat kalau mereka pernah membantu Bunga. Dan saat ini Bunga sukses di pekerjaannya."
Cerita tersebut benar-benar menginspirasi Saya, jiwa optimis Saya mulai kembali. Saya akan mulai berlari kembali untuk mengejar mimpi-mimpi saya, Saya yakin "Allah SWT selalu punya rencana rahasia yang MENGEJUTKAN  mahluknya dan pasti yang terbaik.

"hidup yang tidak pernah diperjuangkan, tak akan mungkin dimenangkan." Sjahrir

FIGHT FOR FUTURE..!!
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded