Profile cover photo
Profile photo
Kibar
733 followers -
We're not a company. We're a movement.
We're not a company. We're a movement.

733 followers
About
Kibar's posts

Post has attachment
Public
One of our mission is to connect Indonesian startups to the world.

Being as the main partner of Seedstars in Indonesia, we are looking for the 10 best startups to pitch and compete to be crowned as the most promising seed-stage startup of Seedstars Jakarta 2016.

The 1st winner will get one flight ticket to come to Switzerland and join the global final round!

Register now to attend or apply to pitch:
http://bit.ly/ssw_jakarta

‪#‎SeedstarsWorld‬
Photo

Post has attachment
Public
If you’ve been suffering from this hell for at least two years or in two different companies, then we want to talk to you. Those things don’t exist in our universe. We do awesome things that matter. We believe we can change the world, starting from Indonesia. That’s why some people say we are not a company, but we are a MOVEMENT.

Join us: kibar.co.id/startnew
Photo

Post has attachment
Public
"Working hard and being smart are not enough. We’re looking for people who have heart."

Post has attachment
Public
STARTUP LIFE SUCKS!
Really? Yes!

But, why do you still bother to try?

Read more: kibar.id/startuplifesucks
PhotoPhotoPhotoPhoto
Startup Life Sucks!
4 Photos - View album

Post has attachment
Public
Hello Tomorrow, sebuah organisasi nonprofit internasional yang mempromosikan science startup, menyelenggarakan Hello Tomorrow Challenge 2016 bagi para pemilik early-stage project dan startup di bidang science.

Tahun ini, Hello Tomorrow telah bermitra dengan tiga belas entitas swasta dan publik utama untuk menentukan ruang lingkup dari kompetisi internasional ini, termasuk mitra utamanya, BNP Paribas dengan L'Atelier BNP Paribas, dan The Boston Consulting Group, Bloomberg dan La French Tech sebagai rekan global.

Pemenang akan dipilih oleh para komite pengusaha internasional, para pemodal, ilmuan dan para pelaksana lainnya. Sebelum mengumumkan pemenang, Hello Tomorrow juga akan mengumumkan 100 startup peringkat dunia dari enam benua.
Terdapat empat kriteria penilaian bagi entrepreneurs yaitu inovasi, potensi dampak, kepemimpinan tim, dan rencana keberlanjutan dari startup. Selanjutnya, entrepreneurs yang terpilih akan dikirim ke Paris untuk mengikuti Hello Tomorrow Summit di bulan Oktober 2016 bersama 67 inovator dari seluruh dunia. Para enterpreneurs juga berkesempatan memperebutkan hadiah €15,000 (track prizes) sampai €100,000 (first prize).

Kibar, sebagai kurator, ingin mengajak seluruh entrepreneurs yang ingin menyelesaikan masalah di bidang industri dan sosial melalui teknologi yang sudah divalidasi secara ilmiah untuk ikut berpartisipasi dalam sebagai finalis Hello Tomorrow dari Indonesia. Kami sangat percaya bahwa keberadaan startup di Indonesia dapat memberikan manfaat dan dampak yang solutif untuk masalah global saat ini.

Adapun 10 isu global yang diperlombakan adalah: Data dan Konektivitas, Transportasi, Luar Angkasa, Lifestyle, Energi, Air dan Limbah, Kualitas Udara, Kesehatan, Pangan dan Pertanian, serta Industri 4.0.

Sampai saat ini, dana yang didapatkan oleh para semi-finalis startup Hello Tomorrow telah mencapai lebih dari €60.000.000. Tidak hanya itu, para startup telah menerima bimbingan lebih dari 150 pengusaha, investor, pelaku industri dan mitra serta akses ke pasar internasional.
Formulir registrasi dapat diakses melalui http://bit.ly/kibarHT dan pendaftaran ditunggu sampai tanggal 10 Juni 2016.

Info lebih lanjut kunjungi http://challenge.hello-tomorrow.org/
Photo

Post has attachment
Public
Berdasarkan fakta di lapangan, kreator tulen itu biasanya keras kepala. Kalau ga keras kepala, ya harus jadi keras kepala! Kenapa? Karena kreator itu harus fokus pada menciptakan sesuatu dari yang gak ada jadi ada, yang udah biasa jadi luar biasa. Gak nemu jalan, ya bikin jalan sendiri. Bayangkan kalau Thomas Alfa Edison berhenti di percobaannya yang ke-5, dia bakalan keduluan orang lain buat nemuin lampu!

Vidi adalah seorang yang keras kepala. Ditolak 6 label saat ia mencoba untuk memasarkan album pertamanya, gak bikin Vidi berhenti. Ia malah bikin label sendiri. Gimana engga, albumnya tersebut adalah proyek yang ia kerjakan sendirian selama 3 tahun di SMA. Yup, 3 tahun! Sementara anak SMA lainnya itu punya banyak waktu untuk berkumpul dengan teman-teman, ia fokus bikin demo album yang terdiri atas 11 lagu (salah satunya Nuansa Bening itu loh). Pacarnya Vidi waktu itu pun tak sanggup dianggurin selama itu, akhirnya Vidi diputusin.

Namun, ada yang harus kalian tahu. Keras kepala itu harus ada dasarnya. Pada kasus ini, Vidi emang tahu bahwa strength-nya dia itu di bermusik. Yup, dari umur 3 tahun dia udah les-les musik gitu, dan ya, jago! Karena itu dia mati-matian buktiin dia bisa. Kayak yang tadi dibilang, gak nemu jalan, ya bikin jalan sendiri. Ada yang menghalangi, lompatin!

Oh iya, anak Ziliun sempet bahas tentang sharing sessionnya Vidi juga loh, baca di sini: http://www.ziliun.com/modal-sukses-itu-beruntung-doang/
Photo

Post has attachment
Public
Ko Yansen Kamto selalu bilang pada kami kalau dua hal utama yang dibutuhkan founder startup adalah pembinaan dan akses pada market.

Teknologi adalah enabler, sebagai alat untuk mempercepat penyampaian solusi atas sebuah permasalahan nyata. Maka dari itu, para penyedia solusi harusnya saling bahu membahu untuk memberdayakan teknologi. Bahkan, mereka harus membukakan jalan untuk teknologi agar dapat saling bantu dalam membenahi. Begitu juga dengan para inovator di bidang teknologi (baca: tech-startup founder), kalian gak harus loh bikin semuanya dari nol kalau kalian punya kunci pentingnya: Kolaborasi!

Hari ini, Kibar turut membuka jalan bagi startup lokal untuk berguru langsung di Silicon Valley bersama GSVLabs. Tujuan utama dari “jalan tol” ini adalah sebagai jalur cepat buat founder startup Indonesia untuk dapat berdaulat di mata dunia, bukan untuk menjadi hamba. Agar meyakinkan dan membuktikan pada bangsa kita kalau Indonesia bukan market saja, melainkan player yang bisa membawa bangsanya sendiri menjadi berdaya!

Tapi, sebelum itu semua, pertanyaannya adalah: apakah startup lokal kita sudah merasa pantas jadi pemain global?

Post has attachment
Public
Cool performance from AUUG Motion Synth in ‪#‎KibarBelajar‬ session this afternoon!

A bit of AUUG's founder background story:
Prior to founding AUUG, Joshua Young’s neuroscience research led him to Berlin. Coming into contact with Berlin’s vibrant electronic music scene, he became frustrated by the lack of physical connection between these musicians and the sounds they were creating. This frustration inspired him to start tearing apart old music hardware to build interfaces that would give electronic musicians a more physical and expressive way of shaping their sounds, that would be more compelling for both them and their audience. While completing his neuroscience PhD and publishing his research, Josh continued this process and designed the form-factor of the Motion Synth, which was publicly launched via crowdfunding in Dec 2013.

For more inspiration, watch his TEDx talk "Making music from motion" at: https://www.youtube.com/watch?v=82itihYzX-M

Post has attachment
Public
Kita #TeamMamet!

Gak cuma sama anak Kibar, Kreavi.com, Ziliun, Kratoon Channel, telusuRI, Gaharu Activation, dan FemaleDev aja, kemarin tuh nonton bareng juga sama temen-temennya Kibar! Yup, #KibarNobar "Ada Apa Dengan Cinta 2" dengan misi utama untuk teriakin Mamet alias Dennis Adishwara II setiap kali dia muncul di layar!

P.S. Sayangnya, di film ini ada yang ga diceritain nih, yaitu pekerjaan Mamet. Mamet itu ternyata startup founder!

http://inet.detik.com/read/2016/04/29/064455/3199454/398/mamet-pensiun-sinetron-dan-bangun-startup
Photo

Post has attachment
Public
Kalau kreator biasanya menghasilkan karya, beliau ini adalah kreator yang menciptakan kreator! Sebelum dalam tahap itu, beliau mengawali karirnya dengan bikin band bernama Java Jive dan bermain sebagai bassist.

Di zamannya Kang Noey, milih berkarir jadi musisi tuh sulit, nge-band tuh masih jadi kegiatan yang dipandang sebelah mata. Gak ada keren-kerennya.

Namun, bermodalkan mimpinya yang besar, Kang Noey mendobrak semua stigma dan menjalankan apa yang beliau percaya, bahwa dunia musik ini adalah takdirnya!

Di masa kuliah, Kang Noey pernah nekat menjual motornya untuk beli gitar bass tanpa sepengetahuan orang tuanya. Begitu ditanya alasannya, Kang Noey menjawab dengan mantap, "tenang, Pak. Ini gitar bass nanti bisa berubah jadi mobil kok."

Beneran kejadian nggak, tuh? Kejadian! Selama beberapa tahun kemudian, Java Jive jadi band yang digandrungi semua kalangan. Namun, yang dilakukan Kang Noey selanjutnya alih-alih terlena, beliau malah tambah waspada. Beliau yakin kalau tren ini pasti ada surutnya. Yup, sama seperti bikin startup, semua produk yang diluncurkan pasti ada lifecyclenya, entah itu saat market jenuh atau muncul produk-produk lain yang menawarkan kelebihan yang serupa. Untuk mengatasi itu harus ada inovasi yang dilakukan.

Lalu, di awal tahun 2000-an silam, dimulailah perjalanan Kang Noey untuk mencapai mimpinya yang selanjutnya, yaitu menjadi produser. Beliau pun keliling dari kafe ke kafe, mencari talenta untuk dikibarkan. Hasilnya? Peterpan (sekarang Noah), Nidji, Letto, D'Masiv, dan Geisha adalah beberapa nama besar di dunia musik Indonesia yang berasal dari tangan dingin Kang Noey sebagai produser.

Semua hal besar itu berasal dari berani bermimpi. Tapi, modal mimpi aja bakalan jadi basi kalau gak berani untuk mulai mengeksekusi jadi aksi dan konsistensi. Itu yang membedakan pemimpi seperti Kang Noey dengan para pemimpi ulung yang modalnya cuma pitching mimpi sana sini dan berharap ada yang mau memberi hati.
Photo
Wait while more posts are being loaded