Profile cover photo
Profile photo
Nur Cholis
141 followers
141 followers
About
Nur's posts

Post has attachment

Post has shared content
JANGAN MEMBENTAK SUAMI YA ISTRI SHOLIHAH..., SAINGANMU BIDADARI SURGA

===========================

🌿Wajib dibaca setiap muslimah yg merindukan surga-Nya Allah Tabaraka Wata'ala🌟

Hukum membentak suami adalah tidak boleh dan ini merupakan sebuah dosa besar !!

Seorang suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati oleh istri.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan betapa tinggi kedudukan suami bagi istrinya:
“ Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya”
(HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya”
(HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri adalah yang TA'AT kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya”
(HR. An Nasa'i)

Jika suami berbuat keliru atau salah maka sudah semestinya bagi sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan nada lemah lembut, tidak membentak (bersuara keras), dan tidak pula menyinggung perasaannya.

Sikap kasar istri terhadap suami (dan sebaliknya) menandakan kurangnya ilmu dan keburukan akhlak.

Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“ Sebaik-baiknya istri bagi suami ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya ”
(H.R. Ahmad)

Sebagaimana anak bisa dianggap durhaka pada orang tua, maka istri juga bisa dikatakan durhaka pada suami ketika berani membentaknya. Wallahu A'lam.

Bidadari marah kepada istri yang memarahi suaminya
Jika seorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, maka para bidadari di surga akan marah kepada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻱ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺯَﻭْﺟَﺘُﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮْﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴْﻦِ : ﻻَ ﺗُﺆْﺫِﻳْﻪِ , ﻗَﺎﺗَﻠَﻚِ ﺍﻟﻠﻪُ , ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺩَﺧِﻴْﻞٌ ﻳُﻮْﺷِﻚُ ﺃَﻥْ ﻳُﻔَﺎﺭِﻗَﻚِ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, "Janganlah engkau menyakitinya.
Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu, hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami ” (HR. At-Tirmidzi)

Ini seharusnya menjadi pelajaran bagi para istri untuk tidak mendzalimi suaminya.
Saingannya berat, saingannya bukan lagi madumu atau yang lain, namun sainganmu adalah Bidadari yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala mensifatkannya didalam Al qur'an. Diantara sifatnya adalah :

ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻣَﻔَﺎﺯًﺍ ﺣَﺪَﺍﺋِﻖَ ﻭَﺃَﻋْﻨَﺎﺑًﺎ ﻭَﻛَﻮَﺍﻋِﺐَ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ
" Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya."
(QS an-Naba': 31-33)

ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ
" Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan ayat 54)

ﻣُﺘَّﻜِﺌِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﺮُﺭٍ ﻣَﺼْﻔُﻮﻓَﺔٍ ﻭَﺯَﻭَّﺟْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺑِﺤُﻮﺭٍ ﻋِﻴﻦٍ

"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur ayat 20)

ﺣُﻮﺭٌ ﻣَﻘْﺼُﻮﺭَﺍﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺨِﻴَﺎﻡِ
" (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah"
(QS. Ar-Rahman: 72)

ﻓِﻴﻬِﻦَّ ﺧَﻴْﺮَﺍﺕٌ ﺣِﺴَﺎﻥٌ
"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik"
(QS. Ar-Rahman: 70)

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺸَﺄْﻧَﺎﻫُﻦَّ ﺇِﻧْﺸَﺎﺀً ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻦَّ ﺃَﺑْﻜَﺎﺭًﺍ ﻋُﺮُﺑًﺎ ﺃَﺗْﺮَﺍﺑًﺎ

" Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.
[1] Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
Penuh cinta lagi sebaya umurnya. "
(QS. Al-Waqi'ah: 35-37)

Hadits Abdullah Ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :

ﺃَﻭَّﻝُ ﺯُﻣْﺮَﺓٍ ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻛَﺄَﻥَّ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢْ ﺿَﻮْﺀُ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ، ﻭَﺍﻟْﺰُّﻣْﺮَﺓُ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔُ ﻋَﻠَﻰ ﻟَﻮْﻥِ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﻛَﻮْﻛَﺐٍ ﺩُﺭﻱَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ، ﻟِﻜُﻞ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺯَﻭْﺟَﺘَﺎﻥِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤُﻮﺭِ ﺍﻟْﻌِﻴﻦِ، ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞ ﺯَﻭْﺟَﺔٍ ﺳَﺒْﻌُﻮﻥَ ﺣُﻠَّﺔً، ﻳُﺮَﻯٰ ﻣُﺦُّ ﺳُﻮﻗِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﻟُﺤُﻮﻣِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺣُﻠَﻠِﻬِﻤَﺎ، ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺮَﻯٰ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏُ ﺍﻷَﺣْﻤَﺮُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰُّﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟْﺒَﻴْﻀَﺎﺀِ
“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah dapat dilihat di gelas putih.”
(HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Nah Para Istri Sholehah, jangan mendzalimi apalagi membentak suami kalian lagi, sainganmu bidadari looh!

💢💢Solusi jika memang ingin marah pada suami💢💢

Jika kemarahan melanda dan sudah tak tertahankan, tentunya tidak disarankan untuk mengekspresikan dengan cara meledak-ledak di depan pasangan. Apalagi dengan cara membentak.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan jika sedang ingin marah pada suami:

✔Hal yang pertama dilakukan adalah ucapkan ISTIGHFAR. Mohon ampunlah pada Allah.Istighfar akan meringankan hati kita.Selanjutnya, klarifikasi secara detail duduk permasalahan.

✔Jangan mengikuti nafsu karena emosi akan semakin meluap-luap. Tapi sebisa mungkin, tahanlah dulu emosi karena bicara dalam keadaan emosi hanya akan memperburuk keadaan

✔Jika dirasa sudah bisa mengendalikan diri, ambillah air wudhu kemudian kerjakan shalat dan berdoalah.
Adukan semua persoalan pada Allah. Semua kekesalan, kecewa, adukan saja dan tak lupa, mintalah petunjuk pada-Nya untuk diberikan jalan keluar.

✔Jika diri sudah tenang, mulailah berbicara dengan suami.
Ingat, yang akan dibicarakan adalah dalam rangka mencari jalan keluar, bukan untuk menambahkan kericuhan. Tak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasihat pada pasangan atas kesalahan yang dilakukan.

Semoga beberapa hal tersebut bisa semakin mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga

Aamiin...

Photo

Post has shared content
Kerusuhan Tahun 98, Tidak Ada Perusuh Yang Pakai Peci dan Sorban

Islamedia - Salah seorang warga DKI Jakarta bernama Rizki Ridyasmara yang merupakan saksi mata peristiwa tragedi 98 menceritakan bahwa pada saat pecah kerusuhan tidak ada terlihat perusuh yang mengenakan atribut keislaman seperti peci dan sorban.

Berikut ini kesaksian lengkap dari Rizki Ridyasmara

Kesaksian 13 Mei 1998, Tidak Ada Perusuh Yang Pakai Peci dan Sorban

Video kampanye Timses Ahok-Djarot yang melukiskan kerusuhan Jakarta, 13 Mei 1998, benar-benar ahistoris dan penuh kebohongan. Saya tidak tahu, apakah para pembuatnya memang benar-benar berada di lapangan seantero Jakarta ketika tragedi itu terjadi atau tidak. Apakah Ahok ketika itu sudah ada di Jakarta? Apakah Djarot waktu Jakarta rusuh itu juga sedang ada di Ibukota? Saya ragu. Di hari itu, alhamdulillah, saya bersama isteri, merupakan salah satu saksi hidup awal hingga akhir terbakarnya banyak titik di Jakarta.

Tulisan ini saya buat agar mereka yang tidak tahu dan tidak berada di Jakarta di hari itu menjadi paham jika video orang-orang berpeci dan bersorban membuat rusuh Jakarta itu BOHONG BESAR.

Mei 1998, usia saya ketika itu 27 tahun. Profesi wartawan. Sudah menikah namun belum dikarunia anak. Beberapa bulan lalu, Majalah ISHLAH baru saja tutup. Kami terpaksa kembali tingal di rumah mertua di Utan Kayu, di belakang Kompleks Kehakiman, bertetanggaan dengan Pramoedya Ananta Toer dan Erry Riana Hardjapamekas, wakil ketua KPK periode 2003-2007.

12 Mei 1989 sore, saya mendengar jika empat mahasiswa Trisakti menjadi martir ditembak aparat ketika tengah menggelar aksi demo di dalam lingkungan kampus. Insting saya langsung mengatakan jika eskalasi politik nasional akan meningkat drastis. Berbagai momentum sudah bertemu dan tinggal menunggu pecah. Dari berbagai kontak lewat telepon umum dan juga pager, ketika itu telepon genggam masih menjadi barang mewah dan sinyalnya pun lebih sering mati sehingga GSM diplesetkan menjadi “Geser Sedikit Mati”, saya mendapat kabar jika para mahasiswa se-Jabodetabek akan menggalang aksi solidaritas di Kampus Trisakti Grogol esok harinya. Malam hari udara Jakarta pengap dan gerah. Saya dan isteri malam itu berencana akan ke Kampus UI Salemba untuk menghadiri apel akbar mahasiswa yang akan diisi Mimbar Bebas. Lokasi Kampus UI Salemba tidak sampai dua kilometer dari rumah mertua dimana kami tinggal.

13 Mei 1998 pagi, sekitar pukul 07.30 wib, saya dan isteri naik bus dari depan Gedung BPKP di Jalan Pramuka Raya menuju Kramat Raya. Saya yang pagi-pagi itu sudah berdiri di dalam bus melihat orang-orang sudah berkumpul di mulut-mulut gang, juga di Jalan Pembina, Penggalang, dan Penegak. Di daerah ini pada tahun 1994 saya aktif sebagai anggota Yayasan PIJAR (Pusat Informasi Jaringan Anti Rezim) dimana saya berkenalan dengan aktivis-aktivis anti rezim Suharto seperti Nuku Sulaiman, Hakim Hatta, Tri Agus Susanto (TASS), dan lainnya. PIJAR ‘tiarap’ setelah markasnya di Jalan Penggalang digerebek aparat Suharto gegara peristiwa stiker SDSB (Suharto Dalang Segala Bencana). Itu yang saya ketahui. Sebagai aktivis, melihat suasana kebatinan Jakarta pagi ini, saya yakin akan ada peristiwa besar di ibukota hari ini paska empat mahasiswa Trisakti menjadi martir. Semua teori Gerakan Massa dan Revolusi mengatakan itu. Dari Eric Hoffer hingga Materialisme-Historisnya Marxis.

Tak sampai setengah jam, kami sudah berada di dalam lingkungan kampus UI Salemba. Acara mimbar bebas sudah dimulai dengan dihadiri anak-anak berjaket kuning. Kami berada di dalam lingkungan kampus di areal parkir depan Masjid Arif Rahman Hakim, dua meter dari pagar besi di mana Jalan Kramat Raya berada.

Hari semakin beranjak siang. Entah datangnya dari mana, jalan Kramat Raya sudah penuh dengan massa miskin kota. Mereka berteriak-teriak memprovokasi mahasiswa agar bergabung dengan mereka, ikut turun ke jalan. Namun para pemimpin mahasiswa menyerukan anak-anak agar tetap di dalam lingkungan kampus.

“Jangan terprovokasi! Jangan terprovokasi! Kita tetap di dalam kampus!” teriak mereka dengan lewat TOA. Di atas mimbar juga disiarkan pengumuman yang sama jika aksi mahasiswa hari ini adalah mimbar bebas dan tidak turun ke jalan.

Dari balik pagar saya memperhatikan massa liar yang sudah memenuhi jalan Kramat. Tiba-tiba asap membubung tinggi di depan RS. St Carolus. Massa liar membakar sebuah mobil boks polisi yang memang setiap hari berada di sana. Fahri Hamzah, yang berdiri tak sampai dua meter dari kami, sibuk berkoordinasi dengan sejumlah titik simpul aksi mahasiswa. Tiba-tiba dia mendesis, “Ada pembakaran di depan Trisakti!” Kami kaget. Beberapa waktu kemudian kami mendapat konfirmasi jika sebuah truk dibakar massa di bawah jembatan layang Grogol depan Trisakti.

Tak lama kemudian, Fahri kembali mengatakan jika situasi Jakarta makin panas. “Pasar Minggu dibakar, Pasar Senen juga…”

Tak lama kemudian saya juga mengetahui jika Glodok, Jakarta Kota, Mall Klender, dan sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya dibakar massa. Penjarahan mulai terjadi. Usah sholat Dhuhur, isteri mengajak saya balik ke rumah di Utan Kayu. Mungkin dia takut karena situasi kian panas menuju chaos. Saya pun keluar dari gerbang depan Masjid ARH, menyeberang Jalan Kramat Raya dan berjalan kaki menuju perempatan Matraman. Jalan sudah lengang, tak ada kendaraan bermotor yang lewat, kecuali satu-dua mobil TNI dan motor warga. Polisi tak tampak batang hidungnya.

Sambil berjalan kami melihat massa miskin kota yang sibuk merusak pot-pot kembang di pinggir jalan, menendang dan mencabut tiang-tiang rambu jalan, melempar apa saja memecahkan kaca gedung-gedung yang ada di pinggiran jalan, dan aksi-aksi vandalisme lainnya. Para pelaku tak ada yang berkopiah dan bersorban. Muka-muka para pelaku kusam dan sangar, awut-awutan, jauh dari wajah yang biasa terkena wudhu. Kami terus berjalan, bersama beberapa karyawan perkantoran, menyusuri trotoar, dengan penuh ketegangan.

Mendekati perempatan Matraman, ketegangan memuncak ketika kami melihat puluhan polisi berkumpul membentuk lingkaran menghadap keluar dengan senjata laras panjang dan pendek terkokang ke arah massa. Mereka tepat di tengah perempatan di bawah jalan layang dan panik. Pos Polisi di perempatan Matraman ternyata telah hancur habis diserbu massa. Beberapa warga sekitar mengatakan jika penjara pun telah dibobol dan para tahanan telah kabur. Tiba-tiba terdengar letusan senjata api beberapa kali. Kami semua berlarian menyelamatkan diri. Saya dan isteri segera masuk ke lorong-lorong pasar kecil di perempatan Matraman yang biasa dijadikan tempat mengetik skripsi para mahasiswa dan pencetakan ijazah maupun KTP aspal. Semua toko tutup. Saya dan isteri terus menyusuri lorong-lorong gelap itu.

Keadaan di jalanan masih kacau. Teriakan-teriakan bersahut-sahutan. Massa liar yang bercampur dengan warga sekitar terus memprovokasi polisi dengan teriakan-teriakan mengejak dan menghina. Mereka agaknya sangat muak kepada institusi yang satu ini. Kami terus mencari jalan di antara toko-toko yang tutup. Namun lorong ternyata buntu. Kami akhirnya kembali ke jalan dan terus berlari sambil terus merapatkan badan ke sisi yang paling kiri, karena letusan-letusan tembakan masih terdengar secara sporadis. Dua warga di seberang Pasar Pramuka terkena tembakan dan meninggal dunia.

Dengan penuh perjuangan, setelah tiarap dan bangkit berkali-kali di trotoar menghindari tembakan-tembakan yang terdengar, akhirnya kami sampai di depan gedung BPKP. Ketika menyeberang jalan, tiba-tiba dari arah ASMI datang beberapa panser TNI yang dengan suara gemuruh dan kecepatan tinggi menerabas jalan yang dipenuhi tanah dan pot-pot kembang yang sudah pecah. Kami masuk ke sebuah gang sempit dan melihat semua yang terjadi di jalan raya.

Beruntunglah rumah sudah dekat. Setelah isteri sudah di rumah, saya kembali ke jalan. Kali ini ke By-Pass. Di sana juga ramai. Warga bilang jika Mall Klender dibakar dan banyak orang tewas terjebak api. Dengan menumpang ojek motor, saya mendekati lokasi dan melihat kerumunan orang di mana-mana. Saya berkeliling dan menghimpun informasi dari banyak kontak yang ada. Malam hari saya baru kembali ke rumah.

Esoknya, dan hari-hari kemudian, saya mendapatkan banyak informasi. Tentang penjarahan yang dilakukan massa liar dan massa miskin kota. Massa miskin kota ini berafiliasi dengan salah satu parpol yang kita semua tahu. Tidak ada massa perusuh yang mengenakan peci, tidak ada massa perusuh yang mengenakan sorban, tidak ada spanduk “Ganyang Cina”.

Bahkan ketika itu juga dihembuskan isu perkosaan massal yang dimuat di media-media mainstream yang ternyata juga dusta. Ini untuk mendiskreditkan umat Islam Jakarta. Sampai hari ini tidak ada bukti jika dalam kerusuhan Jakarta terjadi kasus perkosaan massal yang menimpa warga keturunan. Kalau pun ada kasus perkosaan maka itu cuma satu dua. Jakarta tidak usah rusuh pun perkosaan tetap terjadi, sebagaimana tindak kriminal lain seperti penodongan, pencopetan, penjambretan, dan lainnya.

Jakarta, 13 Mei dan setelahnya adalah Jakarta yang panas. Sekarang, saya hanya bisa berdoa dan berharap agar Pilkada putaran kedua, 19 April 2017, berjalan dengan jujur dan adil. Situasi sudah sedemikian panas sekarang ini. Jika curang, maka apa yag tidak kita inginkan bersama bukan tidak mungkin terulang kembali. Roda sejarah memiliki logika dan daya geraknya sendiri. Jika cerdas, penguasa akan mampu memahami itu. Itu jika cerdas. Jika tidak, Wassalam….



Salam Damai,

Alumni 13 Mei 1998

Rizki Ridyasmara


dipublikasikan pertama kali di : eramuslim.com

Photo

Post has attachment

Post has attachment

Post has shared content
subhanallah
SAYA TIDAK MAU BERPISAH DENGAN HARTA SAYA
(HARTAKU AKAN SAYA BAWA MATI)

Alkisah, Haji Usman Pemilik salah satu usaha batik dan olahan tekstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya.
Ringan baginya membuka kotak tabungannya, gampang baginya merogoh kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yg menganggap dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka, “bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman. Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan... Hingga seperti haji Usman, bersedekah terasa ringan”.

"Wah", sahut Haji Usman tertawa,
"Antum salah alamat!”

“Lho?”...

"Lha iya. Kalian datang pada orang yg salah
Lha saya ini SANGAT SAYANG DAN MENCINTAI HARTA SAYA.
Saya ini sangat mencintai ASET yg saya miliki "

“Lho?”..

“Kok lho, sebab saking cinta dan sayangnya, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.HARTA SAYA AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA.
Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.
Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu
TITIP pada Masjid,
TITIP pada anak yatim,
TITIP pada fakir miskin,
TITIP pada pejuang fii sabilillah.
TITIP pada yayasan/ baitul maal.
TITIP pada guru2 Agama & karyawan yg rajin Ibadah
TITIP pada saudara dan karyawan yg dirawat sakit.
Alhamdulillah masih ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Pokoknya DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI TITIPAN TITIPAN SAYA
Saya sdh bekerja keras puluhan tahun maka ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat di alam kubur dan di akhirat nanti".

Maka siapa bilang harta tdk dibawa mati....?
Harta itu dibawa mati....!!! Caranya ? ... JANGAN BAWA SENDIRI... Minta tolong dibawakan oleh Fakir miskin, anak yatim, orang-orang yg berjuang di jalanNYA, yayasan/baitul maal....dll... .dll

Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain putih tok

Jadiii harta akan di bawa mati...dgn cara kita mngamalknnya😊😊😊
Photo

Post has shared content

Inilah Pidato KH Hasyim Muzadi yang Heboh dan Bikin Bangga Umat Islam Indonesia

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Nyawa Kiyai Hasyim Muzadi telah diangkat oleh Allah Ta'ala pada Kamis (16/3/17) pagi, sekitar pukul 06.15 WIB. Namun, banyak kesan mengharukan sekaligus membanggakan dari sang Kiyai.


Seperti pidato Kiyai Hasyim yang beredar sangat luas, heboh, dan membuat bangga umat Islam Indonesia berikut ini. Meski disampaikan pada tahun 2012, pidato ini tetap aplikatif hingga hari ini, dan esok, insya Allah.


"Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan intoleransi agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara Muslim mana pun yang setoleran Indonesia. 


Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah Ahmadiyah, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam. 


Kalau yang jadi ukuran adalah GKI Yasmin Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai. 

Kalau ukurannya pendirian gereja, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi. 


Kalau ukurannya Lady Gaga & Irshad Manji, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenap TNI/Polri/Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?


Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawiman Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?! 


Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum Muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekadar westernisme".

[Om Pir/Tarbawia/tb]

Semoga beliau khusnul khatimah, Dan jadi ahli syurgaNya, Allahumma aamiin ...




Photo

Post has attachment

Post has attachment

Post has shared content
KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Saudaraku...
Saya yakin di antara kita sdh mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dgn kacamata yg lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu subuh)”.

Kemudian dalam Al Falaq, Allah mengingatkan:
‎قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yg menguasai waktu subuh”.

Ada apa di balik waktu Subuh?

Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh?

Mengapa harus berlindung kpd yg menguasai waktu Subuh?

Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!

Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.

Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.

Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin…

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang kita: uang dan semua perhiasan emas digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yg berisi data" penting kita juga diambilnya.
Bagaimana rasa pedih hati kita menerima kenyataan ini?

Ketahuilah,
bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu.

Karena jika kita tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan laptop

Sebab Kita kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat sabda Rasulullah Saw: “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”
(HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia.

Karena bagi orang2 yg tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang2 miskin sejati yg hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yg shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yg dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Luar biasa.

Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yg tergilas waktu Subuh, orang" yg mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin.

Mengapa demikian? Tahukah Anda bahwa Nabi SAW menyetarakan dgn orang Munafik bagi yg tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

“Sesungguhnya tiada yg dirasa berat oleh seorang Munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yg tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid utk shalat berjamaah adalah orang yg dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dgn orang Munafik.

Padahal, ancaman bagi orang Munafik adalah neraka Jahannam.
“Sesungguhnya Allah SWT akan mengumpulkan orang" Munafik dan orang" Kafir di dalam Jahannam” (An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yg disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yg lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yg lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yg lebih berbaha ya dari kobaran api, maka: “Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yg menguasai waktu subuh.” (Al Falaq:1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah qabliyah Shubuh (shalat fajar) dan shalat Shubuh berjamaah di masjid - bagi pria, di rumah - bagi wanita.

Barakallah fiikum.`
Wait while more posts are being loaded