Profile cover photo
Profile photo
Uki Ronodirjo
110 followers -
Saya senang melakukan perjalanan, karena di dlmnya banyak pelajaran. Saya ingin melakukan perjalanan dg orang yg sangat berarti utk saya!
Saya senang melakukan perjalanan, karena di dlmnya banyak pelajaran. Saya ingin melakukan perjalanan dg orang yg sangat berarti utk saya!

110 followers
About
Posts

Suatu Kejadian untuk pelajaran!

Seorang tamu warga negara Philipina yang menginap di The Munajat Backpacker lantai dua tiba-tiba turun ke lantai satu menanyakan apakah kami melihat travelmatenya, karena kamarnya terkunci seperti ditinggal pergi.
Kami pun tidak melihat kawannya ketika keluar pintu depan penginapan. Lalu dia meminjam kunci cadangan untuk memasuki kamarnya. Dia naik dan masuk ke kamar tetapi tak lama kemudian turun lagi dalam keadaan bingung, dengan tergopoh-gopoh dia bilang sling bagnya berisi passport, uang, dan kartu atmnya sudah tidak ada di tempat. Hilang.

Sudah jelas travelmatenya (kebetulan orang Indonesia ktp Banjarmasin Kalimantan Selatan)
yang telah sengaja membawa sling bag nya saat dia sedang mandi.

Dengan catatan data yang direkam saat check in saya mengajak korban utk melapor ke tourist information center di Malioboro, biasanya di sana ada polisi wisata yang jaga. Namun ternyata kami disuruh melapor ke Polres.

Di Polres :
Pertama yang kami lajukan adalah lapor kehilangan, karena kepikiran mengurus passport yang hilang namun ternyata Polisi tidak bisa membuatkan surat kehilangan kalau belum dapat info dari imigrasi yang menyatakan bahwa korban adalah benar-benar orang asing. Rada aneh dengan alasan itu karena sudah jelas, korban adalah orang asing dan tidak bisa bicara dalam bahasa Indonesia. Namun kemudian saya dijelaskan alasan mengapa mereka tidak mau membuatkan surat kehilangan. Ternyata karena sudah berulang kali kejadian ada turis asing menyalah gunakan surat kehilangan untuk mengklaim : Asuransi.
Baiklah, lalu kami beranjak pergi dari Polres menuju ke kantor imigrasi di dekat Bandara Adi Sucipto naik sepeda motor dengan keadaan jalanan arah ke bandara sedang macet2nya dan cuaca sangat panas.

Di Imigrasi:
Sesampainya di Imigrasi kami menuju ruang WASDAKIM.
Setelah menceritakan semua lalu stafnya bilang bahwa seharusnya polisi bisa langsung saja membuatkan surat kehilangan tidak perlu ada surat dari imigrasi.
Lalu kami punya ide utk menelepon kedutaan Philipina , kami ingin tahu apa yang harus dilakukan. Untungkah kebaikan staf imigrasi meminjami telepon genggam untuk menelpon kedutaan di Jakarta.

Setelah korban casciscus bicara di telepon dengan bahasa tagaloknya, akhirnya kami mendapat persyaratan dr kedutaan Philipina untuk tetap membuat laporan kehilangan dalam bahasa Inggeris, pas photo, dan copy tiket dikirim by email.

Kami kembali ke Polres lagi, dengan sedikit memaksa saya minta dibikinkan surat kehilangan dalam bahasa Inggeris itu dan syukurlah akhirnya dibuatkan.

Kami Lalu mengirim email ke kedutaan Philipina saat itu juga.

Ini baru bikin surat kehilangan. Belum bikin surat laporan tindak kriminalnya.
Dan menurut informasi dari polisi polres, karena ini menyangkut orang asing, maka laporan kriminal harus dilakukan di Polda, bukan Polrest lagi.

Kami memutuskan ke Polda hari berikutnya karena hari ini kami merasa capek sekali dan korban sudah mulai kelihatan stress.

Pagi harinya kami ke Polda. Anehnya polisi di sana malah bingung. Kata salah seorang polisi untuk melaporkan kasus pencurian cukup di Polres sebetulnya bisa meskipun orang asing korbannya. Saya pun tambah bingung....
Bapak Polisi itu malah menjelaskan Polda lebih mengurusi masalah-masalah skala besar.

Kami pun akhirnya tidak jadi membuat laporan di Polda karena mengingat waktu yang mendesak.
Korban harus berangkat ke Jakarta sore ini juga dan besok paginya harus menghadap kedutaan Philipina, sore harinya adalah jadwal terbangnya kembali ke Philipina.

Kami makan siang lalu kembali ke backpacker. Istirahat sebentar lalu mandi dan siap-siap ke pool travel yang akan membawa dia ke Jakarta. Saya menyarankan dia memakai travel karena tentu saja naik travel tidak perlu menunjukan id, dia tidak memegang id sama sekali, hanya foto kopi passport dan surat kehilangan. Travel juga mengantar penumpangnya sampai ke titik tujuan dalam hal ini keduataan besar Philipina di Jakarta.
Pukul. 18.00 travel berangkat ke Jakarta.

Pada hari berikutnya saya sudah mendapat kabar dari dia kalau sesampai di kedutaan masalah sudah bisa diatasi dan dia sudah berada di imigrasi Bandara Soeta untuk kembali ke Negaranya.
Saya merasa lega dia sudah bisa balik ke negaranya.

Terimakasih kepada :
kawan-kawan yang telah memberi support baik materi dan saran-saran saat kejadian ini.


Pelajaran:
* Tetap harus hati-hati memilih travelmate!

* Selalu pegang passport dan barang berharga seperti uang ke manapun kita pergi termasuk ke kamar mandi.

* Rasanya seperti percuma, ketika traveler manca melaporkan kasus kriminal dan pas hari yang sama dia harus keluar (untuk pulang ke negaranya) Indonesia. Karena penyidikan akan membutuhkan tenggang waktu! Bisa cepat, bisa lama. Karena traveler manca itu harus tinggal sementara diperlukan dalam penyidikan.


Terus gimana solusinya? Sementara penjahat masih gentayangan?
Add a comment...

Post has attachment
Photo
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Daripada berpanas hati dan nyinyir politik di media sosial, mari kita
"Amemangun Karyenak Tyasing Sasama"
"berbuat untuk menyenangkan hati sesama manusia".
ingat, kita punya "Bhinneka Tunggal Jazznya!".  :)
'Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama'.
'Hamemangun Karyenak Jazzing Sasama'.
backpackerforcultureshock.blogspot.co.id
Add a comment...

Post has attachment
Goa Langse
Suatu tantangan bagi para pejalan "WISPRIT" (baca : wisata spiritual). Goa yang letaknya berdekatan dengan Pantai Parangtritis ini, sebenarnya sudah masuk ke dalam kawasan kabupaten Gunung Kidul. Goa langse ini berada di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul. Untuk menuju tempat ini, Anda bisa membawa kendaraan pribadi. Dari kota Yogyakarta menuju pantai wisata Parangtritis. Dari Pantai Parangtritis, arahkan kendaraan Anda ke arah timur ke atas bukit kurang lebih 3 kilometer. Namun, kendaraan Anda hanya bisa membawa Anda sampai di sebuah rumah sekaligus tempat parkir di pinggir tebing.

Setelah itu, Anda harus berjalan kaki sekitar 750 meter melalui jalan setapak. Sesampainya di bibir tebing, anda akan menemukan sebuah rumah kecil dari papan, yang huni oleh seorang juru kunci. Di situ anda akan disuguhi aroma wangi dupa. Dengan melewati jalan sempit yang terbentuk alami oleh dua buah batu besar, dan itu adalah sebuah pintu gerbang menuju goa. Perjalanan menuju ke Goa Langse akan menjadi tantangan tersendiri. Bagi Anda yang takut ketinggian, sepertinya tempat ini akan menjadi tantangan yang berat. Pasalnya, untuk mencapai goa ini, Anda harus menuruni tebing yang nyaris tegak lurus. Akses jalan ini merupakan campuran antara tangga yang memang sudah dibangun dengan pegangan kayu, dan akar pohon. Anda bisa mendengar dan merasakan deburan ombak di samping bawah anda. Perlu keberanian yang besar untk bisa sampai ke Goa Langse ini. Setelah menuruni beberapa tangga yang hampir vertikal ini anda akan sampai di tebing paling dekat dengan lautan. Suguhan pemandangan sangat indah terutama saat matahari terbenam. Anda bisa menaiki beberapa batu karas besar ntuk memandan lautan luas. Selain Goa Langse yang tepat berada di tebing, ada beberapa bangunan petilasan untuk kehiatan meditasi. Sebuah bangunan untuk istirahat dengan fasilitas toilet juga sudah tersedia di sana.

Donasi dan Fasilitas di Goa Langse
Di area parkir tadi, Anda harus mengisi buku tamu dan memberikan donasi untuk perawatan tempat wisata ini. Untuk menginap atau bermalam di area gua anda dimohon meninggalkan kartu identitas. Dan anda diijinkan tidak lebih dari 7 hari. Donasi yang disumbagnkan kurang lebih sebesar Rp 10.000,00 per orang. Goa ini memiliki seorang juru kunci yang juga menyediakan warung makanan dan minuman ringan untuk pengunjung. Selain itu, terdapat pula sebuah bangunan dimana wisatawan bisa menikmati Pantai Parangtritis dan lautan lepas dari ketinggian. Sungguh pemandangan yang akan melepas segala lelah Anda selama menaiki bukit ini. Namun, perlu diketahui bahwa untuk mencapai goa yang sering dijadikan tempat bertapa ini, Anda harus ekstra hati-hati karena akses menaiki dan menuruni goa ini tak bisa dibilang mudah. Nah, bagi Anda yang menyukai tantangan, perjalanan ke Goa Langse ini bisa menjadi pengalaman yang sayang jika dilewatkan.
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
goa langse
5 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Uki Ronodirjo commented on a post on Blogger.
Inspiratif! Makasih!
Situs Petirtaan Sendang SeKlotok
Situs Petirtaan Sendang SeKlotok
sasadaramk.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
The assimilation of culture and religion in Javaland.
"NYADRAN" start to faded in Communities
"NYADRAN" start to faded in Communities
backpackerforcultureshock.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
The culture!
KUBRO SISWO DANCE PERFORMANCE
KUBRO SISWO DANCE PERFORMANCE
backpackerforcultureshock.blogspot.com
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded