Profile cover photo
Profile photo
Abdul Hapid
46 followers
46 followers
About
Posts

🌺🌺🌺🌺🌺

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Ya Alloh ya Roob........
Yaa Allah...
Yaa Rahman...
Yaa Rahim...

Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami...
Berikanlah kemudahan kelancaran dan keberkahan untuk menjalaninya...

Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka...
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran...

Bila mulut kami masih diizinkan berucap...
Tuntunlah agar senantiasa berdzikir dan mengucapkan perkataan yang baik...

Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah...
Hantarkanlah ke tempat-2 mulia yang menjadi ibadah bagi kami...

Bila tangan kami masih dapat digerakkan...
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan bagi orang lain...

Bila Matahari masih diperkenankan menyentuh raga ini...
Sempurnakanlah cahaya-nya di pagi hari untuk menyehatkan tubuh kami untuk menjadi bekal ibadah kami...

Bila udara masih menjadi bagian dari nafas kami...
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya dan ingatkan kami tuk sll bersyukur kepadaMu...

Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian haq kami...
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak bagi kami, yang halalan thoyiban dan berkah dari segala arah...
Agar kami dapat memberi manfaat

Yaa Allah...
Yaa Rabb...

Bila keluarga dan saudara-2ku disini masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami...
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni yang penuh keindahan, penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu dan saling mencintai karnaMu...

Angkat dan hilangkanlah segala penyakit kami,keluarga dan saudara-2ku ini...
Gantikanlah dgn kesehatan yang sempurna,bekal kami untuk ibadah dan melakukan banyak kebaikan....

Serta berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barokah...

Yaa Allah...

Dengan segala yang telah Kau perlihatkan pada kami untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami...

Karuniakanlah kepada kami, sejak hari ini sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami...
Dengan Limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu...

Dan di akhir hayat kami, kami mohon karunia-Mu untuk menjadi ahli husnul khatimah...

آمِــــــــــــــــــينْ يَــارَبَّ الْعَالَمِ

🌸🍃🌹🍃🌷🍃🌺
Add a comment...

SUAMIMU ADALAH PINTU SURGAMU

Wahai Para Istreri.. Jadikanlah suamimu yang
paling paling utama setelah Tuhanmu. Jadikanlah
suamimu yang paling paling engkau taati
dibandingkan Ayah Ibumu.

Wahai Para Istreri.. Jadikan ridha suamimu yang
paling engkau harapkan dibandingkan Ayah
Ibumu. Ketauhilah bahwa suamimu adalah
jaminan surga bagimu.

Wahai Para Istreri.. Ingatlah jika ada sikap,
ucapan serta perbuatanmu yang membuat
suamimu marah. Maka segeralah memohon maaf
kepadanya. Agar Allah tak ikut murka karena
ulahmu.

Wahai Para Istreri.. Pancarkan aura kasih sayang
penuh kelembutan dari wajahmu. Lontarkan
kata-kata penyejuk jiwa penuh doa untuk
suamimu. Berikan sentuhan-sentuhan mesra dari
tangan halusmu. Tunjukkan bahwa dirimu adalah
mahkota bagi suamimu. Agar dari rahimmu
lahirkan buah hati yang akan taat beragama.

Wahai Para Istreri.. Sungguh suamimu adalah
tempat dirimu melahirkan sakinah (ketenangan).
Suamimu adalah laksana benteng pelindung
bagimu dan anak-anakmu. Suamimu adalah
sumber kebahagiaan dalam keluargamu.
Suamimu adalah sumber kemuliaan dan yang
akan mengangkat derajatmu di hadapan-Nya.

Dan ridha suamimu adalah penentu apakah Allah
akan meridhaimu untuk bertahta di singgasana
Surga-Nya.

Ya ALLAH... Muliakanlah orang yang membaca
status ini Entengkanlah kakinya untuk melangkah
ke masjid Lapangkanlah hatinya Bahagiakanlah
keluarganya Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya Kabulkan cita-
citanya Jauhkan dari segala Musibah Jauhkan dari
segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata
Kasar dan Mungkar. 

Dan dekatkanlah jodohnya
untuk orang yang membaca dan membagikan
status ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin
Add a comment...

*☆ Hanya Seuntai Do'a *☆

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram.

Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk darimu yang menentramkan.

Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.

Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahayamu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalanmu yang lurus.
Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalanmu merapat ke hidayahmu.

Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran.
Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentaramu .
Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepadamu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya darimu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong

Aamiin..
Add a comment...

TALATAH TI ALAM KUBUR
(Panggeuing keur hate anu tibra sare)

Anaking, anak Ema...
Kiwari Ema geus nepi ka lembur anu sabenerna...
Lembur anu beda jeung lembur urang baheula....

Anaking, anak incu....
Mun isuk pageto hidep hayang papanggih jeung Ema, tuluy hidep baralik ka lembur jiga baheula, omat tong angkaribung barang bawa, sabab Ema, geus lain jeung Ema anu baheula !

Anaking, kamelang Ema...
Mun hidep nyaah ka Ema, teu kudu bingung mulang tarima, tapi cukup bejaan Ema :

Yen hidep geus jadi jalma soleh, geus jadi hamba Allah, ahli ibadah, bari salawasna ngadu'a sangkan aya dina ridlo Anjeun-Na.

Anaking mun hidep nyaah ka Ema, cukup bejaan Ema :

Yen hidep nyaah ka Ema, akur jeung dulur, runtut raut sauyunan, silih hargaan, silih elingan, silih tulungan, silih gogonjakan jiga baheula !

Anaking, pang bejakeun ka anak incu hidep

Yen Ema nyaah ka hidep !
Nyaah ku lucu na...
Nyaah ku bela na...
Nyaah ku sumanget na !

Bejakeun ka kaluarga hidep, Ema geus nepi ka nu dituju...

Ema rek satia nungguan didieu...
Dihareupeun panto surga !

Anaking, anak incu wayahna, baca ieu surat saeutik deui !

Ema hayang mere beja, nyambung beja nu baheula.

Mun didieu di alam baka :
Geuning lain tahta, lain harta, lain jabatan, tapi wungkul amal soleh di dunya nu dibungkus ku iman jeung ketaqwaan !

Ayeuna Ema geus karasa, geus karasa !

Karasa ku endah na solat jeung puasa....
Karasa endah na zakat...
Karasa endah na mikanyaah fakir miskin
Karasa endah na akur jeung dulur beri heman ka tatangga !

Anaking, anak incu...
Mun hirup hidep kadungsang dungsang, mun hidep loba maksiat batan tobat, loba takabur batan tafakur, loba sasar batan istighfar, loba salah batan ibadah.
Omat Ema tong dibejaan, sabab teu sanggup ngadengekeunnana...

Hampura....
Hampura du'akeun Ema jeung Bapa hidep !..

#BAARAKALLAH#
Add a comment...

Tersenyumlah saat kau mengingatku
Karena saat itu aku sangat merindukanmu
Dan menangislah saat kau merindukanku
Karena saat itu aku tak berada disampingmu
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu
Karena saat itu aku akan terasa ada di dekatmu
Karena aku telah berada di hatimu
Untuk selamanya

Tak ada yang tersisa lagi untukku
Selain kenangan-kenangan yang indah bersamamu
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta
Mata indah yang dahulu adalah milikku
Kini semuanya terasa jauh meninggalkanku

Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
Tapi cinta dan rinduku adalah milikmu
Cintamu tak akan pernah membebaskanku
Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain?
Saat sayap-sayapku telah patah karenamu

Cintamu akan tetap tinggal bersamaku
Hingga akhir hayatku
Dan setelah kematian
Hingga tangan Tuhan akan menyatukan kita lagi

Betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
Yang tengah menghidupkan sinar redupku
Namun tak dapat menyinari
dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya

aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu
karena mereka tak tertandingi oleh sosokmu dalam jiwaku
kau tak akan pernah terganti
bagai pecahan logam mengekalkan
kesunyian, kesendirian, dan kesedihanku

kini, aku telah kehilanganmu…
Add a comment...

Bacaan Doa Menjawab Salam dan Titipan Salam

Setiap kita bertemu seseorang yang dikenal atau bahkan belum kenal biasanya mengucapkan salam, dan yang diberi salam kemudian menjawabnya.

Tidak hanya itu, salam juga seringkali dititipkan untuk orang-orang yang kita kenal namun tidak jumpa.

Untuk menjawab salam ketika kita diberi salam secara langsung oleh orang-orang yang kita kenal maupun belum dikenal, saya yakin teman-teman semua sudah pada tahu bacaan menjawab salamnya.

Tetapi, bagaimana ketika kita mendapat titipan salam?
Apakah jawabannya sama?

Teryata menjawab salam dan menjawab titipan salam bacaannya sedikit berbeda.

Untuk lebih jelasnya inilah bacaan menjawab salam dan bacaan doa untuk orang yang dititipi salam (doa menjawab titipan salam).

Do'a Menjawab Salam

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dan semoga (pula) keselamatan tetap kepadamu, teriring rahmat Allah dan berkah-Nya

Menjawab Titipan Salam (Doa Untuk Orang Yang Dititipi Salam)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ وَعَلَى اَخِيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga keselamatan tetap kepadamu dan kepada saudaramu teriring rahmat Allah dan berkah-Nya

Itulah jawaban ketika kita mendapat salam atau ketika menjawab titipan salam.

Hal ini sering kali kita temui dikehidupan sehari-hari entah itu ada yang mengucapkan salah ataupun dapat salam dari teman, saudara, sanak family kita.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mengucapkan salam ketika berjumpa dengan orang-orang disekeliling kita serta selalu menjawab salam jika kita mendapatkannya.

Mudah-mudah tulisan yg sedikit ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Amin Ya Allah, Ya Rabbal A'lamiin. Amin.
Add a comment...

SAMPAIKAH DOA KEPADA MAYIT..?
-----------------------------------------------------
Banyak orang salah mengartikan makna hadits berikut ini, dengan adanya salah penafsiran tersebut mereka mudah mengharamkan atau mensesatkan amalan-amalan orang hidup yang ditujukan pahalanya untuk orang yang mati.
-----------------------------------------------------
Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
.
إذا ﻣَﺎت اﻹﻧﺴَﺎن اﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ اﻻَّ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَث: ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎرﻳَﺔٍ او ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ, او وﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮﻟَﻪُ
.
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.
-----------------------------------------------------
Golongan pengingkar berkata: Kata-kata inqata’a amaluhu (putus amalnya) pada hadits tersebut menunjukkan bahwa amalan-amalan apapun kecuali yang tiga itu tidak akan sampai pahalanya kepada mayyit !.
.
Pikiran seperti itu adalah tidak tepat, karena sebenarnya yang dimaksud hadits tersebut sangat jelas bahwa tiap mayit telah selesai dan putus amalnya, karena ia tidak diwajibkan lagi untuk beramal.
-----------------------------------------------------
Dalam syarah Thahawiyah halaman 456 disebutkan: bahwa dalam hadits tersebut tidak dikatakan inqata’a intifa’uhu (terputus keadaannya untuk memperoleh manfaat) hanya disebutkan inqata’a amaluhu (terputus amal- nya).
-----------------------------------------------------
Bahkan, Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri aliran Wahhabi, di dalam kitabnya Ahkam Tamanni al-Maut hal. 74 mencantumkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan yang lain dari Ibnu Abbas secara Marfu':
.
" مَا الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِلاَّ كَالْغَرِيْقِ الْمُتَغَوِّثِ يَنْتَظِرُ دَعْوَةً تَلْحَقُهُ مِنْ أَبٍ أَوْ مِنْ أَخٍ أَوْ صَدِيْقٍ فَإِذَا لَحِقَتْهُ كَانَتْ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا وَاِنَّ اللهَ لَيُدْخِلُ عَلَى اَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنْ دُعَاءِ اَهْلِ اْلاَرْضِ اَمْثَالَ الْجِبَالِ وَإِنَّ هَدَايَا اْلأَحْيَاءِ لِلْأَمْوَاتِ اْلاِسْتِغْفَارُ لَهُمْ"
.
"Keadaan mayit di dalam kuburnya tak lain seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan. Ia menunggu doa dari bapaknya, saudaranya dan temannya.
.
Jika doa telah sampai kepadanya, maka baginya lebih berharga daripada dunia dan seisinya. Sesungguhnya Allah memasukkan doa dari orang hidup ke dalam alam kubur laksana sebesar gunung-gunung. Dan sesungguhnya hadiah dari orang yang hidup kepada orang yang mati adalah istighfar (minta ampunan bagi mereka)".
-----------------------------------------------------
Dalil Mendoakan Orang Lain
-----------------------------------------------------
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
.
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِاْلإِيمَانِ
.
’’Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, ’’Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.’’ (QS. Al-Hasyr :10)
-----------------------------------------------------
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wata'ala menyanjung orang beriman, karena mereka memohonkan ampun (istigfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan, bahwa orang yang telah meninggal mendapat manfaat dari istigfar orang yang masih hidup.
-----------------------------------------------------
Kedua: Dalil Hadits
-----------------------------------------------------
Dalam hadits, banyak diajarkan doa-doa yang dibaca untuk jenazah seperti doa yang ditujukan untuk mayit setelah ia dikubur, doa ziarah kubur, dan doa saat menshalati jenazah seperti sabda Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam:
.
"Auf bin Malik berkata: Saya mendengar Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam setelah selesai shalat jenazah berucap: "Ya Allah, ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air salju dan air embun, bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, berilah ia tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya di dunia, beri juga keluarga yang lebih baik dari keluarganya yang di dunia, juga pasangan yang lebih baik dari pasangannya di dunia. Dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka".

Dalam hadits lain dijelaskan, bahwa sedekah yang diniatkan untuk mayit, pahalanya akan sampai kepada mayit. Redaksi hadits tersebut adalah,

"Abdullah bin Abbas r.a. berkata: "Suatu ketika ibu Saad bin Ubadah meninggal dunia ketika Saad tidak berada ditempat. Lalu, ia datang kepada Nabi dan bertanya, "Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia saat saya tidak mendampinginya, jika saya bersedekah dengan niat pahalanya buat beliau, akan sampaikah pahala itu kepada ibu saya? Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam menjawab: "Ya!" Saad berkata lagi, "Saksikanlah, bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan di jalan Allah, agar pahalanya dipetik oleh ibuku."

Ketiga: Dalil Ijma’

Jumhur ulama sepakat, bahwa doa yang dibaca dalam shalat jenazah, sangat bermanfaat bagi mayit. Artinya, bila ia seorang pendosa, maka doa tersebut dapat meringankan siksanya, baik dalam kubur maupun di akhirat kelak.
Utang mayit dianggap lunas bila dibayar orang lain, sekalipun bukan keluarganya. Berdasarkan hadits Abu Qatadah, ketika ia menjamin akan membayar hutang seorang mayit sebanyak dua dinar. Setelah ia tunaikan utang itu Nabi Salallahu Alaihi Wassalam bersabda:
أَلآنَ بَرَدْتَ عَلَيْهِ جِلْدَتَهُ
"Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya".

Pendapat ini dikuatkan pula oleh seorang pakar fiqih mahzab Hanbali, yaitu Syekh Abdullah bin Muhamad bin Humaid - rahimahullah -. Dalam kitab beliau berjudul "Gayatul Maqsud" beliau membahas secara khusus masalah ini. Beliau mengatakan;

"Bahwa seluruh ulama dari berbagai mazhab menyetujui pendapat ini. Yaitu, pahala yang diniatkan kepada mayit akan sampai padanya. Bahkan semua bentuk amal shaleh yang dilakukan orang yang hidup, lalu menghadiahkannya kepada mayit, seperti haji, sedekah, binatang korban, umrah, bacaan Al-Quran serta tahlil, takbir dan shalawat pada Nabi tidak diragukan lagi, akan sampai pada mayit."

Dalam Tahlilan, Ada Pembacaan ayat2 suci al qur'an, Bersilaturahim, & Shodaqoh.
Add a comment...

TAHLILAN/KENDURI ARWAH, MANA DALILNYA..?
--------------------------------------------------
Acara tahlilan, biasanya berisikan acara pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir(Tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, dll), Sholawat dan lain sebagainya yg bertujuan supaya amalan tsb, selain untuk yang membacanya juga bisa bermanfaan bagi si mayit.
--------------------------------------------------
DALIL SAMPAINYA AMALIYAH BAGI MAYIT
--------------------------------------------------
1. Dalil Alqur’an:
--------------------------------------------------
Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami”
(QS Al Hasyr: 10)
--------------------------------------------------
Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.
--------------------------------------------------
2. Dalil Hadits
--------------------------------------------------
a. Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur.
.
Tentang do’a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW. bersabda:
Artinya:” Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW. – setelah selesai shalat jenazah-bersabda:” Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR Muslim).
--------------------------------------------------
Tentang do’a setelah mayyit dikuburkan, Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:” Adalah Nabi SAW. apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:” mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya” (HR Abu Dawud)
.
Sedangkan tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW.:
Artinya:” bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW. menjawab, “Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya –insya Allah- kami pasti menyusul)
(HR Muslim).
--------------------------------------------------
b. Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada mayyit
Artinya: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW. untuk bertanya:” Wahai Rasulullah SAW. sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul saw. menjawab: Ya, Saad berkata:” saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya” (HR Bukhari).
--------------------------------------------------
c. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum
Artinya: Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW. bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim)
--------------------------------------------------
d. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji
Artinya: Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi saw. dan bertanya:” Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya ? rasul menjawab: Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya ? bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar (HR Bukhari)
--------------------------------------------------
3. Dalil Ijma’
--------------------------------------------------
a. Para ulama sepakat bahwa do’a dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit.
b. Bebasnya hutang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi saw. bersabda:
Artinya:” Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” (HR Ahmad)
--------------------------------------------------
4. Dalil Qiyas
--------------------------------------------------
Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.
.
Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur’an yang berupa perbuatan dan niat.
.
Adapun dalil yang menerangkan shadaqah untuk mayit pada hari-hari tertentu seperti hari ke satu, dua sampai dengan ke tujuh bahkan ke-40 yaitu hadits marfu’ mursal dari tiga orang tabi`ien yaitu Thaus, Ubaid bin Umair dan Mujahid yang dapat dijadikan qaid kepada hadits-hadits mutlak (tidak ada qaid hari-hari untuk bershadaqah untuk mayit) di atas:
--------------------------------------------------
a. Riwayat Thawus :
Bahwa orang-orang mati itu akan mendapat fitnah (ujian) di dalam alam kubur mereka tujuh hari. Maka mereka (para sahabat) itu menganjurkan untuk memberi shadaqah makanan atas nama mereka selama hari-hari itu.
.
b. Sebagai tambahan dari riwayat Ubaid bin Umair:
Terjadi fitnah kubur terhadap dua golongan orang yaitu orang mukmin dan orang munafiq. Adapun terhadap orang mukmin dilakukan tujuh hari dan terhadap orang munafiq dilakukan 40 hari.
.
c. Ada lagi tambahan dalam riwayat Mujahid yaitu
Ruh-ruh itu berada diatas pekuburan selama tujuh hari, sejak dikuburkan tidak memisahinya.
Kemudian dalam beberapa hadits lain menyatakan bahwa kedua malaikat Munkar dan Nakir itu mengulangi pertanyaan-pertanyaan tiga kali dalam satu waktu.
.
Lebih jelas dalam soal ini dapat dibaca dalam buku “Thulu’ ats-tsuraiya di izhaari makana khafiya” susunan al Imam Suyuty dalam kitab “ Al-Hawi lil fatawiy” jilid II.
--------------------------------------------------
Tambahan :
Sampainya Hadiah Bacaan Al-qur’an untuk mayyit (Orang Mati)
--------------------------------------------------
A. Dalil-dalil Hadiah Pahala Bacaan
--------------------------------------------------
1. Hadits tentang wasiat ibnu umar tersebut dalam syarah aqidah Thahawiyah Hal :458 :
“ Dari ibnu umar Ra. : “Bahwasanya Beliau berwasiat agar diatas kuburnya nanti sesudah pemakaman dibacakan awa-awal surat albaqarah dan akhirnya. Dan dari sebagian muhajirin dinukil juga adanya pembacaan surat albaqarah”
.
Hadits ini menjadi pegangan Imam Ahmad, padaha imam Ahmad ini sebelumnya termasuk orang yang mengingkari sampainya pahala dari orang hidup kepada orang yang sudah mati, namun setelah mendengar dari orang-orang kepercayaan tentang wasiat ibnu umar tersebut, beliau mencabut pengingkarannya itu. (mukhtasar tadzkirah qurtubi halaman 25).
.
Oleh karena itulah, maka ada riwayat dari imam Ahmad bin Hnbal bahwa beliau berkata : “ Sampai kepada mayyit (pahala) tiap-tiap kebajikan karena ada nash-nash yang dating padanya dan juga karena kaum muslimin (zaman tabi’in dan tabiuttabi’in) pada berkumpul disetiap negeri, mereka membaca al-qur’an dan menghadiahkan (pahalanya) kepada mereka yang sudah meninggal, maka jadialah ia ijma . (Yasaluunaka fid din wal hayat oleh syaikh DR Ahmad syarbasy Jilid III/423).
--------------------------------------------------
2. Hadits dalam sunan Baihaqi danan isnad Hasan
“ Bahwasanya Ibnu umar menyukai agar dibaca keatas pekuburan sesudah pemakaman awal surat albaqarah dan akhirnya”
.
Hadits ini agak semakna dengan hadits pertama, hanya yang pertama itu adalah wasiat sedangkan ini adalah pernyataan bahwa beliau menyukai hal tersebut.
--------------------------------------------------
3. Hadits Riwayat darulqutni
“Barangsiapa masuk kepekuburan lalu membaca qulhuwallahu ahad (surat al ikhlash) 11 kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati (dipekuburan itu), maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu”.
--------------------------------------------------
4. Hadits marfu’ Riwayat Hafidz as-salafi
“ Barangsiapa melewati pekuburan lalu membaca qulhuwallahu ahad (surat al ikhlash) 11 kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah mati (dipekuburan itu), maka ia akan diberi pahala sebanyak orang yang mati disitu”.
(Mukhtasar Al-qurtubi hal. 26).
--------------------------------------------------
5. Hadits Riwayat Thabrani dan Baihaqi
“Dari Ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Jika mati salah seorang dari kamu, maka janganlah menahannya dan segeralah membawanya ke kubur dan bacakanlah Fatihatul kitab disamping kepalanya”.
--------------------------------------------------
6. Hadits riwayat Abu dawud, Nasa’I, Ahmad dan ibnu Hibban:
“Dari ma’qil bin yasar dari Nabi SAW., Beliau bersabda: “Bacakanlah surat yaasin untuk orang yang telah mati diantara kamu”.
--------------------------------------------------
B. Fatwa Ulama Tentang Sampainya Hadiah Pahala Bacaan kepada Mayyit
--------------------------------------------------
1. Berkata Muhammad bin ahmad al-marwazi :
“Saya mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata : “Jika kamu masuk ke pekuburan, maka bacalah Fatihatul kitab, al-ikhlas, al falaq dan an-nas dan jadikanlah pahalanya untuk para penghuni kubur, maka sesungguhnya pahala itu sampai kepada mereka. Tapi yang lebih baik adalah agar sipembaca itu berdoa sesudah selesai dengan: “Ya Allah, sampaikanlah pahala ayat yang telah aku baca ini kepada si fulan…” (Hujjatu Ahlis sunnah waljamaah hal. 15)
--------------------------------------------------
2. Berkata Syaikh aIi bin Muhammad Bin abil lz :
“Adapun Membaca Al-qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada orang yang mati secara sukarela dan tanpa upah, maka pahalanya akan sampai kepadanya sebagaimana sampainya pahala puasa dan haji”. (Syarah aqidah Thahawiyah hal. 457).
--------------------------------------------------
3. Berkata Ibnu taymiyah :
“sesungguhnya mayyit itu dapat beroleh manfaat dengan ibadah-ibadah kebendaan seperti sedekah dan seumpamanya”. (yas alunka fiddin wal hayat jilid I/442).
.
Di atas adalah kitab ibnu taimiah berjudul majmuk fatawa jilid 24 pada hal. 324. Ibnu taimiah ditanya mengenai seseorang yang bertahlil, bertasbih,bertahmid,bertakbir dan menyampaikan pahala tersebut kepada simayat muslim lantas ibnu taimiah menjawab amalan tersebut sampai kepada si mayat dan juga tasbih, takbir dan lain-lain zikir sekiranya disampaikan pahalanya kepada si mayat maka ianya sampai dan bagus serta baik.
Mengapa Wahhabi menolak dan menyesatkan amalan ini.
.
Di atas adalah kitab ibnu tamiah berjudul majmuk fatawa juz 24 hal. 324.ibnu taimiah di tanya mengenai seorang yang bertahlil 70000 kali dan menghadiahkan kepada si mayat muslim lantas ibnu taimiah mengatakan amalan itu adalah amat memberi manafaat dan amat baik serta mulia.
--------------------------------------------------
4. Berkata Ibnu qayyim al-jauziyah:
“sesuatu yang paling utama dihadiahkan kepada mayyit adalah sedekah, istighfar, berdoa untuknya dan berhaji atas nama dia. Adapun membaca al-qur’an dan menghadiahkan pahalanya kepada mayyit secara sukarela dan tanpa imbalan, maka akan sampai kepadanya sebagaimana pahala puasa dan haji juga sampai kepadanya (yasaaluunaka fiddin wal hayat jilid I/442)
.
Berkata Ibnu qayyim al-jauziyah dalam kitabnya Ar-ruh : “Al Khallal dalam kitabnya Al-Jami’ sewaktu membahas bacaan al-qur’an disamping kubur” berkata : Menceritakan kepada kami Abbas bin Muhammad ad-dauri, menceritakan kepada kami yahya bin mu’in, menceritakan kepada kami Mubassyar al-halabi, menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ala’ bin al-lajlaj dari bapaku : “ Jika aku telah mati, maka letakanlah aku di liang lahad dan ucapkanlah bismillah dan baca permulaan surat al-baqarah disamping kepalaku karena seungguhnya aku mendengar Abdullah bin Umar berkata demikian.
.
Ibnu qayyim dalam kitab ini pada halaman yang sama : “Mengabarkan kepadaku Hasan bin Ahmad bin al-warraq, menceritakan kepadaku Ali-Musa Al-Haddad dan dia adalah seorang yang sangat jujur, dia berkata : “Pernah aku bersama Ahmad bin Hanbal, dan Muhammad bin Qudamah al-juhairi menghadiri jenazah, maka tatkala mayyit dimakamkan, seorang lelaki kurus duduk disamping kubur (sambil membaca al-qur’an).
.
Melihat ini berkatalah imam Ahmad kepadanya: “Hai sesungguhnya membaca al-qur’an disamping kubur adalah bid’ah!”.
.
Maka tatkala kami keluar dari kubur berkatalah imam Muhammad bin qudamah kepada imam ahmad bin Hanbal : “Wahai abu abdillah, bagaimana pendapatmu tentang Mubassyar al-halabi?. Imam Ahmad menjawab : “Beliau adalah orang yang tsiqah (terpercaya), apakah engkau meriwayatkan sesuatu darinya?. Muhammad bin qodamah berkata : Ya, mengabarkan kepadaku Mubasyar dari Abdurahman bin a’la bin al-laj-laj dari bapaknya bahwa dia berwasiat apabila telah dikuburkan agar dibacakan disamping kepalanya permulaan surat al-baqarah dan akhirnya dan dia berkata : “aku telah mendengar Ibnu Umar berwasiat yang demikian itu”. Mendengar riwayat tersebut Imam ahmad berkata : “Kembalilah dan katakan kepada lelaki itu agar bacaannya diteruskan (Kitab ar-ruh, ibnul qayyim al jauziyah).
--------------------------------------------------
5. Berkata Sayaikh Hasanain Muhammad makhluf, Mantan Mufti negeri mesir : “ Tokoh-tokoh madzab hanafi berpendapat bahwa tiap-tiap orang yang melakukan ibadah baik sedekah atau membaca al-qur’an atau selain demikian daripada macam-macam kebaikan, boleh baginya menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan pahalanya itu akan sampai kepadanya.
--------------------------------------------------
6. Imam sya’bi ; “Orang-orang anshar jika ada diantara mereka yang meninggal, maka mereka berbondong-bondong ke kuburnya sambil membaca al-qur’an disampingnaya”. (ucapan imam sya’bi ini juga dikutip oleh ibnu qayyim al jauziyah dalam kitab ar-ruh hal. 13).
--------------------------------------------------
7. Berkata Syaikh ali ma’sum : “Dalam madzab maliki tidak ada khilaf dalam hal sampainya pahala sedekah kepada mayyit. Menurut dasar madzab, hukumnya makruh. Namun ulama-ulama mutakhirin berpendapat boleh dan dialah yang diamalkan. Dengan demikian, maka pahala bacaan tersebut sampai kepada mayyit dan ibnu farhun menukil bahwa pendapat inilah yang kuat”. (hujjatu ahlisunnah wal jamaah halaman 13).
--------------------------------------------------
8. Berkata Allamah Muhammad al-arobi: Sesungguhnya membaca al-qur’an untuk orang-orang yang sudah meninggak hukumnya boleh (Malaysia : Harus) dan sampainya pahalanya kepada mereka menurut jumhur fuqaha islam Ahlusunnah wal-jamaah walaupun dengan adanya imbalan berdasarkan pendapat yang tahqiq . (kitab majmu’ tsalatsi rosail).
--------------------------------------------------
9. Berkata imam qurtubi : “telah ijma’ ulama atas sampainya pahala sedekah untuk orang yang sudah mati, maka seperti itu pula pendapat ulama dalam hal bacaan al-qur’an, doa dan istighfar karena masing-masingnya termasuk sedekah dan dikuatkan hal ini oleh hadits : “Kullu ma’rufin shadaqah / (setiapkebaikan adalah sedekah)”. (Tadzkirah al-qurtubi halaman 26).
--------------------------------------------------
Begitu banyaknya Imam-imam dan ulama ahlussunnah yang menyatakan sampainya pahala bacaan alqur’an yang dihadiahkan untuk mayyit (muslim), maka tidak lah kami bisa menuliskan semuanya dalam risalah ini karena khawatir akan terlalu panjang.
--------------------------------------------------
C. Dalam Madzab Imam syafii
--------------------------------------------------
Untuk menjelaskan hal ini marilah kita lihat penuturan imam Nawawi dalam Al-adzkar halaman 140 : “Dalam hal sampainya bacaan al-qur’an para ulama berbeda pendapat. Pendapat yang masyhur dari madzab Syafii dan sekelompok ulama adalah tidak sampai. Namun menurut Imam ahmad bin Hanbal dan juga Ashab Syafii berpendapat bahwa pahalanya sampai. Maka lebih baik adalah si pembaca menghaturkan doa : “Ya Allah sampaikanlah bacaan yat ini untuk si fulan…….”
.
Tersebut dalam al-majmu jilid 15/522 : “Berkata Ibnu Nahwi dalam syarah Minhaj: “Dalam Madzab syafii menurut qaul yang masyhur, pahala bacaan tidak sampai. Tapi menurut qaul yang Mukhtar, adalah sampai apabila dimohonkan kepada Allah agar disampaikan pahala bacaan tersebut. Dan seyogyanya memantapkan pendapat ini karena dia adalah doa. Maka jika boleh berdoa untuk mayyit dengan sesuatu yang tidak dimiliki oleh si pendoa, maka kebolehan berdoa dengan sesuatu yang dimiliki oleh si pendoa adalah lebih utama”.
--------------------------------------------------
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam madzab syafei terdapat dua qaul dalam hal pahala bacaan :
1. Qaul yang masyhur yakni pahala bacaan tidak sampai
2. Qaul yang mukhtar yakni pahala bacaan sampai.
--------------------------------------------------
Dalam menanggapai qaul masyhur tersebut pengarang kitab Fathul wahhab yakni Syaikh Zakaria Al-anshari mengatakan dalam kitabnya Jilid II/19 :
“Apa yang dikatakan sebagai qaul yang masyhur dalam madzhab syafii itu dibawa atas pengertian : “Jika alqur’an itu tidak dibaca dihadapan mayyit dan tidak pula meniatkan pahala bacaan untuknya”.
.
Dan mengenai syarat-syarat sampainya pahala bacaan itu Syaikh Sulaiman al-jamal mengatakan dalam kitabnya Hasiyatul Jamal Jilid IV/67 :
“Berkata syaikh Muhammad Ramli : Sampai pahala bacaan jika terdapat salah satu dari tiga perkara yaitu : 1. Pembacaan dilakukan disamping kuburnya, 2. Berdoa untuk mayyit sesudah bacaan Al-qur’an yakni memohonkan agar pahalanya disampaikan kepadanya, 3. Meniatkan samapainya pahala bacaan itu kepadanya”.
--------------------------------------------------
Hal senada juga diungkapkan oleh Syaikh ahmad bin qasim al-ubadi dalam hasyiah Tuhfatul Muhtaj Jilid VII/74 :
“Kesimpulan Bahwa jika seseorang meniatkan pahala bacaan kepada mayyit atau dia mendoakan sampainya pahala bacaan itu kepada mayyit sesudah membaca Al-qur’an atau dia membaca disamping kuburnya, maka hasilah bagi mayyit itu seumpama pahala bacaannya dan hasil pula pahala bagi orang yang membacanya”.
.
Namun Demikian akan menjadi lebih baik dan lebih terjamin jika ;
1. Pembacaan yang dilakukan dihadapan mayyit diiringi pula dengan meniatkan pahala bacaan itu kepadanya.
2. Pembacaan yang dilakukan bukan dihadapan mayyit agar disamping meniatkan untuk si mayyit juga disertai dengan doa penyampaian pahala sesudah selesai membaca.
Langkah seperti ini dijadikan syarat oleh sebagian ulama seperti dalam kitab tuhfah dan syarah Minhaj (lihat kitab I’anatut Tahlibin Jilid III/24).
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded