Profile cover photo
Profile photo
drh. Chaidir MM
27 followers
27 followers
About
Posts

Post has attachment
PERAYAAN Hari Proklamasi 17 Agustus tahun ini, tidak hanya mempertontonkan keindahan pelangi kebinekaan pada tataran simbol dan nilai, tapi sekaligus menampilkan wajah modernisme yang belum selesai (postmodernisme), seperti disebut filsuf Jurgen Habermas dalam Ali Maksum (2016). Ahai. Wow. Gerangan apakah yang terlihat di balik pelangi yang indah itu?
Siapa pun pasti terkaget-kaget menyaksikan upacara resmi peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 di istana negara tahun ini; sebagian mungkin tercengang, terpesona, terkesima, tersenyum, terkagum-kagum, menggeleng-geleng, atau mengangguk-angguk. Interpretasinya bisa dalam angguk ada geleng atau dalam geleng ada anggguk. Belum pernah seumur-umur republik ini, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, para mantan Presiden dan Wakil Presiden, sampai para menteri kabinet, semua berpakaian adat daerah, warna-warni bak pelangi, tidak berpakaian nasional jas resmi berpeci hitam dan ibu-ibu berkebaya nasional. Beda. Sama sekali beda dari kelazimannya.
Add a comment...

Post has attachment
= Sigai - Riau Pos 14 Agustus 2017 Publish by Eba =
Sejarah mencatat, peradaban masyarakat Riau bermula dari kampung-kampung di tepiApa yang tercermin ketika bangsa kita memperingati dan memaknai Hari Proklamasi Kemerdekaan pekan ini, terlihat secara kasatmata. Jujur, rasanya ada gambaran ambigu pada wajah negeri ini. Tiga puluh tahun lalu (1980-an) kita paham dan menyebut masa depan itu, unpredictable, tak bisa diperkirakan dengan tepat. Dulu rasanya, dengan adanya P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), kita sudah selesai dengan ideologi bangsa, sudah final dengan NKRI, sudah paham dengan bhineka tunggal ika, sudah mantap dengan UUD 1945.
Agenda-agenda besar kebangsaan itu rasanya sudah selesai, termasuklah agenda persatuan dan kesatuan, tak lagi perlu diperdebatkan, dipermasalahkan, tak perlu lagi diusik-usik. Fondasi itu sudah final, dengan demikian kita bisa move-on, looking forward, kita bisa dengan gagah berani mendada apapun tantangan yang dihadapi atau berpacu dengan sesama bangsa lain yang juga baru merdeka. Bangsa ini dengan demikian bisa bergerak maju bersama-sama, melenggang nyaman lepas landas menuju masyarakat adil dan makmur seperti yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa.
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
= Sigai - Riau Pos 24 juli 2017 Publish by Eba =
Video yang menjadi viral, misalnya, menayangkan korban-korban flakka, sangat mengerikan, membuat bulu kuduk berdiri. Di antaranya, seorang pria berlari dengan cepat dan menabrakkan diri ke kaca belakang mobil dengan brutal. Badannya tertancap di potongan-potongan kaca. Ia tak mengaduh kesakitan meski sekujur tubuhnya penuh dengan pecahan kaca. Pria itu kemudian malah bangkit dan kembali berlari, menaiki atap mobil yang sedang berjalan. Ia terus bertahan sampai akhirnya terjatuh karena tak kuat menahan laju mobil. Tuhuhnya yang berlumuran darah terpental menabrak tembok. Ia belum merasa kesakitan, bahkan kembali bangkit, berlari, dan kembali menabrakkan dirinya.
Hal itu terjadi karena orang yang mengonsumsi flakkta merasa dirinya tidak seperti manusia, mereka seperti orang gila akibat perasaan kesenangan yang berlebihan, juga sekaligus perilaku waspada yang berlebihan, agresivitas tinggi, dan tak sadarkan diri. Seperti diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Buwas) pengguna flakka berkelakuan sangat agresif seperti zombie atau mayat hidup.
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
= Sigai - Riau Pos 19 juni 2017 Publish by Eba =
Oleh karena itulah, pemerintah sudah membuat regulasi yang mengatur tentang THR ini. THR menjadi hak mutlak para karyawan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Buruh/Pekerja di Perusahaan, menggantikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No PER.04/MEN/1994.  Ketentuan tersebut menjadi dasar setiap perusahaan, atau BUMN/BUMD untuk menganggarkan THR dalam Rencana Kerja Anggaran Tahunan Perusahan.THR sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Dari berbagai catatan sejarah, sejak Kabinet Soekiman Wirosandjojo dilantik oleh Presiden Sukarno pada April 1951, salah satu program kerjanya  adalah meningkatkan kesejahteraan pamong pradja (kini PNS). Kabinet Soekiman membayarkan tunjangan hari raya kepada pegawai di akhir Ramadan sebesar Rp125 – Rp200 (kira-kira sekarang setara dengan Rp1,1 juta hingga Rp1,75 juta).
Add a comment...

Post has attachment
= Sigai - Riau Pos 29 mei 2017 Publish by Eba =
Dalam KBBI, kata "marhaban" diartikan sebagai "kata seru untuk menyambut atau menghormati tamu (yang berarti selamat datang)." Sama dengan ahlan wa sahlan yang dalam kamus tersebut juga diartikan "selamat datang". Di sinilah menariknya, walau keduanya berarti "selamat datang" tetapi penggunaannya berbeda. Para ulama tidak menggunakan ahlan wa sahlan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, melainkan "marhaban ya Ramadhan". Tentu terasa aneh bila kita mengucapkan marhaban ya Raja Salman atau sebaliknya ahlan wa sahlan ya Ramadhan. Marhaban dalam perspektif Arab berarti "luas" atau "lapang", sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambut dan diterima dengan dada lapang, penuh kegembiraan serta dipersiapkan baginya ruang yang luas untuk melakukan apa saja yang dinginkannya.Dengan demikian marhaban ya Ramadhan berarti "selamat datang Ramadhan" atau "selamat datang wahi bulan yang penuh rahmat", mengandung makna, kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan; tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya mengganggu ketenangan atau kenyamanan.
Add a comment...

Post has attachment

= Sigai - Riau Pos 25 maret 2017 Publish by Eba / http://erbavici.com =
Bagi pecundang, terma-terma kekecewaan seperti kesedihan, frustrasi, malu, perasaan dipojokkan, perasaan dikucilkan, perasaan tak dihargai, sangat manusiawi dan sulit dihindari. Itu semua bisa dipahami. Kita bukanlah Nabi Musa, Nabi Isa atau Nabi Muhammad yang sanggup mengubah kesedihan menjadi kegembiraan dalam sekerdip mata. Tentulah bukan sesuatu yang ringan bagi Agus Harimurti dan Ahok ketika harus merasakan kekalahan, tapi ketika kekalahan itu diterima dengan ikhlas dan mereka mengucapkan selamat kepada pemenang, maka sesungguhnya Agus dan Ahok telah tampil sebagai pemenang atas kerumunan serigala keangkuhan yang ada dalam diri mereka. Urusan selesai. Tradisi mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada pemenang (walaupun penghitungan suara baru melalui quick-count yang dilakukan oleh lembagai survei independen) merupakan pelajaran yang amat berharga bagi kehidupan demokrasi bangsa kita. Sportivitas merupakan salah satu nilai dalam demokrasi yang harus dijunjung tinggi.
Add a comment...

Post has attachment
= Pernik - Koran Riau 18 maret 2017 Publish by Eba / http://erbavici.com
Sebenarnya, kalaulah tak ada tarik-ulur yang berkepanjangan, masalahnya sederhana dan sudah lama selesai. Wagub itu bertugas membantu Gubernur dan bertanggungjawab kepada Gubernur. Oleh karena itu, siapapun calon Wagubri yang dipilih oleh DPRD Riau, kita mengharapkan akan memperkuat kelembagaan pimpinan daerah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya ke depan sehingga potensi Riau yang sangat besar dapat diarahkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini pada umumnya.
Secara empiris, peran seorang wakil kepala daerah di banyak daerah diketahui tak optimal sebagaimana diharapkan, bahkan beberapa diantaranya justru kontra produktif terhadap peningkatan kinerja daerah. Namun bukan berarti tidak ada yang sukses sebagai dwi-tunggal kepemimpinan di daerah sehingga mampu bahu-membahu menyelesaikan berbagai persoalan. Kuncinya adalah bagaimana membangun komunikasi yang penuh keterhormatan dan cair.
Add a comment...

Post has attachment
= Sigai - Riau Pos 17 maret 2017 Publish by Eba / http://erbavici.com =
Dari kasus-kasus pembunuhan sadis yang terungkap, para pelakunya umumnya melakukannya dengan sebuah perencanaan. Artinya, perbuatan sadis itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Kasus tindakan kekerasan yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan misalnya, memang tidak sampai merenggut jiwa, tapi tindakan dengan niat untuk mencelakan orang lain itu - apapun motifnya - dilakukan melalui sebuah perencanaan. Artinya tindakan yang sangat tidak terpuji itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Maka sekali lagi kita patut bertanya (dalam hati) kemana hilangnya jiwa?
Hati dan jiwa itu sesungguhnya tak pernah berniat buruk. Hati dan jiwa itu pada awalnya, tak tersentuh oleh pernak-pernik duniawi. Hati dan jiwa itu bersih dan ideal. Badan boleh mati dan membusuk tapi jiwa tak pernah dibawa ke dalam kubur. Oleh karena itulah hati dan jiwa seseorang yang baik, yang telah lama meninggal dunia, tetap hidup dan dikenang.
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded