Profile cover photo
Profile photo
rina kurniasari
3,901 followers -
Jangan Pernah Sia-siakan Hidup Mu
Jangan Pernah Sia-siakan Hidup Mu

3,901 followers
About
rina's posts

Post has shared content
..:: Murahnya Surga Mahalnya Neraka ::..

Dineraka itu penuh sesak pengunjungnya banyak...
padahal panas,menakutkan,banyak siksaan...?

Disurga itu enak,nyaman,nikmat apapun ada yg kita mau...
namun kok pengunjungnya sepi....?

padahal tiket ke neraka itu mahal...
harus ngeluarin duit berjuta-juta untuk masuk kesana..
maksiat itu mahal....
judi itu mahal...
zina itu mahal...
korupsi juga mahal...
tapi masih banyak ya yg berbondong2 ke neraka..

tiket surga itu murah..
sholat itu murah...
zakat itu murah gak habsin harta..
puasa itu murahh...
sedekah itu murah gak bangkrutin usaha...
tapi kok yg beli tiketnya masih sepi sih...

Ternyata Nafsu telah memutar balik semua tatapan …
Yang buruk terlihat indah …
Yang baik terlihat sukar …

Semoga menjadi renungan kita bersama. Betapa sering terlupanya kita .. Selalu menuruti hawa nafsu, .. meninggalkan air kesejukan surga dan lebih tertarik pada panasnya neraka yang hanya membuat kita semakin haus dahaga, .. naudzubillahimindzalik..

oleh:wawan mallio hermawan
Photo

Post has shared content
Cerita Relawan Pemberani Indonesia Masuk ke Medan Jihad Suriah

JAKARTA (gemaislam) – Banyaknya kaum muslimin yang meninggal dan luka-luka dalam perang Suriah membuat hati Musa At Tamimi terketuk. Pemuda berusia 20 tahunan ini berangkat ke medan Jihad Suriah sebagai relawan medis bersama dengan seorang dokter asal Solo, dr. Muhammad Mushlih.

Senin (15/7) kemarin kedua relawan sampai ke Turki dan dengan diantar oleh guide dan seorang Mujahidin, kini mereka telah sampai di kota Idlib, Suriah.

Keduanya bergegas menuju rumah sakit lapangan yang terdapat didalamnya para korban kebengisan pasukan tentara Syi’ah Basyar Al Assad. Dentuman bom dan suara bising roket menjadi suguhan beruntun pada telinga mereka. Berikut ini penuturan Musa At Tamimi dalam rilisnya hari ini;

“Suasana malam semakin mencekam,tubuh kami bersatu dengan batu-batu cadas di pegunungan ini. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak duri-duri yang menembus baju kami.

Tiba-tiba Abu Ammar (salah seorang mujahidin Suriah –red) berbisik tegas di telinga saya, "Tolong dengar baik-baik! Laa saamahallah,laa qaddarallah,kalau nanti pasukan perbatasan sini mengetahui keberadaan kita,kalian harus kabur sebisa mungkin!. Jatuhkan dan lepaskan apapun,pokoknya jangan sampai kalian serahkan diri kalian ! faham!!."

Jujur bulu kami bergidik mendapat instruksi seperti ini. Tapi,melihat 6 anak muda di depan kami yang hanya berkaos oblong ini, rasa cemas kami mulai menghilang.

Mereka adalah guide-guide dadakan yang biasa 'nyelundupin' para relawan dan mujahidin untuk menembus garis perbatasan ke Suriah.

Terkadang kami harus menunduk, mendaki, menuruni tebing curam, bertiarap, meloncat dan sebagainya. Tak cukup disitu, ancaman sebenarnya adalah pasukan perbatasn Turki yang setiap saat bisa saja muncul secara tiba-tiba. Jika seperti itu, senapan mereka bisa saja yang 'berbicara', maklum ini kondisi perang pak!.

Yang tak habis fikir,mereka semua ini rela nantang maut dengan hanya dibayar 50 Lira perorang (sekitar Rp.230.000,-).

Alhamdulillah, setelah 3 jam spot jantung, akhirnya kami berhasil masuk Suriah. Allahu akbar !

Sesuai rencana, beberapa mujahidin dari brigade 'Al 'izzatu lillah' yang diketuai oleh saudara Abu yaasin datang dengan sebuah truk untuk menjemput kami.

Singkat cerita,setelah bermalam di rumah Abu yaasin, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Idlib. Siang hari kemarin 17 Juli, kami sampai di markas mujahidin harokah Ahroorus Syaam.

Alhamdulillah ikhwan ikhwan mujahidin menyambut kami begitu hangat, "ini rumah kalian",kata mereka.

Disana juga kami dikenalkan dengan salah satu mujahidin garis depan, saudara Abu Haqqan hafidzahullah. Beliau yang menjamu kami selama di sini padahal beliau sendiri sedang terluka cukup parah. Belum lama kemarin perutnya terkena pecahan bom dari tank-tank Syabihah.

Dari informasi yang kami terima, peperangan di pusat kota Idlib sedang panas panasnya selama 3 hari ini. Banyak korban dan mujahidin yang terluka di sana.

Insya Allah hari ini kami,tim misi medis akan segera mengemas barang untuk segera berangkat ke rumah sakit lapangan didekat pusat pertempuran.

Doakan selalu mujahidin di sini kawan2. Insya Allah kemenangan sudah di depan mata.” (bms)

Suport by : http://www.nusantarapost.com/
Photo

Post has shared content
Mengapa Doaku Tak Kunjung Dikabulkan ?

Jika seorang muslim berdoa pada Allah agar diberi rizki dan diberi keturunan, akan tetapi doanya tak kunjung pula terkabulkan, apakah seperti itu adalah buah dari tidak diterimanya amalan?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanyakan seperti di atas. Lalu jawaban beliau rahimahullah,

Ada berbagai faktor yang menyebabkan doa tak kunjung dikabulkan. Doa tersebut tidak terkabul boleh jadi karena jeleknya amalan, maksiat dan kejelekan yang seseorang perbuat. Boleh jadi juga sebabnya adalah karena makan makanan yang haram. Juga bisa jadi karena ia berdoa biasa dalam keadaan hati yang lalai. Boleh jadi pula karena sebab lainnya sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits,

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.”[1]

Boleh jadi tidak terkabulnya doa seorang hamba karena maksiat yang ia perbuat, karena hatinya yang lalai saat memanjatkan doa, atau karena memakan yang haram. Atau boleh jadi pula doa seseorang tak kunjung terkabul karena Allah Ta’ala memilih yang terbaik untuknya dengan Allah mengganti apa yang ia minta dengan yang lebih bermanfaat di surga dan akhirat kelak. Atau bahkan Allah menggantinya dengan sesuatu di akhirat dan di surga yang kekal. Bisa jadi pula Allah mengganti permintaan hamba tadi dengan maslahat lainnya dengan Allah menghindarkan darinya berbagai keburukan. Bisa jadi Allah menghindarkan darinya kejelekan tanpa ia sadari. Itulah karena doa yang ia panjatkan pada Allah. Inilah yang terbaik sesuai dengan hikmah Allah. Allah bisa jadi mengabulkan doanya dengan memberikannya anak, rumah atau istri. Boleh jadi pula Allah palingkan dari kejelekan dengan sebab doa dan mengganti dengan yang lebih manfaat sebagaimana yang disebutkan dalam hadits di atas.

[Sumber: http://www. ibnbaz. org. sa/mat/17235]

Dalil bahwa do’a dengan hati yang lalai sebab do’a sulit terkabul,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”[2]

Dalil pengaruh makanan yang haram terhadap do’a,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?“[3]

Jadi maksiat dan makan makanan yang haram, itu juga adalah sebab penghalang terkabulnya do’a. Begitu pula hati yang lalai dalam berdoa, itu pula salah satu penghalang. Atau barangkali Allah beri kita yang terbaik dan mengganti dengan yang lebih baik dari doa yang kita minta.

#islam   #indonesia  

Bukan Sumber : http://sport.berbol.com
Photo

Post has shared content
Janji Manis Para Caleg Menjelang Pemilu

Oh ternyata janji para Caleg Pemilu begitu manis. Janji demi janji diberi menjelang pesta rakyat, Pemilu yang dihadapi sebentar lagi. Inilah yang digaungkan oleh para penggila kekuasaan. Awalnya ingin mengatasnamakan rakyat ketika berkampanye. Namun kala mereka mendapatkan kursi panas, janji tinggallah janji. Janji manis mereka sudah mereka lupakan.

Inilah realita yang terjadi pada para penggila kekuasaan. Benarlah kata Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kekuasaan bisa jadi ambisi setiap orang. Namun ujungnya selalu ada penyesalan. Beliau bersabda,

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ

“Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, ujungnya hanya penyesalan pada hari kiamat. Di dunia ia mendapatkan kesenangan, namun setelah kematian sungguh penuh derita” (HR. Bukhari no. 7148)

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata bahwa ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas menceritakan tentang sesuatu sebelum terjadinya dan ternyata benar terjadi.

Hadits di atas semakin jelas jika dilihat dari riwayat lainnya yang dikeluarkan oleh Al Bazzar, Ath Thobroni dengan sanad yang shahih dari ‘Auf bin Malik dengan lafazh,

أَوَّلهَا مَلَامَة ؛ وَثَانِيهَا نَدَامَة ، وَثَالِثهَا عَذَاب يَوْمَ الْقِيَامَة ، إِلَّا مَنْ عَدَلَ

“Awal (dari ambisi terhadap kekuasaan) adalah rasa sakit, lalu kedua diikuti dengan penyesalan, setelah itu ketiga diikuti dengan siksa pada hari kiamat, kecuali bagi yang mampu berbuat adil.”

Dan disebutkan oleh Thobroni dari hadits Zaid bin Tsabit yang marfu’,

نِعْمَ الشَّيْء الْإِمَارَة لِمَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَحِلِّهَا ، وَبِئْسَ الشَّيْء الْإِمَارَة لِمَنْ أَخَذَهَا بِغَيْرِ حَقّهَا تَكُون عَلَيْهِ حَسْرَة يَوْم الْقِيَامَة

“Sebaik-baik perkara adalah kepemimpinan bagi yang menunaikannya dengan cara yang benar. Sejelek-jelek perkara adalah kepemimpinan bagi yang tidak menunaikannya dengan baik dan kelak ia akan merugi pada hari kiamat.”

Terdapat pula dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Dzar,

قُلْت يَا رَسُول اللَّه أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي ؟ قَالَ : إِنَّك ضَعِيف ، وَإِنَّهَا أَمَانَة ، وَإِنَّهَا يَوْم الْقِيَامَة خِزْي وَنَدَامَة إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا

“Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau enggan mengangkatku (jadi pemimpin)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau itu lemah. Kepemimpinan adalah amanat. Pada hari kiamat, ia akan menjadi hina dan penyesalan kecuali bagi yang mengambilnya dan menunaikannya dengan benar.”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Ini pokok penting yang menunjukkan agar kita menjauhi kekuasaan lebih-lebih bagi orang yang lemah. Orang lemah yang dimaksud adalah yang mencari kepemimpinan padahal ia bukan ahlinya dan tidak mampu berbuat adil. Orang seperti ini akan menyesal terhadap keluputan dia ketika ia dihadapkan pada siksa pada hari kiamat. Adapun orang yang ahli dan mampu berbuat adil dalam kepemimpinan, maka pahala besar akan dipetik sebagaimana didukung dalam berbagai hadits. Akan tetapi, masuk dalam kekuasaan itu perkara yang amat berbahaya. Oleh karenanya, para pembesar (orang berilmu) dilarang untuk masuk ke dalamnya. Wallahu a’lam.”

Lantas bagaimana akibat tidak amanat dalam menunaikan kepemimpinan? Dalam hadits di atas sudah disebutkan akibatnya,

فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ

“Di dunia ia mendapatkan kesenangan, namun setelah kematian sungguh penuh derita”. Ad Dawudi berkata mengenai maksud kalimat tersebut adalah kepemimpinan bisa berbuah kenikmatan di dunia, namun bisa jadi penghidupan jelek setelah kematian karena kepemimpinan akan dihisab dan ia bagaikan bayi yang disapih sebelum ia merasa cukup lalu akan membuatnya sengsara. Ulama lain berkata mengenai maksud hadits, kekuasaan memang akan menghasilkan kenikmatan berupa kedudukan, harta, tenar, kenikmatan duniawi yang bisa dirasa, namun kekuasaan bisa bernasib jelek di akhirat.


Di dukung oleh : http://frackasyster.blogspot.com/2013/07/cara-menghilangkan-bekas-jerawat-secara.html
Photo

Post has shared content
Malam Jum'at Datang, Saatnya Al-Kahfi 

Betapa banyak orang lalai dari amalan yang satu ini ketika malam Jum’at atau hari Jum’at, yaitu membaca surat Al Kahfi. Atau mungkin sebagian orang belum mengetahui amalan ini. Padahal membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang membicarakan hal ini kami bawakan sebagian pada posting yang singkat ini. Semoga bermanfaat.

Hadits pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

Hadits kedua:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Inilah salah satu amalan di hari Jum’at dan keutamaan yang sangat besar di dalamnya. Akankah kita melewatkan begitu saja [?]

Sumber : rumaysho.com

Di dukung oleh : http://rihlahtours.com/paket-umroh-plus-aqsho.html
Photo

Post has shared content
SIFAT SUAMI YANG BERTANGGUNG JAWAB DALAM KELUARGA

Ia senantiasa mengajak isterinya untuk menjadi wanita yang selalu beriman dan bertakwa kepada-Nya.

Ia senantiasa berusaha menjadikan rumah sebagai surga bagi isteri dan anak-anaknya.

Ia senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab atas segala kebutuhan nafkah isteri dan anaknya dengan rezeki yang halal.

Ia senantiasa membimbing isterinya menjadi seorang isteri yang selalu taat kepada suami.

Ia senantiasa bersikap ramah dan penyayang kepada isteri dan anak-anaknya.

Ia selalu menjaga cinta dan kasih sayangnya hanya kepada isterinya. Pantang baginya untuk mudah berpaling kepada wanita lain.

Ia senantiasa berusaha untuk menasehati isterinya di saat khilaf dan berbuat kesalahan. Dan tak segan-segan ia memaafkannya.

Ia senantiasa berusaha bersabar dalam menyikapi (misalnya) sifat buruk isterinya. Ia dengan telaten akan mengarahkannya untuk berubah menjadi lebih baik.

Ia senantiasa berusaha untuk lebih mengingat kebaikan isterinya dibanding dengan mengungkit-ungkit keburukannya.

Ia senantiasa berusaha menyelesaikan setiap permasalahan rumah tangga dengan sebaik-baiknya dan tak mudah menceritakannya kepada orang lain.

Ia senantiasa berusaha menjadi pemimpin yang baik dan bijak serta menjadi contoh yang baik bagi isteri dan anak-anaknya.

Ia selalu punya waktu untuk berkumpul santai bersama isteri dan anak-anaknya.

Dan ia tidak merasa berat hati untuk memberi maaf kepada isterinya jika berbuat khilaf, serta tidak merasa rendah diri untuk meminta maaf kepada isterinya jika ia berbuat khilaf.

Semoga bermanfaat Untuk diri saya dan kita semua
Dan semoga Kita selalu dalam LindunganNYA
Aamiin

Jika setuju Share Dan komen ya !! 


Sumber : http://digitalcamera-deals.com
Photo

Post has shared content
Lima Wasiat Rasululloh SAW kepada umat Islam :

Abu Hurairah pernah mendengar Rasululloh berwasiat kepadanya yang bermaksud: “Siapakah yang mau menerima dariku lima wasiat ini, lalu mengamalkannya atau mengajarkannya kepada orang yang mau mengamalkannya?”

Abu Hurairah segera menyambut kata-kata Rasululloh ini dengan ucapan, “Saya, ya Rasululloh”....Maka baginda menjabat tangan Abu Hurairah dan menghitung lima kali seraya berkata:

(1).Jagalah dirimu dari perbuatan yang haram niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik dalam beribadah.
(2).Bersykurlah dengan kurnia yang ALLOH berikan kepadamu niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya.
(3).Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya kamu akan menjadi seorang mukmin sejati .
(4).Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu akan menjadi muslim yang sempurna.
(5).Dan janganlah banyak bergurau kerana banyak bergurau itu akan mematikan hati. (Hadits Riwayat Muslim)

oleh:Rido ramdan sumantri melalui FB


Sumber : http://www.abwaba.com/nama-bayi-perempuan-islami.html
Photo

Post has shared content
Lima Wasiat Rasululloh SAW kepada umat Islam :

Abu Hurairah pernah mendengar Rasululloh berwasiat kepadanya yang bermaksud: “Siapakah yang mau menerima dariku lima wasiat ini, lalu mengamalkannya atau mengajarkannya kepada orang yang mau mengamalkannya?”

Abu Hurairah segera menyambut kata-kata Rasululloh ini dengan ucapan, “Saya, ya Rasululloh”....Maka baginda menjabat tangan Abu Hurairah dan menghitung lima kali seraya berkata:

(1).Jagalah dirimu dari perbuatan yang haram niscaya engkau akan menjadi orang yang paling baik dalam beribadah.
(2).Bersykurlah dengan kurnia yang ALLOH berikan kepadamu niscaya kamu akan menjadi orang yang paling kaya.
(3).Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya kamu akan menjadi seorang mukmin sejati .
(4).Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, niscaya kamu akan menjadi muslim yang sempurna.
(5).Dan janganlah banyak bergurau kerana banyak bergurau itu akan mematikan hati. (Hadits Riwayat Muslim)

oleh:Rido ramdan sumantri melalui FB


Sumber : http://www.abwaba.com/nama-bayi-perempuan-islami.html
Photo

Post has shared content
Mending hidup pas-pasan namun merasakan ketentraman, daripada hidup mewah namun diperoleh dengan berutang riba. Belajarlah selalu untuk beli tunai dan bersabar untuk menabung supaya bisa melakukan cara yang halal dan menentramkan jiwa ...

Ini hanyalah nasehat, monggo jika ada yang mau menerima. Jika tidak, terserah pilihan kita masing-masing
---
Banyak jalan yang ditempuh untuk menjadi kaya. Meskipun dengan cara yang haram. Tak apalah mencari pinjaman atau utang riba, yang penting bisa tentram dan hidup mewah. Itulah prinsip sebagian muslim di zaman modern seperti ini.

Suatu yang haram asalnya tidak menentramkan jiwa. Dosa selalu menggelisahkan. Sama halnya dengan utang riba. Awalnya meminjam dalam keadaan butuh, namun selanjutnya gelisah yang diperoleh karena dikejar-kejar debitur atau pemilik utang untuk melunasi utang. Karena hakekat riba adalah setiap utang piutang yang ada keuntungan atau manfaat di dalamnya.

Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia. ” ( HR. Muslim no. 2553 )

Solusi: Milikilah Sifat Qona’ah

Tidak merasa cukup, alias tidak memiliki sifat qona’ah, itulah yang membuat orang ingin hidup mewah-mewahan. Padahal penghasilannya biasa, namun karena ingin seperti orang kaya yang memiliki smart phone mahal, mobil mewah dan rumah layak istana, akhirnya jalan kreditlah yang ditempuh. Dan kebanyakan kredit yang ada tidak jauh-jauh dari riba, bahkan termasuk pula yang memakai istilah syar’i sekali pun seperti murabahah.
Menggunakan handphone biasa asalkan bisa berkomunikasi, atau menggunakan motor yang memang lebih pas untuk keadaan jalan di negeri kita yang tidak terlalu lebar, atau hidup di rumah kontrakan, sebenarnya terasa lebih aman dan selamat dari riba untuk saat ini. Cobalah kita belajar untuk memiliki sifat qona’ah, selalu merasa cukup dengan rizki yang Allah anugerahkan, maka tentu kita tidak selalu melihat indahnya rumput di rumah tetangga karena taman di rumah kita pun masih terasa sejuk.

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu. ” ( HR. Muslim no. 2963 ).

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya Allah, anugerahkanlah padaku yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu ( HR. Tirmidzi no. 3563, hasan )


Sponsor : http://www.abwaba.com/nama-bayi-perempuan-islami.html
"Nama Bayi Perempuan Islam"
Photo

Post has shared content
" Jagalah 5 hal sblm dtang 5 hal yg lain "

1.Masa hidupmu,sblm datang masa ajalmu.
2.Masa sehatmu,sblum datang masa sakitmu.
3.Masa sempatmu,sblm datang masa sempitmu.
S.masa mudamu,sblm datang masa tuamu.
5.Masa kayamu,sblm datang masa miskinmu.

Yang setuju +1 nya ya ..  ^__^


Soprted by : http://wallpiss.com
Photo
Wait while more posts are being loaded