Profile cover photo
Profile photo
Irchamdy Ilyas
240 followers -
Hidup harus berkah berlimpah!
Hidup harus berkah berlimpah!

240 followers
About
Irchamdy Ilyas's posts

Post has attachment

Post has attachment
Untuk Apoteker yang lulus bulan Desember nih

Post has attachment
Motivator Favorit Saya, Ippho Santosa
Salah satu motivator Indonesia favorit saya adalah Ippho  Santosa. Ada yang kenal? Saya yakin, kalau Anda buka postingan ini, dan sudah sampai pada kata-kata ini, Anda merupakan salah satu orang yang kenal bahkan juga memilih Ippho Santosa sebagai salah sat...

Post has attachment
Sejenak renungkan ini:
- Mengapa manusia dijadikan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa? Supaya saling mengenal. Itulah pesan dari kitab suci.
- Mau lebih bahagia? Mau panjang umur? Mau murah rezeki? Silaturahim kuncinya. Itulah pesan Nabi Muhammad.
- Silaturahim, ini tidak main-main. Umat Nabi Nuh sampai-sampai dipersingkat umurnya, gara-gara memutus tali silaturahim dengan Nabi Nuh (Baca Nuh 4).

Jelas, saling mengenal dan silaturahim itu mengundang rezeki. Secara iman, kita sudah mengakui itu sejak lama. Namun adakah buktinya secara ilmiah? Ternyata ada. Simak deh » http://bit.ly/SILATURAHIM

Post has attachment
Motivator Favorit Saya
Salah satu motivator Indonesia favorit saya adalah Ippho Santosa Saya menyukai seminar motivasi atau training motivasi karena: Saya bisa bertemu dengan orang-orang positif atau minimal mau berubah menjadi lebih baik Dalam seminar yang bersifat positif Insya...

Post has attachment
Ippho Santosa - ipphoright:
Sedekah ke pengemis di jalanan, boleh nggak? Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, hampir semua pengemis sudah tersistem. Terorganisir. Dilindungi preman dan oknum pejabat. Ini beneran.

Kayak franchise saja, pengemis-pengemis ini diberi 'wilayah beroperasi' dan harus membayar 'royalti' ke preman tertentu. Lalu, preman ini nyetor lagi ke oknum pejabat. Ya, tuh oknum pejabat serasa master franchise.

Siklus kezaliman ini terlihat kasat mata di kota-kota besar. Bukan kata orang. Terlihat bagaimana 'pihak manajemen' men-drop dan menjemput pengemis. Termasuk menyiapkan anak kecil untuk digendong. Saya sering sekali melihat prosesi ini di jalan-jalan.

Pernah memperhatikan bayi yang digendong itu? Selalu tidur pulas kan? Ya! Karena diberi obat tidur, obat bius, atau sejenisnya. Duh jahatnya. Logis saja, kebanyakan bayi akan rewel bila terkena terik matahari selama berjam-jam.
 
Asal tahu saja, pengemis biasa, tak akan bisa masuk seenaknya ke sebuah wilayah. Karena setiap wilayah sudah dipegang oleh preman dan oknum tertentu. Dengan kata lain, si pengemis hanya bisa beroperasi jika mau kongkalikong dengan preman dan oknum tersebut.

Sekiranya kita terus memberi dan 'memakmurkan' preman serta aparat tadi, maka kasihan sekali nasib bayi-bayi yang tak berdosa itu. Si pengemis? Mana mau tahu dia, toh itu bukan anaknya! Kebanyakan seperti itu!

Pengemis, preman, dan oknum yang tersistem adalah sebuah kezaliman. Ya, kezaliman. Kalau kita sudah tahu dan masih saja memberi, berarti ikut memakmurkan kezaliman. Lain halnya kalau kita belum tahu.

Terlepas dari itu, di Semarang, ada pengemis yang punya deposito di atas Rp 100 juta. Di Surabaya, ada pengemis yang punya mobil CRV. Di Kalsel, ada pengemis yang punya sedan. Dan masih banyak lagi publikasi tentang pengemis yang sebenarnya tajir-tajir. Googling saja.

Begini. Setiap sedekah tentu akan berbalas. Tapi alangkah baiknya jika tepat sasaran dan tidak mengayakan para preman juga oknum pejabat. Kurang berkah juga kalau kita tetap bersedekah, di mana kita tahu persis uang sedekah itu selalu disalahgunakan. Pantaslah MUI dan pemerintah dulu pernah tegas-tegas mengingatkan.

Pesan Nabi Muhammad, "Meminta-minta tidaklah halal, kecuali bagi tiga golongan: si fakir yang sangat sengsara, orang yang terlilit utang, dan orang yang berkewajiban membayar diyat." Jadi, adalah terlarang kalau kita dengan sengaja bersedekah kepada orang-orang di luar tiga golongan ini.

Kalau mau sedekah, via lembaga terpercaya dan teraudit saja. Seperti DD, ACT, RZ, PPPA, dll. Atau lembaga lain yang jelas track record-nya. Sebisa-bisanya BUKAN ke pengemis seperti kasus-kasus di atas. Dan tahukah Anda, ketika Ramadhan dan Syawal, income mereka bisa melesat sekian kali lipat!

Apabila kita lagi di jalan dan mau bersedekah, yah beli saja barang-barang dari pedagang kecil atau asongan. Kalau perlu, kasih lebih ke mereka. Jangan nawar. Masih mending mereka tho? Mau mengerahkan tenaganya. Menjaga harga dirinya. Nggak ngemis. Nggak melas.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya. Simak juga video saya tentang sedekah, mental miskin, dan mental kaya >> https://m.youtube.com/watch?v=kIoFTmlmWqc

Post has attachment
Kisah Wortel , Telur, dan Kopi

Seorang pria muda datang pada ibunya & mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.
Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya. Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur & anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air. Ketika airnya sudah mendidih, sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, & di gelas ketiga, ia masukkan KOPI

Setelah menunggu beberapa lama sang Ibu mengangkat isi ketiga gelas tadi & hasilnya :

(1) WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK
(2) TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS
(3) KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan :

“Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya.
Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur atau harum seperti KOPI. Wortel & telur tidak mempengaruhi air, tetapi berubah karena air mendidih itu, sementara KOPI justru mampu mengubah AIR mendidih tersebut menjadi HARUM."

”Setiap Masalah, selalu ada pelajaran berharga yang bisa kita sikapi.
Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat masalah datang begitu saja?"

Ada 3 reaksi orang saat masalah datang :
(1) Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel) dan mengasihani dirinya sendiri.

(2) Ada yang mengeras (seperti telur), marah & menyalahkan orang lain.

(3) Ada juga yang justru semakin harum (seperti kopi) dengan berupaya sekuat tenaga & pikirannya dilandasi kepercayaan & keyakinan bahwa semua masalah itu pasti ada, dan semakin kita mau berproses maka proses itu akan membuktikkan bahwa kesuksesan kita layak untuk diperjuangkan hingga menjadi harum seperti kopi

Share ya! ^_^

Sumber : Buku 30 Kisah Inspiratif Yang Menakjubkan
Photo

Karna ada rezeki makanan tengah malam, ada baiknya sit up dl baru makan hehe

Post has attachment

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436H
Minal 'aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin teman2 smua 😊🙇
Wait while more posts are being loaded