Profile cover photo
Profile photo
Riva Nurjanah
2 followers -
Berbahagia
Berbahagia

2 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Kau tanamkan seladang kasih penuh harapan. Kau gunakan alat yang kau punya. Walau hanya peralatan dr bambu tua yg kau punya. Dan kau mulai menanamnya. Kau berikan pupuk dan kau sirami setiap saat. Walau tak ada harapan tanaman itu akan tumbuh. Tapi Kau terus mendamba - dambakan agar tetap tumbuh, agar tetap menjadi kucup indah yang kau idamkan. Kau cabuti tanaman yang mengganggu, kau bersihkan dari hama, kau selalu perindah dengan lantunan nada indah dan tak lupa selalu kau beri kecupan. Kau pun selalu memberikannya impian. Hampir disetiap pagi kau melakukan hal itu. Di saat matahari mulai terbit. Kau berikan semua keindahan yang kau punya. Hingga semua aman dan akan tumbuh menjadi kucup yang sangat indah. Saat dedaunan mulai tumbuh, kau terus rawat, kau terus beri pupuk, kau terus sirami dan terus kau beri kecupan. Setiap pagi setiap matahari terbit kau terus melakukannya. Tak ada hama mendekat. Tak ada gangguan mendekat, dan kau terus berbisik bahwa semua akan tumbuh menjadi indah. Hingga kucup bunga pun terlihat dan mulai mekar dengan terbitnya matahari. Hingga tanaman itu pun menjadi tanaman yang sangat indah. Lalu sesaat awan gelap datang berbisik kepadamu. Awan itu merayumu untuk lekas pergi. Tapi sebelum awan itu mendekat kau sudah mencabuti tanaman itu. Kau cabuti setiap kelopak demi kelopaknya. Kau terbangkan, kau hancurkan, kau jatuhkan dan kau tinggalkan begitu saja. Hingga tanaman itu terbawa oleh air yg terus mengalir bersamaan datangnya air hujan yang turun sangat deras ditemani sang awan gelap itu!! Dan tak tersisa satu kelopak bahkan satu daun pun dari tanaman itu. Hingga kini tanaman itu hanya menjadi kenangan yang tak memiliki harapan dengan kasih.
Add a comment...

Kubuka mata dipagi ini. Senyuman pagi sang mentari teraasa begitu hangat menyapaku. Ku lihat beberapa kertas usang yang berbentuk seperti bola tak beraturan berserakan disamping tubuhku. Kucoba mengambil salah satu kertas usang itu, namun aku tak bisa, tubuhku masih lemas untuk dapat meraihnya. Kudiam sejenak. Dan sekali lagi ku coba untuk mengambil kertas usang itu. Aku duduk diatas empuknya kendaraan mimpi ku. Ku bersandar disalah satu teman mimpi ku. Ku coba membuka kertas usang yang sudah tak berbentuk itu. Perlahan namun pasti kertas itu mulai menunjukan beberapa huruf yang menyusun 1kata. Namun saat aku ingin melihatnya tiba" suara gaduh itu memecahkan kesunyian pagi yang cerah ini. Ku beranjak dari kendaraan mimpi ku dan meninggalkan kertas itu diatasnya. Aku penasaran dari mana sumber suara itu. Kuikuti sumbernya dan Kulihat keluar kamar kecilku. Tidak ada hal yang mencurigakan. Kulihat ke semua ruangan dirumahku. Ternyata memang tidak ada kegaduhan. Ah sial ternyata itu suara dering alarm telfon ku saja~ fyuuh.. Aku segera mengambil telfon ku dan langsung menghentikan alarm tersebut. Bergegas kembali ke dalam kamar untuk melihat kertas" itu. Kunaiki kembali empuknya kendaraan mimpiku. Dan kubuka perlahan lagi kertas itu. 1 kata yang ada dikertas itu adalah "mimpi". Entah apa artinya, karena aku tidak ingat apa yang sudah aku lakukan semalam. Yang aku ingat hanyalah Mimpi indah yang menemani ku terlelap dalam tidur nyenyakku., Dingin tak kurasakan, gangguan serangga penghisap darah pun tak kurasakan. Itu karena mimpi indah yang menyelimuti ku. Kudiam sejenak, ku berfikir, tapi entah fikiran ku kacau,banyak yang aku fikirkan. Tapi aku belum bisa mengingat kejadian apa yg terjadi semalam. Dan tiba" hujan turun .. Tiktiktik .. jendela ini berembun dan terdapat banyak air hujan yang menetes dijendela ini. Kurasakan dinginnya jendela ini dan ku teringat apa yang aku lakukan semalam. Semua kejadian tentang perasaan ini. Dan ternyata sosok yg semalam membisiki telingaku benar. Aku bisa mendapatkan senyuman itu semalam. Senyuman yang diberikannya hanya untukku. Dan rasanya sangaaat indah sekali. Aku pun tersenyum malu mengingat mimpi itu. Masih ada 3 kertas yang berbentuk bola tak beraturan diatas empuknya kendaraan mimpiku. Mungkin aku akan mengetahui apa saja kata yang tertulis didalamnya. Tapi tidak sekarang. Karena sekarang aku harus menyapa hembusan angin yang selalu bertiup dan mencoba menyapa ku.. Selamat pagi:)
Add a comment...

Garis indah itu selalu hadir menemani sunyinya malam2 yang aku lewati. Dan sampai malam ini aku pun masih ditemani garis indah itu. Masih sama, masih menggunakan secarik kertas usang untuk kulukiskan indahnyaa garis itu. Mungkin hanya kamu yang mempunyai garis itu. Malam ini memang masih sama seperti malam2 lalu, masih sunyi, dan masih ditemani oleh rintikan air hujan yang jatuh. Dingin?? Memang itu yang selalu aku rasakan. Tapi dingin itu akan hilang tatkala aku mengingat garis indah itu. Seakan - akan kulihat sesosok berdiri didepan rumahku, aku mulai meraba sosok itu. Sejenak kufikir, apakah dia adalah cowo yang mempunyai garis itu??. Tapi tiba" suara itu memecahkan kesunyian dan sosok cowo itu pun hilang, fyuuuh~ ternyata itu hanya halusinasiku saja. Berkali kali ayah memanggilku untuk segera bergegas menuju tempat untk mengistrhtkan tubuh ku. Tapi aku masih ditempat ini, masih berharap sosok itu hadir lagi. Jendela terselimuti embun dan air hujan ini sebagai saksi bisu bahwa aku masih disini untuk menunggu sesosok cowo yang mempunyai garis indah itu yang dapat membuatku tertidur dengan nyenyak. Memang sangat susah untuk bangun dari halusinasi yang gila ini. Apalagi halusinasi ini hadir disaat aku sendiri ditempat yg sunyi. Kepalaku sudah tak kuat untuk menahan letihnya tubuh ini, tapi aku masih belum bisa menghilangkan halusinasi ku ini. Suara ketakutan, suara tertawa terbahak - bahak, suara mengagetkan, suara menyeramkan dan semua suara yang muncul dari televisi tidak bisa memecahkan heningnya malam ini. Ku ingin melihat bintang, berharap garis indah itu ada disalah satu bintang malam ini, ku coba menatap keluar dan melihat langit malam. Tapi yang aku liat hanya langit yang dipenuhi awan yang sangat kelabu. Dimana bintang" itu?? Kucoba mencarinya tapi tak kunjung kutemukan, dan yang aku liat sekarang hanya garis menyeramkan dan mengeluarkan suara yang menakutkan. Langsung ku tutup kedua mata ini, aku sangat takut untuk melihatnya lagi. Tiktiktik hujan mulai turun, tidak terlalu lebat tapi rintikannya bisa membuat kolam ikan itu penuh dengan air hujan dalam waktu beberapa menit.. Dan kini yang kudengar adalah suara dari kicauan hewan malam itu. Suara yang muncul dr pohon itu, entah apakah dia kehujanan atau dia sedang berlindung dipohon itu. Suaranya sangat menakutkan tapi aku masih belum bisa melupakan garis indah itu dan bergegas untuk tidur.. Jam sudah menunjukan pukul 00:00. Tapi aku masih belum bisa menghilangkan halusinasiku ini, kuambil kertas usang yang sudah ku genggam kuat dan berbentuk seperti bola. Ku ratakan kertas itu, ku baca lagi tulisannya. Yang tertulis di kertas itu memang hanya 1 kata, yakni kapan? . 1 kata yang bisa membuat beberapa kalimat. Fyuuh~ hujan mulai agak reda tapi dinginnya malam mulai menusuk tulang ini, hembusann anginyaa mulai membisik ditelingaku, helai demi helai rambut ini pun tertiup hembusannya. Tapi susah dan belum bisa menghilangkan halusinasi itu. Sesosok cowo itu pun muncul lagi didepan jendela itu. Ku raba lagi sosok itu dan dia mendekatiku, fyuh kututup mata ini, tp setelah kubuka mata sosok itu masih ada dan semakin mendekatiku, sosok itu kini ada didekat telingaku, sosok itu berbisik ditelingaku. Dan sosok itu berkata : " hari sudah menjelang pagi, tubuh, mata, fikiran kamu sudah sangat letih, istirahat lah sejenak, agar esok kamu lebih segar dan bisa menemui cowo bergaris indah itu. Percayalah dia akan datang dimimpimu malam ini, dan memberikan garis indah itu hanya untuk kamu. "
Dan sosok itu pun menghilang, entah, apakah itu hanya halusinasiku saja atauuuu... Fyuh~ baiklah kucoba bergegas untuk beristirahat sejenak terlelap ditempat yang sangat empuk, dan meminta kepada Tuhan agar aku diberikan mimpi yang sangat indah, yakni melihat garis indah yang jika ditarik akan memunculkan senyuman indah itu.. Amin~
Part2
Add a comment...

ketika air terjatuh dr kelabunya awan, membawa kebahagiaan yg telah lama dinantikan, dan mengalir membawa semua kisah buruk yang prnh trjadi, jauh ketempat yang tak terhingga. Disaat itulah aku terdiam dalam sepi.. Hiruk pikuk dunia ini seakan ku abaikan. Entah apa yang terlintas dalam benak ku. Apakah yang akan aku lakukan?? aku tau, semua ini akan mengalir seperti air. Semua ini akan hilang, bagai luka yang terobati. Namun ketika aku melihat kaca indah yang terselimuti embun pagi yang tercampur dengan sisa hujan semalam. Hanya ada 1 hal yang terus aku fikirkan. 1 hal yang membuat aku tak berdaya saat aku tau, aku tak bisa menemukannya. Secarik kertas usang ini mungkin bisa menggantikanmu. Sejenak menghilangkan rasa sesak yang masih aku rasakan ini. Aku torehkan beberapa kalimat hingga membentuk suatu paragraf indah yang tak memiliki arti. Aku berharap kamu bisa membacanya. Tapi sebelum kamu membacanya, mungkin kertas usang itu sudah terbasahi oleh air dr langit yang kelabu, kertas usang itu akan basah, dan akan hancur, dan kamu tidak akan bisa membacanya, dan mengetahui apa yang aku rasakan. Daun bergoyang riangtertiup hembusan angin, aku pun meraasakan hembusannya didalam kesunyian ini. Burung bernyanyi riang, seakan mencoba menghiburku yang selalu menatap kelangit luas yang masih kelabu. Di tempat ini, aku hanya bisa mendengarkan hewan kecil berantena yang selalu berbaris rapih, hewan itu mencoba menghiburku dengan beberpa kalimat yang dituliskan dikertas usang yang terus ku genggam ini. Tapi hewan itu hanya menuliskan 1 kata, yakni "sabar". Diam sejenak ku fikirkan apa maksudnya, tapi aku bodoh, aku tak tau apa maksud dari kata itu.. Kemudian kepakan sayap indah itu datang dan hinggap ditelingaku, dan dia berkata : "hentikan semua ini, hilangkan, dan buang jauh2. Rasa rindumu pasti akan beraakhir, walau kamu tak tahu kapan rasa itu akan berakhir.." .. #postedon14'jan26th
Add a comment...

Tepat 1 minggu yang lalu saat aku diijinkan untuk seharian bersamamu. Melihatmu. Mendengarmu. Tertawa bersamamu. Tidak terlalu lama namun bisa membuatku semangat untuk menghadapi hari itu. Hari yang sebenarnya aku hindari. karna aku belum siap untuk kehilangan orang - orang yang aku sayang. Tersenyum lebar tertawa riang. Ah aku fidak bisa melupakan hari itu. Saat si pink menemani kita. Memanggil namamu. Jujur aku tak kuat saat hari itu. Tak terasa apapun tapi seperti ada yang menahanku.Tak kunjung hilang uluran tangan teman - teman yang selalu hadir menjengukku untuk sekedar membuatku lebih merasa baik. Membuatku sekedar melupakan kesedihan yang sedang aku rasakan. Detik berubah menjadi menit dan berubah menjadi jam. Jam demi jam mulai berganti. Hingga hari pun berganti. Dan hingga tiba saatnya aku harus berpamitan. Berkunjung dari satu ruangan ke ruangan lain. Hanya untuk sekedar berpamitan. Tertahan tapi sesak. Saat mengunjungi kalian teman terbaikku. Aku terus menahan. Menahan agar tak menjadi sesuatu yang sangat membuatku terlihat lemah. Aku terus berkata "nanti nanti ada saatnya", itu agar kalian bisa tersenyum. Karena yang aku inginkan senyuman kalian bukan airmata kalian. Saat semua ruangan sudah dikunjungi, dan ini adlah bagian tersulit yang harus aku hadapi. Berpamitan sama kamu bang. Ini terlalu singkat untuk kita bang. Semua datang terlambat bang. Hingga saat itu aku membuka pintu ruanganmu dan berpamitan. Aa rasanya aku ingin lari bang. Aku ingin pergi saja tanpa berpamitan. Hiks tapi hari itu sungguh bahagianya aku. Bersama kalian orang - orang yang aku sayang. Terimakasih leader. Telah mewujudkan apa yang aku inginkan selama 2 hari itu. 2 hari singkat yang sangat membahagiakan aku. Bagaimana tidak. Pikirkan saja apa yang sedang aku rasakan saat itu. Menghabiskan sebagian waktuku selama 2 hari berturut - turut bersamamu bang. Hehe bersama kalian !! Aku bahagia namun sesak. Have fun!!
Add a comment...

Haruskah sedih atau haruskah bahagia. 2 hari menjelang untuk beranjak mencari suasana yang baru. beranjak Meninggalkan tempat kecil yang penuh cerita. meninggalkan mesin yg tak seberapa namun selalu menjadi teman setiap hari. Meninggalkan ruangan yang selalu menjadi saksi kisah kisah yang pernah ada. Meninggalkan setiap detail bagian yang terlihat dari satu sisi. Meninggalkan sosok sosok yang pernah kuhidupkan hingga saat ini masih dikenal dikenang selalu membuatku tidak merasa sendiri selalu menemani selalu menghantui selalu membuatku gila oh Bella Betty Bollu jika kalian benar ada maka temani teman temanku bantu mereka. Meninggalkan kalian yang selalu ada selalu mengertiku selalu membuatku tertawa dengan tingkah kalian, selalu membuatku menjadi gila, selalu membuatku nyaman dan semangat untuk datang datang datang lagi, selalu membuatku nyaman. Meninggalkan kisah kisah yang dulu pernah ada, tak banyak yang tau tak banyak yg mengerti namun dulu itu pernah ada, salah satu yang sempat membuatku untuk semangat datang datang dan datang lagi. Dan harus meninggalkan kamu untuk melewati sebagian penuh hari harimu tanpa aku, yang sabar ya bang kita kuat kita bisa kita selalu bersama menemani setiap saat Hihi tak lama tak seberapa namun awal yang indah yang bisa kita abadikan. Terimakasih semua terimakasih telah dan akan selalu hadir untuk hidupku. Bahagianya aku bahagianya hidupku bahagianya dunia ini. Aku sayang kalian
Add a comment...

Malam ini terasa sangat sunyi, Guyuran hujan yang membuat udara menjadi dingin menambah kesan akan rintikan. sang pensil tidak ada hentinya untuk terus menutupi lembaran putih bergaris. Entah sekedar hanya ingin menari atau memberikan maksud lain. Celoteh sang burung membuat sang ranting terus bergerak. Mencari maksud tanpa niatan. Seketika waktu terhenti. Kenangan berterbangan, dan ingatan mengajak sang ranting untuk berhenti bergerak. Udara yang dingin kini mereda. Entah karena ingatan atau memang karna waktu yang mengenang. Hamparan kata merangkai. Tersusun rapi dengan harapan. Tak ada yang bisa sang ranting lakukan. Bergerak menggugurkan dedaunan atau hanyak sekedar mendengar celoteh sang burung. Sang malam mengusap guyuran hujan. Tak terhitung berapa tetes yang telah berhamburan. Keinginan memiliki tetesan itu kini tak semudah terbang layaknya sang burung. Sang pensil yang terus merangkai kata tak pernah bisa menyatukan apa yang ingin disatukan. Walau kata terus merangkak menyambung membuat arti tetap tak bermakna. Aroma rintikan dengan nyanyian tetesan yang mengalir dari langit hanya terus membuat sang waktu berhenti. Namun Tak ada arti lain selain merasa dengan ingatan dan melupakan dengan harapan.
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded