Profile

Cover photo
Khalidul Mufied
2 followers|17,409 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Khalidul Mufied

Shared publicly  - 
 
ISLAM DI ANTARA YAHUDI DAN NASRANI
Oleh : Ustadz Mufied al-Kalatini
  
Sungguh kamu akan dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman yaitu orang-orang Yahudi dan para sekutunya, dan sungguh kamu akan dapati pula orang-orang yang paling dekat persahabatan kasihnya dengan orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani", yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka  terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.  = Q.S. Al-Maidah : 82 =
 
Permusuhan yang terjadi antara umat Islam dan Yahudi memang sudah ditakdirkan oleh Allah swt, bukan Islam yang memulai permusuhan akan tetapi merekalah yang memulainya. Itu bersumber dari kedengkian di hati mereta karena Risalah kenabian akhir zaman yang bersifat universal diberikan kepada keturunan bani Ismail yang berbangsa Arab dan bukan diberikan kepada keturunan bani Israel yang berbangsa Yahudi.
 
Sebahagian besar ahli kitab (orang-orang Yahudi)  menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. = Q.S. Al-Baqarah : 109 =
 
Padahal tradisi sebelumnya para nabi dan rasul senantiasa berasal dari kalangan bani Israel, bahkan menurut sabda Nabi Muhammad A yang diriwayatkan oleh imam Abu Ya’la r.a jumlah nabi dan rasul yang diutus dari kalangan bani Israel semenjak zaman nabi Musa D berjumlah 4.000 nabi, sementara yang diutus kepada umat-umat yang lain juga 4.000 nabi saja.
Sedangkan sabda Nabi Muhammad A yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Mardawaih r.a menerangkan tentang jumlah para nabi dari semenjak zaman nabi Adam D sampai dengan zaman Nabi Muhammad A ada 124.000, sedangkan jumlah para rasul ada 313. Dan yang dikisahkan di dalam al-Quran hanya sedikit saja sekitar 25 nabi dan rasul, lebih banyak yang tidak dikisahkan. Bisa jadi tokoh agama seperti ; Budha Gautama, Lao Tse, Confusius dll. juga nabi atau rasul, sebab mereka hidup jauh sebelum Rasulullah A dilahirkan 
Terjadinya permusuhan antara umat Islam dan Yahudi akan berlangsung sampai akhir zaman nanti, sama seperti permusuhan abadi antara umat manusia keturunan nabi Adam D dengan syetan (iblis) dan keturunannya. Yang menjadi penyebabnyapun sama yaitu kedengkian iblis akan kemuliaan tugas yang diberikan kepada nabi Adam D yaitu tugas kekhalifahan di muka bumi, mengapa tugas tersebut tidak diberikan kepada Azazil (nama asli iblis) yang sudah beribu tahun mengabdi beribadah kepada Allah swt.
 
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka jadikanlah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
= Q.S. Fathir : 6 =
 
Rahasia kebencian Yahudi terhadap umat Islam dibongkar oleh Allah swt, coba perhatikan ayat di bawah ini :  
 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (orang-orang Yahudi) karena mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.= Q.S. Ali ‘Imran : 118 =
 
Kegamblangan informasi rahasia dari Yang Maha Mengetahui ini harus kita jadikan pegangan di dalam mengambil sikap dan keputusan langkah menghadapi mereka, jangan malah sok pintar ingin merajut kerjasama dan persahabatan dengan mereka apalagi menjadi anteknya yang hanya berharap kucuran dolar saja. Memang Rasulullah A dulu pernah membuat perjanjian kerjasama dengan Yahudi Madinah yang berasal dari tiga klan, yaitu ; bani Nadzir, bani Qainuqa’ dan bani Qairudzah. Akan tetapi ketiganya-lah yang membatalkan perjanjian dengan aksi pengkhianatannya ingin membunuh Nabi Muhammad A dan menghancurkan umat Islam. Pengkhianatan mereka yang terakhir adalah adanya makar yang menyebabkan terjadinya peperangan Ahzab atau Khandaq, yang hampir saja menghancurkan dan merontokkan moral umat Islam. Setelah kejadian ini maka tidak ada lagi perjanjian damai dengan Yahudi sampai beliau A wafat.
Ada juga kelemahan di kalangan umat Islam di dalam memahami istilah ahli Kitab yang disebut di dalam al-Quran ; memang terkadang istilah ahli Kitab itu dimaksudkan untuk umat Yahudi dan Nasrani, akan tetapi ayatnya sangat sedikit dan kebanyakan khitob/alamatnya ditujukan khusus untuk Yahudi saja. Seperti ayat di bawah ini yang dimaksud ahli Kitab disini hanya Yahudi.
 
Segolongan dari ahli kitab (orang-orang Yahudi) ingin menyesatkan kamu, Padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya. = Q.S. Ali ‘Imran : 69 =
 
Ada juga ayat lain yang jelas-jelas menyebutkan nama Yahudi dan Nasrani sekaligus, akan tetapi kalau tidak jeli didalam memahami bahasa al-Quran ini malah akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan, coba perhatikan dengan seksama ayat dibawah ini :
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ
Sekali-kali orang-orang Yahudi dan juga Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. = Q.S. Al-Baqarah : 120 =
 
Perhatikan sekali lagi ! Ketidak senangan Yahudi terhadap umat Islam memakai kata “`s9 (lan) “ yang artinya “sekali-kali tidak”, sedang ketidak senangan Nasrani terhadap umat Islam memakai kata “w (la) “ yang artinya hanya “tidak”.
Jelasnya adalah : “Ketidak senangan Yahudi terhadap Islam itu sudah takdir keniscayaan, sementara ketidak senangan Nasrani (orang per-orang) terhadap Islam itu karena pengaruh dan provokasi Yahudi”. Jadi kalau ada orang-orang Nasrani yang benci terhadap umat Islam itu karena telah berhasil diperalat oleh Yahudi atau sudah terkontaminasi pola pikirnya Yahudi, kalau belum terpengaruh maka sikap orang Nasrani akan bersahabat baik dengan umat Islam. Seperti dijelaskan didalam ayat al-Quran surat al-Maidah 82 diatas, yaitu lebih dekat persahabatan kasihnya terhadap umat Islam.
Perhatikan lagi ayat dibawah ini :
 
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
Tidak ada seorangpun dari ahli Kitab (orang-orang Nasrani), kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. = Q.S. An-Nisa’ : 159 =
 
Istilah ahli Kitab disini khitob/alamatnya khusus untuk umat Nasrani saja, dimana ayat ini sebagai ayat Nubuat yang memberi kabar gembira di akhir zaman. Bahwa setelah turunnya nabi Isa D yang kedua di akhir zaman nanti yang menurut sabda Nabi Muhammad A bertugas sebagai “pemimpin dan hakim yang adil”, akan meluruskan paham dan keyakinan umat Nasrani yang beragam, bahkan akan dijadikan satu keyakinan dengan umat Islam.
Setelah nantinya umat Islam bersatu dengan umat Nasrani dibawah duet kepemimpinan Imam Mahdi D dan Nabi Isa D akan bersama-sama membasmi bangsa Yahudi sampai ke akar-akarnya, seperti disabdakan Nabi Muhammad A yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra :
 
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ اْلمُسْلِمُوْنَ اْليَهُوْدَ فَيَقْتُلُهُمُ اْلمُسْلِمُوْنَ حَتَّى يَخْتَبِئَ اْليَهُوْدِيُّ وَرَاءَ اْلحَجَرِ وَ الشَّجَرِ، فَيَقُوْلُ اْلحَجَرُ وَ الشَّجَرُ : يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللهِ ! هَذَا يَهُوْدِيٌّ خَلْفِى فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلاَّ اْلغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ اْليَهُوْدِ .                           
"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Mereka akan diperangi kaum Muslimin, sampai kalau ada orang Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka berkatalah batu dan pohon tersebut; Wahai orang Islam, wahai hamba Alloh, ini ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah, Bunuh dia! Kecuali pohon Gharqad, karena pohon itu adalah pohonnya Yahudi”.
 
قَالَ النَّبِى ص.م : لَنْ تَهْلِكَ أُمَّةٌ أَنَا أَوَّلُهَا وَ مَهْدِى أَوْسَاطُهَا وَ اْلمَسِيْحُ ابْنُ مَريَمَ آخِرُهَا {رواه النسآء}
“Tidak akan binasa umat ini, aku (Muhammad)-lah pemimpin yang pertama, dan al-Mahdi di pertengahannya dan al-Masih Ibnu Maryam penghabisannya". [HR an–Nasa’i]
 ·  Translate
1
Add a comment...
Links