Profile cover photo
Profile photo
Aini Rahmawati
46 followers
46 followers
About
Posts

Post has shared content
Gratis Sepanjang Masa

Suatu sore,
seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang
telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia
pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:



Untuk memotong rumput Rp. 5000

Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000

Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000

Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000

Untuk membuang sampah Rp. 1000

Untuk nilai yang bagus Rp. 3000

Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000

Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000

[if gte vml 1]><v:shapetype id="_x0000_t75"
coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"
filled="f" stroked="f">
<v:stroke joinstyle="miter"/>
<v:formulas>
<v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/>
<v:f eqn="sum @0 1 0"/>
<v:f eqn="sum 0 0 @1"/>
<v:f eqn="prod @2 1 2"/>
<v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/>
<v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/>
<v:f eqn="sum @0 0 1"/>
<v:f eqn="prod @6 1 2"/>
<v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/>
<v:f eqn="sum @8 21600 0"/>
<v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/>
<v:f eqn="sum @10 21600 0"/>
</v:formulas>
<v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/>
<o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/>
</v:shapetype><v:shape id="Picture_x0020_59" o:spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75"
alt="http://2.bp.blogspot.com/-21cu0CoUlwk/UEvqJFDDAeI/AAAAAAAABos/6Z1yFMCyvq4/s320/Daughter_with_moms_hand_HERO.jpg"
href="http://2.bp.blogspot.com/-21cu0CoUlwk/UEvqJFDDAeI/AAAAAAAABos/6Z1yFMCyvq4/s1600/Daughter_with_moms_hand_HERO.jpg"
style='width:240pt;height:147.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'
o:button="t">
<v:fill o:detectmouseclick="t"/>
<v:imagedata src="file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg"
o:title="Daughter_with_moms_hand_HERO"/>
</v:shape><![endif][if !vml][endif]



Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas
dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan
inilah yang ia tuliskan:



Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis

Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis

Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis

_Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan
kamu, gratis_

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis

Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis



 Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,

Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan
menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian
mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun
sayang kamu nak” kata sang ibu.

Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf
besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”

*











Sahabat,
seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita
dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja
yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang
ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan
materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima
kasih? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat
baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau….




#Motivasi #Inspirasi #Ibu

#Cinta #Renungan #Islam

#ANAK #Ayah #KisahInspirasi #Keluarga

#Wanita #Muslimah #OrangTua #KisahNyata

#Muslim #KisahMotivasi #Semangat



#Hikmah #Cerita #Inspiration
Photo

Post has shared content
Upaya Meraih Rahmat Allah swt

Dalam konteks kekinian rahmat Allah dapat saja berada dalam amal yang sungguh sepele. Mungkin saja rahmat itu terletak dalam diri anak-anak jalanan yang mengulurkan tangan ke hadapan kita, atau di dalam diri pengamen yang menyanyikan lagu sumbang tak jelas suara dan nadanya. Dan juga mungkin sekali rahmat itu terletak dalam amal kita dalam memberi selembar kertas koran sebagai alas shalat jum’at. wal hasil sekecil apapaun amal itu tidak boleh kita sepelekan.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bahwasannya kita semua dilarang untuk merasa putus asa atas rahmat Allah swt. Bagaimana kita akan putus asa kalau kita sendiri tidak memahami rahmat itu sendiri. Oleh karena itulah tema khotbah kali ini akan lebih banyak membicarakan hal tersebut.

 Sebuah kisah yang berdasarkan pada hadist Rasulullah saw dari cerita Malaikat Jibril “sungguh dahulu pernah ada seorang hamba (‘abid) yang tinggal seorang diri di sebuah gunung paling tinggi di dunia. Begitu tingginya gunung itu, sehingga aku (jibril) sering melaluinya ketika hendak turun dari langit melaksanakan titah dari Yang Maha Kuasa. Gunung itu tidak begitu luas, tetapi cukup lengkap persediaan bahan makanan dan buah-buahan juga air terjun yang menyegarkan. Hal itu mempermudah ‘abid menjaga perut dari kekosongan dan memudahkannya berwudhu sehinga ia selalu dalam keadaan suci.

Di atas gunung yang sangat indah itu, ‘abid hidup selama lima ratus tahun. Ia tidak punya kegiatan, selain beribadah, bermunajat, dan berdo’a, tidak pernah terlintas dibenaknya untuk berbuat dosa dan mendurhkai-Nya. Salah satu do’a yang dikabulkan Allah swt adalah permohonannya setiap saat untuk mati dalam keadaan sujud. Demikianlah, akhirnya ‘abid meninggal dunia dalam usia limaratus tahun.

Setelah kematiannya Allah swt berkata kepadanya ‘wahai hambaku karena rahmat-Ku, kau akan segera aku masukkan ke dalam surga’.  Mendengar pernyataan tersebut si ‘abid berubah mukanya, terkesan tidak terima. Karena ia merasa bahwa amal-ibadahnnya selama lima ratus tahun tanpa dosa lah yang menyebabkannya layak masuk ke surga. Bukan semata karena rahmat-Nya. Demikian protes ‘abid kepada Allah swt.

Mafhum apa yang dimaksud oleh si ’abid. Maka segeralah Allah menugaskan seorang malaikat untuk menghitung dan menimbang seluruh amal-ibadahnya selama lima ratus tahun tanpa dosa yang diandalkannya sebagai modal meraih sorga. Kemudian ditimbangnya amal tersebut dibandingkan dengan rahmat pemberian-Nya.
Ternyata rahmat Allah swt yang diberikan kepada ‘abid yang terdapat dalam mata (termasuk di dalamnya kemampuan melihat) saja jauh lebih berat nilainya dibandingkan dengan ibadahnya selama lima ratus tahun. Belum nikmat anggota badan yang lain, otak, kaki, tangan, dan seterusnya.


#Allah
#Islam
#Muslim
#Quran
#Hadith
#Alhamdulillah
#Motivasi
#SubhanAllah
#Renungan
#Doa
#Semangat
#Bukhari
#Inspirasi
#Muhammad
#Sunnah
#Prophet
#Dua
#Cinta
#God
#Amin
#Muslimah
Photo

Post has shared content
Zikir itu Penawar Hati

Semua orang pasti pernah dirundung “kesedihan”. Rasa sedih adalah sunnatullah. Ia tak mungkin ditolak dan tak dapat dihindarkan. Ia harus dihadapi dengan penuh perhitungan dan kesabaran.

Harus dipahami bahwa kaidah kehidupan dunia adalah “tidak abadi”. Semuanya pasti mengalami perubahan. Dan yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Dunia tidak akan lepas dari pasangan: sedih-gembira, tangis-tawa, mulia-hina, kaya-miskin, sehat-sakit, dan mudah-susah. Semuanya dipergilirkan dalam kehidupan manusia. Dan setiap manusia ‘wajib’ mengalaminya, tanpa kecuali. Nabi Muhammad SAW pun biasa dirundung rasa sedih, karena memang hak prerogatif Allah untuk membuat seseorang tertawa dan menangis (Qs. al-Najm: 43).

Artinya, silahkan ‘dinikmati’ setiap episode kehidupan yang diberikan kepada kita. Semuanya sudah diatur lewat “skenario” Allah. Kaidahnya adalah: langit tak selamanya mendung. Dan bumi tak selamanya dilanda kemarau. Semua pasti bergilir.


PETUAH `IKRIMAH…


Seorang sahabat, ‘Ikrimah pernah memberikan petuah berharga, Laysa ahadun illa wa huwa yafrah wa yahzan. Walakim ij‘alu al-farah syukran wa al-hazan shabran (Tidak ada seorangpun yang tidak dilanda oleh rasa gembira dan sedih. Tapi, jadikanlah kegembiraan itu sebagai pengukur rasa syukur, dan kesedihan sebagai barometer kesabaran). Artinya, jika kita ditimpa kenikmatan: hidup senang, rezki lapang, pekerjaan mudah, dsb, maka itu harus kita jadikan sebagai ajang untuk bersyukur kepada ‘Sang Khaliq’. Dia-lah yang memberikan segalanya kepada kita.

Dan ketika kita ditimpa kesedihan: ditinggal salah seorang anggota keluarga, kehilangan benda yang kita cintai, ditimpa oleh penyakit, dlsb, maka itu harus kita jadikan sebagai ‘pupuk’ kesabaran. Dengan begitu, kesenangan tidak membuat kita lupa daratan. Dan, kesedihan tidak membuat kita mudah mencari ‘kambing hitam’. Subhanallah!

PENGHAPUS DOSA-DOSA KECIL

Allahu Akbar! Ini kabar gembira dari  Nabi Muhammad SAW. Beliau menyatakan, “Segala yang menimpa seorang Muslim: rasa capek (lelah), rasa sedih (khawatir terhadap masa depan) dan sedih (terhadap masalah yang menimpa), rasa sakit, problematika hidup yang membuat murung, bahkan tertusuk duri sekalipun dijadikan oleh Allah sebagai ‘penghapus dosa’ (kecil)nya.” (HR. al-Bukhari-Muslim). Subhanallah! Tentunya, segala bentuk ketidakenakan tersebut dihayati dan ‘dinikmati’ dengan penuh perhitungan dan kesabaran. Dengan demikian, tidak ada bencana yang dianggap sebagai “bencana”. Semuanya bakal menjadi anugerah terbaik bagi yang merasakannya.

BERZIKIRLAH!

Menurut Allah, tidak ada yang mampu meredam gundah dan gelisah kecuali zikir kepada-Nya. Tidak ada yang mampu menghilangkan rasa sedih, selain mengingat keagungan dan kemahaan Allah SWT. Dengan zikir, hati setiap orang yang bermasalah akan menjadi “tentram” dan “tenang”. Ini adalah konsep Qur’ani-Ilahi. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram karena ‘zikrullah’. Sungguh, dengan zikrullah hati-hati menjadi tentram.” (Qs. al-Ra‘du: 28). Tentunya zikir bukan sembarang zikir. Ia harus didasari dengan penuh keimanan kepada Allah. Ia benar-benar yakin bahwa segala problem –apapun bentuknya–tetap ada solusinya di sisi Allah.

Kesedihan akan sirna dan hilang jika seluruhnya dikembalikan kepada-Nya. Oleh karena itu, orang-orang beriman, menurut Allah, ada orang yang selalu “PD” dalam hidupnya, dan tidak pernah merasa sedih. Karena mereka yakin, keimanan mereka semakin memperkokoh posisinya di sisi Allah. (Qs. Ali ‘Imran: 139).

La tahzan, kata Allah SWT. La tahzan, kata rasul-Nya. Kata Abdullah al-Qarni pun La tahzan!

“Ya Allah, Engkau Maha Tahu betapa lemahnya hati kami. Kesenangan yang Engkau berikan kadang tak membuat kami bersyukur. Kesedihan yang menimpa kami kadang menjadikan kami tak sabar. Jadikan hati kami hati yang bersinar, sabar, syukur dan senantiasa bergembira. Jadikan kami sebagai ahli zikir, agar selalu bisa mengingat-Mu di kala senang dan susah. Ya Rabb, hilangkan kesedihan kami dan ganti dengan kemudahan dan kesenangan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa”


#Muslim #Allah #Quran

#Motivasi #ISIS #Renungan

#Hadith #Inspirasi #Alhamdulillah #Doa

#NotInMyName #Semangat #SubhanAllah

#Cinta #Muhammad #Sunnah #Muslimah

#Religion #Jihad #Bukhari
Photo

Post has attachment
Cara Mengasihi Mertua Yang Tinggal Bersama Anda

Mertua, kata tersebut terdengar horor bagi beberapa orang. Ada yang berharap, memiliki mertua yang baik atau bahkan tidak memiliki mertua itu lebih baik. Bagi orang Indonesia, tinggal di "pondok mertua indah" adalah sesuatu yang cukup lazim dilakukan. Namun tidak jarang mereka yang menjalaninya hidup dalam penderitaan karena tidak bisa menikmati tinggal bersama mertua dan mencintai mereka.
Sarah Hamaker pernah mengalami hal diatas ketika situasi memaksanya tinggal bersama orangtua suaminya. Rumahnya rusak pada saat badai Isabel menghantam kotanya di tahun 2003, dan mertuanya menawarkan rumah mereka sambil menunggu pembangunan rumahnya selesai. Inilah tips yang diberikan Sarah agar Anda bisa menerima mertua Anda dan mengasihi mereka.
Milikilah hubungan yang dinamis dengan semua orang. Jika salah satu pihak ingin mendominasi atau mengendalikan pihak lain maka sebuah hubungan tidak bisa terjalin baik. Untuk itu, saling menghormati satu sama lain akan membuat hubungan Anda dengan mertua lebih harmonis.
Hormati ruang lingkup masing-masing. Sebagai contoh dalam hubungan dengan anak-anak, ijinkan nenek dan kakek berperan sebagaimana mestinya, dan biarkan disiplin menjadi bagian bagi Anda dan pasangan sebagai orangtua.
Hormati mertua Anda. Salah satu cara menghormati mertua Anda adalah dengan menunjukkan seberapa besar Anda mencintai pasangan Anda, yang adalah anak mereka.
Kunjungilah mereka. Jika Anda sudah tidak tinggal lagi dengan mertua Anda, kunjungilah mereka secara rutin. Mereka akan sangat gembira bisa bertemu dengan cucu mereka.
Pastikan kesehatan mereka baik secara jasmaniah maupun spiritual.Jika keluarga Anda adalah orang percaya, beri dorongan mereka untuk mengunjungi gereja secara teratur dan terlibat aktif dalam kegiatan rohani. Sebagai orangtua tentunya mereka lebih rentan terhadap sakit penyakit, untuk itu selain kerohanian mereka, kesehatan jasmani mereka juga perlu Anda perhatikan.
Hubungan bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi dalam waktu semalam, itu membutuhkan kerja keras. Untuk itu, jika awalnya terasa sulit, jangan cepat menyerah. Lakukan dengan semangat dan penuh kasih. Jadikan mertua Anda sama seperti orangtua Anda sendiri. Lihat selalu pada kebaikan mereka, dan cintailah mereka.

#Motivasi #Inspirasi #Ibu#Cinta #Renungan #Islam#ANAK #Ayah #KisahInspirasi #Keluarga#Wanita #Muslimah #OrangTua #KisahNyata#Muslim #KisahMotivasi #Semangat#Hikmah #Cerita #Inspiration
Photo

Post has attachment
Jawaban Elegan dari Tukang Bakso

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
 
"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso". 




#Motivasi #Inspirasi #Ibu
#Cinta #Renungan #Islam
#ANAK #Ayah #KisahInspirasi #Keluarga
#Wanita #Muslimah #OrangTua #KisahNyata
#Muslim #KisahMotivasi #Semangat
#Hikmah #Cerita #Inspiration
Photo
Wait while more posts are being loaded