Profile cover photo
Profile photo
FAKIR ASMARA
251 followers -
tak ada araah ataupun tujuan semuanya mengaliir pada titik kesempurnaan
tak ada araah ataupun tujuan semuanya mengaliir pada titik kesempurnaan

251 followers
About
FAKIR's interests
View all
FAKIR's posts

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment

Post has attachment
Orang yang mulia memperhatikan hal yang baik dari orang lain, tidak menitik beratkan pada keburukannya. Orang yang tak bermutu melakukan kebalikannya. Orang yang melakukan kesalahan dan tidak berusaha memperbaikinya, sebenarnya dia sedang melakukan kesalahan berikutnya.”
“Cinta hanya bersemayam di dalam keheningan jiwa bukan di antara kemarung tubuh yang berbisik. Sebagaimana anggur, cinta mampu merangsang diri kita menuju ke wujud yang lebih agung dengan mensyukuri anugerah-anugerah yang disematkan Sang Suci. (Kahlil Gibran)”
“Cinta takkan pernah sudi memberikan kesetiaannya kepada manusia yang mengiringnya ke rancang pelaminan yang diselubungi oleh ambisi ketaksetiaan. Cinta tak ada bedanya dengan seekor burung yang merayu untuk dicengkeram, namun sama sekali tidak pernah sudi untuk disakiti dan dilukai.
 (Kahlil Gibran)”
Photo

Post has attachment
Photo

Post has attachment
JIWA YANG SELALU MERASA KAYA



Tetangga yang memiliki mobil baru,
rekan seprofesi yang kariernya cepat menanjak, teman kuliah yang rata-rata sukses, tak terasa menimbulkan benih-benih kedengkian dalam hati.
Setan lalu membisikkan khayalan dan angan-angan lebih jauh lagi. Padahal ada begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Anak-anak yang cerdas dan penurut, rumah tangga yang tenang dan tentram, pekerjaan yang halal, adalah anugerah Allah yang patut disyukuri.
Namun kita begitu sering melupakan nikmat yang Allah berikan itu dan lebih suka membandingkannya dengan orang lain, padahal mensyukuri nikmat akan menambah besarnya nikmat itu sendiri.

Mengapa tidak bersikap qona’ah saja dengan skenario Allah? Sebab Allah-lah yang lebih mengerti akan kebutuhan kita.


Jika Allah tidak memberi harta berlimpah kepada kita, itu bisa jadi karena kita yang belum siap.
Allah tidak ingin kita menjadi pribadi yang sombong dan takabbur.

Allah tidak ingin kita menjadi seperti Fir’aun dan Qorun yang mengkufuri nikmat. Jika Allah belum memberi kita kedudukan yang baik dalam karier, itu mungkin karena Allah masih menganggap kita belum mampu memegang amanah, yang justru malah akan menjatuhkan kita.

Jadi, mengapa harus muncul benih-benih kedengkian?
Toh semuanya sudah diatur oleh Allah dengan seadil-adilnya dan seproporsional mungkin.

Kita tinggal berusaha dan menjalaninya dengan lapang dada, tak perlu muncul keluh kesah apalagi murka. Kedengkian hanya akan membuat hati kita selalu gelisah dan akan menghilangkan kebaikan seperti api yang melalap kayu bakar.

Hati kita akan terus menerus merasa tidak puas, terombang-ambing oleh perasaan ketidak-adilan semu. Akhirnya depresi yang terjadi, dan kita sendirilah yang rugi.

Mari renungkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berikut ini:..

“Orang yang kaya bukanlah dengan harta benda akan tetapi orang yang kaya adalah kaya jiwa”
(HR Syaikhani dari Abu Hurairah).

Maka kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa, dalam arti tidak tamak apa yang ada pada orang lain, tamak terhadap harta, jabatan, kemasyhuran atau wanita yang dimiliki oleh orang lain.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(Thaha: 131)

Jiwa yang kaya merasa yakin bahwa rezekinya akan datang seperti janji Allah..

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya…” (al-Hud: 23)

Sehingga hatinya merasa tenang dan tentram, tidak bermusuhan dengan orang lain hanya karena masalah dunia.

Seperti jawaban Hatim al-Asham yang suatu hari ditanya, “Atas dasar apa engkau bertawakkal dalam masalah ini?”

Beliau menjawab, “Atas empat hal:
aku tahu bahwa rizkiku tidak akan dimakan oleh seseorang, karena itu hatiku tenang, aku tahu bahwa amalku tidak akan pernah dilakukan oleh seseorang, karena itu aku sibuk dengannya, aku tahu bahwa kematian akan datang dengan tiba-tiba, karena itu aku mempersiapkannya, dan aku tahu bahwa aku selalu ada dalam pengawasan Allah, karena itu aku malu kepada-Nya.”

Atau seperti jawaban ‘Ali bin Abi Thalib ketika dimintai pendapat, “Wahai Abul Hasan, terangkanlah sifat dunia kepada kami!”

Lalu beliau berkata, “Dengan ungkapan yang panjang atau pendek?”  Mereka berkata, “Dengan ungkapan yang pendek saja.” 
Beliau berkata, “Yang halal dari dunia pasti akan diperhitungkan sedangkan yang haram darinya adalah bekal yang menjerumuskan ke Neraka.”

Begitulah prinsip kehidupan yang mereka jalani, yang bisa menjadi pelepas dahaga bagi jiwa-jiwa yang kering dan tamak.

Prinsip hidup yang datang dari hati yang selalu merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.

Prinsip yang semoga mampu menggedor pintu kesadaran jiwa kita yang kini hanyut pada ambisi-ambisi dunia, jiwa yang selalu menuruti keinginan hawa nafsu.

Mampukah kita menerapkannya?
Photo

Post has shared content

Post has shared content
Kisah Abdullah bin Jahsyi; Melanggar Larangan di Bulan Haram
Abdullah bin Jahsyi adalah putra bibi Rasulullah , Umaimah binti Abdul Muthalib . Di samping itu, ia juga ipar Rasulullah karena saudara perempuannya, Zainab binti Jahsyi adalah istri Nabi saw. Abdullah bin Jahsyi memeluk Islam sebelum Rasulullah menjadikan...

Post has shared content
Saat Konstantinopel dibebaskan pada 29 Mei 1453 di hari Selasa pagi, hal pertama yang dilakukan Muhammad Al-Fatih adalah mengubah Hagia Sophia menjadi masjid

Masjid di Konstantinopel selesai pada hari itu juga, sebelum ashar. Ashar 29 Mei 1453, pasukan Muslim shalat berjamaah untuk kali pertama di Masjid Hagia Sophia

Hari Jum'at Masjid ini digunakan shalat Jum'at. Dan tempat ini menjadi saksi saat Sultan Muhammad Al-Fatih menanyakan siapa yang pantas menjadi imam shalat jum'at, yaitu yang tak terputus shalat rawatib dan shalat tahajjudnya

Dan dialah satu-satunya yang pantas menjadi imam shalat jum'at saat itu

Dan ilustrator kita, mas @alfatihsatria menghadirkan interior Masjid Hagia Sophia buat kita, terbesar dan terbaik di zamannya, juga zaman ini masih terasa aura kehebatannya

CC: Alfatihbookstore.com
Photo

Post has shared content
Wait while more posts are being loaded