Profile cover photo
Profile photo
Dwi Suwiknyo
30 followers
30 followers
About
Posts

Post has attachment
“Kamu tidak akan jadi orang, kalau kamu nekat keluar kerja sekarang!” Deg. Hatiku bagai disambar petir malam itu. Sederet kata yang meluncur begitu keras dari bibir Bapak menghentakkan sisi sensitifku. Aku tak menyangka beliau sangat marah mendengar…
Add a comment...

Post has attachment
Hati-hati, rindu itu serupa bara, Ia menghangatkan, namun adakalanya membakar. Kadang, ia pun bagai salju, Membuat pias dan beku. “Wah, apik banget Dik.” Aku menoleh, dan segera menutup buku diary dengan tergesa. Seraut wajah sumringah dengan mata…
Add a comment...

Post has attachment
Memang perkara jodoh tuh rada sensitif. Apalagi kalau orangtua kita sering ngasih kode perihal kriteria, atau malah terang-terangan menyampaikan kandidat jodoh pilihannya. Mau nolak enggak enak, mau nerima nyatanya memang enggak cinta. Duh, pusing…
Add a comment...

Post has attachment
“Pak Sengkring meninggal, Mi? Sakit apa? Bukannya kemarin masih baik-baik saja, ya?” sahutku kaget mendengar pembicaraan Umi dan Babe. “Iya, dia kan sakit diabetes. Mungkin tiba-tiba naik atau turun gula darahnya terus jadi drop. Padahal kemarin sore pas…
Add a comment...

Post has attachment
Urusan menyembunyikan perasaan, juaranya tentu saja perempuan. Kalau diibaratkan, hati wanita itu seperti langit. Kamu tidak pernah bisa menebak bagaimana cuacanya. Warnanya bisa berubah-ubah. Kadang biru seperti rindu, atau keunguan—seperi luka…
Add a comment...

Post has attachment
Bu? Boleh enggak aku benci padamu? Seorang gadis mungil, Devi namanya, mengakui perasaannya beberapa menit yang lalu. Tentu saja, ia tak mengucapkannya langsung. Sebuah kertas pink dalam buku jurnalnya, ia jadikan pelampiasan. Devi tahu, ia seperti anak…
Add a comment...

Post has attachment
Duhai, matahari, mengapa sinarmu malu-malu? Tolonglah … aku butuh kau untuk menghangatkan hati. Dari tempat Mala duduk sambil memeluk lutut, matahari seolah hanya mengintip dari balik bukit. “Hei! Kok, nggak ikut kumpul-kumpul sama yang lain?” Tahu-tahu…
Add a comment...

Post has attachment
Hari Senin tiba, beberapa orang sudah siap untuk mewujudkan mimpinya, tapi enggak sedikit juga yang masih terjebak oleh masa lalu yang kelam. Kalau aku memilih untuk menyambut dunia baruku dan meninggalkan masa lalu tetap berada di belakang sana. Kemarin…
Add a comment...

Post has attachment
“Abah, maafkan Neng. Neng tak bisa menerima perjodohan yang Abah rencanakan untuk Neng.” “Tapi Neng, Mustafa itu laki-laki yang pantas kau jadikan imammu. Dia yang akan menggantikan Abah untuk menjagamu. Coba, kurang apa dia, Neng?” “Sudah, Bah. Abah…
Add a comment...

Post has attachment
Selepas Zuhur, aku masih diam di dalam kelas. Suara azan telah berkumandang beberapa waktu yang lalu. Teman sebangkuku sudah pergi ke masjid sekolah setelah mengajakku ke sana. “Ehm, nanti aja. Aku sholat di kos aja.” Jam pulang sekolah kami pukul 14:00…
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded