Profile cover photo
Profile photo
Rabithah Ma'ahid Islamiyah
50 followers
50 followers
About
Posts

Post has attachment
Semarang, (5/12) Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (PP RMI) Nahdlatul Ulama bekerjasama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan pelatihan, pendampingan, dan magang mekanik sepeda motor untuk santri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa…
Add a comment...

Post has attachment
Oleh: Santri Sragen* Selamat Mondok Nak ! Demi Allah, bukan kami benci hingga membuangmu jauh ke pondok. Bukan kami tak cinta wahai anak kesayanganku. Kami bahagia melihat tangismu hari ini saat kami tinggal pulang. Kelak suatu saat kau kan merindukan…
Add a comment...

Post has attachment
Pati, (27/10) Badan Pelayanan Pondok Pesantren Putri (BP4) Pati mengadakan pelatihan bimbingan ubudiyah. Bertempat di aula Madrasah Stanawiyah/Aliyah Al-Hikmah, Kajen, hadir puluhan santri putri utusan dari berbagai pesanten di kecamatan Margoyoso dan…
Add a comment...

Post has attachment
RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki
27 Dec 2015 By RMI Jateng Leave a Comment
Semarang,
Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah menerima kunjungan dari pengasuh Pesantren Sulaimaniyyah Turki di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/12), Ustadz Ali Dede Al Hafidz.
Silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan RMI Jawa Tengah ke pesantren Sulaimaniyah Turki di Jakarta 2 Desember lalu guna pengembangan pesantren di Jawa Tengah.
Lebih lanjut baca: 
http://rmi-jateng.org/iqro/3044-rminu-jateng-jalin-kemitraan-dengan-sulaimaniyyah-turki 
Add a comment...

Post has attachment
RMI Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari di Jateng

SEMARANG—Asosiasi Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama, yang dikenal sebagai Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), menolak kebijakan sekolah lima hari di Jawa Tengah (Jateng). Kebijakan sekolah lima hari, merupakan inisiatif pemerintah Jateng, berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan dalam beberapa kesempatan di hadapan media, bahwa kebijakan sekolah lima hari dimaksudkan untuk memberi waktu yang lebih longgar kepada anak dan orang tua. Menurut Ganjar, pemerintah berharap agar kebijakan ini memberi dampak positif bagi perkembangan anak dan kualitas keluarga di provinsi Jateng.

Lebih lanjut baca:
http://rmi-jateng.org/iqro/3032-rmi-tolak-kebijakan-sekolah-5-hari-di-jateng 
Add a comment...

Post has attachment
Santri Alpansa Tegaskan Komitmen Jaga NKRI

Klaten,
Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Troso Karanganom Klaten Jawa Tengah, 22 Oktober 2015 lalu diramaikan dengan berbagai kegiatan. Selain menyelenggarakan upacara bendera, juga dimeriahkan penampilan atraksi seni bela diri yang ditampilkan para pendekar PSNU Pagar Nusa.

Sebelum upacara, ratusan santri berpakaian serba putih berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit kampung. Di barisan terdepan, enam santri perempuan membentangkan spanduk besar bertuliskan “Kirab Hari Santri Nasional”. Diiringi permainan drum band dan rebana, ratusan santri di belakangnya melantunkan sholawat.

Lebih lanjut baca:
http://rmi-jateng.org/iqro/3024-santri-alpansa-tegaskan-komitmen-jaga-nkri
Add a comment...

Post has attachment
PBNU Keluarkan SK Pengurus Baru Lembaga
Jakarta,
Sekretariat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membagikan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus baru delapan belas lembaganya. Usai pelantikan pengurus baru lembaga, pihak Sekretariat segera menyerahkan SK yang ditandatangani pengurus harian PBNU kepada para ketua lembaga.
“Semua pengurus baru langsung dibagikan SK malam ini juga,” kata Wasekjend PBNU H Ulil Abshar Hadrawi di Jakarta, Rabu (16/9) malam.
Di ruang wakil sekjend PBNU, tumpukkan map berisi SK untuk lembaga tertata rapi di atas meja salah seorang wasekjend. Sementara para ketua lembaga mengisi daftar terima SK yang sudah disediakan pihak sekretariat.
Semua pengurus baru lembaga PBNU dilantik di halaman gedung PBNU pada Rabu (16/9) malam. Pelantikan disaksikan oleh pengurus harian PBNU. Berikut ini nama ketua dan lembaga sekretaris delapan belas lembaga PBNU masa khidmat 2015-2020.
1. Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBMNU) KH Najib Hasan dengan Sekretaris H Sarmidi Husna
2. Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) KH Ghozali Masruri dengan Sekretaris Hendro Setyanto
3. Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) Juri Ardiantoro dengan Sekretaris Syafiq Alielha
4. Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Prof DR Muhammad Nasir dengan Sekretaris Lukmanul Khakim
5. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Manarul Hidayah dengan Sekretaris H Nurul Yaqin Ishaq
6. Ketua LP Ma’arif NU H Z Arifin Junaidi dengan Sekretaris Muhsin Ibnu Djuhan
7. Ketua Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah KH Abdul Ghaffar Rozin dengan Sekretaris H Miftah Faqih
8. Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Ir Harvick Hasnul Qolbi dengan Sekretaris Fatchan Subchi
9. Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama H Marwan Ja’far dengan Sekretaris Rahmat Faisal
10.Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama Hj Ida Fauziyah dengan Sekretaris Alissa Wahid
11.Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) DR H Rumadi dengan Sekretaris DR Marzuki Wahid
12.Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Royandi dengan Sekretaris DR H Edy Susanto
13.Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim (Lesbumi) H Agus Sunyoto dengan Sekretaris KH Mimih Haeruman
14.Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama Syamsul Huda dengan Sekretaris Adna Khoirotul A’yun
15.Ketua Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama H Mardini dengan Sekretaris H Marwan Zainuddin
16.Ketua Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama H Mansyur Syaerozi dengan Sekretaris Ibnu Hazen
17.Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Drs H Hisyam Said Budairi dengan Sekretaris dr Citra Fitri Agustina
18.Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ali Yusuf dengan Sekretaris Yayah Ruchyati. (Alhafiz K)
Sumber: NU Online.

Klik: http://rmi-jateng.org/iqro/2990-pbnu-keluarkan-sk-pengurus-baru-lembaga
Add a comment...

Post has attachment
Inilah Susunan Lengkap PBNU 2015-2020
Jakarta,
Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi telah diumumkan, Sabtu (22/8) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta. Hadir dalam pengumuman resmi ini, Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Waketum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf, dan Sekjen PBNU, H A Helmy Faishal Zaini.
Logo NU“Susunan pengurus resmi PBNU ini dibentuk berdasarkan keputusan formatur dengan berusaha memadukan tokoh-tokoh NU di berbagai daerah dan generasi muda, baik secara kultural maupun struktural,” ujar Kiai Said Aqil dihadapan para wartawan dari berbagai media.
Berikut ini susunan lengkap PBNU masa khidmat 2015-2020 yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasehat), Pengurus Harian Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Pengurus Harian Tanfidziyah:
MUSTASYAR
K.H. Maemun Zubair
Dr. K.H. Ahmad Mustofa Bisri
K.H. Nawawi Abdul Jalil
K.H. Abdul Muchit Muzadi
Prof. Dr. K.H. M. Tholhah Hasan
K.H. Dimyati Rois
K.H. Makhtum Hannan
K.H. Muhtadi Dimyathi
AGH Sanusi Baco
TGH Turmudzi Badruddin (NTB)
K.H. Zaenuddin Djazuli
K.H. Abdurrahman Musthafa (NTT)
K.H. M. Anwar Manshur
K.H. Habib Luthfi bin Yahya
K.H. Sya’roni Ahmadi
K.H. Ahmad Syatibi
K.H. Syukri Unus
Dr. H. M. Jusuf Kalla
Prof. Dr. Chotibul Umam
Prof. Dr. Tengku H. Muslim Ibrahim
K.H. Hasbullah Badawi
K.H. Hasyim Wahid
K.H. Thohir Syarqawi Pinrang
K.H. Hamdan Kholid
K.H. Saifuddin Amsir
K.H. Zubair Muntashor
K.H. Ahmad Basyir
K.H. Ahmad Shodiq
K.H. Mahfud Ridwan
Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Machasin, MA
K.H. Adib Rofiuddin Izza
Habib Zein bin Smith
Dr. Ir. H. Awang Faroeq Ishaq
PENGURUS HARIAN SYURIYAH
Rais Aam : Dr. K.H. Ma’ruf Amin
Wakil Rais Aam : K.H. Miftahul Akhyar
Rais : K.H. Mas Subadar
Rais : K.H. Nurul Huda Djazuli
Rais : K.H. Masdar Farid Mas’udi, M.A.
Rais : K.H. Ahmad Ishomuddin, M.Ag.
Rais : K.H. AR Ibnu Ubaidillah Syatori
Rais : K.H. Dimyati Romli
Rais : K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus
Rais : K.H. Khalilurrahman
Rais : K.H. Syarifudin Abdul Ghani
Rais : K.H. Ali Akbar Marbun
Rais : K.H. Subhan Makmun
Rais : K.H. M. Mustofa Aqil Siroj
Rais : K.H. Cholil As’ad Samsul Arifin
Rais : K.H. Idris Hamid
Rais : K.H. Akhmad Said Asrori
Rais : K.H. Abdul Hakim
Rais : Dr. K.H. Zakki Mubarok
Rais : Prof. Dr. Maskuri Abdillah
Rais : K.H. Najib Abdul Qadir
Katib Aam : K.H. Yahya Cholil Staquf
Katib : K.H. Mujib Qulyubi
Katib : Drs. K.H. Shalahuddin al-Ayyubi, M.Si
Katib : Dr. K.H. Abdul Ghafur Maemun
Katib : K.H. Zulfa Mustahafa
Katib : Dr. H. Asrorun Niam Shaleh
Katib : K.H. Acep Adang Ruchiyat
Katib : K.H. Lukman Hakim Haris
Katib : K.H. Taufiqurrahman Yasin
Katib : K.H. Abdussalam Shohib
Katib : K.H. Zamzami Amin
Katib : Dr. H. Sa’dullah Affandy
A’WAN
K.H. Abun Bunyamin Ruchiat
Drs. K.H. Cholid Mawardi
K.H. TK Bagindo M Letter
Prof. Dr. H. M. Ridlwan Lubis
K.H. Mukhtar Royani
K.H. Abdullah Syarwani, S.H.
K.H. Eep Nuruddin, M.Pdi.
Drs. K.H. Nuruddin Abdurrahman, S.H.
K.H. Ulinnuha Arwani
K.H. Abdul Aziz Khayr Afandi
H. Fauzi Nur
Dr. K.H. Hilmi Muhammadiyah, M.Si
K.H. Maulana Kamal Yusuf
K.H. Ahmad Bagja
KH. Muadz Thohir
K.H. Maimun Ali
H. Imam Mudzakir
H. Ahmad Ridlwan
Drs. H. Taher Hasan
Dra. Hj. Sinta Nuriyah, M.Hum
Dra. Hj. Mahfudhoh Ali Ubaid
Ny. Hj. Nafisah Sahal Mahfudh
Prof. Dr. Hj. Chuzaimah T. Yanggo
Dr. Hj. Faizah Ali Sibromalisi, M.A.
Prof. Dr. Hj. Ibtisyaroh, S.H., M.M.
Dr. Hj. Sri Mulyati
PENGURUS HARIAN TANFIDZIYAH
Ketua Umum : Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A.
Wakil Ketua Umum : Drs. H. Slamet Effendy Yusuf, M.Si.
Ketua :
Drs. H. Saifullah Yusuf
Dr. H. Marsudi Syuhud
Prof. Dr. M. Nuh, DEA
Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum Machfoedz, M.Sc.
Drs. K.H. Abbas Muin, Lc
Drs. H. M. Imam Aziz
Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd
Dr. H. Muh. Salim Al-Jufri, M.Sos.I
K.H. Hasib Wahab
Dr. H. Hanief Saha Ghafur
K.H. Abdul Manan Ghani
K.H. Aizzuddin Abdurrahman, S.H.
H. Nusron Wahid, S.E., M.SE
Dr. H. Eman Suryaman
Robikin Emhas, SH, M.H
Ir. H. M. Iqbal Sullam
H. M. Sulton Fatoni, M.Si.
Sekretaris Jenderal : Dr (HC). Ir. H. A. Helmy Faishal Zaini
Wakil Sekretaris Jenderal :
H. Andi Najmi Fuaidi
dr. H. Syahrizal Syarif, MPH., Ph.D
Drs. H. Masduki Baidlowi
Drs. H. Abdul Mun’im DZ
Ishfah Abidal Aziz, SHI
H. Imam Pituduh, SH., MH.
Ir. Suwadi D. Pranoto
H. Ulil A. Hadrawi, M.Hum
H. Muhammad Said Aqil
Sultonul Huda, M.Si.
Dr. Aqil Irham Heri Haryanto
Bendahara Umum : Dr.–Ing H. Bina Suhendra
Bendahara :
H. Abidin
H. Bayu Priawan Joko Sutono, S.E., M.BM
H. Raja Sapta Ervian, SH., M.Hum. H. Nurhin
H. Hafidz Taftazani
Umarsyah HS
N.M. Dipo Nusantara Pua Upa
(Fathoni)

Bisa dibaca di:
http://rmi-jateng.org/iqro/2935-inilah-susunan-lengkap-pbnu-2015-2020
Add a comment...

Post has attachment
RMI Jateng Nilai Rencana Kebijakan Sekolah 5 Hari Tak Tepat

Semarang—Rencana kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Gandjar Pranowo tentang Sekolah lima hari, dinilai tidak tepat oleh beberapa pihak. Rencana kebijakan ini, dianggap masih belum strategis dan bahkan kontraproduktif jika diterapkan di Jawa Tengah. Rencana kebijakan Gubernur Ganjar menjadi pertimbangan serius organisasi masyarakat, LSM dan aktifis lembaga pendidikan.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed menolak rencana yang dilontarkan Gubernur Gandjar Pranowo. Rozien mengungkapkan bahwa, rencana kebijakan Ganjar Pranowo sebetulnya bagus, akan tetapi belum sepenuhnya tepat jika dilaksanakan di Jawa Tengah. “Jika kebijakan itu diterapkan, akan berdampak pada ritme pembelajaran. Pertama, pelajar di Jateng masih membutuhkan pendidikan diniyyah sore. Ini penting, karena pendidikan diniyyah sore masih menjadi tumpuan basis moral anak-anak kita. Jadi, jadwal sekolah 5 hari perlu dikaji ulang,” ungkap Rozien.

KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed kerap disapa Gus Rozien.
Menurut Rozien, dalam database RMI, di Jawa Tengah ada sekitar 1.700 pesantren dan madrasah yang memiliki kurikulum dengan format sore hari. Kebijakan sekolah lima hari, dengan jam padat dari pagi hingga siang, akan berdampak pada jam pelajaran sekolah diniyyah.

Rozien menambahkan, “Kedua, libur sekolah pada hari Sabtu dan Minggu, perlu ditimbang lagi manfaat dan mudharat (kerugian) nya. Jika tidak diisi dengan kegiatan produktif, maka tidak ada manfaatnya. Ketiga, kebijakan ini, hanya cocok jika diterapkan di kota Metropolitan, semisal Jakarta, “terang Rozien. Menurutnya, kondisi Jakarta yang macet parah menjadikan anak-anak yang sekolah membutuhkan perjalanan lebih lama, hingga kelelahan di akhir pekan. Sedangkan, di Jawa Tengah kondisinya tidak demikian.

Dalam pandangan Rozien, pemerintah sebaiknya menyelenggarakan forum kajian dan riset tentang hal ini, sebelum mengeksekusi kebijakan. “Riset kebijakan, evaluasi dan dengar pendapat dari ormas, pengasuh pesantren dan aktifis pendidikan, sangat penting untuk melihat sejauh mana efektifitas kebijakan ini,” tegas Rozien [Aziz].

http://rmi-jateng.org/iqro/2923-rmi-jateng-nilai-rencana-kebijakan-sekolah-5-hari-tidak-tepat
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Pencerahan dari Mahrajan
Oleh: Misbah Zulfa Elizabeth*
 
Festival bernuansa cultural religious ’’Mahrajan Wali Jawi’’ di Demak yang berpuncak acara pada Sabtu besok menarik diamati sebagai kegiatan modern yang penuh simbol. Terlebih kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Demak dan Perhimpunan Pemangku Makam Aulia (PPMA) Se-Jawa itu diinisiasi budayawan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus).
Pengangkatan tema ’’Menapak Jejak Aulia Meneladani Kearifan Mengajak’’ pun terasa menggelitik, terlebih bila dikaitkan dengan kekinian. Sebagai kegiatan budaya keagamaan; mahrajan, yang berarti festival, sengaja dirancang untuk diramaikan di hampir seluruh makam para wali, sebagai kegiatan pendukung.

Rangkaian kegiatan itu telah dilaksanakan selama periode bulan Rabiul Awal hingga Rabiuts Tsani. Adapun kegiatan yang dilaksanakan terdiri atas seremoni pembukaan Mahrajan Wali Jawi di makam Maulana Malik Ibrahim, Maulidur Rasul di makam Sunan Ampel, dan tahlil di makam Sunan Giri.
Selain itu, ada bedah buku di kompleks makam Sunan Bonang, pentas wayang di makam Sunan Drajat, pentas kesenian di makam Sunan Kudus, dan lomba foto Walisongo. Hari ini, panitia menggelar sarasehan dan silaturahmi tokoh ulama dan tokoh masyarakat, kirab budaya, mujahadah, dan pentas wayang kulit.
Rudolf Steiner dalam buku Festivals and Their Meaning (2006) mencatat beragam festival yang dilakukan oleh masyarakat Kristen di Barat dalam berbagai waktu dalam setahun. Ia menemukan makna spesifik pada masingmasing festival, yang ditunjukkan oleh keragaman aktivitas orang yang terlibat di dalamnya.
Menilik kegiatan ’’Mahrajan Wali Jawi’’, baik yang merupakan kegiatan pendukung maupun kegiatan inti, massarakat bisa memaknai apa yang diinginkan dari festival tersebut. Setidak-tidaknya ada enam makna yang saling berkelindan. Pertama; konservasi tradisi. Tujuan ini tampak dalam agenda seperti Maulidur Rasul, tahlil, dan wayangan.
Kedua; pembelajaran kritis, yang terlihat dari agenda bedah buku dan sarasehan yang menghadirkan pembicara dengan berbagai keahlian. Ketiga; takdzim, yang terekspresi dalam agenda mujahadah yang dalam doanya bukan hanya dari satu kiai melainkan mengharapkan doa dari banyak kiai.
 
Pembelajaran Kritis
Keempat; silaturahmi, yang terwujud dalam acara khusus berupa silaturahmi antartokoh agama dan antartokoh masyarakat. Kelima; hiburan, yang dijabarkan lewat agenda kirab budaya. Keenam; upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Sang Khalik, yang terwujud melalui agenda mujahadah, baik dalam acara pendukung maupun acara inti.
Dari komposisi acara itu, baik inisiator maupun penyelenggara, memiliki agenda tertentu terkait kondisi di masyarakat. Makna pembelajaran kritis merupakan upaya pencerahan intelektualitas yang sangat penting dilakukan sebagai sebuah bangsa.
Tanpa upaya pembelajaran secara kritis bangsa Indonesia selalu menjadi bangsa pengekor karena tidak memiliki inisiatif yang progresif sekaligus inovatif.
Adapun makna silaturahmi merupakan upaya perekatan antarelemen masyarakat. Upaya ini penting di tengah kemenderasan semangat kapitalisme yang membuat orang mengukur orang lain berdasar capital interest. Kekerasan yang terjadi di mana-mana dan melibatkan semua unsur masyarakat juga merupakan masalah mengkhawatirkan.
Makna pendekatan antara makhluk dan Sang Khalik merupakan upaya yang tidak dapat dihindari. Makna-makna itu sebenarnya merupakan spirit yang ditanamkan oleh para wali.
Namun semangat yang demikian luhur dan mulia itu kini makin tenggelam dan tidak dikenal oleh bangsa ini karena proses pendidikan yang tidak lagi merujuk pada nilai kearifan lokal.
Untuk itu, warga Jateng perlu terus merevitalisasi nilai-nilai tersebut supaya kearifan ajaran para wali senantiasa dapat dipakai untuk pembangunan bangsa, termasuk di provinsi ini. Hasil dari revitalisasi nilai-nilai dan kearifan lokal para wali itu akan menghindarkan ketercerabutan dari akar nilai budaya sendiri. (10)
* Misbah Zulfa Elizabeth, dosen Fakultas Dakwah IAIN Walisongo, mahasiswa S-3 Antropologi UGM.

Bisa dibaca di
http://rmi-jateng.org/iqro/249-pencerahan-dari-mahrajan
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded