Profile

Cover photo
Nisrandiali kesmas
Worked at PT Bosowa
Attended STIK Makassar
Lives in Makassar,Indonesia
21 followers|15,528 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
HAKIKAT PENTINGNYA PENGKADERAN ORGANISASI
 
 
Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya – tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi – organisasi di kampus ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama – sama.
 
Sebelum lanjut ada sebuah cerita yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang kaderisasi, sok dinikmati ya..
 
Dalam sebuah kisah diterangkan seorang kakek yang sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yang sedang menanam tersebut. Dengan rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tersebut. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma untuk dipetik oleh dirinya sendiri. Ternyata benar, ketika ditanya si kakek menjawab dengan bijak, “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buahnya dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita untuk mengikuti jejak mereka dengan menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yang kita tanam?”
 
Bagaimana? Sudah adakah sedikit gambaran yang didapatkan dari cerita di atas sob? Inti dari cerita di atas adalah bagaimana begitu perhatiaannya sang kakek terhadap keberlangsungan kehidupan bagi generasi yang akan datang. Dia tidak ingin generasi berikutnya tertimpa masalah, mengalami kemunduran hingga akhirnya menghilang tanpa jejak. Nah, pada dasarnya ini jugalah yang melandasi kenapa harus ada suatu bagian yang mengurusi kader – kader dalam setiap organisasi. Kaderisasi menjadi bagian yang memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan organisasi dengan menciptakan dan menjaga kader – kader yang akan melanjutkan perjuangan.
 
Kaderisasi bisa diibaratkan sebagai jantungnya sebuah organisasi karena merupakan inti dari kelajutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan embrio – embrio baru yang nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi. Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu. Kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif dan mampu menjadi pemberi solusi untuk setiap permasalahan serta yang terpenting mampu dan pantas nantinya menjadi seorang teladan bagi anggotanya. Seperti hukum alam akan adanya suatu siklus, dimana semua proses pasti akan terus berulang dan terus berganti.
 
Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, ”Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”
 
Aristoteles di dalam bukunya yang berjudul La Politic juga berkata bahwa setiap imperium yang tidak mampu memberikan pendidikan bagi generasi berikutnya maka tunggu saja waktunya imperium itu akan mengalami masa kehancuran. Begitu pentingnya pendidikan sehingga apabila kita berbicara pendidikan maka sama pentingnya dengan membicarakan keberlangsungan organisasi, imperium atau bentuk kumpulan manusia apa pun.
Sebuah negara hanya akan besar apabila negara tersebut memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk berpartisipasi dalam jalannya roda kenegaraan. Tentu sumber daya manusia barulah mengalami kualifikasi ketika manusia-manusia-nya diberikan pendidikan yang baik pula. Pendidikan merupakan satu-satunya instrument untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, terlepas apa pun bentuk dan metodenya.
 
Kader Berasal dari bahasa Yunani “cadre” yang berarti bingkai. Bila dimaknai secara lebih luas berarti orang yang mampu menjalankan amanat, memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian, pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi. Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi. Secara utuh kader adalah mereka yang telah tuntas dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga memiliki kemampuan rata-rata orang pada umumnya baik itu  dalam mengikuti seluruh pengkaderan formal, pengkaderan informal dan pengkaderan non formal. Dari mereka bukan saja diharapkan eksistensi organisasi tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan organisasi hingga paripurna.
 
Pengkaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan sekarang dan mewujudkan masa depan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita yang diidealkan, nilai-nilai yang di yakini serta misi perjuangan yang diemban. Sistem Pengkaderan yaitu totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan secara terarah, terencana, sistemik, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat danmartabat, memperluas wawasan, dan meningkatkan kecakapan agar menjadi manusia yang beradab, berani, santun, berkarakter, terampil, loyal, peka, mampu dan gigih menjalankan roda organisasi dalam segala upaya pencapaian cita-cita dan tujuan perjuangannya. Oleh karena itu, pengakaderan merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Pengkaderan adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan.
 
Dari sini, pandangan umum mengenai pengkaderan suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi. Sifat sebagai subyek dan obyek dari proses kaderisasi ini sejatinya harus memenuhi beberapa fondasi dasar dalam pembentukan dan pembinaan kader-kader organisasi yang handal, cerdas dan matang secara intelektual dan psikologis.
Sistem Pengkaderan mengenal tiga bentuk pengkaderan yang bersifat substansial dan komplementasi serta terikat satu dengan yang lainnya yaitu Pengkaderan Formal, Pengkaderan Informal dan Pengkaderan Non Formal. Secara bersama-sama, ketiganya terpadu dengan suasana dan kebiasaan sehari-hari di lingkuangan imadiklus yang memiliki andil menentukan dalam proses pengkaderan.
 
Karena diorientasikan untuk membentuk serta mengembangkan karakter, sikap, etika, produktivitas dan kreatifitas para kader, maka pengkaderan bisa dikategorikan sebagai aktivitas asasi. Terutama dalam upayanya mewujudkan misi, peran, dan fungsi dalam kehidupan pribadi dan organisasi serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Melalui pengkaderan, diperluas pengetahuan dan wawasannya, ditempa keberanian dan karakternya, dikembangkan potensi dan kemampuan dirinya, dipupuk kemandiriannya, serta diasah kesadaran, kepekaan, kehendak dan kecakapan sosialnya.
 
Sebuah gerakan yang rapi dan massif harus mengandalkan terbentuknya faktor-faktor  produksi, distribusi dan wilayah perebutan. Tanpa menggunakan logika ini maka gerakan akan selalu terjebak pada heroism sesaat dan kemudian mati tanpa meninggalkan apa-apa selain kemasyuran dan kebanggaan diri belaka. Katakanlah kita sedang akan membangun sebuah gerakan maka dimana wilayah perebutan yang akan kita temui dan oleh karena itu apa yang harus kita produksi dan menggunakan jalur distribusi seperti apa agar produk-produk kita tidak disabotase di tengah jalan. Rangkaian produksi-distribusi-perebutan ini adalah sebuah matarantai yang tidak boleh putus, karena putusnya sebuah mata rantai ini berarti matinya dinamika sebuah gerakan atau setidaknya hanya akan menjadi tempat kader-kadernya heroism-ria. Dan yang lebih penting bahwa keadaaan semacam ini akan lebih mudah untuk di aborsi. Skema kaderisasi di bawah ini mensyaratkan tidak boleh adanya keterputusan antara satu proses dengan proses yang lainnya, karena antara satu dengan yang satunya saling terkait, dan proses tersebut akan berjalan secara terus menerus. Skema ini juga mengisyaratkan paling tidak memberikan gambaran kepada kita bahwa sistem pengkaderan jangan hanya terfokus pada sisi internal saja, artinya mencetak kader sebanyak-banyaknya tetapi tidak tahu mau dibawa kemana kader tersebut. Untuk itu, sudah saatnya kita berfikir secara realistis, bahwa tanggung jawab secara organisasional juga terletak pada sisi pendistribusian kader pada medan-medan distribusi.
 
Melalui strategi pengkaderan yang berorientasi jangka panjang ini, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan dapat menjadi salah satu organisasi yang mempunyai jaringan disemua lini gerakan dan perubahan serta diharapkan mampu menjadi salah satu faktor perubahan yang signifikan. Tetapi yang perlu diingat, bahwa dalam sistem pengkaderan jangka panjang ini, merupakan pekerjaan generasi, sehingga kita akan kesulitan untuk melihat indikator perubahan dalam ukuran hari dan bulan. Pada dasarnya sistem pengkaderan merupakan sistem terpadu yang menekankan pengembangan kader dalam segi kognitif, afektif dan psikomotorik serta menanamkan nilai-nilai ke-akuntansi-an dalam setiap langkah yang ditempuh. Dengan kata lain, pengkaderan hendak mencetak sosok kader yang memiliki pengetahuan luas dan mendalam serta mempunyai jiwa  dengan landasan pijak loyalitas yang kuat. Kader semacam ini dibutuhkan agar misi Long   Life Education baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek dapat direalisasikan.
 
Jadi, sudah jelas terlihat urgensi dari pengkaderan dalam sebuah organisasi dengan adanya semacam ladasan berfikir atau filosofi kaderisasi yang harus mendapatkan porsi perhatian oleh setiap organisasi/pergerakan, yaitu: harus ditemukan format dan mekanisme yang komprehensif dan mapan, guna upaya mencari bibit-bibit unggul dalam kaderisasi yang tidak hanya mempunyai kemampian di bidang manajemen organisasi, tapi yang lebih penting adalah tetap berpegang teguh pada komitmen social dengan segala dimensinya. Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan.
 
Subyek harus mampu menawarkan visi dan misi ke depan yang jelas dan memikat, serta menawarkan romantika dinamika organisasi yang menantang bagi para kader yang potensial, sehingga mereka dengan senang  hati akan terlibat mencurahkan segenap potensinya dalam kancah orgaisasi. Kader-kader potensial, setelah memahami dan meyakini pandangan dan sistem yang telah diinternalisasikan, maka jiwanya akan terpacu untuk bekerja, berkarya dan berkreasi seoptimal mungkin. Maka disini, organisasi/pergerakan dituntut untuk dapat mengantisipasi dan menyalurkannya secara positif. Dan memang sepatutnya organisasi/pergerakan mampu melakukannya, karena bukankah yang namanya organisasi/pergerakan berarti terobsesi progresif bergerak maju dengan satu organisasi yang efisien dan efektif, bukan sebaliknya?
 
 ·  Translate
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
MANAJEMEN KEPANITIAAN
 
Apa sih kepanitiaan itu?
 
A. Definisi
 
Kepanitiaan adalah Proses sekelompok orang dalam mengarahkan aktivitas bersamanya untuk mencapai tujuan tertentu.
 
B. Aktivitas Manajemen Kegiatan Praktis (POAC)
 
Planing
 
   é  Dilakukan SC
 
   é  Investarisasi masukan
 
   é  Perumusan Kegiatan dengan Alternatifnya
 
   é  Penyusunan Perangkat kegiatan
 
  o   Proposal
 
  o   Pembentukan OC (Menentukan struktur, Job Distributions, Job Discriptions)
 
  o   Time Schedule
 
Organizing
 
   é  Rekruitment OC
 
   é  Pengarahan OC
 
Actuating
 
Tahap Persiapan (merupakan 50 % keberhasilan)
 
   é  Musyawarah Persiapan
 
   é  Administrasi dan kesekretariatan
 
   é  Perijinan
 
   é  Kerja Keuangan
 
   é  Publikasi
 
   é  Perlengkapan
 
   é  Dekorasi dll
 
Tahap Pelaksanaan
 
            Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah check and recheck
 
Controling and Evaluating
 
Dilakukan dengan maksut untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangan yang mungkin terjadi pada pelaksanaan kegiatan sehingga menjadi suatu koreksi bagi pelaksanan acara berikutnya
 
C. Perangkat-perangkat
 
Dalam suatu kepanitiaan mempunyai perangkat-perangkat kerja, ,mereka itu meliputi:
 
Pelindung;
 
Penasehat;
 
Pembina;
 
Penanggung jawab;
 
Panitia pengarah (SC): panitia yang anggotanya terdiri atas orang-orang  yang ahli atau mereka yang telah berpengalaman atau para pejabat yang tugasnya memberi arahan kepada panitia pelaksana. Jumlah panitia pengarah tidak ada ketentuan bakunya, namun yang biasa tertera dalan suatu kepanitiaan berjumlah dua orang saja;
 
Panitia palaksana (OC): panitia yang bertugas melaksanakan kegiatan (terjun langsung kelapangan kegiatan).
 
OC terdiri atas:
 
Ketua; Sekretaris; Bendahara; Sie acara; Sie pubdekdok; Sie perlengkapan; Sie perijinan; Sie konsumsi; Sie danus; dan Sie transportasi.
 
D. Fungsi kePanitiaan
 
Fungsi-fungsi itu diantaranya:
 
q Ruang-ruang aktualisasi potensi diri (pembelajaran)
 
q Sarana untuk Mengidentifikasi kemampuan individu dalam hal menejerial terhadap suatu pekerjaan. Apakah anda / ia merupakan strong leader atau tidak?
 
q Wahana untuk menguji sensitifitas kerja dalam kerja bersama.
 
q Melatih professional kerja.
 
q Melatih diri untuk membiasakan bertoleransi dan memahami orang lain. Apakah anda orang yang suka memaksakan kehendak anda, otoritas atau yang bagaimana?
 
E. Pengelolaan kepanitiaan
 
pembuatan job descripsion
 
SC mempunyai tanggung jawab moral untuk ambil bagian dalam mengarahkan tugas/wewenang yang prinsip (arahan garis besar dari penyelenggaraan acara tersebut, tujuan) kepada ketua pelaksana, untuk kemudiaan ketua pelaksana membrek down ke semua sie yang ada, melalui mekanisme yang jelas.
 
F. Rekrutmen dan menejemen kepanitiaan
 
Ketika hendak membentuk kepanitiaan atau mengajak orang lain untuk bergabung bersama dalam rangka melaksanakan agenda kerja yang membutuhkan konsentrasi massa, maka yang perlu diperhatikan adalah :
 
Oleh SC:
 
q Menyiapkan konsep dasar (arahan, tujuan, target atau merupakan jenis kegiatan yang seperti apa) tentang penyelenggaraan suatu acara.
 
q Membentuk panitia pelaksana.
 
q Mengundang panitia pelaksana untuk rapat pembentukan panitia. Jika sebelumnya telah di loby akan lebih baik lagi.
 
q Melakukan transfer konsep kepada panitia pelaksana.
 
q Menawarkan pindah posisi bila dirasa kurang sesuai ditempat awal ia ditempatkan oleh SC.
 
q Menyerahkan tanggung jawab kegiatan kepada ketua panitia untuk selanjutnya ketua panitia bisa membrek down ke semua sie yang ada.
 
Oleh ketua:
 
Tidak diragukan lagi bahwa seorang pemimpin atau ketua yang sukses adalah sosok yang memiliki kemampuan menyikapi berbagai potensi dan bakat bawahannya, serta mengarahkannya secara benar dan selamat. Ia juga seorang yang pandai memenej, mengkonsolidasikan dan dapat menjadi contoh bagi bawannya.
 
Ketua bekerjasama dengan sekretaris untuk menentukan wilayah garap dari tiap-tiap sie di kepanitiaan. Hal yang perlu dilakukan setelah terbentuk kepanitiaan adalah melist apa saja pekerjaan yang harus dikerjakan oleh setiap sie.
 
Ex:
 
Sekretaris:
 
► Membuat dan menyelesaikan proposal
 
► Surat-menyurat
 
► Undangan rapat
 
Bendahara:
 
► Membuat estimasi dana riil
 
► Menentukan besarnya iuran
 
► Meminta iuran baik peserta/ panitia
 
Sie acara:
 
► Mengonsep acara sedetail mungkin
 
► Menentukan pembicara
 
► Survey tempat
 
► List perkap acara
 
► Menentukan orang-orang yang digunakan saat acara
 
Sie perlengkapan:
 
► Meminta list perkap tiap sie
 
► Mengusahan perkap tiap sie
 
Sie pubdekdok:
 
► Membuat dan menempel publikasi
 
► Membuat dekorasi
 
► Mendokumentasikan kegiatan
 
Sie konsumsi:
 
► Konsep awal pemberian konsumsi
 
► Mengusahakan konsumsi
 
► List perkap konsumsi
 
Sie danus:
 
► Mempelajari proposal
 
► Mencari list donator dan sponsorship
 
► Mengidentifikasi lahan-lahan basah dalam pencarian dana
 
► Mengusahakan dana
 
Sie perijinan
 
► Mengurus ijin internal dan eksternal
 
Sie transportasi:
 
► Mengusahakan kendaraan
 
► Melist panitia yang punya kendaraan
 
► Mencari info tentang kendaraan (harga, kondisi bus, dsb)
 
Sie pembicara:
Menghubungi pembicara yang diusulkan sie acara dan memastikannya
 
 ·  Translate
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.
Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.
Sejarah
Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.[1] [2] Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.
Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.
Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.
Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Pgoram AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sednia pertama - kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.)
Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia.[3] Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun.[3][4]
Pada dua tahun pertama, tema Hari AIDS Sedunia dipusatkan pada anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikiritk tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapapun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS.[3] Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga.[3]
Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen.[3][4][5]
Memilih tema
Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya.
Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS.[3] Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah sub-tema tahunan.[3] Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010.[3]
Tema ini tidaklah spesifik bagi Hari ADIS Sedunia, melaiinkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye ADIS Sedunia juga menyelenggarakan kampanye-kampanye di masing-masing negara di seluruh dunia, seperti Kampanye Mahasiswa Menghentikan AIDS, sebuah kampanye untuk menularkan kesadaran kepada orang-orang muda di seluruh Britania Raya.
Sebuah ra tiang-tiang di balairung pita merah yang besar bergantung di antara tiang-tiang di lorong utara Gedung Putih untuk Hari AIDS Sedunia,30 November 2007
Sebuah "kondom" yang panjangnya 67 m di Obelisk Buenos Aires, Argentina, bagian dari kampanye penyadaran untuk Hari AIDS Sedunia 2005
Tema Hari AIDS Sedunia 1988 - sekarang[6]
1988
Komunikasi
1989
Pemuda
1990
Wanita dan AIDS
1991
Berbagi Tantangan
1992
Komitmen Masyarakat
1993
Saatnya Beraksi
1994
AIDS dan Keluarga
1995
Hak Bersama, Tanggung jawab Bersama
1996
Satu Dunia. Satu Harapan
1997
Anak-anak yang Hidup dalam Dunia dengan AIDS
1998
Kekuatan Menuju Perubahan: Kampanye AIDS Sedunia Bersama Orang Muda
1999
Dengarkan, Pelajari, Hidupi: Kampanye AIDS Sedunia dengan Anak-anak dan Orang Muda
2000
AIDS: Laki-laki Menciptakan Perbedaan
2001
Aku Peduli. Bagaimana dengan Anda?
2002
Stigma dan Diskriminasi
2003
Stigma dan Diskriminasi
2004
Perempuan, Gadis, HIV dan AIDS
2005
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya
2006
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Akuntabilitas
2007
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Kepemimpinan
2008
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Pimpin - Berdayakan - Berikan[7]
2009
Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Akses Universal dan Hak Asasi Manusia
 ·  Translate
1
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Majelis Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa STIK Makassar selanjutnya disebut MAPERWA adalah Lembaga Kemahasiswaan Tertinggi, pemegang dan pelaksana kedaulatan mahasiswa STIK Makassar. Posted just...
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Buka Bersama
Sat, July 28, 2012, 6:00 AM
STIK Makassar

1
Add a comment...
In his circles
291 people
Have him in circles
21 people
Waway J's profile photo
meno hendriko's profile photo
Aresti m.h's profile photo
Anita, Skm's profile photo
Sry'zhuhuria Ahmad's profile photo
Andhi Ruada's profile photo
cartarinanayoung hyun's profile photo
Irma Rahmayani's profile photo
Ignasius Rinar, SKM's profile photo

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Semoga bisa jadi bahan Belajar
kritik dan saran sangat kita harapkan demi Perbaikan Lembaga Internal kami
 ·  Translate
a. Membahas dan menetapkan program kerja BEM STIK Makassar berdasarkan GBHO. b. Memantau dan mengawasi program kerja BEM STIK Makassar. c. Memberi saran dan pendapat kepada pengurus BEM STIK Makassar ...
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Semoga bermanfaat
mari sama-sama cegah Virus  HIV/AIDS
 ·  Translate
Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Per...
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Maperwa adalah lembaga legislatif tertinggi di pada kampus setempat yang merupakan perwakilan dari tiap angkatan yang aktif ataupun transisi. Sebagai Lembaga Legislatif, maka tentunya MAPERWA melakuka...
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
SEMOGA BERMANFAAT
 ·  Translate
Maperwa STIK Makassar berhakdanbertugasmembuataturan-aturandasar KM STIK Makassar. Membentuk dan membubarkan lembaga. • Fungsi Yudikasi. Maperwa STIK Makassar melakukan kontrol dan pengawasan kepada B...
1
Add a comment...

Nisrandiali kesmas

Shared publicly  - 
 
Pemberdayaan Mahasiswa adalah upaya pendidikan yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dilaksanakan
dengan penuh kesadaran, berencana, teratur, terarah, dan
bertanggungjawab, yang mampu memberikan pembekalan untuk
persiapan masa depan, tanpa mengganggu atau mengurangi
kegiatan kurikuler.
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
In his circles
291 people
Have him in circles
21 people
Waway J's profile photo
meno hendriko's profile photo
Aresti m.h's profile photo
Anita, Skm's profile photo
Sry'zhuhuria Ahmad's profile photo
Andhi Ruada's profile photo
cartarinanayoung hyun's profile photo
Irma Rahmayani's profile photo
Ignasius Rinar, SKM's profile photo
Education
  • STIK Makassar
    2010
Basic Information
Gender
Male
Work
Employment
  • PT Bosowa
    Manajer
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Makassar,Indonesia