Profile cover photo
Profile photo
Input Output
AliefRifai
AliefRifai
About
Input's posts

Kebudayaan Nasional dan Interaksi Global Indonesia
Kopi pertama kali masuk di Indonesia pada tahun 1600an saat Belanda menjajah Indonesia. Kota Batavia (sekarang Jakarta) adalah daerah yang pertama kali dikembangkan dan ditanam oleh Jendral Belanda saat itu, daerah tersebut adalah Pondok Kopi – Jakarta Timur. Tetapi saat mulai ditanam, Kota Batavia di landa banjir hebat dimasa itu. Dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk ditanam, Jendral Belanda saat itu menyebarkan bibit-bibit kopi  untuk ditanam di luar Kota Batavia, seperti di daerah Sumatera, Bali, Sulawesi, Kalimantan. Setelah mulai berkembang pesat, Produksi Kopi dijadikan komoditas yang diandalkan oleh pemerintah Belanda. Kemudian saat Belanda meninggalkan Indonesia, perkebunan rakyat terus tumbuh dan berkembang, sedangkan perkebunan swasta hanya bertahan didaerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian daerah Sumatera.
Produksi Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi Indonesia berkembang pesat dikarenakan dari segi geografis sangat cocok untuk dilakukan penanaman kopi. Indonesia mempunyai jenis-jenis kopi yang beragam, seperti kopi arabika, kopi robusta, kopi toraja, kopi gayo, kopi luwak dll. Tetapi ada beberapa kopi Indonesia yang mendunia, seperti kopi Luwak. Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak / musang kelapa. Karena prosesnya dan kelangkaannya, harga kopi luwak sangat mahal. Harga kopi luwak perkilonya diatas 1 juta, bahkan ada yang diatas 10 juta.
Masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari Kopi. Kopi di Indonesia sangat beragam, diseluruh Indonesia banyak kopi dengan rasa dan sumber yang berbeda-beda. Di Indonesia juga terdapat banyak sekali budaya minum kopi, sebagai contoh budaya minum kopi di Gayo, Aceh. Budaya minum kopi di Gayo sudah menjadi nafas bagi orang Aceh yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka sejak zaman kesultanan Aceh. Masyarakat Gayo juga banyak membuka kedai-kedai kopi. Di kedai-kedai kopi ini, umumnya kopi ditawarkan dalam tiga variasi penyajian, yaitu kopi hitam, kopi susu dan sanger. Kopi hitam dan kopi susu mungkin sudah sering kita temui di daerah-daerah lain di Indonesia, tapi Sanger adalah racikan yang khas dan orisinil dari Aceh. Meskipun zaman telah berubah, budaya minum kopi di tengah masyarakat Aceh tetap terjaga. Tradisi ini tetap menurun hingga ke generasi muda mereka saat ini. Yang membuatnya berbeda, saat ini kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan pengelola ikut menentukan ramai tidaknya suatu kedai kopi di Banda Aceh. Kini, tata ruang yang nyaman dan fasilitas internet hotspot (wifi) gratis umumnya menarik lebih banyak kalangan muda untuk betah berlama-lama di kedai kopi.
Di zaman modern saat ini, Trend minum kopi saat ini semakin menarik minat masyarakat di Indonesia, terbukti dengan semakin banyaknya gerai kopi. Starbucks salah satu coffee shop di Jakarta yang menjadi terfavorit. Kenapa terfavorit? Karena di kedai Starbucks tidak hanya menjual kopi, disana juga menjual berbagai macam jenis minuman selain kopi dan berbagai jenis roti dan kue.
Perkebunan kopi menarik minat wisatawan lokal maupun manca negara yang ingin mengetahui seluk beluk kopi, mulai dari pohonnya, buahnya, bijinya, hingga pengolahannya menjadi biji kopi matang atau bubuk kopi. Beberapa pengelola perkebunan kopi pun menata sedemikian rupa perkebunan mereka sehingga lebih menarik bagi para wisatawan. Salah satunya di Tempat Wisata Sailand, Bali.
Di Sailand Agro, penghasil kopi jenis robusta, arabika, dan luwak, para wisatawan dapat mengetahui segala sesuatu tentang kopi, termasuk proses pembuatan kopi luwak. Kopi luwak adalah jenis kopi termahal di dunia karena proses pembuatannya yang tidak lazim. Masih sedikit orang yang tahu bahwa untuk memperoleh kopi luwak, buah kopi yang berwarna merah diberikan kepada luwak untuk mereka makan. Luwak akan memilih sendiri buah kopi yang mau mereka makan, lalu mereka akan mengeluarkan kotoran. Selanjutnya biji kopi yang keluar bersama kotoran tersebutlah yang diolah menjadi bubuk kopi. Wisatawan dapat beristirahat setelah berkeliling perkebunan sambil mencicipi minuman kopi, atau berbelanja buah tangan berupa rempah-rempah, coklat, dan suvenir di kedai yang tersedia di areal perkebunan tersebut.
Wait while more posts are being loaded