Profile cover photo
Profile photo
JOKO INTARTO
Entepreneur & Penulis Buku
Entepreneur & Penulis Buku
About
Communities and Collections
View all
Posts

Post has attachment
Nelayan Tanpa Cantrang
Mungkinkah nelayan hidup tanpa cantrang? Pertanyaan itu
beberapa kali mengusik saya, karena begitu gencarnya orang mempersoalkan
larangan cantrang.                                                                  Seumur hidup saya belum pernah melihat seper...
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...


Live Multi Camera Berbasis Smartphone

Biaya mahal merupakan persoalan serius dalam produksi program televisi selama ini. Sementara itu, di luar industri televisi, smartphone telah meningkatkan kemampuannya menjadi perangkat video siaran langsung berkualitas tinggi.

Pertanyaannya, bisakah stasiun televisi memanfaatkan smartphone dalam produksi programnya? Bila saya harus menjawab pertanyaan itu, maka jawaban saya adalah, ‘’Bisa!’’

Sejak beberapa tahun terakhir, telah berkembang berbagai aplikasi pengiriman data video berkualitas tinggi. Aplikasi itu bisa dioperasikan dengan aneka device berbasis Android dan Ios.

Saya sendiri sudah mulai menggunakan smartphone untuk produksi berita yang disiarkan langsung dari berbagai lokasi sejak dua tahun lalu. Kualitas video yang dihasilkan adalah HD 720p dengan format 16 : 9. Cukup baik untuk disiarkan di platform televisi teresterial.

Karena konsepnya berita, liputannya hanya menggunakan satu smartphone yang berarti single camera. Dengan bantuan tripod atau tongsis dan wireless micorphone, seorang awak televisi bisa mengerjakan tiga pekerjaan sekaligus: reporter, cameraman dan live caster.

Bagaimana untuk sebuah talkshow? Bisakah beberapa smartphone digunakan menjadi multi camera yang dikelola perangkat video switcher?

Tidak ada masalah. Karena smartphone mengirimkan data melalui internet, switcherman harus menggunakan online video switching unit. Jadi, perangkat switcher yang ada di ruang master control room sebenarnya berfungsi memilih kiriman audio/video dari smartphone yang ada di stream server.

Apakah dengan smartphone, biaya produksi bisa dihemat? Jelas lebih hemat. Liputan berita yang biasanya menggunakan dua hingga tiga orang sekarang cukup satu orang.

Demikian pula untuk talkshow yang semula menggunakan crew hingga delapan orang, sekarang cukup tiga orang saja. Satu orang menangani smartphone. Satu orang mengelola online switcher dan satu orang mengurus character generator: menginput teks grafis.

Dengan kemampuan smartphone yang demikian maju, industri televisi di masa depan menurut perkiraan saya akan mengalami perubahan yang drastis. Live multi camera berbasis smartphone akan menjadi pemandangan yang biasa.

Menariknya, jumlah kamera yang digunakan untuk online multi camera system juga tidak terbatas. Tidak hanya delapan unit seperti multi camera konvensional, tetapi bisa ratusan, bahkan ribuan. Kebayang betapa banyaknya video yang bisa disiarkan untuk satu event, bila semua pengunjungnya bersedia diajak membuat siaran langsung bersama-sama.

Bila live multi camera berbasis smartphone masih menjadi perdebatan di internal pengelola stasiun televisi, tidak demikian di industri rumah produksi. Saya, misalnya, dengan senang hati melayani live video documentation menggunakan teknologi ini. Murah tetapi bergengsi. Semua orang bisa membuat siaran televisi!

JTO
Praktisi Jasa Multimedia
www.jagaters.id

Add a comment...

Post has attachment
Begini cara menyelenggarakan kuliah online.
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Deposito Qurban, Makhluk Apakah?
Membeli hewan qurban sekarang dan saat Idul Adha sebenarnya sama saja. Tetapi, dengan membeli sekarang, kita bisa memberdayakan banyak petani/peternak dhuafa di pedesaan. Sementara membeli saat qurban, hanya memberi keuntungan kepada pedagang saja.  Fakta i...
Add a comment...

Jasa Cuci Mobil Panggilan

Sore tadi saya ketemu kawan yang sedang mengembangkan bisnis jasa cuci panggilan berbasis aplikasi. Menurut saya, model bisnisnya menarik.

Investasinya juga tidak mahal. Asal punya sepeda motor dan membayar pengadaan starter kit Rp 6.000.000, sudah bisa menjadi pengusaha cucian mobil panggilan.

''Saya mau dong, 1 paket saja,'' kata saya seusai mendengarkan ceritanya.

''Jangan 1 dong. Ambil 10 paket atau 20 paket sekalian,'' jawab kawan saya.

''Lha saya gak punya orang,'' jawab saya.

''Ambil 10 atau 20 paket, ajak semua orang yang belum punya pekerjaan atau mau beralih dari karyawan menjadi pengusaha untuk membentuk grup,'' jelas teman saya.

''Jadi, saya boleh ambil 10 atau 20, tetapi saya bayar 1 paket dan selebihnya dibeli kawan-kawan lainnya?'' tanya saya.

''Boleh!'' jawab kawan saya dengan bersemangat.

''Deal!'' sahut saya tak kalah semangat.

Saya belum pernah menjalankan bisnis jasa cucian mobil. Bahkan, mencuci mobil merupakan pekerjaan yang tidak saya sukai.

Meski demikian, saya tetap tertarik dengan peluang bisnis ini. Pertama, investasinya kecil.

Kedua, jumlah mobil di Jabodetabek sungguh buanyaaaak. Mungkin jutaan unit.

Ketiga, tempat cucian mobil di mana-mana saya lihat ramai. Yang kelas pinggir jalan ramai, yang cucian otomatis dengan mesin pun ramai.

Kelima, bisnis ini berbasis aplikasi. Mirip Go-Jek atau Grab dan Uber. Pemilik mobil tinggal pencet-pencet smartphone, petugas cucian mobil langsung datang ke rumah.

Kesimpulan sementara, bisnis cucian mobil ini cukup punya peluang bisnis. Nah, siapa kawan di Jabodetabek yang tertarik, mari kita borong 20 paket yang ditawarkan. Saya beri waktu sampai tanggal 25 Januari ya, supaya awal Februari sudah bisa mulai berbisnis.

Kalau ada yang punya dana CSR untuk usaha produktif, boleh juga nih. Nanti saya jadi pak lurahnya.
Add a comment...

Post has attachment
Cara Menyelenggarakan Kuliah Jarak Jauh
Pada zaman internet seperti sekarang ini, kuliah jarak jauh semakin jamak saja. Dosen mengajar di Jakarta, mahasiswa belajar di Makassar atau Palembang, menjadi hal biasa. Bagaimana cara menyelenggarakan kuliah jarak jauhnya? Apa saja yang harus dipersiapka...
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded