Profile

Cover photo
pertanian Unbara
12 followers|1,183 views
AboutPostsPhotosVideos+1's

Stream

pertanian Unbara

Shared publicly  - 
 
Skedar bntu isi survei ini http://www.idsurvei.com/survei/jhon . Di link itu dmnta pndptny ttg jjring sosial dn bsnis online. Trims
 ·  Translate
1
Add a comment...
Have him in circles
12 people
pertanian Unbara's profile photo

pertanian Unbara

Shared publicly  - 
 
SOSPED (Desa Tanjung Raya)



BAB 1
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
      Dengan  Rahmat Tuhan  yang  Maha  Esa  laporan  hasil  penelitian  saya  bisa diselesaikan  dengan  tepat  waktunya pada  pelajaran SOSPED  ini.  Laporan  ini dibuat semata  supaya  kita bisa mempelajari semua  aktifitas  perdesaan  yang  saya  kunjungi   yaitu  desa Tanjung  raya  kecamatan  Sukau  kabupaten Lampung barat, di sana  semua warga  dan  masyarakat  berpenghasilan  bercocok  tanam  dan  kebun.
Namun  desa  Tanjung Raya masih  menggunakan  cara  yang  tradisional  dan  masyarakatnya  masih  mentradisikan  keturunan, kurangnya  tenaga kerja, pendidikan  di sana  menjadikan  masyarakat  itu  berfikiran  hanya  untuk  bercocok  tanam  dan  belum  berpikir  untuk  berpendidikan  yang  lebih  tinggi, saya  harap  laporan  yang  saya  buat  ini  bisa  dimanfaatkan  dengan  baik  dan  dipelajari  oleh  siapapun  yang  memerlukanya.
 
B.  Rumusan Masalah
     Masalah yang dihadapi oleh masarakat di Desa Tanjung Raya adalah kurangnya pengetahuan, cara bercocok tanam yang modern dan masih  menggunakan  cara  teradisional  untuk  itu  diharapkan, untuk para  mahasiswa atau orang-orang  yang   lebih  atau  berpengalaman  tentang  cara  bercocok  tanam yang modern agar dapat melakukan penyuluhan dan ilmu  yang  bremenfaat  bagi  para  petani dan masarakat desa  Tanjung raya.
Masalah yang  dihadapi para petani desa Tanjung raya, adalah hama penyakit  yang menyerang tanaman  ubi  jalar, dan kurangnya tenaga kerja untuk menggarap  lahan, agar para petani  tidak merugi  pemerintahan  di  lampung  barat seharusnya  sigap  dalam  menangani  permasalahan  yang  di  hadapi  petani,  dengan  melakukan  penyuluhan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                             BAB II
                              KERANGKA  PEMIKIRAN
 
  Pengertian desa menurut beberapa para ahli
Apa  yang terlintas  dalam  pikiranmu  jika  mendengar  tentang  desa?  Di  antara kamu  mungkin  akan  teringat  dengan  kerukunan  hidup,  penduduknya  toleransi  dan semangat  gotong  royong  yang  tinggi,  hamparan  lahan  pertanian yang hijau, aliran air sungai yang jernih, serta kehidupannya yang tenang dan damai.  Namun,  desa  juga  identik  dengan  jalan-jalan  becek  belum  diperkeras, letak terpencil  jauh  dari keramaian kota, sarana transportasi masih tradisional, dan lalu lintas jarang. Pandangan ini tidaklah semuanya benar atau salah, lebih-lebih untuk keadaan masa kini. Perkembangan di bidang transportasi dan komunikasi  telah  mengubah  pandangan  orang tentang desa. Angkutan perdesaan mobil dan sarana komunikasi telepon rumah serta telepon genggam (handphone)  sudah  biasa  digunakan oleh  penduduk  desa.
 
Desa  menurut  asal katanya berasal dari bahasa Sanskerta ”dhesi”, yang berarti tanah   kelahiran. Jadi, desa  tidak hanya  dilihat kenampakan  sebutan desa fisiknya saja tetapi juga dimensi sosial budayanya. Desa yang berarti tanah kelahiran selain menunjukkan tempat atau daerah juga menggambarkan kehidupan sosial budaya dan kegiatan penduduknya. Sebutan desa di beberapa wilayah berbeda-beda, kampung/dukuh (Jawa Barat), gampong (Aceh), huta (Tapanuli), nagari  (Sumatra Barat),  marga  (Sumatra Selatan),  wanus (Sulawesi Utara),  dan  dusun  dati (Maluku).
 
Pengertian desa menurut para ahli kependudukan dan undang-undang  sebagai berikut.
a. Desa merupakan  perwujudan  atau  kesatuan  geografi,  sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya  secara timbal  balik dengan  daerah lain. (Bintarto)
 
b. Desa adalah suatu kesatuan  hukum  tempat  tinggal  suatu  masyarakat  yang berkuasa  mengadakan  pemerintahan   sendiri. (Sutardjo Kartohadikusumo)
 
c. Desa merupakan keseluruhan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas. (William Ogburn dan M.F. Nimkoff)
 
d. Desa merupakan kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang  luasnya antara 50 sampai 1.000 are. (S.D. Misra)
 
e. Desa  sebagai  suatu  wilayah  yang penduduknya  kurang  dari  2.500  jiwa dengan  ciri-ciri  sebagai  berikut.
1) mempunyai  pergaulan  hidup  yang  saling  mengenal,
2) adanya  ikatan  perasaan yang  sama  tentang  kebiasaan, serta
3) cara berusaha bersifat agraris dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, seperti iklim, topografi, serta sumber daya alam. (Paul H. Landis)
 
f. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan  untuk mengatur dan mengurus kepentingan  masyarakat  setempat  berdasarkan  asal usul  serta  adat  istiadat  setempat  yang diakui  dalam  sistem  pemerintahan nasional  dan  berada  di  daerah  kabupaten.  (Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, bab I,  pasal 1).


                                                                
      desa Tanjung raya menurut beberapa ahli dan undang – undan termasuk desa agraris,  kerena  desa  tanjung  raya  merupakan  desa  para  petani, sebagian masyarakat  merupakan  petani. Desa merupakan  perwujudan  atau  kesatuan  geografi,  sosial, ekonomi, politik, serta kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya  secara timbal  balik dengan  daerah lain. (Bintarto). Keadaan masaraka desa Tanjung raya masi dalam hubungan dan pengaruhnya   secara  timbal   balik  dengan   daerah lain, ini dapat  terlihat  dari keakraban  masarakat  setempat  dengan mahasiswa,  mereka  menyambut baik kedatangan  para  mahasiswa  UNBARA   dengan  ramah-  tamah  dan penuh  senyum.
     keadaan  masyarakat  di  desa  Tanjung  raya  terhadap  masyarakai  pendatang sangat  tidak  berpengaru / beruba, mereka masi  memegang  teguh  adat  istiadat, suku,  ras  mereka  masing  masing.

    Tapi  ahir- ahir  ini, Mereka mulai  terpengaru  dengan  perubahan  zaman teknologi  sekarang  ini. Perkembangan di bidang  transportasi  dan  komunikasi  telah  mengubah   pandangan  orang  tentang  desa.  Angkutan  perdesaan  mobil dan  sarana  komunikasi telepon  rumah serta  telepon  genggam (handphone)  sudah  biasa  digunakan oleh  penduduk  desa.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
KEADAAN UMUM DESA
Kondisi Geografis
Letak goegrafis desa tanjung raya 90 km2 diatas permukaan laut dengan batas wilayah Sebelah Utara Bandar Baru, Sebelah Selatan Kebun Hanakau, Sebelah Barat Sedampang Indah Kec. Balik Bukit, Sebelah Timur Hanakau. dengan Keadaan Tanah Gembur Pegunugan Kandungan tanah Subur cocok untuk lahan perkebunan sayur-sayuran, Iklim (oC) : 20 - 30oC, memiliki 17 dusun dengan Luas wilayah desa (km2) : 35,60 KM persegi. Jarak dan waktu tempuh antara Ibu Kota Kecamatan 1 kilometer dan Ibu Kota kabupaten 10 kilometer. Pola pemukiman penduduk Menyebar, kondisi geografis desa Pegunungan daratan tinggi.
1.      Gambaran ringkas topografi desa :


1.    Pemerintahan
Struktur Aparatur  Kecamatan  seperti Camat, Sekretaris camat, dan Seksi-seksi  serta  Struktur Aparatur Desa/Kelurah seperti Ratin, Juru tulis, Kepala urusan pemangku (Kepala dusun) ada dan masih berfungsi. Jumlah staf kantor kepala desa ada 12 orang anggota termasuk kepala desa. Struktur Penunjang atau Administatif  ada seperti Buku-buku administrasi, Buku-buku register, Buku-buku arsip. Keberadaan Kantor Kepala Desa untuk saat ini Ada dan  masih berfungsi ketersedian fasilitas kantor desa meliputi: Mesin Tik, Komputer, Buku kearsipan, Lemari kantor dan Sound system. Frekuensi rapat aparat desa diadakan 1x per bulan dan Frekuensi musyawarah desa diadakan 2x per bulan.
Jumlah anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) ada 9 orang anggota, serta jumlah staf BPD termasuk ketua dan sekretaris ada 9 orang anggota ada dan masih berfungsi. Keberadaan kantor BPD untuk saat ini  belum ada, Ketersedian fasilitas kantor BPD ada seperti Buku- buku kearsipan saat ini masih dibalai desa.
Pembentukan kelembagaan masyarakat  Bidang keagamaanyakni sering diadakan ceramah agama, TPA (untuk pendidikan agama islam). serta Bidang sosial dilakukannya pemberdayaan perempuan. Dengan adanya kelembagan tersebut dapat membantu kelancaran kegiatan masyarakat Berfungsi sebagai penunjang akan kelancaran kegiatan-kegiatan yang menyangkut sistem pemerintahan dan kelembagaan yang terbentuk dimasyarakat serta mendapatkan mendapat pembinaan dari instansi terkait.
 
2.    Sosial
a.                  Penduduk
Jumlah wilayah penduduk 5304 km2  Desa tanjung raya Kecamatan sukau  lampung barat dengan Jumlah rumah tangga perdesa 1333 kepala keluarga. Jumlah penduduk di desa tanjung raya kecamatan sukau berdasarkan jenis kelamin Laki-laki (jiwa) : 2865, dan Perempuan (jiwa) : 2552, Kepadatan penduduk 25 m2 dengan Jumlah penduduk berdasarkan kelas umur 0-15 tahun 950 jiwa, 16-55 tahun 2811 jiwa, 56-64 tahun 384 jiwa, > 65 tahun 1239 jiwa serta penduduk miskin 591 Kepala keluarga,1672 Jiwa.
Pola penyebaran penduduk di wilayah desa tidak merata, Gambaran ringkas mengenai profil atau tipe penduduk desa menengah kebawah. dengan bentuk arsitektur bangunan masyarakat desa merupakan pola arsitek bangunan rumah adat setempat serta masih menggunakan adat setempat, pemukiman masyarakat desa merupakan hasil pembentukan rancangan masyarakat sendiri. keadaan perumahan penduduk menurut kualitas dan tipenya masih Semi permanen jauh dengan keadaan kota. Dalam  l0 tahun terakhir ini terjadi perubahan pada pola  dan gaya hidup yang modern.   

b.   Pendidikan
Tingkat kependidikan penduduk tidak bersekolah 706 jiwa, penduduk tamat SD 2306 jiwa, penduduk tamat SMP 1266 jiwa, penduduk tamat SMA 648 jiwa, dan tamat perguruan tinggi 491 jiwa. Dengan ketersedian lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak 1 gedung, SD 3 gedung. Ketersedian tenaga pendidik/guru Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar yang cukup dan memenuhi standar sebagai tenaga pendidik. dan masyarakat desa tanjung raya mempunyai keinginan untuk mengharapkan anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan sampai keperguruan tinggi agar bisa merubah dan mencapai tarap hidup yang lebih baik.
 
c.    Agama/Adat  Istiadat
Jumlah penduduk menurut agama Islam dan krisrten. serta Fasilitas ibadah yang ada di kecamatan sukau desa tanjung raya hanya masjid. Forum kerukunan umat beragama/dewan penasehat, ada seperti ustadt. agama dan kepercayaan yang mereka anut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka. dalam kehidupan bermasyarakat penduduk setempat masih berpegang teguh dan dijunjung tingi pada adat istiadat mereka. Golongan-golongan menentang apabila terjadi perubahan-perubahan ialah para golongan adat didaerah tanjung raya.
 
d.   Budaya
Kesenian
Kesenian tadisional yang terdapat di desa ini yakni kesenian tradisional seperti Hadera, Bedikir, Nyambai. kesenian tersebut masih dipakai pada saat acara pernikahan, panen raya, tahun baru, dan hari-hari besar lainnya. para generasi muda tersebut masih mempelajari kesenian tersebut tetapi lebih mengacu kepada pola kebudayaan yang modern. kebudayaan tersebut pernah dikembangkan di daerah jawa timur, yakni tarian nyambai.
 
Kerajinan Tangan
Kerajianan tangan khas daerah tanjung raya ini adalah sulam, kerajinan tangan tersebut hanya untuk dipakai sendiri atau usaha sambilan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
e.    Kesehatan dan Keluarga Berencana
Ketersedian fasilitas kesehatan seperti Posyandu dan postu, pelayanan kesehatan pada masyarakat desa ini cukup Baik dengan tenaga kesehatan seperti Bidan dan Dukun serta tanggapan masyarakat tentang program keluarga berencana setuju, alasannya sangat membantu masyarakat tersebut yang awam akan ledakan SDM, program pemerintah untuk saat ini dan mendatang di desa tanjung raya secara berkala tentang kesehatan seperti sunatan masal, jamkes (PKMG) masih dilaksanakan.
 
f.     Ekonomi
Sebagian besar mata pencarian masyarakat desa petani mencapai 90%, pedagang hanya 3%, buruh 6,5% dan PNS  0,5% masyarakat sebagian besar berusaha tani dibidang Tanaman pangan serta produksi pertanian yang dihasilkan cukup untuk kesejahteraan sudah cukup untuk mensejahterakan keluarganya. untuk cara pemasaran hasil produksi pertanian mereka dengan menjualnya kepada tengkulak, sering kali hasil produksi pertanian yang mereka mengalami kesulitan pemasaran karena harga pemasaran yang tidak stabil/siembang. untuk bantuan dari pemerintah mengenai kejahteraan perekonomian rakyat untuk saat ini yang tersedia pinjaman dari koperasi kelompok tani untuk melancarkan perekonomian petani yang mengalami kesulitan untuk modal usaha mereka.
Luas lahan pertanian masyarakat desa rata-rata perpetani luas tanah 0,5 Ha, luas panen 0,5 Ha, dan hasil produksi 35 Ton/ Ha untuk tanaman kol untuk 1x panen dengan lahan 0,5 Ha. Jenis tanaman yang diusahakan rata-rata masyarakat desa untuk lahan pekarangan 5m2 dan kebun 0,5 Ha. Rata-rata status kepemilikan tanah pertanian yang dimiliki masyarakat ialah hak milik sendiri dan sewa dan sumber dana untuk mengelola usaha tani dari koperasi, Tengkulak, dan dari modal sendiri.
Cara pengelolahan tanah di daerah ini masih menggunakan teknologi tradisional dengan Tenaga pekerja yang diigunakan dalam usaha pertanian tersebut keluarga  70% dan pegawai upahan 30%. Kebutuhan produksi dari hasil pertanian mereka untuk saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. kegiatan usaha tani mereka saat ini telah menggunakan bibit unggul untuk kebutuhan pertanian serta menggunakan pestisida guna untuk membasmi hama. sering juga dilakukan penyuluhan bagi petani setempat guna untuk penelitian serta meningkatkan kualitas hasil produksi mereka dan dalam pemasaran hasil pertanian mereka ditunjang oleh sarana dan prasarana transportasi yang baik dan lancar agar memudahkan proses transportas dan masyarakat setempat memiliki usaha sampingan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dibidang wirausaha, usaha sampingan  tersebut seperti kerajanan tangan ayam.
 
3.    Transportasi dan Komunikasi
Teknologi informasi yang  sudah digunakan dan sudah berkembang dalam masyarakat untuk saat ini berupa teknologi  Radio,Surat Kabar, Telpon, HT, TV. serta tanggapan masyarakat terhadap media masa baik untuk menunjang kebutuhan akan komunukasi
 
 
 
                                                       
 
                                                          BAB IV
                                                 PEMBAHASAN
Dari  semua  kajian di atas  dapat  di  bahas semua aspek- aspek, masyarakat  Desa Tanjung raya, dari  permasalahan yang  di hadapi  masyarakat  di sana. masyarakat  kurang  mendapat  perhatian  yang  lebih  dari  pemerinta,  ini terlihat  dari  keadaan  masyarakat di sana, masi banyak yang miskin dan kurang pendidikan termasuk para petani mengelolah  lahan masi  menggunakan  cara  teradisionol, tidak  menggunakan alat- alat canggih. Sedangkan  hasil dari  petanian  mereka  tidak ada  tempat  penampungan  seperti koperasi.
Kalau saja masyarakat desa Tanjung raya mendapatkan pendidikan yang layak dan ilmu – ilmu yang memadai, pasti kemiskinan  dan pendidikan dapat ditekan serta di kurangi.
Sedangkan  pemerintahan desa Tanjung raya suda mencukupi sebagai suatu desa, tapi  yang  belum  ada  di  pemerintahan  desa  tanjung  raya  adala  kurangnya tempat pendidikan / sekolah – sekolah yang memadai, seharusnya desa  seluas  35,60 KM persegi, dan 1333 kepala keluarga. Mempunyai sekolah- sekolah yang layak untuk  menekan angka yang putus  bersekolah.
        Keadaan masarakat miskin  masi banyak  penduduk miskin 591 Kepala keluarga, setenga dari  jumlah KK. Kemiskinan  dapat  di tekan dengan pendidikan  dan  ilmu  yang  layak agar masyarakat desa  Tanjung  raya  dapat hidup  makmur.
 
 
BAB V
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dari penelitian  dan  praktek  langsung  kelapangan  dengan  semua yang  di bicarakan  dan  di  pertanyakan  kita  dapat  menyimpulkan  bahwah masi banyak masyarakat yang masi prihatin (miskin)  dan kurang mendapat  perhatian dan pendidikan di Negara yang  di katakana baru mulai berkembang ini.
      Kita  dapat  belajar dari  semua  ini bahwah masi banyak saudara  kita yang  masi kurang beruntung mendapat ilmu yang layak seperti masyarakati di desa Tanjung raya, pengetahuan masyarakat sangat minim tentang  pertanian  mereka,                    kemiskinan dan ketidak mampuan masyarakat  seharusnya di perhatikan oleh pemerintah, adar terciptanya suatu desa yang makmur dan sejaterah.
      Untuk  itu  di  harapkan siapapun kita mungkin bias member tahu masyarakat di desa Tanjung raya supaya dapat membentuk koprasi  atau kelompok  usaha tani agar bias menekan  harga  jual  hasil  pertanian  mereka.
 
 
 
 
 
 
 
 
B.  Saran
Diharapkan  agar  semua  aparat dan pemerintahan  desa  bias lebih memberikan perhatian  pada  masyarakat / petani di desa Tanjung raya supay bias mengelola hasil  pertanian  mereka, dan menekan angka kemiskinan  Untuk  semua  warga atau  masarakat  desa  Tanjung  raya  terutama  para  petani agar bias menyekolakan anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat memberikan yang terbaik bagi desa  tanjung raya..
Kepada pemerintah, terutama pemerintahan lampung barat agar bias memberikan bantuan kepada masyarakat,  dan  memberikan motivasi  atau  penyuluhan  tentang  pengelolaan  hasil  tani dan mendirikan sekolah- sekolah yang layak agar tercipta masarakat / petani yang tanguh.
Dari laporan yang saya buat ini agar bias bermanfaat  bagi pembaca yang mempelajari, dan menjadi suatu motivasi baru .
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                         DAFTAR GAMBAR
                                     PERKEBUNAN KUBIS
 
 
Gambar warga saat pemisahan bibit
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
                                     
 
LAPORAN
SOSIOLOGI PEDESAAN
 
 
 
OLEH
LEMANSYAH
11 41 044
 
DOSEN PEMBIMBING:
ROZNALIZA TESTIANA, SP.M.Si
 
UNIVERSITAS BATURAJA( UNBARA)
FAKULTAS PERTANIAN
AGROTEKNOLOGI
2012
 ·  Translate
1
Add a comment...
People
Have him in circles
12 people
pertanian Unbara's profile photo
Basic Information
Gender
Male
pertanian Unbara's +1's are the things they like, agree with, or want to recommend.