Profile cover photo
Profile photo
Wahdah Islamiyah Makassar
545 followers -
Ilmu, Amal, Dakwah dan Tarbiyah
Ilmu, Amal, Dakwah dan Tarbiyah

545 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
KEKELIRUAN SIKAP DI MASA MUDA

Banyak para Pemuda yang jatuh dalam pergaulan yang salah, senang dengan tindakan brutal dan kekerasan, ugal-ugalan, hura-hura dan bahkan kemaksiatan seperti, minum minuman keras, pergaulan bebas dan sebagainya.

Termasuk tingkat yang mengkhawatirkan adalah meninggalkan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim yang telah baligh, seperti shalat dan puasa Ramadhan. Alasannya sangat sederhana, yakni memang begitulah seharusnya seorang pemuda itu, kalau tidak demikian namanya bukan anak muda.

Berbagai tindakan menyimpang yang dilakukan para pemuda ternyata memiliki muara yang boleh dikatakan sama, yaitu kekeliruan dalam memahami dan menyikapi masa muda. Hampir sebagian besar pemuda memiliki persangkaan dan persepsi, bahwa masa muda adalah masa berkelana, hura-hura, bersenang-senang,main-main, berfoya-foya danmenghabiskan waktu untuk bersuka ria semaunya.

Untuk menimbang dan memandang dari sudut syar’i dikatakan belum waktunya dan bukan trendnya. Padahal kenyataannya syari’at berbicara lain, yaitu masa muda adalah masa dimulainya seseorang untuk memikul suatu beban tanggung jawab sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi, “Bahwa ada tiga golongan yang pena diangkat (tidak ditulis dosanya) yang salah satunya adalah seorang anak hingga ia dewasa (menjadi pemuda).”

Maka bagaimanakah seorang pemuda muslim yang ketika itu catatan keburukan sudah mulai ditulis malah justru memperbanyak keburukannya?

Yang sebenarnya adalah, masa muda merupakan masa dimulainya seseorang memulai menumpuk dan memperbanyak amal kebajikan, masa menghitung dan introspeksi diri, masa penuh semangat dan jiwa membara untuk membangun dan beramal sebanyak-banyaknya. Masa di mana segenap kemampuan dan tenaga dicurahkan serta masa yang penuh dengan kesempatan emas untuk melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan.

Bentuk-Bentuk Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemuda....


Silahkan selengkapnya di sini http://wahdahmakassar.org/kekeliruan-sikap-di-masa-muda/

---------------------------
fb.com/wahdahmakassar
twitter: @WahdahMakassar
Telegram: @wahdahmakassar
GPlus: +WahdahMakassarOrg1
www.wahdahmakassar.org

----------------------------
Donasi Program Dakwah Wahdah Islamiyah Makassar:
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7087007493
A.N : DPD Wahdah Islamiyah Makassar
Konfirmasi Transfer : +6285242174023
Add a comment...

Post has attachment
Hadirilah Majelis Relawan al-Qur’an (Khusus Muslim Laki-laki)

Bersama:
1⃣ Ustadz DR.Muh. Zaitun Rasmin, Lc., MA (Ketua Ikatan Ulama Se-Asia Tenggara & Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah)
2⃣ Ustadz Harman Tajang, Lc., M.HI. (Direktur Markaz Imam Malik Makassar)
📅 Pada: Ahad, 28 Rabiul Akhir 1437 H/31 Januari 2015 M
⏰ Pukul:08.00-12.00 Wita
📌 Tempat: Masjid Al-Markaz Al Islamiyah Makassar

📦Fasilitas: Konsumsi dan Sertifikat
💰 kontribusi Rp.10.000

📝 Pendaftaran Via Sms: ketik MRQ_Nama_Usia kirim ke 0852 1256 1664 (an. Andi Irwanto, A.Md kes., S.Pd.I)

👥Pelaksana: DPD Wahdah Islamiyah Makassar
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Para Sahabat ridwanullahi ‘alaihim di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerap hukum-hukum syariat dari Al-Qur’an yang mereka dapatkan secara langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun ayat-ayat yang turun banyak yang masih bersifat umum belum terperinci, begitu pula dengan hukum-hukum yang belum bisa dilaksanakan tanpa mengetahui syarat-syarat dan rukunnya. Hal ini membuat para sahabat harus kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengetahui penjelasan dari semua hal tersebut secara rinci, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling tahu tentang syariat Allah Ta’ala, batasan-batasannya serta tujuannya.

Para sahabat sangat disiplin dalam menjaga batasan-batasan perintah dan larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikan beliau sebagai suri tauladan dalam setiap ibadah dan amalan mereka. Bahkan mereka melakukan apa yang Beliau lakukan dan meninggalkan apa yang beliau tinggalkan.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata :

اتَّخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَاتَّخَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي اتَّخَذْتُ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَنَبَذَهُ وَقَالَ إِنِّي لَنْ أَلْبَسَهُ أَبَدًا فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memakai cincin emas, maka orang pun memakai cincin emas, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menanggalkannya dan berkata : sungguh saya tidak akan pernah memakainya lagi selamanya maka orang-orang pun menanggalkan cincin mereka.” (HR. Bukhari/5866)

Bahkan mereka saling mewakili untuk menghadiri majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu ‘anhu bersama seorang tetangganya, (kisahnya dalam shahih bukhari, kitab ilmu, bab Attanaawub fil Ilmi). Begitu pula yang dilakukan oleh suku-suku (qabilah-qabilah) yang jauh dari Madinah, mereka mengirimkan utusan-utusannya untuk menuntut Ilmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian kembali mengajarkannya. Mereka juga bertanya kepada istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal-hal yang menyangkut masalah suami isteri.

Hal ini tidak hanya dilakukan oleh kaum lelaki tetapi para wanita (shahabiyat) pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka bertanya langsung kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits Aisah radhiyallahu ‘anha tentang cara bersuci dari haidh. (HR. Bukhari : 314)

http://wahdahmakassar.org/perhatian-generasi-salaf-terhadap-as-sunnah/

---------------------------
fb.com/wahdahmakassar
twitter: @WahdahMakassar
Telegram: @wahdahmakassar
GPlus: +WahdahMakassarOrg1
www.wahdahmakassar.org

----------------------------
Donasi Program Dakwah Wahdah Islamiyah Makassar:
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7087007493
A.N : DPD Wahdah Islamiyah Makassar
Konfirmasi Transfer : +6285242174023
Add a comment...

Post has attachment
Belajar Tajwid bersama ustadz Hasbin Abdurrahim, S.Pd.I. "Hukum-hukum Tajwid dalam Surah al-Ikhlas"
Add a comment...

Post has attachment
Tanya Jawab : Tips Singkat Agar Mudah Bersabar
Oleh Ustadz Harman Tajang, Lc. MH.I.

https://www.youtube.com/watch?v=KyenY8Iak34

---------------------------
fb.com/wahdahmakassar
twitter: @WahdahMakassar
Telegram: @wahdahmakassar
GPlus: +WahdahMakassarOrg1
www.wahdahmakassar.org

----------------------------
Donasi Program Dakwah Wahdah Islamiyah Makassar:
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7087007493
A.N : DPD Wahdah Islamiyah Makassar
Konfirmasi Transfer : +6285242174023
Add a comment...

Post has attachment
KENAPA HARUS MALU?

Oleh Ustadz Aswanto Muhammad Takwi, Lc.

“Malu adalah bagian dari iman”, demikianlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika menjelaskan cabang-cabang keimanan, menggambarkan posisi sifat malu dalam Islam, bahkan ia adalah ciri khas akhlak Islam. Rasulullah bersabda:

“Setiap agama memiliki akhlak khsusus dan akhlak khas Islam adalah sifat malu” (HR. Ibnu Majah).

Malu adalah salah satu sifat yang Allah fitrahkan dalam diri setiap manusia, ia menjadi pembeda antara manusia dan hewan. Dengan sifat malu ini, manusia menjadi makhluk yang mulia dan sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Keberadaan sifat ini pada seseorang menunjukkan kebaikan pada dirinya, melindunginya dari celaan.

Hakikat sifat malu adalah dorongan untuk melakukan segala perbuatan terpuji dan meninggalkan segala perbuatan tercela, ia adalah pokok akhlak mulia yang menghiasi keimanan. Wahab bin Munabbih berkata: “Iman itu telanjang, maka pakaiannya adalah ketakwaan dan perhiasannya adalah sifat malu”, kata orang bijak: “Siapa yang mengenakan pakaian malu maka kekurangannya tidak akan terlihat oleh orang lain”.

Karena keistimewaan dan kedudukan sifat malu ini, sehingga Allah Ta’ala perintahkan manusia berakhlak dengannya, bahkan ia adalah bagian dari keimanan sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:

“Sifat malu dan iman adalah dua hal yang saling bergandengan, jika salah satunya hilang maka yang lainnya pun ikut hilang” (HR. Hakim).

Sebab sifat malu adalah bagian dari keimanan, karena ia mengajak pemilik sifat ini kepada kebaikan dan menjauhkannya dari perlakuan buruk, inilah tafsiran sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

“Sifat malu akan selalu mendatangkan kebaikan” (HR. Bukhari & Muslim).

Mungkin setiap kita pernah mengalami, terkadang ada rasa keinginan untuk melakukan perbuatan buruk, namun karena rasa malu, kita urungkan niat untuk melakukannya. Maka ketahuilah, jika engkau melihat ada orang yang dengan berani melakukan perbuatan buruk di hadapan manusia, maka ini adalah bukti nyata bahwa rasa malunya kurang atau bahkan tidak tersisa lagi. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Diantara warisan para nabi yang didapatkan oleh manusia adalah ungkapan: Jika engkau tidak malu maka lakukanlah apa saja yang engkau inginkan” (HR. Bukhari).

Ungkapan ini mengandung dua arti:

Artikel Selengkapnya http://wahdahmakassar.org/kenapa-harus-malu/

---------------------------
fb.com/wahdahmakassar
twitter: @WahdahMakassar
Telegram: @wahdahmakassar
GPlus: +WahdahMakassarOrg1
www.wahdahmakassar.org

----------------------------
Donasi Program Dakwah Wahdah Islamiyah Makassar:
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7087007493
A.N : DPD Wahdah Islamiyah Makassar
Konfirmasi Transfer : +6285242174023
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded