Profile cover photo
Profile photo
ifa muallifa
10 followers -
jangan berhenti berjuanglah sebelum berjuangmu merugikan orang lain
jangan berhenti berjuanglah sebelum berjuangmu merugikan orang lain

10 followers
About
Posts

Post has attachment
Baca yuk kakak
Joni dan kepala desa
Joni dan kepala desa
wanitapenulis48.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
SEMANGAT DAMAI UNTUK GURUKU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Oleh:Muallifah

Surat untuk guru:
Terimakasih teruntuk pahlawan yang tidak pernah lelah berjuang
Kau memang tak berjuang untuk sebuah kemerdekaan
Namun berkat kau, anak bangsa bisa memperoleh kemenangan
Terimakasih telah mengajarkan kami banyak hal, dari huruf A
hingga kalimat “aku suka”
maafkan kami yang kian lama kian enggan belajar,
bukan karena teknologi yang menjadi bahan ajar
bukan pula perubahan zaman yang membuat kami semakin kurangajar
namun karena kami yang kurang berterimakasih pada sosok pengajar
guru
jangan pernah lelah untuk menjadi jembatan penolong kami
dalam memberantas kemalasan serta kebodohan
semoga lelahmu menjadi lillah
dari kami murid yang selama ini kurang berterimakasih terhadapmu
semoga apa yang kau beri, kau dapatkan Surga
Hari ini Madura dikejutkan dengan berita yang beredar tentang kematian seorang guru yang diduga meninggal karena dianiaya sang murid, peristiwa naas ini terjadi di Sampang, salah satu SMA negeri yang selama ini cukup menuai prestasi baik akademik maupun non akademik, tak ayal berita ini menjadi sorotan publik untuk melihat dan mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Singkat cerita sang guru selama ini terkenal dengan baik, humoris dan care terhadap siswanya, serta tidak pernah melakukan kekerasan fisik terhadap siswanya dan hal paling parahpun beliau akan mencoret baik muka atau tangan kepada siswa, itupun apabila kesalahannya bisa dianggap berat seperti tidur saat jam pelajaran, mengganggu temannya dll (read: pengalaman penulis). Namun, yang terjadi ketika beliau melakukan hal serupa kepada murid yang diduga sebagai penganiaya, malah direspon balik dengan memukul sang guru. Hal ini merupakan cerita singkat dari peristiwa tersebut. Namun dalam kasus ini ada beberapa hal yang harus kita pelajari sebagai masyarakat maupun pembaca berita. Banyak berita yang kemudian menyajikan berita dengan versi yang berbeda-beda, sebagai pembaca yang baik kita tentu harus memfilter dulu bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya, sehingga tidak terjadi kesimpang siuran berita yang sebenarnya. Meski berita yang disajikan berdasarkan fakta, namun adakalanya sebagai penerima berita harus pandai menyikapi informasi dari berbagai sumber yang ada.
Terlepas dari bagaimana media menyajikan berita dari berbagai sudut pandang, kejadian ini mengingatkan kita bahwa betapa bobroknya akhlak yang ada pada pelajar saat ini, bagaimana sebenarnya peran pendidikan kita dalam mendidik moral serta akhlak para pelajar? Kalaupun ada pertanyaan yang seperti ini siapakah yang pantas disalahkan? Apakah guru berhak disalahkan sebagai orang yang selama ini bertugas mendidik anak? Ataukah keluarga utamanya orang tua yang kurang berperan menjadi madrasah pertama bagi seorang anak? Apakah karena sebuah lingkungan serta pergaulan yang mengubah seseorang menjadi begitu tega melukai orang lain? Apakah karena lebaga pendidikan tersebut yang tidak memberikan pelajaran moral kepada anak didik? Atau justru yang paling disalahkan adalah kurikulum kita yang masih kurang menjadikan pendidikan sebagai pengubah akhlak serta moral bangsa ini?. Kita tidak perlu menjustis dari segi lembaga pendidikannya, karena ini akan menciut semangat anak untuk sekolah di lembaga pendidikan tersebut. kasus ini bukanlah memang yang pertama terjadi di negeri kita, dan hal ini harus menerima perhatian khusus dari pemerintah utamanya kementrian pendidikan, apalagi kasus ini terjadi pada seorang guru honorer yang gaji serta penghasilannya tidak seberapa, sebagai pembaca serta masyarakat kita pasti terpukul akibat kehilangan sosok beliau, yang begitu luar biasa pengabdiannya terhadap anak bangsa ini. Pernahkah kita berfikir bagaimana kehidupan keluarganya setelah ia tiada? Bukankah beliau sebagai tulang punggung keluarga? Apalagi ketika mendengar bahwa istrinya sedang dalam proses kehamilan anak pertamanya? Pernah kita berfikir bagaimana kemudian mereka menjalani kehidupan tanpa ada tunjangan dari pemerintah? Tentu hal ini belum ada di benak kita.
Kemudian apa yang sebenarnya harus dilakukan kepada pelajar yang diduga menganiaya sang guru? Kita tidak perlu memaki serta memberikan tuduhan-tuduhan keji kepada sang anak tersebut, apalagi serangan dari luar yang kemudian menyudutkan dia seakan-akan sebagai orang yang paling keji di dunia ini tega membunuh gurunya. kita semua percaya bahwa tidak ada manusia yang tega membunuh orang lain apalagi beliau merupakan gurunya sendiri. Bisa saja ketika ia melakukan hal tersebut mungkin rasa amarahnya ketika waktu dicoret memakai spidol, dan hal ini merupakan sesuatu yang diluar batas kita dalam kondisi amarah yang ada. Kondisi psikologi anak tersebut pasti sedang amburadul, baik dari dalam misalnya keluarga maupun media dan yang lainnya. Perihal nanti sang anak tersebut mendapat hukuman, negara ini adalah negara hukum dan hukuman yang diterima pasti akan setimpal dengan apa yang ia lakukan dan bagaimana kondisi umurnya. Namun hal yang sangat disayangkan ketika dia tidak bisa melanjutkan sekolah untuk menempuh pendidikan ataupun menyelesaikan pendidikan. Apakah dengan kejadian ini anak tersebut sudah tidak layak mendapat pendidikan? Bukankah pendidikan adalah hak segala bangsa, terlepas dari apa yang selama ini dia lakukan, mungkin dari kejadian ini dia akan menyadari serta berintropeksi diri bahwa selama ini apa yang ia lakukan diluar kebiasaan manusia yang memiliki hati nurani. Namun hal yang peling penting adalah peran orang tua yang senantiasa mendampingi anaknya apalagi dalam kondisi seperti ini, dengan tuduhan pembunuh dan semacamnya diberikan kepada sang anak, tentu juga akan memberikan dampak negatif terhadap psikologi orang tua, bagaimanapun orang tua selalu menjadi rumah berlindung untuk seorang anak.
Mengenai orang tua, anak serta keluarga guru tentunya harus melakukan pertemuan, silaturrahmi bagaimana ketika menyikapi perilaku anaknya tersebut kepada sang guru, kehilangan pasti semuanya merasa kehilangan. Terlepas dari itu, inilah takdir Tuhan yang sudah digariskan kepada sang guru menghadap Ilahi, pertemuan tersebut bukan lantas memisahkan hukuman kepada anak tersebut, melainkan ini bentuk damai yang harus diadakan dalam sebuah kejadian yang mengakibatkan kehilangan. Semua harus mendukung satu sama lain dengan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan sebagaimana Islam mengajarkan. Kejadian ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bag kita semua bahwa kejadian tidak boleh terjadi untuk kedua kalinya. Semoga kita semua dilapangkan oleh Allah SWT.
Tentang penulis


Penulis adalah mahasiswa STAIN PAMEKASAN yang dulu belajar di SMAN 1 TORJUN SAMPANG, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan salah satunya adalah Forum Mahasiswa Sampang FORMASA.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
catatan perjalanan
catatan perjalanan
wanitapenulis48.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
catatan perjalanan
catatan perjalanan
wanitapenulis48.blogspot.com
Add a comment...

Post has attachment
Photo
Photo
09/06/15
2 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded