Profile cover photo
Profile photo
fuji ningsi
About
Posts

Jenis-jenis Media Transmisi pada Jaringan
 
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.
A. Copper Media
Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel,
bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.
Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :
1. Coaxial Cable
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.
Ada 4 jenis kabel coaxial, yaitu :
· Thinnet atau RG-58 (10Base2)
· Thicknet atau RG-8 (10Base5).
· RG-59
· RG-6
Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.
2. Twisted-Pair cable
Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :
Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.
Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
• Kategori 1 (Cat-1).
Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
• Kategori 2 (Cat-2).
Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
• Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
• Kategori 4 (Cat-4).
Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
• Kategori 5 (Cat-5).
Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.
B. Optical Media
Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil.
Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.
Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical’fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic). Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).
Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber, satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).
C. Wireless Network
Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak, bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.
Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.
Mode Transmisi Data

April 1, 2009 Akhmad Kun Tinggalkan komentar Go to comments

Perangkat-perangkat network menggunakan 3 mode (metode) transmisi untuk saling bertukar data : simplex, half duplex, dan full duplex.
Simplex transmission dapat dianalogikan seperti jalan satu arah dimana traffik hanya bergerak satu arah saja. Yang berarti data hanya bergerak dari arah pengirim ke penerima saja.
Half-duplex transmission dimana traffik hanya dapat berjalan ke salah satu arah pada satu waktu, tapi tidak kedua-duanya disaat yang sama. Mode half-duplex membatasi transmisi data karena setiap perangkat harus bergiliran menggunakan media kabel. Karena itu data dapat dikirim dari A ke B, atau dari B ke A, tapi tidak pada saat yang bersamaan.
Full-duplex transmission seperti umumnya jalan raya dengan 2 jalur, masing-masing jalur mengakomodasi traffik yang menuju arah saling berlawanan. Mode full-duplex mengakomodasi transmisi dua arah secara simultan, yang berarti kedua kedua sisi dapat mengirim dan menerima data pada saat yang sama.
Transmisi Full-duplex sebenarnya adalah dua koneksi simplex: satu koneksi untuk satu arah, dan satu koneksi untuk arah yang berlawanan.
Metode Transmisi Data


Untuk melakukan pengiriman data atau transmisi data dapat menggunakan beberapa metode pengiriman yang biasa diterapkan pada komunikasi data seperti berikut ini :
1. Metode Transmisi Paralel
2. Metode Transmisi Seria
3. Metode Transmisi Sinkron dan Tak Sinkron
4. Metode Transmisi Full Duplex dan Half Duplex


Metode Transmisi Paralel 
             Suatu pengiriman data disebut paralel, jika sekelompok bit data ditransmisikan secara bersama-sama dan melewati beberapa jalur transmisi. Pada metode pengiriman paralel, bit-bit yang membentuk karakter dikirimkan secara serempak melewati sejumlah penghantar yang terpisah.Keuntungan dari transmisi parallel adalah kecepatan. Tetapi, transmisi parallel membutuh sejumlah n jalur komunikasi untuk mentrasnmisikan aliran data.




   2. Metode Transmisi Serial
         Suatu pengiriman data disebut serial, jika bit-bit data ditransmisikan satu demi satu melewati saluran yang sama.Keuntungan dari transmisi serial adalah mengurangi biaya karena hanya memerlukan satu jalur transmisi.




   3. Metode Transmisi Sinkron dan Tak Sinkron
 Metode Transmisi Sinkron
         Pada transmisi sinkron, data dikirim dalam bentuk berkelompok (blok) dalam kecepatan yang tetap tanpa bit awal dan bit akhir. Awalan blok (start block) dan akhiran blok (stop block) diidentifikasikan dalam bentuk bytes dengan susunan yang spesifik. Clock pada penerima dioperasikan secara kontinyu dan dikunci agar sama dengan clock pada pengirim. 

    Keuntungan pada transmisi data ini adalah dapat bekerja dengan baik pada laju pengiriman yang tinggi. Kelemahannya adalah memerlukan biaya implementasi yang lebih mahal.
 Metode Transmisi Tak Sinkron
        Jika pada transmisi sinkron tidak memiliki bit awalan dan akhiran, maka transmisi tak sinkron memiliki kedua bit tersebut. Pada transmisi ini, informasi akan diuraikan menjadi karakter dan masing-masing karakter tersebut memiliki bit yang diidentifikasikan sebagai awalan blok (start block) dan bit akhiran blok (stop block).
       
       Keuntungan pada transmisi data ini adalah biaya lebih murah. Kelemahan metode transmisi tak sinkron adalah laju transmisinya rendah, hal ini   disebabkan karena :
       A. Bahwa clock yang beroperasi bebas hanya memenuhi
            syarat pada laju yang rendah.
       B. Adanya bit awal dan bit akhir mengurangi efisiensi
            pengiriman bit sebesar 20 %


  4. FULL DUPLEX DAN HALF DUPLEX

FULL DUPLEX    
      Suatu sistem komunikasi dikatakan memiliki metode transmisi full duplex, jika pada sistem komunikasi ini dapat mengirimkan  data dalam dua arah pada waktu yang sama. Contoh : Telepon

HALF DUPLEX
        Dalam mode half-duplex tiap piranti dapat mengirim dan menerima data, tapi tidak pada waktu yang sama. Saat suatu piranti mengirim, piranti yang lain dapat menerima dan begitu pula sebaliknya. Contoh : walkie talkie
Teknik Multipleksing
Multipleksing adalah proses penggunaan sebuah kanal transmisi secara bersama-sama oleh beberapa sinyal informasi dalam waktu yang sama.
Perangkatnya bernama multiplekser. Dengan multiplekser maka sarana transmisi dapat dimanfaatkan secara optimal dan efisien karena akan menghemat biaya transmisi.
Pada dasarnya teknik multipleksing dibagi 2 (dua) :

FDM (Frequency Division Multiplexing)
Teknik penggandaan kanal transmisi ini dengan menderetkan sejumlah kanal dalam satuan frekuensi. Dengan kata lain jenis multipleksing ini dilakukan dengan cara pembagian frekuensi.
Tiap kanal masukan digeser frekuensinya sehingga menempati celah frekuensi tertentu dari sinyal keluaran.
Suara manusia yang disalurkan melalui sarana komunikasi dapat dimengerti apabila getaran suara yang diteruskan itu terletak pada band frekuensi 300 Hz - 3400 Hz.
Karena itu lebar band untuk aluran percakapan (voice channel) berada sebesar 4 kHz. Jadi bila sepasang saluran kawat dipakai untuk menyalurkan percakapan telepon, daerah frekuensi
di atas 4 kHz terbuang percuma, padahal saluran fisik pada  umumnya masih dapat menyalurkan frekuensi di atas 4 kHz meski dengan redaman yang besar.

Untuk itu maka frekuensi di atas 4 kHz dapat dimanfaatkan dengan cara modulasi khusus dan memakai filter sehingga yang dikirimkan hanya satu band sisi (sideband) frekuensi saja.
Kemudian diadakan translasi dari kanal percakapan ke pre-group dan pre group ke group (60-108 kHz) sehingga saluran dapat dipakai untuk menyalurkan informasi sampai 12 kanal suara dan carrier (pembawa). 
Tahap translasi berikutnya menjadi supergroup (60 kanal, 5 group) , master group (300 kanal, 5 super group) dan super master group (900 kanal, 3 master group).
Untuk saat ini, FDM sudah sangat jarang dipakai.


TDM (Time Division Multiplexing)
TDM adalah suatu metode multipleksing dengan berdasar atas pembagian waktu . Sejumlah kanal dideretkan dalam ranah waktu menjadi satu sinyal digital.
Tiap kanal masukan secara berkala dicuplik dan diberi celah waktu (timeslot) tertentu pada frame (bingkai) sinyal keluaran.
Dalam suatu periode, waktu dibagi-bagi menjadi unit waktu yang lebih kecil (timeslot) . Tiap-tiap timeslot diperuntukkan bagi informasi input secara berurutan dan bergantian. Pengiriman secara bergantian
dapat berdasarkan pada 'bit' ataupun 'word'.

Berbeda dengan FDM dimana  satu  band frekuensi  dibagi menjadi band-band frekuensi yang lebih kecil. Pembagian berdasarkan frekuensi dibutuhkan sirkit filter analog dengan karakteristik yang
benar-benar selektif sehingga harganya menjadi lebih mahal. Sedangkan pada TDM, digunakan IC (rangkaian terintegrasi) dengan ukuran yang semakin kecil dan harga yang cendrung semakin murah.
Selain itu, dalam transmisi sinyal digital dituntut kecepatan (bit rate) yang semakin tinggi sehingga perlu adanya multiplekser digital yang implementasinya secara TDM.
Ada 2 macam struktur hirarki TDM yaitu struktur dengan basis PCM-30 (2,048 Mbps) yang dipakai di negara-negara Eropa dan PCM-24 (1,544 Mbps) di Jepang , Kanada dan Amerika Serikat. 
Jenis TDM jika dilihat dari mode operasinya, terbagi atas Synchronous TDM dan Asynchronous TDM.

Synchronous TDM
TDM sinkron adalah proses multipleksing untuk kanal-kanal input yang mempunyai sumber clock yang sama. Oleh karena itu antara satu kanal dengan kanal lainnya mempunyai hubungan fasa yang sama
sehingga multipleksingnya dilakukan secara langsung. Output dari TDM sinkron mempunyai kecepatan (bit rate, BR) sebesar n kali kecepatan sinyal inputnya, dengan n adalah jumlah kanal input.
Sebagai contoh aplikasi TDM sinkron pada PCM-30 dengan n=32 , dengan BR per kanal sebesar 64 kbps maka diperoleh BR sinyal output TDM sebesar 32 x 64 kbps = 2,048 Mbps.

Asynchronous TDM
Jenis TDM ini digunakan untuk multipleksing dengan kanal-kanal inputnya berasal dari beberapa sistem dengan sumber clock berbeda. Contoh aplikasinya ada pada Digital Multiplex orde tinggi.
Prinsip dasarnya Digital Multiplex orde tinggi ini adalah dengan mensinkronkan terlebih dahulu kanal-kanal inputnya dengan frekuensi clock yang lebih tinggi kemudian dimultipleksing denga sinkronous TDM.

Jika ditinjau dari perilaku trafik yang ada, maka TDM dapat dikelompokkan menjadi Static TDM dan Statistical TDM, dengan uraian berikut :

Static TDM
Pada TDM jenis statik ini, setiap kanal menggunakan timeslot tetap. Frame-frame tetap ditransmisikan secara kontinyu antara bagian pengirim (mux) dan penerima (demux). Konsekuensinya bahwa setiap timeslot
milik kanal aktif harus diisi dengan karakter kosong untuk menjaga framing tetap sebagaimana mestinya. Aktifitas rata-rata terminal cenderung rendah dibanding dengan bandwidth yang tersedia.

Statistical TDM
Pada saat data tiba di multiplekser, data-data tersebut ditempatkan di buffer (memori penyagga sebagai penyimpan sementara) yang secara dinamis digunakan untuk setiap kanal aktif. Frame-frame data kemudian
disusun sehingga data diambil secara sistematis dari buffer. Di sini bandwidth kanal dialokasikan untuk terminal-terminal aktif sehingga efisiensi transmisi meningkat 2 kali atau lebih dibanding TDM statik konvensional.
Contoh aplikasinya ada pada protokol lintasan Rec X-25 level 2.

Soalpilihanganda 25 no
1.apapengertiandaritransmisi data
ü  untukmelakukanpengiriman data darisalahsatupengiriman data kepenerima data menggunakankomputer
          b. melakukanpengiriman  data darisalahsatupengiriman data
                c. melakukanpengiriman data untuksatupengguna
d.  melakukanpengiriman data danmenerima data
2. prosesdaripengiriman data atauinformasidarisatualatkealatlainyayaitupengertiandari
                a.multicast
                b.mediatransmisi
ü c.broadtcast
                d.jalurtransmisi data
3. suatu proses  komunikasimelaluisuatualatkealatlainnyamerupakanpenhertiandari
                a.jalurtranmisi
                b. media transmisi
ü c.multicast
                d.unicast
4. yangmerupakanjenis-jenisdari  media trasmisi data padajaringanyaitu
ü  a.copper media
                b. sonnet
                c.kapasitastransmisi
                d. mode trasmisi
5.yangbukanmerupakanjenisdari media transmisipadajaringanyaitu
ü a.kapasitastarsmisi
                b.copper media
                c.wirelessnetwork
d.optical media
6. manakah yang  termasukdari terminology transmisi data
                a.sonnet
                b.copper media
                c. mode transmisi data
ü  d.point to point
7. terminologytransmisi data terbagiatasberapabagian
              a. 3
              b. 4
              c. 6
ü      d. 2
8.terdapatduamacamtuisted pair cable yaitu
ü      kabel STP dan UTP
              b. multi kocedan optical media
              c. single mode danmulti mode
              d. optical media dan single mode
9. berdasarkansinkronisasi di kenal 3 mode trasmisiserial,kecuali
              a. asinkron
ü      b. transmisikecepatantinggi
              c. sinkron
              d,. isokron
10. Untukmelakukanpengiriman data atautransmisi data dapatmenggunakanbeberapametodepengiriman yang biasaditerapkanpadakomunikasi data sepertiberikutini, kecuali
              a.metodetransmisi parallel
              b. metodetrasmisiseri
              c. metodetyransmisisinkrontaksinkron
ü  d. metode mode transmisi
11. fungsidaritrasmisi serial terdiridaribeberapabagian
ü      a. 3
              b. 4
              c. 5
              d. 7
12. teknikpengkodean data terbagiatasberapabagianyaitu
              a. 3
ü  b. 4
              c. 6
              d. 5
13. berapakahlayanan yang di sediakandari data link layer
ü a. 3
              b. 4
              c. 5
              d. 2
14.mediumtransmisiantarastasiun-stasiunketikasuatuprosedur control dipakai.pegertiandari
ü      a.data link
        b. link layer
        c. transmisi media
        d. jalur media trasmisi
15. fungsi data layer terbagiatas
ü      a.4
                b. 5
                c. 6
                d. 2
16. fungsispesifik layer terbagiatasberapabagian
                a. 3
ü      b. 5
                c .6
                d. 7
17. beberapa protocol yang menggunakan layer yaitu.kecuali
                a.802.1 OSI Model
                b. 802.2 Logical Link Control
                c.  802.3 CSMA/CD (Ethernet)
ü  d. mengurangimasalah error
18. Lapisan Data link melaksanakan 2 layanandasaryaitu
                a.Membiarkanlapisandiatasnyauntukmengakses media denganmenggunakanteknikseperti framing.
bMengendalikanbagaimana data tersebutdiletakkanpada media dandapatmenerimadari media menggunakantekniksepertipengendaliakses media dandeteksikesalahan.
ü    c. Setiap data memerlukan bit overhead (address, control field, flag, dll)
19. Bentuk media darijaringanfisiktersebutadalah,kecuali
                aMicrowaves
b. ppecor wires
c. satellite links.
üd. ISDN
20. merupakanjaringankomputer yang global ataumendunia. Karenamerupakanjaringan-jaringankomputer yang terhubungsecaramendunia, sehinggakomunikasidan transfer data atau file menjadilebihmudah.bisadikatakanperpaduanantaraberbagaijenisjaringankomputerbesertaTopologidanTipeJaringan yang salingberhubungansatusama lain.ini merupakanpengartiandari
üa.internet
            b. data link
            c. link layer
            d. isdn
21. apakeuntungandaritrasmisi data
ü  a.biayalebihmurah
                b. hemat
                c. lebihfleksible
                d. benarsemua
22. Ada 3 jeniskonektorpadakabelCoaxial, yaitu
üa.Tkonektor
                b. utpcabel
        c. Stpcabel
                d. semuanyabenar
23. kabel Twisted Pairterdiridariberapakategori
ü      a. 4
                b. 5
                c. 3
                d. 7
24. Ada beberapajenis media transmisi yang telahada di dunia.
ü a. 2
                b. 3
                c. 4
                d. 5
25. Istilah-istilah yang berhubunganeratdengan data digital dansinyaldigital terbagiatasberapabagian.
                a.5
üb.6
      c. 7
                d. 3

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

transmisi data
pengertian Transmisi Data  Transmisi data merupakan proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima data menggunakan komputer / media elektronik. Untuk mengetahui lebih jauh tentang transmisi data beserta proses dan langkah kerjanya. Berikut ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan proses ini:
1. Media Transmisi Data
Untuk melakukan transmisi data diperlukanlah suatu media, media ini sendiri memiliki beberapa macam seperti bus, kabel yang biasa terdapat pada perangkat internal komputer, sedangkan untuk eksternal komputer dalam transmisi data dapat menggunakan kabel eksternal (Wired) serta Wi-Fi (Wireless/Nirkabel).
Kabel (Wired)
Kabel / wired yang biasa digunakan untuk melakukan proses transmisi data terdapat beberapa macam yang diantaranya adalah sebagai berikut:
 
Kabel pilin: UTP Wired atau yang biasa dikenal dengan Unshielded Twisted Pair, kabel ini biasa digunakan untuk melakukan transmisi melalui jaringan komputer seperti di kantor-kantor / warnet-warnet. Selain UTP, STP (Shielded Twisted Pair) yang didalamnya terdapat beberapa kawat dalam satu bendel juga dapat digunakan untuk melakukan transmisi data.
Koaksial (coaxial cable): Kabel ini terdiri dari dua macam konduktor yang dipisahkan dengan menggunakan isolator.
Serat optik: Kabel ini biasa disebut dengan (fiber optic), dimana kabel yang dapat mengirimkan informasi dengan cara menghantarkan informasi / data menggunakan gelombang cahaya.
2. Jalur Transmisi Data
Jalur transmisi merupakan suatu alat yang mampu mengirimkan informasi dengan menggunakan peralatan yang lain. Jalur transmisi data ini dibagi menjadi 3 macam yakni Multicast, Broadcast dan Unicast.
MulticastAdalah suatu proses komunikasi terjadi melalui satu alat dengan alat lainnya. Dalam proses ini masing-masing alat / media yang terhubung dapat berkomunikasi menggunakan alat yang menghubunginya. Contohnya adalah server yang digunakan untuk mengakses internet. Server tersebut mampu melayani beberapa komputer yang terhubung dengan media, dan dalam proses ini komputer yang dihubungi mampu memberikan respon balik terhadap server tersebut.
BroadcastAdalah proses dalam pengiriman data atau informasi dari satu alat ke alat-alat lainnya. Dalam proses ini alat yang menerima informasi tidak bisa memberikan respon balik terhadap alat pengirim data / informasi. Beberapa contoh yang menggunakan jalur transmisi Broadcast adalah pemancar radio, pemancar televisi serta mengirim email menggunakan mailing list.
Unicastmerupakan kontak informasi yang terjadi pada suatu alat dengan satu alat yang lain. Misalnya sewaktu menggunakan telepon, ketika salah satu telepon digunakan untuk menghubungi salahs atu telepon yang lain, maka selain kedua telepon yang berhubungan tersebut tidak dapat menghubungi salahs atu dari telepon yang sedang terkoneksi / terhubung tersebut.
Wait while more posts are being loaded