Profile cover photo
Profile photo
Adib Abadi
198 followers -
father dont cry
father dont cry

198 followers
About
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Ibunya Anakku Ulang Tahun
Selamat ulang tahun Bunda, semoga engkau hidup sampai tua dan ompong,… he-he. Tersenyum dan tertawalah sebanyak yang kamu bisa sementara kamu masih memiliki gigi…. #eh ;) Bunda, Hari ini ulang tahunmu – karena ulang tahun selalu datang dan pergi. Tapi ada b...
Add a comment...

Post has attachment
Ngajak Anak Jumatan
Sebagai orang tua, banyak hal yang ingin diajarkan pada anaknya, begitupun dengan saya. Begini ceritanya, anak saya Verro sudah hampir genap 3 tahun. Saya kira, diusia segitu sudah waktunya untuk saya ngajak dia ikut jumatan. Walaupun bukan sekali ini saja ...
Add a comment...

Post has attachment
Sudah 3 Tahun(kah) Usiamu Sekarang Nak….?
Seingatku baru kemarin perayaan ultahmu yang ke-2, eee…… alah, kok wis telung tahun,….. Ayah kok kagetan?! Yo emang ngono le gayane ayahmu. Nak, ayah selalu menikati melihatmu beranjak dewasa. Tapi kadang rasa gak sabar itu ada, maka itu, cepatlah besar bia...
Add a comment...

Post has attachment
SEDIH BAHAGIANNYA SAAT MENGATAR ADIKKU NIKAHAN
 Tahun lalu, Jumat 18 Desember 2015. Hari yang tidak biasa bagiku. Bangun tidur pada 05.30 WIB, selepas itu mandi dan membangunkan anakku Verro dan memandikanya. Istriku sudah duluan bangun. Ngecek barang bawaan, menyiapkan sarapan. Juga dandan. Waktu menun...
Add a comment...

Post has attachment
Apalagi pendidikan bangsa? Menjadi sepahit kopi dan semanis gula disaat yang bersamaan itu saja sulit. butuh air panas untuk bikin mereka nyatu. Dan air menjadi panas juga butuh proses. Harus didih betul. Campur gula dan kopi. Aduk. Nunggu agak dingin, pas nyruput nek gak pener saja bisa ndower. Bahkan butuh banyak proses untuk melakukan sesuatu yang keliatan simpel.
Add a comment...

Post has attachment
“aku kadang-kadang memang berbuat baik. Tapi kadang juga tidak. Seperti lainnya juga. Jadi, inilah pagi ketika aku hendak membalas SMS Lebaran satu-persatu, sekuatku.” Halal Bi Halal. “Sama-sama ya”…
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded