Profile cover photo
Profile photo
Jeni Jendri Awaludin Marasele
34 followers -
Malei Raa ma bubu kana kupomate tana ku KAILI.
Malei Raa ma bubu kana kupomate tana ku KAILI.

34 followers
About
Jeni Jendri Awaludin Marasele's posts

Post has shared content
AWAS KANKER HATI, MOHON BACA SAMPE SELESAI !!! Share ke orang-orang yg anda sayangi PENTING BUAT YG SUKA BEGADANG...
AWAS KANKER HATI, MOHON BACA SAMPE SELESAI!!! JANGAN LUPA SHARE KALO SUDAH BACA Para dokter di NATIONAL TAIWAN Hospital lakukan penemuan terbaru, pemicu utama rusaknya hati adalah tidur terlampau malam & bangun terlampau siang. Jangan tidur lewat dr jam 22 ...

Post has attachment
Ingin berbagi lokasi dengan saya di Google+? Aktifkan di sini: https://plus.google.com/settings/plus#location

Post has shared content

Post has shared content
Bahaya Teh Celup Bagi Kesehatan dan Solusi Menikmati Teh Celup

Anda suka menikmati teh saat santai bersama keluarga? Teh termasuk minuman favorit keluarga, karena aromanya wangi dan rasanya nikmat. Teh bisa diminum dalam kondisi hangat ataupun dingin, yakni dengan menambahkan es batu. Jika dahulu, teh dijual dalam bentuk daun teh kering, sekarang ini jauh lebih praktis, yakni dalam bentuk serbuk daun teh yang dikemas dalam kantong (teh celup).

Teh celup bisa dibilang banyak peminatnya, karena memang sangat praktis dan memudahkan siapapun yang ingin menikmatinya.  Tinggal tuang air panas, celup tehnya dan tambahkan gula, jadi dech. Tidak perlu menggunakan saringan lagi, karena ampas teh akan tetap berada didalam kantungnya.

Bahaya Teh Celup bagi Kesehatan
Namun tahukah Anda bahwa ada bahaya yang mengintip dibalik penggunaan teh celup? Sebenarnya teh celup tidaklah bahaya, namun kertas pembungkusnya yang berwarna putih bersih tersebut yang disebut berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung zat klorin.

Klorin dalam kertas sendiri berfungsi sebagai disinfektan sehingga kertas bebas bakteri pembusuk dan lebih tahan lama. Klorin bisa ikut larut kedalam minuman Anda apabila dicelup dan direndam dalam waktu lama.

Hem, penasaran apa sajakah bahaya dari penggunaan teh celup terlalu lama dalam gelas? Simak informasinya berikut ini :
•    Menyebabkan kemandulan pada pria
•    Ibu hamil akan melahirkan bayi dalam kondisi cacat dan mengalami keterbelakangan mental
•    Meningkatkan risiko penyakit kanker

Bagaimana solusi untuk mengatasinya?
Meskipun mengandung bahaya, namun Anda tidak perlu merasa cemas karena ada solusi untuk menghindari bahaya zat klorin. Mungkin sebagian dari Anda berpikir, dengan merendam teh lebih lama, maka rasa teh akan menjadi nikmat karena sari teh akan keluar sempurna. Ternyata justru itulah yang berbahaya, karena semakin lama Anda merendam teh celup, maka kandungan clorin didalam teh akan larut kedalam minuman Anda. Cara menghindari zat klorin adalah dengan tidak merendam teh celup terlalu lama dalam air panas. Setidaknya, rendam teh celup kurang dari tiga menit.

Masih merasa takut?
Jangan karena masalah kantung teh celup yang mengandung klorin, lantas Anda menghindari minuman teh yang nikmat. Jika Anda masih merasa takut terkontaminasi zat klorin, ada baiknya beralih pada teh tumbuk. Meskipun agak ribet karena harus menyaring ampas teh, setidaknya lebih aman dan nikmat. Semoga informasi tentang  Bahaya Teh Celup Untuk Kesehatan dan Solusi Menikmati Teh Celup diatas dapat menambah pengetahuan Anda semua.
Photo

Post has shared content
Ketika pasukan sampai ditepi laut, komandan pasukan berkata : “Seberangilah dengan menyebut asma Allah.”

Post has attachment
Saat K-link international LC DAY 14 sept 2014 di Four Point by sheraton, sandakan Speaker: RCA Santoso Nyoto Kusumo

Post has shared content
ANAK CACAT MISKIN YG DERMAWAN


Saya melihat sebuah artikel dengan foto yang sangat menyentuh hati. Anak dalam cerita ini memperlihatkan dua hal. Yang pertama, kekurangan fisik bukanlah halangan untuk memiliki kebesaran hati dan berbuat baik.

Kedua, kemiskinan bukanlah halangan untuk berbagi.

Semoga cerita ini bisa membawa inspirasi buat kita semua.

Ada seorang anak yang kurus tinggal tulang berbalut kulit, yang rambutnya sendiri pun sudah menguning mungkin akibat terpaan sinar matahari dan malnutrisi, menyeret-nyeret tubuhnya. Kakinya cacat.

Dia memegang sebuah mangkuk besi. Anak itu merangkak di depan meja yang bertuliskan “donasi”. Orang-orang berpikir: “Ia akan lewat.”
Sebagian lagi berpikir bahwa anak ini minta diberikan sumbangan. Tapi selanjutnya merupakan kejadian yang tak terduga!

Dia berkata pada orang-orang dewasa itu, “Saya ingin menyumbang!”
Ia pun menuang koin dari mangkuknya. Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

Mereka semua tak bisa berkata-kata karena ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal dengan usahanya dan dengan tangannya sendiri.
Tapi ternyata tak hanya itu.
“Saya masih punya uang lagi.” Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.
Ia mengambil beberapa lembar uang dan kemudian menyumbang…lagi!
Dalam hati saya berteriak, “Aduh adik ini. Jangan- jangan dia sudah menyumbang semua uangnya!”

Bagaimana orang yang menurut standar normal miskin itu ternyata begitu kaya hatinya? Memang kita jangan pernah memandang rendah orang lain. Tapi terlebih lagi, jangan kita memandang rendah diri sendiri.
Kita kadang tidak dapat memilih apakah kita bisa punya kekayaan materi, kita juga tidak bisa memilih kondisi tubuh kita, tapi kita selalu bisa memilih untuk memiliki kekayaan hati. Anak ini telah menunjukkan hal ini kepada kita semua. Aduh, mata saya sampai berair-air melihat dia.
Sungguh kagum. Melihat wajahnya, tubuhnya, kondisinya, rasanya jika berpas-pasan di jalan, mungkin aku akan merasa iba. Tapi dengan ini, aku baru sadar dia bukan orang yang perlu dikasihani karena dia sudah begitu kaya. Tapi dia perlu dikasihi agar dia dapat berbagi lagi dengan orang lain.

Orang bijak mengatakan ”Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, kita bukan hanya menolong orang lain atau mahkluk lain. Sesungguhnya kita sedang membantu diri sendiri agar lebih bahagia. Temukanlah kebahagiaan dengan memberi.”
Adik itu saja bisa. Kita juga pasti bisa. Semoga rekan-rekan semua semakin bersemangat menjalani hari.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita,

Subhanallah maha suci Allah yg memberikan hati yg lunak kepada anak itu. 
Photo
Wait while more posts are being loaded