Kepada MANUSIA ..., TUHAN Allah memberi perintah ini (Kej 2:16-17) : "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Seseorang malarang anaknya untuk tidak melakukan ini atau berbuat itu tentunya dengan alasan yang sudah diperhitungkan, tahu akibat-akibat yang akan terjadi jika "larangan" itu tidak ditaati. Demikian pula dengan Allah Yang Mahatahu untuk petunjuk atau tegas-Nya "larangan" memakan buah "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."

Allah tentu dengan sebuah kepastian tahu akibat yang akan menimpa HIDUP dan keHIDUPan manusia ketita "makan buah" pohon "pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat." (!) Pertanyannya :

"Mengapa Allah menempatkan (membiarkan) "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" tumbuh, berkembang dan berbuah di TAMAN EDEN ...? Untuk menemukan jawabannya ..., Anda, saya dan setiap orang harus menemukan dahulu "TAMAN EDEN" itu di mana atau apa [...]

Di dalam Kitab Suci tersurat perikop "Manusia DAN taman Eden" ..., yang tersirat "Manusia = taman Eden" ...?

Inspirasi Kitab Suci yang ada benang merahnya dengan "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat" dapat kita temukan di sekitar "Perumpamaan lalang di antara gandum" (Mat 13:24-30, 36-42) refleksi murni Injil Matius (tidak ada dalam ketiga Injil yang lain : Markus, Lukas dan Yohanes).

Saudari dan saudara yang terkasih di HATI Yesus, Allah mengijinkan Iblis untuk mencobai MANUSIA, Adam dan Hawa, untuk membuat mereka, Anda dan saya "memilih" (?) Adam dan Hawa (manusia) menjatuhkan pilihan, berdasarkan kehendak bebas mereka sendiri, untuk tidak taat kepada Allah dan memakan BUAH "pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat"

Akibatnya ..., kejahatan, dosa, penderitaan, penyakit dan kematian melanda dunia sejak saat itu (manusia jatuh ke dalam dosa). Keputusan Adam dan Hawa mengakibatkan setiap orang lahir dengan natur dosa, kecenderungan untuk berdosa.

Keputusan yang diambil oleh Adam dan Hawa akhirnya menuntut kematian Yesus di atas salib dan menyebabkan Ia harus mencucurkan darah-Nya untuk melepas-bebaskan manusia dari "cengkeraman iblis" yang senantiasa berjuang menyeret manusia ke kebinasaan atau "kematian kedua" mulai dari sekarang ..., bisa untuk selama-lamanya. Disinilah tempatnya NERAKA, manusia menjalani hidupnya "dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." (Mat 8:12, 22:13, 25:30, Luk 13:28)

Akan tetapi ... ► www.go2amdg.com/refleksi_pribadi.html : bersyukurlah kepada Allah dan bersukacitalah, melalui iman kepada Kristus, kita dapat dibebaskan dari konsekuensi dosa dan pada akhirnya bisa bebas dari dosa. Untuk ini kiranya baik kita mengaminkan iman Rasul Paulus (Rom 7:24-25) :

“Aku ..., manusia celaka ! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, TUHAN kita.” (Amin)
Photo
Shared publicly