Profile cover photo
Profile photo
hery speder akademis
35 followers -
MENUNTUT ILMU
MENUNTUT ILMU

35 followers
About
hery speder's interests
View all
hery speder's posts

Post has attachment
Bismillah

ALAAAH... JANGAN BAWA-BAWA AGAMA

Betapa sering kita mendengar ucapan semisal di atas, di dunia pendidikan katanya: jangan bawa-bawa agama, di urusan politik, katanya: jangan bawa-bawa agama, dalam urusan dagang, katanya : jangan bawa-bawa agama, dalam urusan sosial, katanya: jangan bawa-bawa agama,.......dstnya.

Kalau demikian, lalu kapan Anda akan membawa agama Anda?

Dan coba Anda jawab: disaat Anda tidak membawa agama, apa berarti Anda tidak beragama alias Anda sedang KAFIIIIIR?

Lalu kalau saat itu Anda lagi tidak beragama, kapan anda kembali beragama?

Tahukah Anda bahwa agama Anda ini agama Islam, mengajarkan agar Anda masuk Islam secara kaafah, menyeluruh dalam semua urusan, waktu, dan tempat.

يأيها الذين امنوا ادخلوا في السلم كافة ولا تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم عدو مبين

"Wahai orang orang yang beriman, hendaknya engkau masuk ke dalam agama Islam secara menyeluruh, dan janganlah engkau mengikuti langkah-langkah setan sejatinya setan adalah musuh yang nyata bagimu."
(Al Baqarah 208)

Jadi, sudikah Anda menjadi orang kafir disaat berada di sekolah atau kampus? Atau kafir ketika di pasar, atau kita bicara tentang politik?

Sebagai orang Islam, anda pasti bersemboyan, sekali Islam ya selamanya Islam, dimanapun, kapanpun dan dalam urusan apapun .

👤 Ust. DR. Muhammad Arifin Badri -hafizhahullah
🌐 salamdakwah.com

Risalah Syukur

Syaikh Ali Musthafa Thantawi rahimahullah mengatakan:

"Semalam suhu ruangan cukup hangat, api penghangat menyala dengan terang. Aku duduk diatas kursi yang cukup nyaman sambil berfikir tentang apa yang akan kutulis. Posisi lampu dan telpon tepat disampingku, (kulihat) anak-anak sedang menulis, Ibu mereka sedang asik menjahit. Kami baru saja makan dan minum. Suara radio terdengar pelan, semuanya dalam suana teduh.

Tak ada yang kukeluhkan sedikitpun.

Akupun mengucapkan "Alhamdulilah". Kuucapkan kalimat itu dari lubuk hati yang paling dalam. Kemudian aku berfikir sejenak. Kudapati bahwa ucapan "Alhamdulillah" adalah kalimat yang tidak cukup terucap dari lisan saja, sekalipun lisan mengucapkannya 1000 kali. Ucapan syukur terhadap nikmat yaitu dengan mengalirkan nikmat itu kepada orang yang membutuhkannya.

Syukurnya orang kaya saat dia berbagi dengan si fakir

Syukurnya orang yang kuat saat dia menolong yang lemah.

Syukurnya orang yang sehat dengan menolong yang sakit

Syukurnya seorang pemimpin, dengan berlaku adil pada rakyatnya.

Maka sudahkah aku bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, disaat aku dan anak-anakku dalam keadaan kenyang berselimut udara yang hangat sementara tetanggaku kelaparan dan kedinginan. ?
Diakhir risalah Syaikh mengatakan:

Saudaraku..

Nikmat akan bertambah dan kekal bila disyukuri. Adapun syukur tak cukup dilisan saja.

Bila seorang yang kaya raya memegang tasbih dan mengucapkan Alhamdulillah sebanyak 1000 kali, namun ia menimbun hartanya, maka dia belum dikatakan bersyukur. Begitu juga dengan penguasa yang mendzolimi orang lain dengan kekuasaannya maka dia tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Allah.

(Diringkas dari risalah Syaikh Ali Mustafa Thantawi "Ma'a An-Naas")

(Ustadz Aan Chandra Thalib)

Post has attachment
Photo

Post has attachment
Photo

Semangat..dan jangan putus asa..

Bismillah

Semangat unt sebeuah kebaikan..agar hidup nya tdk sia sia

Post has attachment
Bismillah

Bela islam 
Photo

Post has attachment

Post has attachment
Dayyuts
ingatlah sabda Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam : ثَلاَثٌ لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: العَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ المُتَرَجِّلَةُ الْمُتَشَبِّهَةُ بِالرِّجَالِ، وَالدَّيُّوْثُ “Tiga golongan yang tidak akan dilihat ...
Wait while more posts are being loaded