Profile cover photo
Profile photo
annisa irawan
25 followers -
Pilot wanna be
Pilot wanna be

25 followers
About
Communities and Collections
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
woman pilot!
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Urusan dengan Tuhan


“Manusia sering kali bertindak tak masuk akal dan egois, bagaimanapun juga, maafkanlah mereka.
Kalau kamu berbuat baik, orang-orang akan menyangka kamu punya motivasi di balik perbuatan baikmu itu, bagaimanapun juga, teruskanlah bebuat baik.

Kalau kamu sedang mengalami suatu perkara, kamu akan menemui kawan yang palsu, dan lawan yang sesungguhnya. Terus jalani urusan itu.
Kalau kamu jujur dan terus-terang, orang akan mengira kamu sedang berbuat curang, bagaimanapun juga, tetaplah berlaku jujur.
Apa yang kamu bangun selama bertahun-tahun, bisa saja dihancurkan oleh seseorang dalam waktu satu malam. Tapi, tetaplah membangun bangunan itu.

Kalau kamu berada dalam kedamaian dan kebahagiaan, orang-orang pasti iri dan cemburu; tetaplah kamu bahagia dan tersenyum dalam kedamaianmu.
Perbuatan baik yang hari ini kamu lakukan, bisa jadi dilupakan oleh orang esok hari; bagaimanapun juga, tetaplah berbuat baik.
Berilah dunia ini yang paling bagus yang kau miliki, dan itu belum tentu cukup; tapi, bagaimanapun juga, tetaplah memberi.
Kamu lihat, pada akhirnya, ini adalah urusan antara kamu dan Tuhan”.

GBU....!!
Photo
Add a comment...

:: Syarat Hidup ::

Ada seorang operations manager dari sebuah client kantor gue – yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,

“Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.”

“Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.

“Iya, orangtua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”

This may be simple. But this, blew my mind.

Dan setelah gue menjadi orangtua, di sini lah gue lihat banyak orangtua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

We experienced the worst and therefore we tend to give the best.
The question is, is the best…is what our children need? Really?

Berdasarkan input dari sdri Leony dalam section comment, saya tambahkan: sebelum teman-teman pembaca yang pernah kuliah di luar menjadi tersinggung, saya ingin tekankan bahwa tidak ada yang salah dengan menyekolahkan anak ke luar negeri.

Kemewahan tidak ada batasnya dalam hal pendidikan.
Orang sukses itu menjadi sukses karena (1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin (2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.

Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?
Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

Generasi Berikutnya
Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:
Anak dari teman ibu gue terbiasa makan beras impor thailand. Di tahun 1998, kita terkena krisis dan orang tuanya tidak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

Gue tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan gue jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata “Duh, gak nyaman di posisi ini.”

Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

Pada kali kedua gue mendengar mentee gue ngomong ini, gue
mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

“…”

“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it. Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan ‘must have’.”

What to Do?
Gue menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Gue pernah dengar bahwa di saat batita, anak sultan dikirim untuk hidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana.

Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup niminum.

Gue pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, gue berubah total dan gue kikis hilang itu semua. Karena gue tidak ingin anak-anak gue memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa gue pun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

Gue memilih untuk mengajak mereka naik kopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah. Tidak ada salahnya naik mercy ke sekolah. Sama dengan tidak ada salahnya naik kopaja (tentunya gue ikut nemenin, secara jaman sekarang banyak pedofil).

Gue memilih untuk membiarkan mereka tidur di lantai (ketika mereka tidak sengaja terlelap tidur. Gue tidak lantas mengangkat mereka ke dalam kamar mereka). Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

Gue memilih untuk mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.

Gue memilih untuk tidak menginstall air panas karena gue ingin anak-anak gue baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin. (meski tidak ada yang salah dengan menginstall air panas),

Gue memilih untuk melarang mereka main tablet karena gue ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

Gue melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.
Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

Gue tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead gue makan sama anak-anak gue. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.

Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang.

Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang
di generasi mereka.

One needs to be a fucking tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.
Itu aja sih.

Berdasarkan input dari sdri Leony dalam section comment, saya tambahkan: Just in case masih ada yang belum menangkap inti dari blog ini, intinya adalah, mendidik seorang anak dalam 1 ekstrimitas (selalu frugal atau selalu mewah) tidak baik. Tidak baik bukan dari standar atau sisi pandang seorang Adhitya Mulya, tapi tidak baik dari sisi pandang siapa pun di mana pun. tidak baik by any standard. Apa jadinya seorang anak selama ini hanya tahu susah tiba-tiba dapat rizki 1 milyar? Jadi teringat kasus turis China daratan yang buang air besar di trotoar luar toko tas di Inggris. Rizki berubah, mentalitas tidak. Apa jadinya jika seorang anak hanya tahu kemewahan? Hidup serasa mati jika tidak ada 1 hal enteng saja.

Kita semua orangtua dan sensitif jika dibilang ‘cara ini salah, cara
itu salah’. Semua cara terserah kita masing-masing – tidak ada yang benar. Gue sendiri banyak menulis ‘memilih untuk’. Feel free to make your choices. Jadi, saya akan memulai banyak posting ke depan dengan berkata: kalau saya sih… dan Saya memilih untuk…

Untuk menutup posting ini, kalau saya sih, ketika mendapat rizki berlebih, bukannya meningkatkan kemewahan. Tapi memperkenalkan ragam kemewahan yang ada. makan tempe, makan steak. Liburan ke X, liburan ke Y. Memperkenalkan ragam tingkat kemewahan dari yang paling sederhana asampai yang paling mewah yang saya mampu, agar anak-anak mengenal apa itu susah, sebelum mereka mengeluh. Agar anak-anak mengenal apa itu mewah, sebelum mereka kaget dan tidak bijak mengelolanya.

by: Nesa
Add a comment...

Post has attachment
Gimana dengan yg ini? Hahahahha... Mulai deh keluar gilanya!!
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
28/05/16
6 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Hatimu ada bagiku +Edward mecky  hahahahah!! "I will keep you a deal"
Photo
Add a comment...

Post has attachment
hari ini, hari jalan yg ketiga kalinya!! hahaha.... tp kali ini gue hampir ketahuan, pas udah pulang dr jalan sama dia, gue langsung diantar pulang tp sampe dilokasi gue baru buka pintu mobil lalu jalan, malah ketemu tante dan om gue sama anaknya. gue langsung aja tuh diceng-cengin. tp hari ini gue seneng entah apa yg buat gue seneng... thx you so much my beloved and my papi
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
jalan w/ my beloved
5 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Amsal 20:27
Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.
Saat mengalami tragedi kematian atas orang yang kita kasihi, berapa banyak dari kita yang memendam kemarahan kepada Tuhan dan bertanya, “Kenapa hal ini harus terjadi?!” Namun, seperti penambang yang mencari permata mulia, tanpa menyerah Tuhan terus menggali kedalaman hati kita dan menyinarinya dengan terang kasih Tuhan. Amsal 20 dengan jelas mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan yang menyelidiki seluruh isi hati kita yang terdalam.
Entah kita menyadarinya atau tidak, namun Tuhan terus menguji kita. Bagian kita dalam proses ini adalah kerelaan untuk terus memandang Allah dan menemukan apa yang telah menghalangi kita untuk mengalami persekutuan yang hidup dengan Dia. Seringkali kita menolak untuk memandang Allah karena hati kita diliputi kemarahan dan sakit hati akibat tragedi kehidupan yang terjadi. Namun sesungguhnya penolakan inilah yang justru menghambat Allah untuk memulihkan hidup kita.
Namun ketahuilah, Tuhan tidak pernah menyerah atas kita. Bagaikan seorang penambang yang mengenakan lampu sorot di kepalanya, Tuhan terus menyinari mata hati kita saat kita tertatih-tatih mencoba bertahan dalam keterpurukan akibat kemarahan dan sakit hati. Terang-Nya akan terus bersinar sampai kita menyadari bahwa semua kemarahan dan sakit hati yang kita tujukan pada-Nya seringkali berupa pelampiasan karena kita tidak memiliki orang lain untuk disalahkan.
Terus-menerus memendam kemarahan dan sakit hati serta menolak Tuhan untuk berkarya memulihkan hidup kita sejatinya hanya akan membuat kita semakin tenggelam ke dalam kehancuran. Berikan hati dan hidup kita kepada-Nya agar terang-Nya yang ajaib dapat menerangi mata hati kita dan membuka paradigma baru bagi kita. Lihatlah Daud yang selalu mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Tuhan, apakah itu baik atau buruk. Kerelaan hati Daud untuk dibentuk membuat Tuhan bebas berkarya untuk memulihkan hidupnya.
Saat kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan, IA akan membuat kita melihat rencana-Nya yang sempurna secara berbeda. Rancangan Tuhan dalam hidup kita dan hidup orang yang kita kasihi tidaklah pernah gagal. Apa yang ‘gagal’ di mata manusia merupakan sebuah langkah keberhasilan yang menuntun kita pada satu gambaran besar dari rancangan-Nya yang sempurna. Berserah pada Tuhan sepenuhnya merupakan sebuah keputusan.
Kerelaan Anda untuk dibentuk akan menentukan seberapa bebas Allah berkarya untuk memulihkan hidup Anda.

(cocok apa yg gue alami selama ini! hahaha)
PhotoPhotoPhoto
19/12/15
3 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
no edit, no efect!
Photo
Add a comment...

efektif 1 September 2012, semua RNS akan memiliki pilihan memakai topi patch identitas. patch harus dijahit di lengan kanan atas jas lab atau seragam sehingga staf dan pasien dapat dengan mudah identitas Anda sebagai RN. mereka RNS ingin memakai patch identitas dapat memperoleh untuk satu dolar sepotong di toko seragam kesehatan di seberang rumah sakit di ames jalan. hubungi saya di ekstensi 732 jika Anda memiliki pertanyaan
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded