Profile cover photo
Profile photo
Dewa Liga
2,326 followers
2,326 followers
About
Dewa's posts

Post has attachment
Prediksi Leicester City vs Liverpool 28 Februari 2017

Pekan ke-26 Liga Inggris akan mempertemukan Leicester City melawan Liverpool yang mana kedua kesebelasan ini akan bermain pada hari Selasa tanggal 28 Februari

http://dewaliga.net/prediksi-leicester-city-vs-liverpool-2802/

#PrediksiBola #LigaInggris #LeicesterCity #Liverpool

Post has attachment
Prediksi Real Betis vs Sevilla 25 Februari 2017

Jornada ke-24 Liga Spanyol akan mempertemukan Real Betis melawan Sevilla yang mana pertandingan ini akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 25 Februari 2017 pukul

http://dewaliga.net/prediksi-real-betis-vs-sevilla-2502/

#PrediksiBola #LigaSpanyol #RealBetis #Sevilla #BenitoVillamarin

Post has attachment
DewaLiga agen bola online terpercaya untuk game judi online seperti SBOBET, IBCBET, Casino Online, Poker & Togel online. Bonus 15% jika daftar game judi bola

Ayo Daftar Boss di Dewaliga.net – Kontak CS BBM: 79EB8311, WA: +66929588717, Line: dewaliga
Photo

Post has attachment
Eriksen Akui Penyelesaian Akhir Spurs Buruk

Hasil seri di leg kedua babak 32 besar Liga Europa membuat Tottenham Hotspur tersingkir. Christian Eriksen mengakui kalau penyelesaian akhir Spurs memang buruk.

Menjamu Gent dalam pertandingan leg kedua di Stadion Wembley, Jumat (24/2/2017) dinihari WIB, Spurs harus puas bermain imbang 2-2. Hasil ini membuat Spurs tersingkir dengan agregat 2-3 karena kalah 0-1 di leg pertama.

Sepanjang laga, Spurs yang tampil dominan tercatat melepaskan 25 tembakan. Tapi hanya tiga yang mengarah ke gawang, sementara 15 lainnya melenceng dan tujuh sepakan diblok.

Spurs yang harus mengakhiri laga dengan 10 orang setelah Dele Alli dikartu merah sempat dua kali unggul dalam laga tersebut. Tapi dua kali pula Gent membalas untuk memaksakan hasil seri 2-2 di akhir pertandingan.

Eriksen mengakui kalau penyelesaian akhir Spurs buruk dalam pertandingan di Wembley itu. Tapi dia juga menyebut kalau Spurs memang tak main cukup bagus sejak leg pertama.

"Kami sangat kecewa dengan apa yang kami tampilkan hari ini dan dalam dua pertandingan melawan Gent," ujar Eriksen kepada BT Sport.

"Mereka tidak punya tembakan ke arah gawang di babak pertama tapi masih mencetak gol. Kami menyia-nyiakannya setelah unggul. Kami tidak cukup bagus dalam penyelesaian akhir atau operan akhir kami."

"Secara keseluruhan, kami melakukan apa yang kami mampu. Wasit juga tidak di pihak kami. Meski dengan 10 pemain kami punya peluang untuk mencetak gol kemenangan. Kami bisa menyalahkan wasit tapi kami punya peluang dan kami tidak cukup bagus," katanya.

Sumber : Detik .com

#BeritaBola #LigaInggris #Eriksen #Spurs
Photo

Post has attachment
Barcelona & Luis Enrique, Mimpi Buruk Diego Simeone

Simeone menjalani karir yang cemerlang bersama Atletico Madrid, tetapi Barcelona dan Luis Enrique selalu menjadi awan kelabu bagi sosok asal Argentina tersebut.

Diego Simeone datang ke Vicente Calderon pada 2011 menggantikan Gregorio Manzano, yang didepak karena Atletico Madrid dibungkam klub divisi tiga Albacete pada Copa del Rey, dengan sedikit perjudian.

Semenjak beralih profesi sebagai pelatih, kiprah Simeone berjalan naik turun. Ia membawa Estudiantes meraih gelar juara liga Argentina untuk pertama kali dalam 23 tahun pada 2006 usai menaklukkan Boca Juniors, tetapi harus meninggalkan klub setelah gagal mempertahankan performa klub di musim berikutnya.

Skenario yang nyaris sama, hanya berakhir lebih buruk, terjadi setelah ia menyebrang ke River Plate. El Cholo membawa klub meraih juara pada 2008, namun performa klub lebih jauh terjun bebas pada musim berikutnya, Simeone angkat kaki setelah klub menjalani 11 laga tanpa kemenangan dan berstatus juru kunci.

Namun, siapa yang menyangka, Simeone menemukan periode emasnya bersama Atletico Madrid, mengantar Rojiblancos mengguncang Eropa dengan menjuarai Liga Europa pada musim debutnya dan kemudian mengangkat trofi-trofi bergengsi lain seperti La Liga Spanyol, Copa del Rey, Supercopa Spanyol, Piala Super Eropa dan merasakan dua kali final Liga Champions.

Deretan sukses Simeone bersama Atletico sangat menyilaukan mata, tetapi bagaimanapun juga, ada titik hitam di antara semua cahaya karirnya, yaitu Barcelona dan Luis Enrique. Sebagai manajer, Simeone tidak pernah merasakan kekalahan lebih banyak dibanding ketika berhadapan dengan Barcelona, demikian juga ketika menantang Enrique, bahkan Real Madrid dan Carlo Ancelotti tidak melewati catatan tersebut.

Pertemuan perdana Simeone sebagai manajer Atletico dengan Blaugrana - yang saat itu diasuh Pep Guardiola - seolah menjadi pintu mimpi buruk bagi sosok asal Argentina tersebut. Rojiblancos tumbang dengan skor 2-1 di Calderon setelah gol Dani Alves dan Lionel Messi hanya bisa dibalas oleh Radamel Falcao.

Pertandingan diwarnai kontroversi yang membuat laga berjalan panas, Simeone menuding wasit lebih menguntungkan pihak tim tamu dengan adanya beberapa putusan kontroversial dari sang pengadil, termasuk gol penentu kemenangan oleh Messi yang dilakukan ketika pagar hidup Atleti belum siap.

"Kami tidak akan berdebat jika ini masalah dengan pagar hidup...jika Sergio Busquets melakukan pelanggaran penalti atau jika Dani Alves harusnya diusir pada babak kedua," ujar Simeone. "Wasit sempurna."

Musim berikutnya, Barcelona ditinggal Guardiola, yang digantikan oleh Tito Vilanova. Simeone masih gagal membalas kekalahan tersebut, bahkan Atletico harus dipukul dua kali, dilibas 4-1 di Camp Nou dan dipermalukan 2-1 di Calderon.

Kesempatan balas dendam datang lebih banyak pada musim selanjutnya, di mana Barcelona kembali diasuh pelatih baru - Gerardo Martino. Pertemuan pertama terjadi pada ajang Piala Super Spanyol, tidak ada pemenang dalam dua leg pertandingan.

Skor 1-1 di Calderon membuat Blaugrana lebih diuntungkan, dan pada leg kedua, pertandingan memanas menjelang laga berakhir tanpa gol, Filipe Luis dan Arda Turin dikartu merah, sementara Gabi, Diego Costa dan Diego Godin diganjar kartu kuning. Pertandingan sangat kacau, dan Simeone lagi-lagi harus menelan pil pahit karena Blaugrana unggul gol tandang.

Kemenangan perdana Simeone atas Barcelona akhirnya digapai, bukan di pentas domestik, tetapi ketika kedua tim bertemu pada perempat-final Liga Champions. Gol Koke memastikan kemenangan Atletico di leg kedua dan memastikan tim lolos setelah pada pertandingan leg pertama Rojiblancos meraih hasil imbang.

Hasil negatif tersebut menjadi salah satu alasan didepaknya Gerardo Martino dan datangnya Luis Enrique ke Camp Nou. Pelatih asal Spanyol itu langsung membuktikan, ia bisa meredam El Cholo dengan membawa Barcelona meraih tujuh kemenangan beruntun atas Atletico sepanjang 2014 hingga 2016.
Sebelum akhirnya Simeone sukses membawa anak asuhnya memukul Blaugrana besutan Enrique pada leg kedua babak perempat-final Liga Champions 2015/16. Dua gol Antoine Griezmann membawa Atletico menang 2-0 dan berhak lolos ke empat besar berkat keunggulan agregat 3-2.

Bagaimanapun juga, meski mencatatkan dua kemenangan atas Barcelona sepanjang karirnya di Calderon. Pertandingan terbaik Simeone melawan Blaugrana bisa disebut bukan salah satu dari keduanya, tetapi ketika Atleti menyegel gelar juara La Liga Spanyol di Camp Nou pada laga pamungkas musim 2013/14.

Hanya membutuhkan hasil imbang, Alexis Sanchez membuat fans Atletico terbungkam setelah pemain Cile tersebut menjebol gawang Thibaut Courtois pada menit ke-34. Apabila Blaugrana mampu mempertahankan keunggulan tersebut, maka mereka dipastikan menjadi juara karena unggul selisih gol atas rivalnya.

Namun, Atletico memiliki jawaban sendiri, Diego Godin muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan di awal paruh kedua memanfaatkan tendangan sudut Gabi. Hasil imbang sukses dijaga hingga peluit panjang dan memberikan Atletico titel La Liga pertama sejak 1996 silam.

Simeone akan kembali membawa anak asuhnya berhadapan dengan Barcelona akhir pekan nanti. Hasil imbang tidaklah cukup, El Cholo harus berputar otak untuk tidak membuat Atletico lebih tertinggal lagi dari Real Madrid, Barca dan Sevilla di tiga besar klasemen sementara musim ini, dan juga menambah catatan kemenangan pribadinya atas Barcelona dan juga Enrique.

Sumber : Goal .com

#BeritaBola #LigaSpanyol #Barcelona #LuisEnrique #DiegoSimeone #AtleticoMadrid
Photo

Post has attachment
Ingin bermain taruhan bola? Daftar di Dewa Liga yang menyediakan layanan pada permainan sportsbook, casino, poker, bola tangkas & togel online menarik untuk dimainkan. Ada bonus 15% untuk taruhan bola bro!!!

Ayo Daftar Boss di Dewaliga.net - Kontak CS BBM: 79EB8311, WA: +66929588717, Line: dewaliga


Photo

Post has attachment
Owen: Mourinho Tahu Rooney Frustrasi

Michael Owen menyebut bahwa manajer Manchester United, Jose Mourinho, tahu benar bahwa Wayne Rooney tengah frustrasi dengan perannya di Old Trafford.

Pemain berusia 31 tahun belakangan ini sudah tidak lagi mendapat jaminan sebagai starter di tim inti, meski berstatus sebagai kapten dan juga pencetak gol terbanyak sepanjang masa di United.

Keadaan tidak bertambah baik, usai Mourinho enggan memberikan jaminan atas masa depan Rooney, terkait tawaran yang masuk dari Tiongkok, dan juga tak memasukkannya dalam skuat tim untuk menghadapi Saint Etienne di Prancis malam tadi.

Owen, yang pernah menjadi rekan setim Rooney, tahu bahwa mantan pemain Everton itu tengah tidak puas dengan situasinya.

"Jose akan tahu bahwa dia frustrasi dan ingin bermain sepanjang waktu, saya amat yakin dia akan mendapat kesempatan bertemu dengan manajer. Jika Ibra mencetak gol seperti dia - dan ada banyak pemain lain yang bermain bagus - anda bisa mengerti mengapa ia tidak lagi dimainkan," tutur Owen di BT Sport.

"Namun meski dia berusia 31, dia masih memiliki antusiasme seperti anak kecil. Tiongkok sudah datang dan mengubah bursa - ke mana lagi dia bisa pergi?"

"Dia akan menatap masa depannya dan keluarganya. Tiongkok mengubah semuanya. Jika dia memang akan pergi, saya kira ke sanalah dia akan pergi."

Sumber : Bola .net

#BeritaBola #LigaInggris #Owen #Mourinho #Rooney #ManchesterUnited
Photo
Wait while more posts are being loaded