Profile cover photo
Profile photo
Taruna Education
23 followers -
Bimbel Kesamaptaan Akpol/Akmil | TNI/Polri | Sekolah Kedinasan
Bimbel Kesamaptaan Akpol/Akmil | TNI/Polri | Sekolah Kedinasan

23 followers
About
Posts

Post has attachment
Program Taruna Prima Persiapan Seleksi Akpol dan Akmil 2019
Mulai november 2018 sampai maret 2019.
BURUAN DAFTAR, KELAS TERBATAS SOB.

More info: Telp. (021) 2568 4891 | 0813 1402 3670 (WA)
.
.
www.tarunaeducation.com
.
.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Latihan rutin kesamaptaan outdoor siswa Taruna Education 19 Agustus 2018
.
.
www.tarunaeducation.com
Photo
Photo
8/19/18
2 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Hiduplah Indonesia Raya......
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Bagi kalian yang masih dalam tahap seleksi IPDN moga sampai finish, jangan lupa besok tes kesehatan pusat.
.
.
www.tarunaeducation.com
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Opening program persiapan seleksi masuk TNI POLRI 2019
PhotoPhotoPhotoPhoto
8/13/18
4 Photos - View album
Add a comment...

Post has attachment
Pretes renang siswa Taruna Education, program persiapan seleksi masuk TNI POLRI 2019
.
.
www.tarunaeducation.com
.
.
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Calon Taruna dan Taruni AAL Kunjungi Menkav 1 Mar
.
Surabaya,– Sebanyak 130 personil Calon Taruna dan Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 67 Tahun 2018
mengunjungi sarang prajurit Roda Rantai Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) dalam rangka pengenalan
terhadap satuan satuan pada Minggu 29 Juli 2018 di jajaran Korps Marinir di Kesatrian Marinir Soepraptono
Ujung Surabaya.

Danmenkav 1 Mar Kolonel Marinir Arif Handono,S.A.P. didampingi oleh Wadan Menkav 1 Mar Letkol Mar M. Rizal,
S. E. M. M beserta para perwira staf dan Dansatlak jajaran Menkav 1 Mar menerima kunjungan Calon Taruna
Taruni dengan mengenalkan beberapa material tempur yang dimiliki Korps Marinir yang dirangkai dengan
kegiatan Joy Ride Material Tempur mengelilingi Kesatrian Soepraptono.

Dalam sambutannya Danmenkav 1 Mar menyampaikan ucapan selamat datang kepada para seluruh calon Taruna dan
Taruni AAL angkatan 67 Tahun 2018 di sarang prajurit roda rantai Menkav 1 Mar, dan saya ucapkan selamat
kepada kalian semua, karena telah menjadi bagian dari TNI AL, kalian adalah generasi penerus yang disiapkan
untuk menjadi pemimpin dimasa mendatang.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Menkav 1 Mar merupakan satuan tempur dibawah jajaran Korps Marinir dan
Pasmar 2, dimana tugas pokok Menkav 1 Mar adalah menyiapkan kekuatan dan membina material tempur serta
personil dalam rangka mendukung operasi operasi TNI AL, baik operasi Amfibi, tempur, maupun operasi militer
selain perang.

” Kenali dan belajar sebanyak banyaknya hal hal yang ingin kalian ketahui tentang Korps Marinir, jadikan
kesempatan ini sebagai masukan untuk kejuruan yang kalian pilih nantinya, prajurit TNI AL harus tahu akan
Alutsista yang dimilikinya, jangan takut atau malu bertanya, karena pengalaman adalah guru terhebat bagi
kita semua” pungkas Danmenkav 1 Mar mengakhiri sambutannya.

Usai penyambutan seluruh calon taruna dan taruni didampingi para pembina menuju garase Ranpur untuk
melaksanakan pengenalan dan Joy Ride Material Tempur Menkav 1 Mar.
.
buff.ly/2J8NNUd
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Meski Anak Pedagang Gorengan,Hafid Bahtiar Lulus Menjadi Akmil dan Berkeinginan Jadi Panglima TNI
.
Hafid Bahtiar lulusan Akmil peringkat 77 Akademi Militer (Angkatan Darat) tahun 2018 si anak pedagang
gorengan yang bercita-cita ingin menjadi jenderal
Seperti apa perjalanannya hingga menjadi lulusan Akmil?

Hafid yang lahir di Tulungagung 30 Desember 23 tahun silam merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari
pasangan Mujani dan Supriatin. Kedua orang tua Hafid merupakan pedagang gorengan di sebuah desa kecil di
wilayah Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

“Saya dan istri mengolah adonan jajanan gorengan, Hafid mengantarkan gorengan ke warung-warung.” kata Mujani
sekarang sudah tidak jual gorengan lagi dan lebih sering menerima kerja serabutan.

Postur jangkung dan fisik kuat yang terbentuk dari kegiatan kesehariannya sebagai pemain basket dari SMAN 1
Campurdarat Tulungagung merupakan modal awal dia mendaftar Taruna Akmil.

“Dia niat dengan keinginan sendiri untuk menjadi Taruna Akmil. Dua kali daftar semuanya Akmil, usai gagal di
pendaftaran yang pertama sempat ditawarin untuk mendaftar Secaba tetap kokoh untuk daftar Akmil.” ungkap
Mujani.

Mujani juga menyebutkan bahwa anaknya mempunyai tekad yang bulat untuk menjadi Taruna Akmil meski dihadapkan
dengan kondisi sederhana yang melekat pada kedua orangtuanya di Kabupaten Tulungagung.

“Los aja pak, bismilah saja. Nggak usah memikirkan biaya untuk masuk Taruna.” ujar Mujani sambil menirukan
ucapan Hafid saat daftar Taruna Akmil.

Mujani menjelaskan bahwa anak keduanya ini mendaftar 2 kali sebagai Taruna untuk Akmil pada tahun 2013 dan
tahun 2014 dan akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2014.

Hafid mengaku sebelum diterima sebagai Taruna Akmil, ia sering membantu meringankan beban kedua orang tuanya
dalam mencari nafkah. Ia menceritakan bagaimana gigihnya kedua orang tuanya bekerja keras untuk menghidupi
keluarganya.

“Orang tua saya pernah berdagang bakso, gorengan, jagung dan kacang rebus di pinggir jalan. Masih ingat di
memori saya waktu sekolah di SD dan SMP membawa gorengan saya jual di sekolah.” ungkap Hafid.

Menginjak remaja, siswa SMA Negeri 1 Campurdarat masih gigih membantu meringankan beban orang tuanya. Mulai
dari menjadi tukang batu marmer sepulang sekolah hingga meluangkan waktu melatih basket anak-anak di
kampungnya. “Honor yang didapat lumayan buat beli makan sehari-hari dan uang saku sekolah.” tutur Hafid.

Hafid selalu bersyukur dengan segala karunia yang diberikan oleh Tuhan YME. “Semua yang kami dapat selalu
kami syukuri untuk kebutuhan sehari-hari.” tambah pemilik tubuh jangkung yang hobi basket dan voli ini.

Hafid selalu mengingat pesan moral dari orang tuanya untuk selalu semangat dan tidak mudah putus asa.
“Jangan pandang siapa orang tuamu atau keluargamu. Tetapi berbanggalah darimana keluargamu.” ungkap Hafid
menirukan pesan orang tuanya saat dia gagal daftar Akmil di tahun 2013.

Meski tidak menonjol secara prestasi, pemilik tubuh jangkung ini menjabat mayoret Taruna Drum Band saat
menjadi Taruna Akmil.

Keluarga Hafid hampir gagal mengikuti kegiatan Prasetya Perwira (Praspa) yang dilaksanakan di Istana
Presiden. Pasalnya Mujani dan keluarga mengaku belum siap sarana dan pra sarana serta akomodasi untuk datang
ke Istana Presiden di Jakarta.

Mendengar kabar tersebut, Pangdam V/Brawijaya melalui Aspers Kasdam menyampaikan atensinya untuk memberikan
perhatian kepada keluarga Taruna Akmil dari Tulungagung ini.

Menjawab atensi dari Pangdam V/ Brawijaya, Danrem 081/DSJ dan Dandim 0807/Tulungagung memfasilitasi segala
keperluan yang dibutuhkan keluarga Hafid untuk dapat mengikuti kegiatan Prasetya Perwira di Istana Presiden
hingga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 724 Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri tahun 2018 di halaman
depan Istana Merdeka Jakarta pada Kamis Juli 2018 yang lalu.

Usai Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri tahun 2018 dirinya resmi menjadi Perwira TNI AD Korps Artileri
Medan (Armed). Meski dari keluarga yang kurang mampu, ia tetap bangga menjadi seorang prajurit dan bercita-
cita menjadi Jenderal.

“Meski saya anak seorang kuli bangunan, tetapi cita-cita saya ingin menjadi Panglima TNI.” tutup Hafid.

buff.ly/2J8NNUd
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Hasil Seleksi Diumumkan, 250 Peserta Lulus Akpol
.
Semarang - Panitia Pusat Seleksi Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2018 mengumumkan 250 nama-nama
calon taruna dan taruni yang lolos seleksi. Panitia mengatakan yang tak lolos seleksi dapat mendaftar
pendidikan Bintara.

"Bagi adik-adik yang tidak lolos seleksi ini, nanti langsung registrasi pendidikan Bintara," kata Karo
Pengendalian Personel (Dalpers) SSDM Polri, Brigjen Sudarsono, selaku Wakil Ketua Panitia Pusat Seleksi
Catar Akpol 2018 di Aula Cendikia, Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/7/2018).

Diketahui kuota didik Akpol tahun ini adalah 250 orang. Sementara calon taruna dan taruni yang bertahan
hingga tahap akhir berjumlah 360 peserta. Dengan demikian 110 peserta akan dinyatakan tidak lulus.

Sudarsono menjelaskan calon taruna dan taruni yang tersisih, nantinya akan langsung diterima di pendidikan
Bintara Polri tanpa proses seleksi lagi.

"Adik-adik bisa langsung masuk. Teknisnya akan dijelaskan dari pihak Akpol," sambung Sudarsono.

Pantauan detikcom di lokasi, proses pengumuman lolos seleksi dilakukan dengan memperlihatkan nilai-nilai 360
peserta baik dari penilaian jasmani, psikologi, akademik dan penampilan.

Panitia lalu memisahkan nilai peserta taruna dan taruni kemudian menunjukan peringkat mereka. Taruna yang
berada pada peringkat 221 ke bawah dinyatakan lulus tak terpilih. Begitupun taruni yang berada di peringkat
31 ke bawah.

buff.ly/2J8NNUd
Photo
Add a comment...

Post has attachment
Anak Sopir Bus Lolos Ujian Masuk Akpol, Kapolres Diperintahkan Razia Bus Sang Ayah
.
TRIBUNJABAR,ID, SEMARANG - Putri Seorang supir bus antar kota dalam provinsi asal Boyolali lolos menjadi
Taruna Akpol.

Gadis bernama Nora Septiana itu mengalahkan ribuan calon dari penjuru Indonesia untuk bisa menempuh
pendidikan menjadi perwira polisi.

Sutarto (55) tidak pernah mengira impian putrinya untuk menjadi perwira polisi kini sudah semakin dekat
setelah pengumuman yang dilaksanakan pada Jumat (27/7/2018) di Akpol.

"Sejak kecil memang sudah menjadi impian putri saya menjadi seorang polisi, ya saya sebagai orangtua hanya
bisa memberi semangat dan mendoakan," terangnya.

Sutarto awalnya sempat minder karena pesaing anaknya adalah orang-orang berada dari penjuru Indonesia.

Ada anak pejabat Polri, hingga pejabat daerah yang ikut serta dalam seleksi Akpol.

Sebagai sopir yang berpenghasilan setiap hari kurang lebih Rp 50 ribu ia mengaku pasrah.

"Namun ternyata pendaftaran hingga seleksi tidak dipungut biaya sama sekali hingga sekarang," bebernya.

Terpisah, Karodalpers Polri, Brigjend Pol Sudarsono menyebut ia sempat memerintahkan Kapolres Boyolali untuk
merazia bus yang dikemudikan ayah Nora.

Hal itu dilakukan untuk meyakinkan apakah benar profesi yang bersangkutan memang sopir bus.

"Saya ingin pastikan memang itu profesinya dan bukan hanya terkesan skenario saja. Dan ternyata memang benar
lalu tadi kami panggil ke sini untuk mengungkapkan perasaannya melihat anaknya lolos menjadi taruni Akpol,"
beber Sudarsono.

Dari laporan yang diterimi dari Kapolres Boyolali ia mengetahui bahwa ayah Nora memang seorang supir bus.

Kakak lelakinya adalah kondekturnya dan kakak ipar juga berprofesi seorang supir.

"Inilah yang saya katakan bahwa proses seleksi itu harus bisa memberikan kesempatan bagi semua orang. Bukan
hanya kepada orang hebat saja tapi siapapun selama ia punya kapabilitas dan kemauan dia akan lolos
terpilih," imbuhnya

buff.ly/2J8NNUd
Photo
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded