Profile cover photo
Profile photo
Solopeduli
SOLOPEDULI - NGO Pengelola Zakat, Infak, Sedekah, Dana Kemanusiaan
SOLOPEDULI - NGO Pengelola Zakat, Infak, Sedekah, Dana Kemanusiaan
About
Communities and Collections
View all
Posts

Post has attachment
Ada riwayat yang menceritakan tentang betapa baiknya Allah yang telah menutup aib kita. Kejadian ini terjadi di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam.

Pada zaman Nabi Musa ‘alaihis salam, bani Israel ditimpa musim kemarau yang berkepanjangan. Mereka pun berkumpul mendatangi Nabi mereka.

Mereka berkata, “Ya Kaliimallah, berdoalah kepada Rabbmu agar Dia menurunkan hujan kepada kami.”

Maka berangkatlah Musa ‘alaihis salam bersama kaumnya menuju padang pasir yang luas. Waktu itu mereka berjumlah lebih dari 70 ribu orang. Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh penuh debu, haus dan lapar.

“Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman “.

Tapi langit tetap cerah, tidak ada hujan bahkan tanda-tanda akan turun hujanpun tidak ada.

Kemudian Nabi Musa mengulangi doanya, “Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman “.

Maka Allah pun berfirman kepada Musa, "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya.”

Maka Musa pun berteriak di tengah-tengah kaumnya, “Wahai hamba yang bermaksiat kepada Allah sejak 40 tahun, keluarlah ke hadapan kami, karena engkaulah hujan tak kunjung turun!"

Seorang laki-laki melirik ke kanan dan kiri, tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia saat itu akhirnya ia sadar kalau dirinyalah yang dimaksudkan.

Ia berkata dalam hatinya, “Kalau aku keluar ke hadapan manusia, maka akan terbukalah rahasiaku. Kalau aku tidak berterus terang, maka hujan pun tak akan turun.”

Maka hatinya pun menjadi gundah gulana, air matanya pun mengalir menyesali perbuatan maksiatnya. Lelaki itu berkata lirih, “Ya Allah, aku telah bermaksiat kepadamu selama 40 tahun selama itu pula Engkau menutupi aibku, sekarang aku bertaubat kepada Mu dengan sungguh-sungguh, maka terimalah taubatku."

Tak lama setelah pengakuan taubatnya tersebut, maka awan-awan tebal pun bermunculan, semakin lama semakin tebal dan akhirnya turunlah hujan.

Musa pun keheranan, “Ya Allah, Engkau telah menurunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia, mengakui maksiatnya kepada Engkau selama 40 tahun."

Allah berfirman, “Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun.”

Musa berkata, “Ya Allah, tunjukkanlah kepadaku hamba yang taat itu.”

Allah berfirman, “Ya Musa, Aku tidak membuka aibnya padahal ia bermaksiat kepada-Ku, apakah Aku membuka aibnya sedangkan ia taat kepada-Ku?!”

(Kisah ini dikutip dari buku berjudul “Fii Bathni al-Huut” oleh Syaikh DR. Muhammad Al ‘Ariifi, hal. 42)
Photo

Post has attachment
Mengingat Allah, berdoa kepada-Nya, akan menjaga kita untuk senantiasa rendah hati.

Tidak ada satu usaha pun yang kita lakukan bisa berhasil tanpa izin dan kuasa-Nya.

Tidak ada satupun hal pada diri kita yang bukan milik-Nya.

Tidak ada tujuan lain bagi kita selain beribadah kepada-Nya, sampai saat kita kembali kepada-Nya.

Semoga Allah SWT meridhoi ikhtiar kita. Aamiin

#jumatberkah #semangat #doa #bersyukur #smile
Photo

Post has attachment
Dari penderitaan kita semua belajar bahwa menderita itu tidak enak, makanya kita sekuat tenaga berusaha keluar dari penderitaan itu.

Mari kita bagikan harta, tenaga, dan ide bagi orang lain karena dapat melahirkan perasaan bahagia bersama, bebas dari kesedihan.

#care #pedulisesama #share #love #bahagia #menolong #solo #soloraya #jateng
Photo

Post has attachment
SOLO-Dalam rangka milad Klinik Rawat Inap Gratis Solopeduli yang ke-10, diadakan acara Khitan Massal Gratis dan Pembinaan Member Klinik. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad (24/12) di halaman Klinik Rawat Inap Gratis Solopeduli ini, diikuti oleh 24 peserta. Peserta berasal dari masyarakat sekitar klinik dan dari beberapa kabupaten seperti Karanganyar, Sukoharjo, dan Sragen. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Klinik, dr. Novia Kartiningrum. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Solo Peduli Ummat, Sidik Ansori, S.Sos.I., yang sekaligus membuka resmi acara dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada pimpinan klinik, ketua RT, dan ketua RW di mana klinik berada.

Acara yang berlangsung pada pukul 08.00-12.30 ini semakin meriah dengan adanya tampilan dongeng dari Kak Boni untuk menghibur dan memotivasi anak agar tidak takut untuk khitan. Tim medis khitan berjumlah tiga orang dengan membuka 3 kamar dibantu oleh paramedis Klinik Solopeduli. Suasana begitu menyenangkan dan meriah di saat sesi pembagian doorprize di sela-sela acara khitan. Acara khitan massal ini digabungkan dengan Pembinaan Member Klinik Solopeduli. Pembinaan Member kali ini disampaikan oleh Wahyu Wahnuri, S.Pd., Manajer Pendayagunaan Solopeduli. Salah satu informasi yang disampaikan dalam pembinaan Member adalah tentang program bagi Member yang telah mengalami beberapa perubahan, misalnya yang dulunya hanya untuk layanan ibu bersalin dan bayinya saja, sekarang menjadi satu keluarga dengan pelayanan lebih lengkap mencakup rawat jalan, persalinan, dan rawat inap. Yang bisa menjadi Member Klinik Rawat Inap Gratis Solopeduli adalah warga yang tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun yang memenuhi persyaratan yang telah disurvei, wawancara, dan dinyatakan lolos.

Solopeduli sendiri sudah mengadakan kegiatan khitan massal selama tiga kali ini, tetapi yang bekerja sama langsung dengan klinik, baru pertama kali. Kepala Klinik Solopeduli, dr. Novia, berharap semoga kegiatan khitan missal ini dapat membantu masayarakat yang kurang mampu sehingga keberadaan klinik semakin dirasakan manfaatnya. “Bhakti sosial berupa khitan massal ini memang baru pertama kali dilakukan di klinik, acara ini memiliki tantangan tersendiri bagi kami. Namun, Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar,” tutur dr. Novia. [ira/kjay]

http://bit.ly/KhitanMassalGratis

Post has attachment
Setiap episode kehidupan yang kita miliki adalah skenario Allah, kita hanya perlu yakin bahwa setiap episodenya akan selalu berakhir indah.

Tak peduli, saat ini kita sedih, duka, ringkih, gagal, atau bahkan kehilangan sekalipun, karena pasti setelahnya Allah ganti dengan yang lebih indah nan baik.

Apapun takdir yang dituliskan Allah dalam kehidupan yang kita miliki, tetaplah berbaik sangka, karena apapun yang menjadi kehendak-Nya pasti akan membawa keberkahan & hikmah tersendiri pada akhirnya.
Photo

Post has attachment
SRAGEN–Salah satu program yang ada di Solopeduli dalah Jateng Cinta Alam (JCA). Bentuk konkret program tersebut adalah penanaman pohon di wilayah yang rawan bencana longsor dan banjir. Pada tahun 2017, program JCA mengangkat tema Penanaman Pohon untuk Negeri. Pelaksanaan JCA tahun ini adalah pada Kamis (21/12) di tepian Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Desa Sribit dipilih sebab selama ini bisa dikatakan adalah salah satu desa yang sering terkena banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Penanaman pohon dilakukan di area tepian sungai atau yang lebih dikenal dengan sebutan Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS merupakan daerah yang sensitif terdampak banjir atau penggerusan. Oleh karena itu, DAS harus betul-betul diperhatikan demi kelangsungan hidup sungai dan masyarakat di sekitar sungai.

Jumlah pohon yang ditanam pada JCA tahun ini adalah 1300 bibit pohon. Jenis pohon yang ditanam adalah pohon jati, jambu mete, gmelina (jati putih), dan salam. Dalam melakukan penanaman pohon masal ini, Solopeduli bekerja sama dengan BPDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung). BPDASHL sebagai penyedia bibit tanaman juga sangat senang bisa bekerja sama bersama lembaga sosial seperti Solopeduli.

Selengkapnya: http://bit.ly/2zfMyxD

Post has attachment
"Ya Allah, Ampunilah segala dosaku & dosa kedua ibu bapakku. Kasihanilah mereka seperti mereka mengasihiku sejak kecil. Aamiin..."
Photo

Post has attachment
SEDEKAH POHON

"Tidaklah seorang muslim yg bercocok tanam, kecuali setiap tanamannya yg dimakannya bernilai sedekah baginya, apa yg dicuri orang darinya menjadi sedekah baginya, apa yg dimakan binatang liar menjadi sedekah baginya, apa yg dimakan burung menjadi sedekah baginya, & tidaklah seseorang mengambil darinya, melainkah ia menjadi sedekah baginya.
[HR. Muslim No.2900].

Mari berpartisipasi dalam sedekah pohon melalui SOLOPEDULI, Cukup dengan Rp 20.000,- anda sudah berkontribusi menanam satu pohon di Daerah Miskin dan Rawan Becana.

Rekening Donasi :
BSM : 704 444 111 4
BCA : 39 2027 8000
an. Yayasan Solopeduli Ummat

Konfirmasi : 081 329 643 643
Photo

Post has attachment
SOLO-Tidak hanya biaya pendidikan yang gratis di SMK Gratis Solopeduli. Asrama bagi para siswa dan siswi pun gratis. Sebagian besar siswa dan siswi di sekolah tersebut memang berasal dari luar kota. Fasilitas asrama tentu menjadi sesuatu yang vital. Mereka adalah para siswa dan siswi terpilih yang berprestasi dan berasal dari keluarga dhuafa. Namun, jarak antara sekolah dan asrama, baik asrama putri dan asrama putra, tidaklah dekat. Jika ditempuh dengan jalan kaki membutuhkan waktu yang tiada singkat. Sejauh ini, ada fasilitas sepeda untuk sarana transportasi pulang pergi dari asrama ke sekolah.

Namun kondisi saat ini belum semua siswa mendapatkan fasilitas sepeda tersebut. Selain jumlahnya yang memang terbatas, salah satu sebab lain adalah kondisi sepeda yang sudah rusak sebab sudah lama digunakan, dari tahun-tahun sebelumnya. Dibutuhkan peremajaan sepeda-sepeda tersebut.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang bisa mendapatkan sepeda ini. Jadi saya yang biasanya jalan kaki ke sekolah, sekarang bisa naik sepeda sambil olah raga,” ucap Idris, siswa kelas 11 SMK Gratis Solopeduli yang berasal dari Batang. Pada Ahad (12/12) bakda Maghrib yang lalu, Ustadz Tamam, bagian Badan Urusan Rumah Tangga Asrama Pelajar Solopeduli, menyerahkan sepuluh sepeda kepada siswa kelas 11 putra. Sepuluh sepeda tersebut didapat dari donasi terbuka yang diselenggarakan oleh Yayasan Solo Peduli Umat (YSPU). Donasi ada yang berbentuk sepeda layak pakai dan ada juga yang menyedekahkan dalam bentuk uang yang kemudian dibelanjakan sepeda.

Hampir satu semester ini, beberapa siswa putra berjalan sejauh kurang lebih 3 Km dari asrama menuju ke sekolah yang terletak di kawasan Manahan. Mereka terpaksa mengalah karena sepeda yang dulu mereka pakai harus dipinjamkan untuk siswi putri. Hal itu disebabkan oleh letak asrama siswi putri yang lebih jauh dari asrama putra. Kekurangan sepeda tersebut terjadi karena jumlah siswa dan siswi tahun sekarang yang masuk lebih banyak dari yang keluar di tahun kemarin sehingga sepeda yang diwariskan di tahun sebelumnya tidak mencukupi.

Ustadz Amin Rois, Lc., Mudir Asrama Pelajar Solopeduli menyampaikan bahwa pihak asrama atau SMK masih membuka donasi sepeda layak pakai atau uang sejumlah satu juta untuk donasi satu sepeda. “Kami masih membuka kesempatan kepada para donatur yang ingin berpertisipasi dalam program hibah sepeda ini. Donasi bisa disampaikan kepada Yayasan Solo Peduli Umat atau bisa langsung ke SMK Gratis Solopeduli,” tutur Ustdaz Rois. [Roy/Kjay]

http://bit.ly/2knVufU

Post has attachment
BOYOLALI-STIKES Estu Utomo Boyolali bekerja sama dengan Solopeduli menggelar kegiatan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilaksanakan pada Senin (18/12) bertempat di Balai Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Secara geografis, lokasi ini berada di kaki Gunung Merapi, masih lumayan terpencil, sekitar 15 km dari Kota Boyolali.

Kegiatan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini sebenarnya merupakan salah satu program STIKES Estu Utomo, yaitu pengabdian masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menggandeng Solopeduli dalam kegiatan ini sebab dari segi ketersediaan tenaga medis, STIKES Estu Utomo masih terbatas, terutama tenaga dokter. Dalam kesempatan ini, Solopeduli menyediakan empat paramedis, satu dokter dan tiga perawat.

Para masyarakat sangat antusias memanfaatkan kegiatan yang digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB ini. Ada sekitar delapan puluh warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan di kegiatan ini. Sebagian dari warga yang datang adalah para lansia. Selaian memeriksakan kesehatan seperti periksa tekanan darah, para warga datang juga untuk berobat. Solopeduli juga menyediakan obat-obatan yang bisa diperoleh secara cuma-cuma oleh masyarakat sesuai sakit yang diderita.

Pihak STIKES sangat berterima kasih kepada Solopeduli yang sudah bersedia bekerja sama untuk menggelar kegiatan ini. Salah satu dosen STIKES yang hadir, berharap semoga kerja sama ini bisa terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat, terutama di daerah terpencil, yang merasakan manfaatnya. [Ach/Kjay]

http://bit.ly/2oHXe87
Wait while more posts are being loaded