Profile

Cover photo
Seta Wicaksana
Works at Humanika Consulting
Lives in Jakarta
640 followers|163,770 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
KISAH SEBUAH KEGAGALAN
Peristiwanya tidaklah penting. Tapi, respon pada peristiwa itu adalah segala-galanya” (I Ching).Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Hampir dipastikan tidak ada...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
FITRAH DAN KEBAHAGIAAN
From : Ahmad Sumantho Dan hadapkanlah wajahmu dengan hanif kepada agama Allah. (Tetaplah atas) Fitrah Allah yang manusia diciptakan atasnya. Tak  sekali-kali  ada perubahan dalam ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus …”  (QS. Ar-Ruum: 30) Kata fitrah -baha...
 ·  Translate
2
1
syahfriza aulia's profile photo
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
SEMANGKUK MIE GORENG DAN SECANGKIR KOPI HITAM PANAS
Bismillahirrahmanirrahiim Assalamualaikum dan semangat Pagi SOBAT Indonesia ! Suasana yang cukup ramai namun tetap bisa dinikmati, di
pinggir Jakarta. Semangkuk mie goreng yang dibuat dari mie keemasan pun sudah
tersaji. “ Tambah lada kang ?” tanya sang
pem...
 ·  Translate
2
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
PRASETYA
Bismillahirrahmanirrahiim Assalamualaikum Wr. Wb. Dan semangat
Pagi Sobat Professional Indonesia, lamaaa - menggunakan “a” yang lebih dari
satu dan ditambah – sekali menunjukkan ketidakproduktifan saya dalam berpikir
dan berasa serta menuangkannya dalam tul...
 ·  Translate
1
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
 
Ketika nurani tak lagi terjaga,
Merasakan damai bagaikan memeluk angin.
Dia ada di hati, dia tumbuh di jiwa,
Tetapi mengapa kau tutup dengan amarah,
Hanya cinta yang dapat menyelamatkannya.

Detik terus berjalan,
Waktu pun tak akan menunggu.
Setiap langkah yang ku pijak, selalu ada kerikil yang melukai tapak ini.
Janganlah kita sapa pagi tanpa embun,
Tak ada lagi pelangi saat senja.
Nyalakan sepercik cahaya di hati, ketika nurani tak lagi terang.

Dewasa ini sudah banyak jiwa yang tak lagi merawat nurani.
Kering, gersang dan tak lagi indah.
Aku seperti bernyanyi tak bersuara,
Hanya mendengar jeritan resah suara jiwa-jiwa yang menjilat ludahnya sendiri.

Aku diam bukan berarti aku tak mengerti,
Aku berpaling bukan karena aku tak peduli.
Hanya sedikit muak mendengar mereka yang menjadi tuhan, dan aku tak pernah melihat surganya.

Belajar mengenal alam membuat ku tau, manusia hanya sebutir debu yang terhempas diantara alam ciptaanya.
Sangat kecil diantara luasnya alam semesta.
Kesombongan hanya mengantarmu kedalam lubang hitam.

Oh nurani, mengapa kau lemah dihadapan benci, mengapa kau tak melawan saat dendam mencaci.
Aku yakin kau tak pernah tuli, disaat egois merangkul harga diri, Kau yang membuat mereka nanti berkaca bahwa tak ada jiwa yang sempurna.

Kau memang tak berwujud, tapi aku bisa merasakan detak jantungmu.
Kau selalu hadir bersama penyesalan,
Kau hadir disaat sesal ingin waktu seolah berputar ulang.
Tetapi aku percaya kau tak diam begitu saja,
Kau ajarkan mereka arti pendewasaan,
Kau ajarkan mereka tentang menghargai waktu.
Sampai saat tiba waktunya, mereka tumbuh dengan jiwa yang tenang.

Ya tuhan, bawalah alam semestamu di tengah panasnya kota yang di penuhi jiwa-jiwa tanpa nurani.
Agar mereka bisa merasakan, betapa kecilnya manusia di antara alam ciptaanmu.
Kuatkan nuraniku, agar aku bisa tersenyum saat kenbencian dan dendam datang menyapaku.
 ·  Translate
View original post
1
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
Ini keren aja...
 
Ketika nurani tak lagi terjaga,
Merasakan damai bagaikan memeluk angin.
Dia ada di hati, dia tumbuh di jiwa,
Tetapi mengapa kau tutup dengan amarah,
Hanya cinta yang dapat menyelamatkannya.

Detik terus berjalan,
Waktu pun tak akan menunggu.
Setiap langkah yang ku pijak, selalu ada kerikil yang melukai tapak ini.
Janganlah kita sapa pagi tanpa embun,
Tak ada lagi pelangi saat senja.
Nyalakan sepercik cahaya di hati, ketika nurani tak lagi terang.

Dewasa ini sudah banyak jiwa yang tak lagi merawat nurani.
Kering, gersang dan tak lagi indah.
Aku seperti bernyanyi tak bersuara,
Hanya mendengar jeritan resah suara jiwa-jiwa yang menjilat ludahnya sendiri.

Aku diam bukan berarti aku tak mengerti,
Aku berpaling bukan karena aku tak peduli.
Hanya sedikit muak mendengar mereka yang menjadi tuhan, dan aku tak pernah melihat surganya.

Belajar mengenal alam membuat ku tau, manusia hanya sebutir debu yang terhempas diantara alam ciptaanya.
Sangat kecil diantara luasnya alam semesta.
Kesombongan hanya mengantarmu kedalam lubang hitam.

Oh nurani, mengapa kau lemah dihadapan benci, mengapa kau tak melawan saat dendam mencaci.
Aku yakin kau tak pernah tuli, disaat egois merangkul harga diri, Kau yang membuat mereka nanti berkaca bahwa tak ada jiwa yang sempurna.

Kau memang tak berwujud, tapi aku bisa merasakan detak jantungmu.
Kau selalu hadir bersama penyesalan,
Kau hadir disaat sesal ingin waktu seolah berputar ulang.
Tetapi aku percaya kau tak diam begitu saja,
Kau ajarkan mereka arti pendewasaan,
Kau ajarkan mereka tentang menghargai waktu.
Sampai saat tiba waktunya, mereka tumbuh dengan jiwa yang tenang.

Ya tuhan, bawalah alam semestamu di tengah panasnya kota yang di penuhi jiwa-jiwa tanpa nurani.
Agar mereka bisa merasakan, betapa kecilnya manusia di antara alam ciptaanmu.
Kuatkan nuraniku, agar aku bisa tersenyum saat kenbencian dan dendam datang menyapaku.
 ·  Translate
View original post
2
1
OKIE HERMAWAN's profile photoSeta Wicaksana's profile photo
 
Iya makasih pak seta...
 ·  Translate
Add a comment...
Have him in circles
640 people
dian mardian sholihin's profile photo
devita marthin's profile photo
Rachma Menthiex's profile photo
Herdiaty Rizkia's profile photo
Selvy Rhahmadia's profile photo
Wasi Widayadi's profile photo
ismail smile's profile photo
Sinung Banyu Sabilla's profile photo
Edho Yahya's profile photo

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
"...kepenuhan dan kebermaknaan hidup kita, yakni kebahagiaan kita, terletak dalam keberhasilan kita memelihara kesucian keyakinan kita kepada-Nya dan kemampuan kita dalam berbuat baik..."
 ·  Translate
2
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
"...membuat hidup ini terasa nikmat, senikmat makan mie goreng dan secangkir kopi di warung mie ini. Semoga perjalanan demi perjalanan semakin menemukan KEMANUSIAAN dalam diri ini"
 ·  Translate
1
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
Waktu adalah hadiah..., yang namanya hadiah itu akan diberikan jika ada hari-hari spesial atau untuk orang-orang yang spesial. Jadi belum tentu akan diberikan lagi..., 
 ·  Translate
1
Merve Tümöz's profile photoSeta Wicaksana's profile photo
4 comments
 
+Merve Tümöz thanks for ur confirmation, that url, i don't know how to remove. I think, that url not my blog's address. Success for ur activities
Add a comment...

Seta Wicaksana

Shared publicly  - 
 
Keren sekali...
 ·  Translate
 
"Perubahan"

Ada saatnya semua kebiasaan harus di ubah, Seiring dengan pendewasaan diri maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus di hadapi.
Semua harus di dasari dengan tekad yang kuat,dan konsistensi dalam menjalani hidup.
Menyadari bahwa musuh terbesar kita bukanlah orang lain, Melainkan diri kita sendiri menjadikan kita sadar mana yang lebih penting dari kebutuhan dan keinginan.
Memang sulit untuk melawan diri sendiri, dan kenyataannya pun seperti itu.
Banyak orang yang berbicara tentang kemerdekaan diri sendiri, merasa bebas melakukan apapun, membenarkan yang salah,dan menyalahkan yang benar!
pada akhirnya itu menjadi sebuah kebiasaan.
Dan yang lebih celakanya lagi dia menTUHANkan dirinya.
Merasa dirinya paling benar dengan omongan-omongan kosong yang sama sekali gak ada isinya! Merasa bangga dengan apa yang dia lakukan, padahal sebenarnya dia resah menjalaninya, hidupnya tidak pernah tenang, selalu di penuhi dengan ketakutan-ketakutan yang di tutupinya.
Itulah salah satu contoh orang munafik yang mengutamakan harga diri tanpa berfikir cerdas.
Akhirnya sia-sialah waktu hidupnya,dan tempat sampalah tempatnya!

Arti merdeka dalam diri sendiri juga perlu dasari dengan kecerdasan, dilandasi dengan ilmu pengetahuan yang tertata dan benar, serta sadar akan kodratnya sebagai MANUSIA yaitu makhluk sosial.

Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin pesat, semakin banyak SDM yang memproritaskan harga diri dan minimnya kesadaran akan pentingnya kebutuhan, menjadikan kita ke pribadi yang memenangkan ego dan kesenangan sesaat.
Berjalannya waktu tidak akan pernah bisa kita hentikan, yang sudah terjadi biarkanlah berlalu, menyesali kesalahan yang telah kita lakukan bukanlah jalan keluar.
Ambil pembelajaran dari itu semua, tanamkan sikap selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, dan menyadari adanya perputaran roda hidup akan mengantar kita ke pribadi yang bijaksana, selalu rendah hati dikala kita senang dan tetap kuat disaat kita menghadapi masalah!
Semua harus dasari dengan kesabaran, karena dalam mencapai suatu tujuan semua butuh proses, dan proses inilah yang perlu di garis bawahi.
Tujuan adalah hasil dari kerja keras.
Sekecil apapun tujuannya, kita harus bisa menghargai prosesnya, dan semua itu tidak lepas dari sebuah tanggung jawab.
Dan yang paling penting dari itu semua, kita tetap harus rendah hati.
Seperti padi, semakin berisi maka semakin merunduk padi itu.

 ·  Translate
View original post
4
Nawang Melandy Ratih's profile photo
 
Keren
Add a comment...
People
Have him in circles
640 people
dian mardian sholihin's profile photo
devita marthin's profile photo
Rachma Menthiex's profile photo
Herdiaty Rizkia's profile photo
Selvy Rhahmadia's profile photo
Wasi Widayadi's profile photo
ismail smile's profile photo
Sinung Banyu Sabilla's profile photo
Edho Yahya's profile photo
Basic Information
Gender
Male
Work
Occupation
Konsultan HRD
Employment
  • Humanika Consulting
    Konsultan HRD, 2003 - present
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Jakarta
Previously
Jakarta - Jl. Trampil IV No. 13 Komp. AL Kelapa gading