Profile cover photo
Profile photo
Sawali Tuhusetya
4,430 followers -
"Jika politik dan kekuasaan bungkam, sastralah yang berbicara dan memberikan kesaksian!"
"Jika politik dan kekuasaan bungkam, sastralah yang berbicara dan memberikan kesaksian!"

4,430 followers
About
Posts

Post has attachment
Ketika Pak Abdul Muid, Kepala SMK Al Musyaffa’ Kendal, menawari saya untuk memberikan pengantar terhadap antologi puisi karya murid-muridnya, saya tersentak sekaligus gembira. Tersentak karena Pak Abdul Muid dan murid-muridnya bernaung dan beraktivitas di sebuah institusi pendidikan kejuruan yang selama ini terkesan “jauh” dan menjaga jarak terhadap dunia kesastraan, termasuk puisi. Sungguh, jarang –kalau tak boleh dibilang langka– murid-murid SMK yang dengan amat sadar mau berakrab-akrab dengan sastra, apalagi terlibat secara intens dalam dunia penciptaan puisi. Sungguh, juga bukan hal yang mudah menggerakkan pelajar sekarang untuk mengakrabi dunia penciptaan puisi –meskipun saya juga tahu kalau Pak Abdul Muid adalah seorang sarjana sastra– di tengah situasi peradaban yang kian konsumtif, materialistik, dan hedonistik. Hal-hal yang secara finansial dianggap kurang menguntungkan, termasuk sastra, akan dengan mudah ditinggalkan dan disingkirkan.
Add a comment...

Post has attachment
Munas I pada akhir Juli 2016 mendatang perlu mengambil peran untuk mewujudkan Gerakan Guru (Indonesia) Menulis. Munas I menjadi momentum yang strategis bagi Agupena untuk merumuskan langkah dan agenda penting dalam memberikan “asupan” guru Indonesia dalam dunia kepenulisan.
Add a comment...

Post has attachment
Karya-karya Riyono Pratikto (RP), khususnya cerita pendek (cerpen) yang lahir pada sekitar tahun 1950-an, agaknya belum semua terpublikasikan. Situasi politik Orde Baru yang cenderung represif terhadap kreativitas sastrawan yang dinilai tidak sehaluan politik dengan penguasa setidaknya ikut berpengaruh terhadap publikasi karya-karya sastrawan, termasuk RP. Padahal, cerpen-cerpennya memancarkan pesona kemanusiaan yang tidak kehilangan daya pikat meskipun zaman terus berubah. Cerpen-cerpennya membumi. Hampir tak pernah ditemukan cerpen-cerpen karya sastrawan kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, 27 Agustus 1932 ini yang berbicara tentang narasi dan persoalan besar yang rumit dan kompleks.
Add a comment...

Post has attachment
Sebagai dunia yang penuh dinamika, ngeblog memang tidak dibatasi kurun waktu. Blogger memiliki hak “prerogatif” untuk mengelola aktivitasnya. Sepanjang rumah “maya”-nya masih “hidup”, seorang blogger masih memiliki banyak kemungkinan untuk bisa menjaga semangat dan adrenalinnya dalam ngeblog. Kecuali, kalau memang niat dan minatnya sudah terbang jauh ke dunia lain.
Add a comment...

Post has attachment
Salah satu bentuk publikasi ilmiah yang wajib dilakukan guru adalah melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Awalnya PTK memang dimaksudkan untuk merangsang dan memotivasi guru agar melakukan penelitian untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran di kelas. Namun, seiring dengan perkembangan dari waktu ke waktu, PTK dinilai sudah menyimpang dari kaidah-kaidah keilmuan yang wajib dijunjung tinggi. Proses plagiasi marak terjadi. Tingkat kejujuran guru sebagai peneliti dalam mengolah data pun diragukan integritasnya.

Ironisnya, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hingga saat ini dianggap sebagai satu-satunya instrumen yang mampu memotret guru hebat. Lihat saja dalam event lomba guru berprestasi, PTK selalu dinyatakan sebagai “entry-point” yang mampu mengangkat marwah guru. Benarkah?
Add a comment...

Post has attachment
Semasa hidupnya, Kyai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikenal sebagai tokoh kharismatik dan inspiratif. Pemikirannya tentang keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan, telah menginspirasi banyak kalangan untuk mewujudkan sebuah Indonesia yang demokratis, ramah, damai, dan toleran. Meski telah bersemayam di alam keabadian sejak 30 Desember 2009 silam, beliau meninggalkan banyak “warisan” berharga. Tak hanya di kalangan para nahdliyin, tetapi juga buat anak-anak bangsa dalam mewujudkan peradaban yang demokratis, beradab, dan berbudaya. Salah satu “warisan” yang saya anggap cukup menarik disimak adalah joke-joke jenakanya.  Ringan dan segar, sekaligus mengundang banyak tafsir.
Add a comment...

Post has attachment
Agama bukanlah sekadar atribut. Apalagi jargon atau slogan. Untuk menunjukkan keislamannya, misalnya, orang tidak harus pakai sorban sambil berteriak-teriak “Allahu Akbar” sambil membawa pentungan untuk merazia tempat-tempat tertentu yang menjadi wilayah aparat kemananan. Agama merupakan salah satu unsur kesejatian diri seseorang secara personal. Ia sendiri yang kelak akan mempertanggungjawabkan keyakinannya itu. Kalau ada jalan A, B, C, D, E, atau F, membentang di hadapannya, dan seseorang memilih jalan B untuk menuju ke alam terakhirnya, orang lain –bahkan yang sama-sama menempuh jalan B sekalipun—tak bisa melakukan intervensi. Agama merupakan pilihan dan “jalan hidup” yang diyakini kebenarannya berdasarkan spirit religiusitasnya.
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded