Profile cover photo
Profile photo
Rawin Bedjo
2,668 followers
2,668 followers
About
Posts

Post has attachment
Suatu pagi di Terminal Giwangan Yogyakarta...

Bus AKAP dari Jakarta berhenti di terminal kedatangan. Turun seorang mas-mas berpenampilan ala backpacker menghampiri dua orang yang duduk di depan warung lalu bertanya, "ini terminal Yogya ya, pak..?"

"Iya, terminal Giwangan, mas..."
"Oh Giwangan. Saya kira sudah sampai Yogya..." balik kanan mau kembali ke bus

Salah satunya menerangkan, "betul, mas. Di Yogya itu ada beberapa terminal salah satunya Giwangan ini..."

Sedangkan satunya lagi komentar, "itulah perlunya jalan-jalan pake tour guide..."

Masnya diam entah karena jawaban yang mana. Tapi kalo nanya mana yang lebih asik antara pake agen perjalanan atau tidak, mungkin tulisan ini perlu disimak...

#Ads

Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Bagi generasi milenial, praktis sepertinya sudah menjadi keharusan. Satu contoh sederhana adalah minum teh. Anak sekarang jangankan mengolah teh mentah, yang mau bikin teh tubruk saja bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan lebih suka memilih teh botol. Tinggal lep, katanya...

Mereka tak sadar, mau yang serba instan itu telah menyuburkan sifat malas kronis secara sistematis di segala bidang. Mungkin saking malasnya mikir gegara kecanduan teh botol sampai-sampai apapun masalahnya, jawabannya #GantiPesinden...

Di lain sisi, kita sering kagum melihat orang bule kenapa mereka pinter-pinter. Bahkan anak kecil pun sudah lancar berbahasa asing sementara kita yang kuliah sampe tujuh keliling cuma bisa bilang oh yess. Padahal tak perlu segitunya karena rahasianya sebenarnya sederhana yaitu teh.

Apa susahnya kita lupakan teh botol yang praktis kemudian belajar mengolah teh seperti mbak-mbak bule di Desa Wisata Nglinggo..?

Caranya tidak sulit, cukup hubungi AdventureYogya.com segala sesuatunya bisa diatur. Misal tidak mau diajarin mbok-mbok maunya sama mbak-mbak, bisa. Rikues mentor bule pun bisa. Andai kata bule yang di foto tidak bisa masuk kelas karena sedang ngarit, masih ada dosen cadangan bule Uchi atau bule Ningrum dan bila perlu dibantu pakle Yanuar

Gimana..?
Berminat mempelajari kearifan lokal dengan Paket Wisata Edukasi di Nglinggo..? Kalo saya sih yess. Tidak tau kalo mas Anang...

#Jolang #Ads
Bule Belajar Mengolah Teh Nglinggo
Bule Belajar Mengolah Teh Nglinggo
gallery.adventureyogya.com
Add a comment...

Post has attachment
Untuk kesekian kalinya kembali dapat proyek tapi belum juga berhasil memperoleh penyandang dana. Kehabisan ide harus cari kemana lagi memaksaku membuka daftar yang sebenarnya berklasifikasi "unrecomended contacts" alias teman-teman dekat yang rame-rame menghilang pasca negara api menyerang setahun yang lalu. Rapopolah. Anggap saja iseng-iseng berhadiah siapa tahu ada yang minat jadi investor.

Perlu beberapa kali menggeser nama sebelum akhirnya ada yang berkenan angkat telpon. Atas nama ngirit pulsa, acara basa basi dihilangkan dan langsung ke tujuan, "elu punya duit ga, bro..?"

Alhamdulillah, responnya sangat meriah. "Hee kemana aja ente kaga pernah kedengeran beritanye. Harap dipersori harusnya ane yang nelpon tapi gimane ye agak-agak sibuk banget akhir-akhir ini. Suer ane ga enak banget belon bisa balikin duit ente. Gimane ye, tugas ane cuma berusaha sekuat tenaga, tapi soal hasilnya gimana kan urusan Alloh. Perasaan ga kurang-kurang ane berdoa, tau punya dosa apa bisa ga diijabah permintaan ane. Menurut ane sih gini aja. Tolonglah ente bantu doain biar duit ane cepet kumpul. Ente wajib bantuin ye soalnya ini kan soal rejeki ente juga bla bla..."

Dan sampai telepon terputus karena pulsa habis, aku cuma dikasih sesi pendek hanya bilang "ooowh.." sambil ngiler berasa pengen ngemut hape...

Read More...
Add a comment...

Post has attachment
Pagi tadi di sebuah SPBU...

Seorang bapak berboncengan dengan anak berseragam SMP nyelonong memotong antrian yang bak ular naga panjangnya. Keributan kecil spontan terjadi dan protes berjilid-jilid macam alumni bukan-bukan semuanya dijawab dengan gaya pemegang kunci surga, "ra sah ribut, anakku keburu telat ke sekolahan..."

Skip... skip... skip...

Satu jam kemudian...
Lagi melamun syahdu di depan balai kota, datang ikutan mangkal anak muda yang ternyata berpartisipasi dalam insiden tadi. Mungkin masih terbawa suasana, dia komplen kepadaku, "tadi bukane ikut ngomyang malah senyum-senyum ki piye tho, pak..?"

Aku cuma bisa nyengir kuda eh ojek. Memaklumi lawan bicara yang masih muda dan belum paham bahwa urusan menyerobot antrian itu tak sesederhana nyalip di tikungan. Yang pernah aku alami efek dominonya sepanjang jalan kenangan yang tak selesai dengan cara berangkat lebih awal.

Read More...
Add a comment...

Post has attachment
Mengajari tertib berlalulintas sejak dini ternyata tak semudah ngajarin ngaji atau bantu kerjain PR yang kalo bingung si Ncit saja sudah paham solusinya, "buka google, ayaaah..."

Pengaruh lingkungan dalam mengaburkan apa yang kita ajarkan tak bisa diabaikan. Apalagi di Jogja dimana masyarakatnya cenderung permisif gampang memaklumi kesalahan yang menurut mereka sepele. Contohnya soal helm. Tak kurang-kurang yang berdalih, "deket kok" atau "ga kebut-kebutan inih..."

Fungsi kontrol sosial sedikit mengendur pada akhirnya menjadi kebiasaan yang dianggap umum. Sehingga ketika ada yang mencoba mengkritik kadang dicap intoleran atau kurang tepo sliro.

Yang kemudian berkembang adalah paham "two wrongs make one right". Tak perlu merasa bersalah selama ada orang lain melakukan kesalahan yang sama. Coba saja sesekali nongkrong dekat pos yang polisinya rada getol main sempritan. Ketika ada yang ketangkep ndak pake helm atau ngeblong bangjo, mungkin mengakui kesalahan tapi tak jarang sambil nunjuk ke tengah jalan, "itu juga ga pake helm kenapa ga ditangkep..."

Kondisi yang kurang bagus untuk mendidik anak tapi jarang yang menyadari.
#KepiyeJal
Add a comment...

Post has attachment
Maraknya aksi klitih di Jogja dengan pelaku terindikasi anak-anak bau kencur tak cuma rame dibicarakan di medsos. Kalangan manusia jalanan pun banyak membicarakan saat nongkrong menunggu rejeki di trotoar. Dan ada satu ucapan teman yang menurutku menarik, "makanya anak-anak jangan dilatih di jalanan..."

Sedikit kurang sependapat...
... read more
Add a comment...

Post has attachment
Sampai depan bonbin baru merasakan ada yang kurang beres. Baca tujuannya tertera warung ayam goreng waralaba, tapi petunjuk arah di peta mengarahkan aku ke gang sempit yang cuma bisa dilewati satu sepeda motor saja. Sementara ujung atap semua mengarah ke gang yang artinya kucuran talang air tepat di atas kepala. Kepiye rasamu, lek..?

Ndilalah nemu tanda-tanda kehidupan...
Ada kios tukang jahit yang jendelanya terbuka. Butuh waktu agak panjang buat ketok pintu ditambah teriak sampai simbah penjahitnya nyamperin. Lumayan susah berkomunikasi dalam kondisi hujan deras dan mungkin mbahnya juga rodo sudo pamirengan.

Bolak-balik aku nanya dimana ada warung ayam goreng, beliaunya balik nanya mau jahit apa. Setelah agak nyambung, entah merasa kerjaannya terganggu atau lagi PMS, simbah malah mbengok, "wong edan, tuku ayam neng tukang jait..."
Add a comment...

Post has attachment
Gerimis selepas ashar di stasiun Tugu sisi selatan...

Melipat jas hujan setelah menurunkan penumpang, ada order masuk. SOP-nya, yang konon kabarnya hasil kesepakatan, namun entah kesepakatan pihak mana, siapa yang tanda tangan dan bukti hitam di atas putihnya tak pernah tersosialisasi, ojek online dilarang menaikan penumpang di seputaran stasiun. Area yang diijinkan untuk mengangkut penumpang di seberang hotel Neo, sekitar 300 m ke arah timur dari pintu keluar stasiun.

Baru mau kirim pesan ke pemesan tentang itu, dari belakang ada bule nunjuk-nunjuk hape ngasih tau kalo dia yang order. Belum sempat bicara, helm yang masih nyantol di spion diambil lalu duduk di boncengan.

"Excuse me, sir..."
Mencoba mengkomunikasikan masalah premanisme terhadap ojol dengan bahasa sederhana karena memang ga bisa ngomong rumit pake bahasa planet agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa berakibat insentif hangus dampak rating bintang 1. Belum kelar bicara, bani kisruh berdatangan dengan segala intimidasinya.

Mencoba minta waktu untuk berkomunikasi dengan si bule yang bagaimanapun juga beliau tamu Jogja yang mungkin datang kemari karena tertarik cerita konon kabarnya kota wisata yang warganya ramah tetap saja ditabrak dengan bermacam ancaman. Situasi makin tidak kondusif akhirnya aku ikut membengok, "ngomongo dhewe karo bulene, nyuk...!"

Add a comment...
Wait while more posts are being loaded