Profile cover photo
Profile photo
Puisi Pendek & Puisi Singkat
230 followers -
Kumpulan Puisi Pendek & Puisi Singkat
Kumpulan Puisi Pendek & Puisi Singkat

230 followers
About
Posts

Post has attachment
Pertemuan - Di batang onak, durinya tetap lah tajam menusuk. Dari balik rerimbun dedaunan, kepompong robek : serangga menggeliat warna-warni sayapnya, kupu-kupu terbang membelah angkasa. Kuingin kemarau reda, kuingin peluh malaikat jatuh ke bumi, karena air merasuki tanah maka tumbuh berkembang. Di bawah awan lengkung elok pelangi. Dideraunya tubuh-tubuh lunglai nan kuyup: … The post Pertemuan appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Sonata Kehidupan Manusia - Ketika AKU bertanya Apakah itu kebaikan? Ketika AKU bertanya Apakah itu kejahatan? Ketika aku bertanya lagi Apakah itu kehidupan sebenarnya? Seperti sebuah sungai yang mengalir Empat ratus empat puluh hertz merupakan nada dasarnya Tempo, birama, dan nada-nada lain telah menggangu ketenangannya Dan nada dasar itu telah berubah Oleh arus yang … The post Sonata Kehidupan Manusia appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Nukilan resah - Sabda malam ini sunguh mendayu-dayu, Sehingga kulit jemariku bergeliak ingin menulis sebuah kata, Aliran tangan yang mengikut susunan hati, Tak kala ia mengikut perasaan, Coretan batinku tak terbendung dengan amarah, Bergetar tanpa segan, Fikiran diawang-awang gundah gulana, Di dalam jurang antara tirisan akar perasaan, ‘Hai sebuah perasaan’ sahut ragaku, Menanyakan … The post Nukilan resah appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Tanpa Judul - Di halaman rumah yang mirip katedral itu aku membaca buku puisi, tapi yang kutemukan adalah kota-kota yang berarak di kepalaku dan saling bertolak belakang dengan awan yang ku anggap untuk lebih berhak begitu. Sesekali muncul sepasang burung yang mungkin saja tersesat. Untuk mengembalikan konsentrasiku, aku kembali ke halaman pertama buku … The post Tanpa Judul appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
cangkir yang kedua - Cangkir yang kedua karya : Febrian Melinda Aku pernah lupa dengan indahnya bunga yang sebenarnya Aku terlena dengan racun di dalam madu Jauh dari hakikat kepompong Diri tak mengikut hati Hati tlah dipenuhi kabut hitam dunia Sebuah cangkir terhias ukiran nan cantik Ia diberinya dengan percuma Namun, tak pintar akal … The post cangkir yang kedua appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
secangkir kopi rindu - Pahitnya merindukanmu ibarat kopi robusta, yang tidak tahu kapan ia berbunga, seperti dirimu yang entah kapan ku harus melupakan, namun hanya diberikan kepahitan tanpa kemanisan. senyumanmu ibarat sebuah creamer pekat, menenggelamkan kepahitan dari kopi robusta, tapi menipu rasa, keaslian rasa cinta yang engkau ucapkan. aku ingin dirimu itu seperti kopi … The post secangkir kopi rindu appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
kabut luka - senja lembayung digaris kabut ada mendung sebelum terbit mentari hari ini angin pagi membawa berita luka merpati putih mati terbakar api benci rumah cinta dihati tinggal arang dan jelaga The post kabut luka appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Aku, Kamu, Kalian - Untukmu kekasih yang selalu menyebutku pecinta terbaik Jika nanti aku datang dengan segenggam cinta yang manis, percayalah itu bukan untukmu. Untukmu kekasih yang selalu menyebutku kopi pagimu Jika nanti aku datang dengan segelas kopi pahit, percayalah itu bukan untukku. Nuansa hati yang selalu hingar bingar dengan rayuanmu Tapi aku bukan … The post Aku, Kamu, Kalian appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Sejak Hilangnya Sajak - Sejak hilangnya Sajak Tak lagi kurasa degub itu.. Saat mengungkap rindu dalam prosa Saat jiwaku mampu menyelami jutaan bahasa Tak lagi kudapati imaji imaji cinta dan syahdunya tulisan yang menyimpulkan rasa.. Semuanya perlahan hilang Semuanya perlahan menghambar dan tawar Saat meredup dan terpatah jiwaku Saat kaku lidah lidah yang biasa … The post Sejak Hilangnya Sajak appeared first on Puisi.
Add a comment...

Post has attachment
Tidurnya Si Penyair - Aku menemuimu malam itu bukan termenung atau terpekur seperti biasanya aku mendapatimu terduduk di kursimu yang lelah kau meringkuk dan melipat kedua tanganmu tak lupa serta, kau timpakan kepalamu diatasnya ada banyak kertas berserakan di mejamu dan kupungut satu lalu kubaca tentang aku dan percumbuan-percumbuanmu sekali kau padaku dan selusin … The post Tidurnya Si Penyair appeared first on Puisi.
Add a comment...
Wait while more posts are being loaded