Profile

Cover photo
Pengusaha Muslim Indonesia
247 followers|12,452 views
AboutPostsPhotosVideos

Stream

1
Raffin Muhammed's profile photoAdi Jogja's profile photoahmad haryadi's profile photo
4 comments
 ·  Translate
Add a comment...
 
Beberapa bulan yang lalu tatkala sebelum punya gadget kami kedatangan saudara. Ternyata kami hanya mengobrol sebentar saja diawal pertemuan, selanjutnya bisa ditebak. Dia cuma menggeser-geser gadget toch screennya sambil senyum-senyum sendiri tanpa memperdulikan saya di sampingnya. Lucunya, ketika dia saya ajak bicara.. nyambungnya agak lama, itupun saya harus mengulangi beberapa kali.. Yang bikin sedih itu ketika kita bicara panjang lebar dia hanya menjawab "iya" sambil melihat gadget.

Tenyata kejadian tidak saya alami sendiri, saya lihat teman-teman yang tidak bawa gadget diperlakukan sama oleh pengguna gadget. Sedikit banyak sih :)

http://pengusahamuslim.com/ketika-aku-tidak-punya-gadget/#.VP5RrXysX2E
 ·  Translate
Ketika Aku Tidak Punya Gadget. Beberapa hari yang lalu sebuah halaman facebook mengunggah video pendek berisi ceramah Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq Alu Badr, dari KSA. Saya coba dengarkan isinya dengan seksama. Masya Allah..ternyata berkaitan dengan musibah gadget. Beliau menjelaskan, smartphone ...
1
Add a comment...
 
Dijual Murah Karena Terpaksa

Sering kali, kita jumpai tanah atau rumah yang dijual murah, di bawah harga pasar, disebabkan pemilik sedang dalam kondisi kepepet; ada anaknya yang opname di rumah sakit, atau untuk biaya anak yang sedang mendaftar di suatu sekolah, misalnya.

Bolehkah kita membeli tanah atau rumah tersebut dalam kondisi sebagaimana di atas? Apakah kita termasuk orang yang memanfaatkan penderitaan orang lain?

Ada beberapa pendapat ulama dalam masalah ini:

Pertama, para ulama Mazhab Hanbali, Malikiyyah, dan Syafi'iyyah berpendapat makruhnya membeli barang dari orang yang kepepet karena menimbang beberapa alasan.

Di antaranya, mereka menilai bahwa jual beli yang terjadi tidaklah atas dasar saling rela. Pemilik barang, sebenarnya, merasa berat hati untuk melepas harta miliknya.

عن أَبَي سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « إِنَّمَا الْبَيْعُ عَنْ تَرَاضٍ ».

Dari Abu Said al Khudri, Rasulullah bersabda, “Jual beli yang sah itu hanyalah jika atas dasar saling rela.” (H.R. Ibnu Majah, no. 2185; dinilai sahih oleh Al-Albani)

عن أَبُي عَامِرٍ الْمُزَنِىُّ حَدَّثَنَا شَيْخٌ مِنْ بَنِى تَمِيمٍ قَالَ خَطَبَنَا عَلِىٌّ أَوْ قَالَ قَالَ عَلِىٌّ يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ عَضُوضٌ يَعَضُّ الْمُوسِرُ عَلَى مَا فِى يَدَيْهِ - قَالَ وَلَمْ يُؤْمَرْ بِذَلِكَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ (وَلاَ تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ) وَيَنْهَدُ الأَشْرَارُ وَيُسْتَذَلُّ الأَخْيَارُ وَيُبَايِعُ الْمُضْطَرُّونَ - قَالَ- وَقَدْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعِ الْمُضْطَرِّينَ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ وَعَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ قَبْلَ أَنْ تُدْرِكَ.

Dari Abu ‘Amir Al-Muzani dari seorang Syekh dari Bani Tamim, beliau bercerita bahwa Ali menyampaikan khotbah-atau Ali mengatakan-, “Akan datang masa pelit. Itulah masa ketika orang yang kaya menggigit hartanya (baca: tidak mau berinfak). Padahal, mereka tidaklah diperintahkan demikian. Allah berfirman (yang artinya), ’Janganlah kalian melupakan kebaikan orang lain.’ (Q.S. Al-Baqarah:237). Para penjahat dimuliakan, sedangkan orang-orang saleh dihinakan. Transaksi jual beli diadakan dengan orang-orang yang sedang kepepet. Padahal, Rasulullah melarang melakukan transaksi jual beli dengan orang yang kepepet. Jual beli gharar dilakukan, dan hasil pertanian yang belum layak dikomsumsi (baca: ijon) juga diperdagangkan.” (H.R. Ahmad, no. 937; sanadnya dinilai lemah oleh Syekh Syuaib Al-Arnauth)

Hadis ini adalah riwayat tegas yang menunjukkan terlarangnya jual beli dengan orang yang kepepet. Akan tetapi, karena sanadnya lemah maka riwayat ini tidak bisa dijadikan dalil dalam masalah ini.

Kedua, sedangkan ulama Mazhab Hanafiyyah dan Imam Ahmad (dalam salah satu pendapatnya) menyatakan haram dan batalnya jual beli dengan orang yang kepepet.

Alasannya adalah hadis dari Ali bin Abi Thalib di atas. Jika memang jual beli dengan orang kepepet itu dilarang oleh Nabi maka larangan itu menghasilkan hukum haram dan tidak sahnya transaksi yang dilakukan.

Namun, setelah kita mengetahui bahwa hadis di atas adalah hadis yang lemah maka alasan ini merupakan alasan yang tidak bisa diterima.

Ketiga, Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat bolehnya transaksi jual beli dengan orang kepepet. (Majmu' Fatawa, 29:249)

Alasannya, transaksi dengan orang yang kepepet itu sah karena tidak ada pemaksaan untuk melakukan transaksi; transaksi itu terjadi dengan kerelaan dan keinginan penjual. Hanya saja, orang tersebut melakukan transaksi tersebut karena terpaksa menjual barangnya untuk menghilangkan posisi sulit yang dia alami. Sebenarnya, menjual barang bukanlah pilihan satu-satunya untuk dirinya. Bisa saja, orang tersebut mencari pinjaman uang untuk menghilangkan posisi sulitnya.

Alasan lain yang menunjukkan bolehnya transaksi dengan orang yang kepepet adalah bahwa membeli barang orang yang dalam kondisi kepepet adalah bentuk berbuat baik kepadanya dan menghilangkan kesusahannya.

Jadi, jual beli dalam keadaan kepepet itu ada dua macam:
1. Kepepet untuk mengadakan transaksi karena ada pihak yang memaksanya untuk mengadakan transaksi. Inilah transaksi jual beli yang tidak sah.
2. Kepepet karena penjual terlilit banyak utang atau harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Akhirnya, orang tersebut terpaksa menjual sebagian barangnya dengan harga sangat murah, karena kondisi darurat. Idealnya, kita tidak mengadakan transaksi jual beli dengan orang semacam ini, namun yang hendaknya kita lakukan adalah memberinya pinjaman uang sampai dia mampu melunasinya.

Demikianlah solusi yang ideal, namun jika pada realitanya kita sulit untuk mewujudkan hal ideal tersebut maka menurut pendapat yang paling kuat adalah boleh membeli barang milik orang yang kepepet, sebagaimana pendapat Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah.

Disarikan dari Ighatsah Al-Jumu’, hlm. 41-45, karya Muhammad bin Ba’sus Al’Umari, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, Ramadhan 1427 H.

==

Dalam tanya jawab syariah kami sediakan sebuah milis PM-fatwa https://groups.yahoo.com/neo/groups/pm-fatwa/info

Milis ini disediakan khusus untuk mengajukan pertanyaan tentang hukum dan fatwa yang terkait dengan perdagangan (jual beli) dan semua yang terkait dengan masalah ini, seperti hukum jual beli, aqad/perjanjian jual beli, zakat perniagaan, hutang piutang, riba, bank syariah, gaji karyawan, asuransi, dan berbagai masalah agama lainnya.

Untuk bergabung, kirim email kosong ke : pm-fatwa-subscribe@yahoogroups.com
Untuk mengirim pertanyaan, kirim email ke : pm-fatwa@yahoogroups.com

========

UNTUK MEMPERMUDAH ANDA DALAM PENCARIAN ARTIKEL2 ISLAM SILAHKAN MENGGUNAKAN MESIN PENCARI KAMI

www.yufid.com
 ·  Translate
5
Add a comment...
 
Selingkung Menghancurkan Karir

Bambang yang hanya tamatan SD ini sekarang bisa merekrut beberapa karyawan. Dia biasa mengerjakan orderan pesanan dari beberapa kliennya berupa lampu gantung tembaga, frame masjid, frame gedung hingga bak mandi dari tembaga. Pemesannyapun kebanyakan dari luar daerah..

Ketika saya tanya beliau, apa kiat-kiat agar bisnis langgeng? Beliau menjawab dengan lugas, "Kebanyakan pengusaha yang baru menapaki kesuksesan itu mudah tergoda pada satu ini....yaitu wanita." Terang pak bambang.

"Banyak teman-teman saya yang sudah sukses, tiba-tiba bangkrut, rumah tangganya hancur hanya karena sering main wanita.." Kamipun tertawa.

"Loh bener loh mas..hati-hati dalam masalah ini.." Imbuh beliau dengan logat jawanya yang kental.

Kamipun lama bercengkrama di ruang tamu rumah Pak Bambang yang kelihatan baru dibangun itu. Dan tentu saja saya minta izin melihat tempat produksi beliau membuat aneka macam kerajinan tembaga.

http://pengusahamuslim.com/pengrajin-tembaga-selingkuh-usaha-cepat-bangkrut/
 ·  Translate
Beberapa bulan lalu saya datang ke rumah kawan di Boyolali, tepatnya kecamatan Cepogo. Daerah pegunungan yang masih rindang penuh pepohonan, untuk menuju kesana harus melewati banyak jalan tanjakan. Masyarakat Cepogo kebanyakan berprofesi sebagai petani. Walaupun begitu disana terdapat sebuah ...
3
Add a comment...
 
Bule Ini Jual Gorengan di Surabaya

Dengan gerobak dorong sederhana, Fabrizio Urso, seorang warga negara Italia menjajakan gorengan khas Indonesia di pinggir jalan di Surabaya, Jawa Timur. Bahan dasar gorengan yang dijajakannya masih asli resep dari Indonesia.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Kamis (16/10/2014), mulai dari tahu isi, ote-ote, pisang goreng, hingga pastel dibuatnya sendiri bersama istrinya seorang warga negara Indonesia.

Usaha itu dirintisnya 8 bulan yang lalu. Untuk membedakan dengan penjual gorengan lainnya, Fabrizio Urso mengutamakan kehigienisan gorengan dan racikan tepung yang dipakainya.
Harga gorengan bule yang pernah bekerja sebagai manajer rumah makan Italia itu antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Meski tidak disadari Fabrizio, penampilannya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli. 

Bahkan beberapa pembeli wanita sengaja meminta Fabrizio untuk berfoto bersama. Fabrizio juga menjual minuman kopi robusta dan torabika. Dengan berjualan gorengan dan kopi selama 4 hingga 5 jam setiap harinya bule itu mampu mendapat Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

liputan6.com
 ·  Translate
6
Add a comment...
 
Orang Kafir Bekerja di Perusahaan Orang Islam

Secara umum, kaum muslimin diperbolehkan memperkerjakan orang kafir di perusahaan atau lembaga milik orang islam. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan hal ini. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan dalam judul bab,

باب إِذَا وَكَّلَ الْمُسْلِمُ حَرْبِيًّا فِى دَارِ الْحَرْبِ ، أَوْ فِى دَارِ الإِسْلاَمِ، جَازَ

Dibolehkan orang muslim mewakilkan orang kafir harbi di negeri harbi, atau di negara islam. (Shahih Bukhari, 8/349).

http://pengusahamuslim.com/orang-kafir-bekerja-di-perusahaan-orang-islam/
 ·  Translate
Oleh: Ustadz Ammi Bur Baits. Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,. Secara umum, kaum muslimin diperbolehkan memperkerjakan orang kafir di perusahaan atau lembaga milik orang islam. Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan hal ini. Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari ...
2
Add a comment...
 
Hukum Mengumpulkan Uang Riba Untuk Keperluan Dakwah dan Membantu Memudahkan Penyalurannya

(Dijawab oleh Syaikh Sa'ad Al-Khatslan hafizhahullah (anggota Haiah Kibar Ulama) dalam sesi tanya jawab kajian Umdatul Ahkam beliau, 10 Dzulqa'dah 1434 H di Riyadh)
--------------------
Pertanyaan:

بعض العلماء يفتون ان من له أموال التي يحصل من الربا كالفائدة المصرفية (interest) , جاز له صرفها في مصالح المسلمين العامة . كيف رأيكم اذا احدى المؤسسة الاسلامية تجمع و توزع هذه الاموال الربا لتسهيل الناس الذين يريدون ان يتخلص منها؟

Makna pertanyaan:

Sebagian ulama memfatwakan bolehnya menggunakan harta yang didapat dari jalan riba, seperti bunga bank, untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum (seperti untuk membangun masjid, jalan umum, dll. -pent).

Lalu bagaimana hukumnya, jika ada salah satu lembaga atau organisasi yang di antara programnya adalah mengumpulkan uang-uang riba tersebut dalam rangka memudahkan orang-orang yang ingin takhallush (berlepas diri) dari uang tersebut (dan memudahkan penyalurannya)?

Jawaban:

Diperintahkan bagi orang-orang yang ingin bertaubat dari riba, untuk berlepas diri dari riba tersebut dengan menyalurkannya untuk kepentingan umum, dengan sekedar niat takhallush (berlepas tangan), bukan niat sedekah.

Namun, ini dalam skema individu. Adapun jika diorganisir oleh lembaga/organisasi tertentu, maka ini justru seakan-akan memotivasi orang untuk tetap bermuamalah dengan riba (lantas menyalurkan ribanya dengan mudah hingga lama kelamaan menganggapnya perkara ringan), sementara Islam mendorong untuk lepas total dari riba karena riba dosa besar.

Jadi tidak selayaknya untuk mengakomodir dan menjadikan pengumpulan dana riba sebagai program yang dijalankan secara terorganisir.

Sumber: Catatan Ustadz Muflih Safitra (Beliau merupakan dai dari Balikpapan, yang lama menimba ilmu Timur Tengah)

http://goo.gl/Q27m8j
 ·  Translate
Hukum Mengumpulkan Uang Riba Untuk Keperluan Dakwah dan Membantu Memudahkan Penyalurannya. (Dijawab oleh Syaikh Sa'ad Al-Khatslan hafizhahullah (anggota Haiah Kibar Ulama) dalam sesi tanya jawab kajian Umdatul Ahkam beliau, 10 Dzulqa'dah 1434 H di Riyadh) -------------------- Pertanyaan: ...
4
1
Add a comment...
 
Prosentase Modal Vs Prosentase Keuntungan

Dalam beberapa praktek mudharabah (transaksi permodalan) atau musyarakah (usaha bersama) di msyarakat, seringkali kita melihat poin aturan prosentase bagi hasil dengan mengacu pada modal. Ada yang besar dan ada yang kecil. Misal, ada yang menawarkan, tanam modal minimal 10 juta, akan mendapatkan 2% perbulan.

Apa yang terbayang dari angka 2% itu?

Umumnya orang memahami, angka 2% dari modal. Karena itu yang lebih pasti. Bukan 2% keuntungan. Karena keuntungan tidak bisa diprediksikan.

Dan umumnya seorang pemodal akan memperhitungkan nilai kepastian dari modal yang dia kucurkan.

Salah Satu Indikator Riba

Tahukah anda, ternyata kesepakatan semacam ini termasuk salah satu indikator transaksi riba. Dan ini salah satu pembeda antara bagi hasil yang syar’i dengan transaksi riba dalam akad mudharabah atau musyarakah.

Ketika bagi hasil mengacu pada keuntungan, ini akad mudharabah yang syar’i
Ketika bagi hasil mengacu pada modal, ini transaksi riba

http://pengusahamuslim.com/prosentase-modal-vs-prosentase-keuntungan/
 ·  Translate
Ditulis oleh ustadz Ammi Nur Baits (Beliau adalah pengasuh wesbsite KonsultasiSyariah.com sekaligus pembina KPMI). Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, amma ba'du,. Dalam beberapa praktek mudharabah (transaksi permodalan) atau musyarakah (usaha bersama) di msyarakat, seringkali kita ...
2
mutiara rizqi's profile photo
 
usaha stationary ky mana ya
 ·  Translate
Add a comment...
 
Kalau orang-orang kaya ditanya tentang angan-angan mereka, pasti mereka mengangankan untuk lebih kaya lagi, agar mengalahkan si Fulan dan si Fulan. Demikian seterusnya… yang miskin ingin kaya dan yang kaya ingin semakin kaya, angan-angan di dunia memang tak ada batasnya.

Benarlah yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits Anas radhiallahu 'anhu :

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ، أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ، وَيَتُوْبُ اللهُ عَلىَ مَنْ تَابَ

“Andai anak Adam diberi emas satu lembah, ia ingin mendapat dua lembah. Tidak ada yang dapat membungkam mulutnya selain tanah, dan Allah mengabulkan taubat hamba-Nya yang bertaubat”

http://pengusahamuslim.com/angan-angan-tanpa-batas/
 ·  Translate
Angan-angan. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia. Shalawat dan salam semoga terlimpah selalu atas Hamba dan Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam beserta keluarganya, para sahabatnya dan ...
2
Rizki Hartanto's profile photo
 
maaap kalo boleh bertanya kepqada pengusaha muslim indonesia.
bagaimana cara untuk memulai ber wiarausaha?
konsep ny sperti apa?
minta sarannya.
dan bagaimana cara tekhnik dilapangan dalam berwiarausaha??
 ·  Translate
Add a comment...
Story
Tagline
Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia
Introduction
Pengusaha Muslim