Profile cover photo
Profile photo
Nanang Suryana
About
Posts

Post has attachment
Selamat Idul Fitri 1438 H
Nanang Suryana  sekeluarga mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal  ibadah selama bulan Ramadhan dapat diterima oleh Allah SWT, sehingga di hari nan fitri ini kita seperti terlahir kembali dengan diampuni segala dosa-dosa...

Post has attachment
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438 H
Kami sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438 H. Mohon maaf lahir dan batin jika ada kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Semoga amal ibadah kita dibulan yang suci ini diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

Post has attachment
Buat tambahan referensi yang sedang cari rumah di perumahan bernuansa Islami.

Fasilitas:
Masjid (sudah terbangun 100%) lengkap dengan pengelola/marbot masjid tetap dan rumahnya. TPA (ruang belajar dan ruang kantor TPA), lapangan bulu tangkis dan taman sekitar masjid.

Lokasi:
Berdampingan dengan perumahan bataranila belakang POLINELA.

Akses:
Bisa lewat jalan hajimena atau jalan soekarno hatta.

Kontak Marketing:
Imawan Sumantri (081377630404) - BBM: 27794CC9
PhotoPhotoPhotoPhotoPhoto
03/08/16
8 Photos - View album

Post has attachment
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1437 H
Tak terasa, posting terakhir juga ucapan menunaikan ibadah puasa, yang berarti posting terakhir sebelum posting ini adalah satu tahun yang lalu. Kami sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1437 H. Mohon maaf lahir dan batin jika ada...

Post has attachment
Duajurai.com, Bandar Lampung – Totok sebenarnya berasal dari Jember. Ia merantau ke Bandar Lampung pada 1989. Pria itu tadinya seorang pekerja kantoran. Notaris, menurut pengakuannya. Namun, ia mengundurkan diri pada 1998. Langkah tersebut seiring dengan perluasan warungnya. Selain itu, Totok berkeinginan membantu sang istri mengurus kedai makan tersebut.

“Pada 1998 itu kan krisis politik, terus krisis moneter juga. Waktu itu, di depan warung saya sering ada demonstrasi. Tapi, enggak kena demo. Alhamdulillah, justru warung saya malah jadi laris,” ucapnya sambil senyum.

Usut punya usut, ternyata warung Totok menjadi tempat pengisi perut para demonstran sebelum melakukan aksinya. “Pagi-pagi sebelum demo, mereka sarapan dahulu di sini. Ramai yang makan di sini,” sambungnya seraya mengamini.

Kala itu, harga satu porsi nasi pecel relatif murah. Totok mematok harganya Rp1.500 per porsi. Perlahan merangkak naik dan sekarang bertengger dengan harga Rp12 ribu per porsi.

Penyajian nasi pecelnya juga khas dan mempertahankan keaslian dari daerah asal. Pincuk (daun pisang) dibiting oleh lidi. Lantas, diberi nasi panas yang masih mengepul. Bagian pinggir nasi diberi sayuran rebus, seperti kacang panjang, daun singkong, dan tauge.

Semua sayuran itu diguyur sambal kacang racikan khas warungnya. Masih ada tambahan seiris mentimun segar, daun kemangi, dan rempeyek. Kadang isian pecelnya ada tambahan kecipir iris rebus. “Nyari kecipir susah, Mbak. Saya biasa belanjanya di Pasar Smep, Tanjungkarang. Tapi, belum tentu ada kecipi. Jadi, baru beli kalau pas ada saja,” kata Totok.

Sebenarnya, masih ada satu jenis tanaman khas pelengkap isian pecel ini. “Namanya bunga apa tuh. Oh, kembang turi. Kalau pecel di Jawa pakai ini,” ingatnya. Dahulu, pernah ada pelanggannya yang menanyakan kembang turi ini. “Ia minta dan saran supaya ditambahin kembang turi di nasi pecelnya. Tapi, saya bilang susah nyarinya di sini,” ujarnya.(*)

http://www.duajurai.com/2015/11/menyantap-nasi-pecel-madiun-di-kedaton-bandar-lampung-2/

Post has attachment
Duajurai.com, Bandar Lampung – Jarum jam belum menunjukkan waktu makan siang. Namun, di warung Nasi Pecel Madiun milik Totok Soesanto (61) terlihat ramai pembeli. Kedai makan di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, itu luasnya tak seberapa. Cuma gabungan dari dua ruangan berukuran masing-masing 3×5 meter. Wajar bila tampak penuh saat banyak pelanggan bersantap di sana.

Siang itu, 10 November 2015, di ruangan yang satu tampak 15 pembeli sedang menunggu pesanan. Sedangkan di ruang satunya lagi dijadikan sebagai tempat memajang berbagai jualan makanan, dan meja kasir. Di sana terlihat dua konsumen sedangan menyantap nasi pecel.

“Ruangan ini adalah yang pertama saat saya membuka warung nasi pecel. Warungnya masih kecil waktu buka pada 1996. Kemudian, saya memperluas dengan menambah ruangan yang disebelah (kiri) ini pada 1998,” kata Totok.

Dahulu, saat pertama kali buka, ia hanya membaya sewa sebesar Rp750 ribu per tahun. Tapi, uang sewa itu perlahan naik. Hingga sekarang, tempatnya mencari nafkah itu masih berstatus sewa. “Iya, saya buka (warung nasi pecel) ini pada 1996. Istri saya asli Madiun yang inisiatif membuka warung. Tadinya, ia hanya ibu rumah tangga, tapi hobi masak. Ia bisa memasak segala jenis masakan Jawa Timur,” cerita Totok mengenai istrinya itu.

Ia sengaja memilih nasi pecel lantaran makanan berbahan sayuran rebus ini tergolong merakyat. “Di mana-mana ada nasi pecel. Jakarta ada, Bandung ada,” sebutnya.(*)


http://www.duajurai.com/2015/11/menyantap-nasi-pecel-madiun-di-kedaton-bandar-lampung-1/

Post has attachment
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1436H
Kami sekeluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin jika ada kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Semoga amal ibadah kita dibulan yang suci ini diterima oleh Allah SWT. Aamiin.

Post has shared content
Keindahan alam Indonesia...
"What'd you think of the beach?"
"It totally rocked."
‪#‎Indonesia‬
goo.gl/tdKHpw
Photo

Post has attachment

Post has attachment
Wait while more posts are being loaded