Profile cover photo
Profile photo
Muhammad Nur Arifin
Bicara yang Baik atau Diam - Speak Only Good Words, Otherwise Remain Silent
Bicara yang Baik atau Diam - Speak Only Good Words, Otherwise Remain Silent
About
Posts

Post has attachment
Banyak terjadi kesalahan dalam membacanya padahal jika mengamalkannya dengan benar bisa mendapatkan faidah seperti disebutkan dalam hadits berikut...

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila imam mengucapkan ‘âmîn’ maka ucapkanlah ‘âmîn’, karena siapa yang ucapan âmînnya bersamaan dengan ucapan âmîn para malaikat maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." [HR Bukhâri no. 111 dan Muslim 4/128]

Wallahu a'lam bish-shawwab.
Barakallahu fiik.

#Islam #Muslim #Shalat #Fikih

Post has shared content
Marhaban Ya Ramadhan.
Semoga Allah Ta'ala memberkahi kita di bulan Ramadhan tahun ini. Bisa beribadah dengan maksimal serta meraih Lailatul Qadar.

#Islam #Muslim #Moslem #Ramadhan #Puasa #Sunnah
🚩Ucapan selamat memasuki bulan Ramadhan💡

Saudaraku..

🏁Dalam hitungan jam ke depan إن شاء الله kita akan kembali memasuki bulan Ramadhan.

🍉Suatu hari Nabi صلى الله عليه وسلم pernah keluar menemui para Shahabatnya dan bersabda:

اتاكم شهر مبار

🍂Telah datang pada kalian bulan yang diberkahi.
(HR.An Nasaa'i no.2106,dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dlm Shahihut Targhib no.999).

🍂Berdasarkan hadits tadi sebagian Ulama (seperti Imam Suyuthi dalam kitabnya "Wushuul Amaanii fii Ushuulit Tahaanii",dan juga Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali-rahimahumallah) berpendapat disunnahkannya untuk memberikan ucapan selamat (tahni'ah) ketika memasuki bulan Ramadhan.

🍂Syaikh 'Ali Hasan Al-Halaby hafizhahullah, mengatakan sebagian 'Ulama lainnya juga membolehkan ucapan:

بارك الله لكم في هذا الشهر

Semoga Allah memberkahi kalian semua di bulan ini.

🍂Oleh karenanya, saya juga ikut berdoa:

بارك الله لنا و لكم في هذا الشهر

Semoga Allah memberkahi kita semua semua di bulan ini

🍂Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini.

🍂Menjadikan siangnya untuk puasa, malamnya untuk Qiyamul lail, membaca Al Qur'an, shadaqah dan juga yang lainnya..

Allahumma Aamiin

Sumber:
(Ceramah Syaikh 'Ali Hasan Al-Halaby yang berjudul "Min Fiqhis Shiyaam").

🍉🍐🍑🍒🍓🍍🍈🌱🌳🌴🌵🌷
Kami sekeluarga menghaturkan,

بارك الله لنا و لكم في هذا الشهر

Semoga Allah memberkahi kita semua semua di bulan ini.
🍉🍐🍑🍒🍓🍍🍈🌱🌴🌵🌷🌹🍀🍁
Photo

Post has shared content
🍃 Apa yang kita berikan untuk Islam 🍃

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kepada seluruh Anggota Grup Bimbingan Islam...
Semoga Allah merahmati kita semua...

Dalam rangka mengembangkan dakwah melalui Grup Bimbingan Islam dan juga sebagai bentuk manifestasi menjalankan perintah Allah

وَ تَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [al-Ma’idah/5 : 2]

Kami mengajak saudaraku seluruh anggota grup Bimbingan Islam untuk tolong-menolong dalam dakwah yang mulia ini. Berkontribusi dan memberikan apa yang kita miliki untuk agama islam yang kita cintai.

Untuk itu kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota grup Bimbingan Islam yang ingin berkontribusi dalam dakwah ini melalui grup Bimbingan Islam, baik dengan menjadi Admin Grup, Koordinator Sahabat BiAS atau dengan skill dan ketrampilan yang dimiliki.
Bagi yang ingin bergabung bersama kami silahkan mendaftar melalui :

🌐 www.relawan.BimbinganIslam.com

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, akhlaq yang mulia, amal shalih yang diterima dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bermanfaat bagi sesama...
Aamiin...

بارك الله فيكم

✒Ihsan bin Syamsuri
Ketua Group Bimbingan Islam
_________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran
PhotoPhotoPhoto
6/15/15
3 Photos - View album

Post has shared content
#waspada
Cara Penyebaran Syi`ah di Indonesia

Di Indonesia yang serba bebas, sempalan atau ajaran apapun bisa masuk dan atau mengatasnamakan Islam dalam penyebarannya.

Untuk itu, kita sebagai orang awam, perlu kiranya memahami dan mengetahui pola penyebaran mereka, utamanya  para “ustadz” mereka, atau oleh sebagian pihak disebut dengan “misionaris” Syiah.

Orang Syiah akan mengajarkan pemahaman Syiah dengan cara bertingkat. Pada tingkat awal belum diajarkan pemahaman Syiah, justru yang diajarkan bagaimana membahas kitab-kitab Ahlussunnah seperti membahas Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, Sunan Abu Dawud dan Kitab Sunnah lainnya. Namun pada setiap sesi pemberian pemahaman kitab-kitab tersebut akan terus digiring untuk diberikan doktrin tentang mazhab Ahlul Bait.

Penggunaan Mazhab Ahlul Bait (Mazhab keluarga Nabi) merupakan ciri tersendiri bagi orang Syiah. Mereka tidak menamakan Mazhab Syiah agar menarik dan tidak membuat gusar orang yang sedang belajar kepada mereka.

Setelah pada tahapan semisal akhir kelas 5, maka mulailah diajarkan perbandingan Syiah-Sunni. Kemudian baru diajarkan hakikat Syiah pada kelas 6. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh kalangan yang pernah berinteraksi dengan Pesantren YAPI Bangil atau Yayasan Muthahhari Bandung. Dan metode ini tidak menutup kemungkinan digunakan juga di pondok pesantren yang terindikasi Syi'ah yang ada di Solo atau daerah lainnya. Meskipun tidak semua santrinya mendapatkan materi seputar pemahaman Syi’ah. Dalam arti hanya santri atau kalangan-kalangan tertentu saja yang diberikan materi tersebut.

Dalam pembahasan kajian fikih yang diadakan selalu saja mengangkat pendapat Mazhab Ahlul Bait sebagai pengganti kata Syiah. Kalangan ini akan menyampaikan bahwa pendapat Abu Hanifah, Malik, Syafi’I dan Ahmad demikian. Adapun menurut pendapat Ahlul Bait demikian. Dan yang rajih adalah pendapat Ahlul Bait. Atau menggunakan kalimat yang semisalnya; madzhab keluarga Nabi, pendapat Amirul Mukminin Ali dan seterusnya.

[Rangkuman ceramah Ust. Anung Al-Hamat, Lc., M.Pd.I/Sumber: kiblat]/islampos, Senin 5 Rejab 1435 / 5 Mei 2014 11:10

#Islam #Muslim #Syiah #Rafidhoh #TolakSyiah #SyiahBukanIslam #IndonesiaDamaiTanpaSyiah

Post has shared content
#waspada
Cara Penyebaran Syi`ah di Indonesia

Di Indonesia yang serba bebas, sempalan atau ajaran apapun bisa masuk dan atau mengatasnamakan Islam dalam penyebarannya.

Untuk itu, kita sebagai orang awam, perlu kiranya memahami dan mengetahui pola penyebaran mereka, utamanya  para “ustadz” mereka, atau oleh sebagian pihak disebut dengan “misionaris” Syiah.

Orang Syiah akan mengajarkan pemahaman Syiah dengan cara bertingkat. Pada tingkat awal belum diajarkan pemahaman Syiah, justru yang diajarkan bagaimana membahas kitab-kitab Ahlussunnah seperti membahas Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, Sunan Abu Dawud dan Kitab Sunnah lainnya. Namun pada setiap sesi pemberian pemahaman kitab-kitab tersebut akan terus digiring untuk diberikan doktrin tentang mazhab Ahlul Bait.

Penggunaan Mazhab Ahlul Bait (Mazhab keluarga Nabi) merupakan ciri tersendiri bagi orang Syiah. Mereka tidak menamakan Mazhab Syiah agar menarik dan tidak membuat gusar orang yang sedang belajar kepada mereka.

Setelah pada tahapan semisal akhir kelas 5, maka mulailah diajarkan perbandingan Syiah-Sunni. Kemudian baru diajarkan hakikat Syiah pada kelas 6. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh kalangan yang pernah berinteraksi dengan Pesantren YAPI Bangil atau Yayasan Muthahhari Bandung. Dan metode ini tidak menutup kemungkinan digunakan juga di pondok pesantren yang terindikasi Syi'ah yang ada di Solo atau daerah lainnya. Meskipun tidak semua santrinya mendapatkan materi seputar pemahaman Syi’ah. Dalam arti hanya santri atau kalangan-kalangan tertentu saja yang diberikan materi tersebut.

Dalam pembahasan kajian fikih yang diadakan selalu saja mengangkat pendapat Mazhab Ahlul Bait sebagai pengganti kata Syiah. Kalangan ini akan menyampaikan bahwa pendapat Abu Hanifah, Malik, Syafi’I dan Ahmad demikian. Adapun menurut pendapat Ahlul Bait demikian. Dan yang rajih adalah pendapat Ahlul Bait. Atau menggunakan kalimat yang semisalnya; madzhab keluarga Nabi, pendapat Amirul Mukminin Ali dan seterusnya.

[Rangkuman ceramah Ust. Anung Al-Hamat, Lc., M.Pd.I/Sumber: kiblat]/islampos, Senin 5 Rejab 1435 / 5 Mei 2014 11:10

#Islam #Muslim #Syiah #Rafidhoh #TolakSyiah #SyiahBukanIslam #IndonesiaDamaiTanpaSyiah

#waspada
Cara Penyebaran Syi`ah di Indonesia

Di Indonesia yang serba bebas, sempalan atau ajaran apapun bisa masuk dan atau mengatasnamakan Islam dalam penyebarannya.

Untuk itu, kita sebagai orang awam, perlu kiranya memahami dan mengetahui pola penyebaran mereka, utamanya  para “ustadz” mereka, atau oleh sebagian pihak disebut dengan “misionaris” Syiah.

Orang Syiah akan mengajarkan pemahaman Syiah dengan cara bertingkat. Pada tingkat awal belum diajarkan pemahaman Syiah, justru yang diajarkan bagaimana membahas kitab-kitab Ahlussunnah seperti membahas Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, Sunan Abu Dawud dan Kitab Sunnah lainnya. Namun pada setiap sesi pemberian pemahaman kitab-kitab tersebut akan terus digiring untuk diberikan doktrin tentang mazhab Ahlul Bait.

Penggunaan Mazhab Ahlul Bait (Mazhab keluarga Nabi) merupakan ciri tersendiri bagi orang Syiah. Mereka tidak menamakan Mazhab Syiah agar menarik dan tidak membuat gusar orang yang sedang belajar kepada mereka.

Setelah pada tahapan semisal akhir kelas 5, maka mulailah diajarkan perbandingan Syiah-Sunni. Kemudian baru diajarkan hakikat Syiah pada kelas 6. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh kalangan yang pernah berinteraksi dengan Pesantren YAPI Bangil atau Yayasan Muthahhari Bandung. Dan metode ini tidak menutup kemungkinan digunakan juga di pondok pesantren yang terindikasi Syi'ah yang ada di Solo atau daerah lainnya. Meskipun tidak semua santrinya mendapatkan materi seputar pemahaman Syi’ah. Dalam arti hanya santri atau kalangan-kalangan tertentu saja yang diberikan materi tersebut.

Dalam pembahasan kajian fikih yang diadakan selalu saja mengangkat pendapat Mazhab Ahlul Bait sebagai pengganti kata Syiah. Kalangan ini akan menyampaikan bahwa pendapat Abu Hanifah, Malik, Syafi’I dan Ahmad demikian. Adapun menurut pendapat Ahlul Bait demikian. Dan yang rajih adalah pendapat Ahlul Bait. Atau menggunakan kalimat yang semisalnya; madzhab keluarga Nabi, pendapat Amirul Mukminin Ali dan seterusnya.

[Rangkuman ceramah Ust. Anung Al-Hamat, Lc., M.Pd.I/Sumber: kiblat]/islampos, Senin 5 Rejab 1435 / 5 Mei 2014 11:10

#Islam #Muslim #Syiah #Rafidhoh #TolakSyiah #SyiahBukanIslam #IndonesiaDamaiTanpaSyiah

Post has shared content
Hukum Sholat Diatas Sajadah Yang Padanya Ada Gambar Ka'bah Dan Masjid Nabawi

Oleh Fadhilatus Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

> Soal : "Didapati pada sebagian sajadah yang kami sholat diatasnya gambar khusus dengan ka'bah dan masjid an nabawi. Maka apa hukumnya?"

> Jawab:
_"Sepantasnya untuk tidak sholat diatasnya, karena berdiri di atas Ka'bah dan memijak di atasnya termasuk jenis penghinaan. Tidak boleh menggambar Ka'bah di atas permadani. Sepantasnya bagi orang yang melihatnya untuk tidak membeli sajadah-sajadah yang di atasnya gambar Ka'bah, karena jika dia berada di depannya akan mengacaukan pikirannya dan jika berada di bawah di kakinya maka termasuk jenis penghinaan. Maka yang lebih hati-hati bagi seorang mukmin untuk tidak menggunakan sajadah-sajadah ini.

Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142764

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Sajadah   #Kabah   #Nabawi   #Fatwa  
Photo

Post has shared content
Hukum Sholat Diatas Sajadah Yang Padanya Ada Gambar Ka'bah Dan Masjid Nabawi

Oleh Fadhilatus Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

> Soal : "Didapati pada sebagian sajadah yang kami sholat diatasnya gambar khusus dengan ka'bah dan masjid an nabawi. Maka apa hukumnya?"

> Jawab:
_"Sepantasnya untuk tidak sholat diatasnya, karena berdiri di atas Ka'bah dan memijak di atasnya termasuk jenis penghinaan. Tidak boleh menggambar Ka'bah di atas permadani. Sepantasnya bagi orang yang melihatnya untuk tidak membeli sajadah-sajadah yang di atasnya gambar Ka'bah, karena jika dia berada di depannya akan mengacaukan pikirannya dan jika berada di bawah di kakinya maka termasuk jenis penghinaan. Maka yang lebih hati-hati bagi seorang mukmin untuk tidak menggunakan sajadah-sajadah ini.

Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142764

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Sajadah   #Kabah   #Nabawi   #Fatwa  
Photo

Post has attachment
Hukum Sholat Diatas Sajadah Yang Padanya Ada Gambar Ka'bah Dan Masjid Nabawi

Oleh Fadhilatus Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

> Soal : "Didapati pada sebagian sajadah yang kami sholat diatasnya gambar khusus dengan ka'bah dan masjid an nabawi. Maka apa hukumnya?"

> Jawab:
_"Sepantasnya untuk tidak sholat diatasnya, karena berdiri di atas Ka'bah dan memijak di atasnya termasuk jenis penghinaan. Tidak boleh menggambar Ka'bah di atas permadani. Sepantasnya bagi orang yang melihatnya untuk tidak membeli sajadah-sajadah yang di atasnya gambar Ka'bah, karena jika dia berada di depannya akan mengacaukan pikirannya dan jika berada di bawah di kakinya maka termasuk jenis penghinaan. Maka yang lebih hati-hati bagi seorang mukmin untuk tidak menggunakan sajadah-sajadah ini.

Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=142764

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Sajadah   #Kabah   #Nabawi   #Fatwa  
Photo

Post has shared content
Salah satu fungsi dari dzikir adalah mengusir setan, menundukkan, dan mengenyahkannya.
Semoga Allah Ta'ala beri petunjuk bagi untuk bisa istiqomah dalam berdzikir.
Wallahul musta'an
Barakallahu fiik
Dzikir Pagi 1 (Ayat Kursi)

Dibaca 1x

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اللَّهُ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾

Artinya: _"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."_ (Al-Baqarah [2]: 255).

"Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari." (HR. Al-Hakim 1/562. Al-Albani berpendapat hadits tersebut shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273 dan beliau menisbatkan hadits tersebut kepada An-Nasa'i dan Ath-Thabrani, beliau berkata, isnad Ath-Thabrani jayyid).

Hadits selengkapnya:
Dari Ubay bin Ka'ab radliallahu 'anhu, bahwa suatu ketika ada seorang jin yang mencuri kebun kurmanya. Jin itu beliau tangkap, untuk dilaporkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Jin itupun memelas agar dilepaskan. Sebagai gantinya, dia memberikan satu wirid kepada Ubay. Jin itu mengatakan: (dzikir di atas). Barangsiapa yang membacanya ketika sore maka dia akan dilindungi dari (gangguan) kami sampai pagi. Barangsiapa yang membacanya ketika pagi maka dia akan dilindungi dari (gangguan) kami sampai sore. Kemudian, Ubay mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian yang dia jumpai. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Si makhluk jelek itu benar." (maksud makhluk jelek adalah jin tersebut). (HR. An Nasa'i dan At Thabrani dan dishahihkan Al Albani).

Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/170594953040571

Dibagikan melalui aplikasi "Apa Doanya". Tersedia untuk Android, Windows Phone, BlackBerry 10, Firefox OS, Nokia X dan BlackBerry OS 6-7. Unduh di http://wp.me/p3ieiY-b
Wait while more posts are being loaded