Profile

Cover photo
Muhammad Nur Arifin
Lives in Indonesia
1,301,893 views
AboutPostsPhotosVideosReviews

Stream

 
Kajian! Tema: 'The Scientist' (Ulama & Ilmuan) 
Oleh: Andy Octavian Latief M.Sc & Ust. Amir as Soronji, Lc M.Pd.I

InsyaAllah Sabtu,19 April 2014 pukul 13.00 WIB - Ashr Bertempat di Mesjid Nurul Iman, Blok M Square Lantai 7.

Andy Octavian Latief adalah salah satu orang jenius, (Juara Olimpiade Fisika Dunia 2006, calon doktor dari Maryland Univ, USA, dan kalau lancar insya Allah akan menjadi Doktor termuda di Indonesia dlm usia sekitar 25 tahun pada tahun depan), dan menganut manhaj salaf (salafy).

Websitenya: 
http://andyoctavian.org/
http://andylatief.wordpress.com/
FBnya: http://www.facebook.com/andylatief (hanya mau berteman dengan ikhwan/pria di FB)

Silahkan baca beritanya di:
http://gemaislam.com/index.php/berita/indonesia-news-menuitem/705-ikuti-jejak-ustadz-firanda-calon-doktor-termuda-indonesia-akan-menuntut-ilmu-syar-i-ke-madinah

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Kajian   #Dauroh   #Scientist   #Salaf   #Salafy  
 ·  Translate
15
Ahmad Saifuddien Ash Shidqi's profile photo
 
Akh Andy Octavian udah gak nerusin Kuliah S3nya di Maryland. Kebetulan Beliau alumni dan kakak tingkat ana di Universitas. :)
 ·  Translate
Add a comment...
 
Berkaitan dengan pemberitaan majalah Tempo, Ketua MUI Amidhan didampingi Ketua MUI bidang Infokom Sinansari Ecip dan Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim. Msi mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan bantahan atas berita yang dinilai tendensius dan merendahkan umat Islam dan MUI pada khususnya. 
 
Laporan Utama Majalah Tempo Minggu 24 Pebruari sampai 2 Maret 2014, dengan cover  Judul “ASTAGA LABEL HALAL”. Petinggi Majelis Ulama Indonesia ditengarai memperdagangkan Label Halal. Tempo melacak hingga Australia dan Belgia. Dengan Gambar Makanan Kaleng Bergambar Babi yang dicap logo Halal MUI.
 
1. Berita dan gambar tersebut sangat menyakitkan umat Islam yang membacanya. Ditambah lagi dengan karikatur Binatang Babi “ada cap Haram Bos”, dan kotoran sapi dimasukkan ke dalam kaleng yang bertuliskan MUI, maka lengkaplah tuduhan kepada MUI yang dianggap memperdagangkan label Halal. Kreasi Tempo melecehkan umat Islam dengan menuduh MUI mempermainkan label Halal hanya dibuat oleh pihak tertentu yang anti Islam. 
Seorang ulama yang membaca majalah ini menyatakan kepada MUI kegeraman dan kemarahannya kepada Tempo yang berkesimpulan negatif terhadap kumpulan Ulama MUI. Tentu jutaan pembaca Muslim lainnya di seluruh dunia dengan Edisi English-nya sangat geram kepada majalah tempo.
 
2. Pada Rubrik Opini Hal 29 pada alinea ke empat Tempo menulis : “Demi mengantongi ijin Perusahaan sertifikasi di Australia, menurut laporan The Sunday mail, Brisbane, Oktober tahun lalu, memberi “hadiah” kepada MUI yang nilainya mencapai Aus$ 78 juta atau sekitar 820 miliar." 
Berita tersebut sangat menyesatkan karena dana sebesar itu tidak sepeser pun yang masuk ke MUI atau petinggi MUI. Uang 78 juta Dolar Australia tersebut merupakan dana yg dihimpun dari sekitar 30-an Rumah Potong Hewan (RPH) di Australia dan digunakan untuk membiayai Lembaga sertifikasi halal Australia yang diakui oleh MUI (endorsed by MUI), jadi bukan untuk MUI. Dalam mengeluarkan sertifikasi halal dan atau meng-approval suatu badan sertifikasi halal di luar negeri MUI tidak pernah menerima hadiah. MUI meminta Majalah  Tempo untuk membuktikan bahwa MUI telah menerima senilai AUD 78 juta atau sekitar RP.820 miliar tersebut.
 
3. Sebagai lembaga independen, MUI untuk meng-approval atau meng-suspend suatu badan sertifikasi halal di luar negeri tidak menerima pembayaran. 
Dalam hal ini MUI tidak pernah menerima pembayaran dari AHFS untuk ia tetap beroperasi seperti ditulis Tempo. AHFS di-suspend dalam bulan April 2013 setelah diperingatkan dalam bulan Maret 2013 semata-mata karena ia telah melanggar ketentuan state base system, menyembelih di salah satu abbatoir-nya bertentangan dengan syariah dan di samping itu ia mengabaikan pengawasan kepada Abbatoir-nya dengan mengedarkan blanko kosong sertifikat halal yang sudah ditanda-tanganinya kepada industri. Secara khusus Amidhan Shaberah menyatakan bahwa ia tidak menerima uang yang berkaitan dengan suspension AHFS tersebut di atas.
 
4. MUI tidak pernah menandatangani kontrak dengan AHFS. Yang dimaksud kontrak oleh Tempo sebenarnya adalah fakta integritas/komitmen yang ditetapkan tahun 2009 untuk memenuhi tujuh persyaratan MUI. Yang dimaksud dengan contribution pada butir 6. (Regarding to this agreement AHFS will give contribution to MUI for Strengthening of controlling and monitoring program), adalah kerjasama atau bantuan kegiatan seperti simposium, seminar, diskusi dan sebagainya.
 
5. Untuk meng-endorse suatu badan sertifikasi halal di luar negeri, MUI mempunyai persyaratan :
● _Islamic Center_ / Organisasi Islam yang didukung oleh komunitas Muslim dan membantu peribadatan pendidikan dan dakwah setempat.
● Mempunyai kantor Permanen dan staff yang qualified
● Memiliki komisi fatwa minimum 3 Ulama dan Ilmuwan/ Auditor Halal
● Memiliki SOP yang meliputi administrasi pengujian pabrik dan prosedur komisi Fatwa
● Memiliki administrasi yang baik sehingga mudah untuk proses Audit
● Memiliki jaringan yang luas dan menjadi anggota WHFC.
● Memiliki capabilitas bekerjasama dengan MUI dalam mengawasi produk Halal.
 
Dalam hal ini MUI tidak memberikan ijin Halal Certification Authority (HCA) sebagai Halal Certifier yang diakui oleh MUI karena ia tidak tidak memenuhi persyaratan di atas. MUI  yang berkunjung ke Sidney telah menemukan HCA yang dimiliki El Mouelhy tidak memenuhi butir 2 dan 3 di atas. Manajemen HCA bersifat one man showed dengan SDM hanya keluarga El-Mouelhy. MUI dan Amidhan Shaberah menyatakan tidak benar meminta dan menerima uang dari El-Muoelhy dalam kunjungannya pada 8 tahun yang lalu. Bahkan Amidhan Shaberah siap men-somasi El Mouelhy melalui Pengadilan di Australia.
 
6. Mr. Esad Alagic President ICCV.  ICCV  telah berdiri dan diakui oleh MUI sejak tahun 1991. Amidhan Shaberah  saat itu belum duduk dalam kepengurusan MUI.
 
7. MUI tidak mengenal Imran Musa (pengusaha Singapore) dan Syahrudi (Wakil Ketua Dewan Dakwah Tangerang), jauh-jauh datang ke Australia berkolaborasi untuk meng- create informasi bohong untuk menyudutkan nama MUI dan melakukan pembunuhan karakter terhadap Amidhan Shaberah, Ketua yang membidangi Perekonomian dan Produk Halal. 
Tempo memelintir ucapan Amidhan Shaberah karena MUI bukan penyelenggara negara boleh menerima gratifikasi. Dan sangat menyesalkan lagi Majalah Tempo mengangkat Laporan Utama atas informasi dari kedua orang itu termasuk mengangkat kasus 8 tahun yang lalu yang sebenarnya sudah selesai permasalahannya.
 
8. Dan lebih dari itu Tempo telah menulis dengan narasi dan karikatur yang sangat menyakitkan hati ulama dan umat Islam sepertinya penuh kebencian terhadap MUI yang seperti itu hanya ditulis oleh orang anti Islam.
 
9. LPPOM-MUI yang sudah berpengalaman 25 tahun di bidang sertifikasi halal telah memiliki 3 buah buku standar halal dan sistem jaminan halal serta pendaftaran permohonan sertifikasi halal di dalam dan di luar negeri  secara on-line. Dan telah diakui dan dijalankan oleh 41 halal certifier di 22 negara di dunia. Saat ini di dalam negeri, LPPOM telah memiliki fitur Pro Halal (http://www.islampos.com/lppom-mui-luncurkan-aplikasi-android-pro-halal-mui-93656/) yang dengan menggunakan HP dapat mengetahui halal haram suatu produk.
 
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Sumber: http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/1939/30/

#Islam #Muslim #Moslem #mui #LPPOM #Makanan #Food #Halal #Indonesia
 ·  Translate
27
3
Zahra Hapsanti's profile phototri setya's profile photoHm Wardi As's profile photoDeden Supriatna's profile photo
3 comments
 
Biasa Bosz,,untuk mengangkat rating berita+kepentingan xxx..
 ·  Translate
Add a comment...
 
INSAN -  Internet Sehat dan Aman
 ·  Translate
 
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Jika menemukan konten pornografi di internet jangan malah disebarluaskan, tetapi segera laporkan ke...

aduankonten@mail.kominfo.go.id

dan

http://www.nawala.org/form-pengaduan

Nantinya akan mendapatkan pesan balasan...

=================================================

Kepada Bapak/Ibu,

Terima kasih atas laporan Bapak/Ibu. Masukan Bapak/Ibu telah ditampung dan akan ditindaklanjuti.

Salam,
Tim TRUST+positif
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

=================================================

Selamat siang [Nama]


Terima kasih telah menghubungi DNS Nawala. Situs  http://www.namadomain.com/  yang anda laporkan akan kami review terlebih dahulu.


Salam,

Tim Nawala

=================================================

Cyber pornography barangkali dapat diartikan sebagai penyebaran muatan pornografi melalui internet. Penyebarluasan muatan pornografi melalui internet tidak diatur secara khusus dalam KUHP. Dalam KUHP juga tidak dikenal istilah/ kejahatan pornografi.

Ada pasal KUHP yang bisa dikenakan untuk perbuatan ini, yaitu pasal 282 KUHP mengenai kejahatan terhadap kesusilaan. 

“Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, atau barangsiapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barangsiapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah”
 
Pengaturan pornografi melalui internet dalam UU ITE
Dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juga tidak ada istilah pornografi, tetapi “muatan yang melanggar kesusilaan”.

Penyebarluasan muatan yang melanggar kesusilaan melalui internet diatur dalam pasal 27 ayat (1) UU ITE mengenai Perbuatan yang Dilarang, yaitu;

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”
 
Pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (1) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 milyar (pasal 45 ayat [1] UU ITE). 

Dalam pasal 53 UU ITE, dinyatakan bahwa seluruh peraturan perundang-undangan yang telah ada sebelumnya dinyatakan tetap berlaku, selama tidak bertentangan dengan UU ITE tersebut.
 
Pengaturan pornografi melalui internet dalam UU Pornografi
Undang-undang yang secara tegas mengatur mengenai pornografi adalah UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (UU Pornografi).

Pengertian pornografi menurut pasal 1 angka 1 UU Pornografi adalah: 
“… gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.” 

Pelarangan penyebarluasan muatan pornografi, termasuk melalui di internet, diatur dalam pasal 4 ayat (1) UU Pornografi, yaitu; 

“Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a.         persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b.         kekerasan seksual;
c.         masturbasi atau onani;
d.         ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e.         alat kelamin; atau
f.          pornografi anak.”
 
Pelanggaran pasal 4 ayat (1) UU Pornografi diancam pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar (pasal 29 UU Pornografi). 

Pasal 44 UU Pornografi menyatakan bahwa pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini. 

Sumber: 
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4b86b6c16c7e4/cyber-pornography-(pornografi-dunia-maya)-
http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3596/Kominfo+Terus+Blokir+Situs+dan+Konten+Negatif+Secara+Komprehensif+dan+Berkelanjutan/0/berita_satker

#Internet #InternetSehat #InternetSehatAman  #INSAN #Pornografi #Pornoaksi   #Porn  
 ·  Translate
12
Add a comment...
 
Menunjukkan betapa tingginya tingkat keimanan generasi terbaik di kalangan para sahabiyah (sahabat wanita).

Allah ta'ala berfirman...

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". [TQS. Al-Baqarah: 285]

“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” [Muttafaq ‘alaih]

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Quran   #Hadits   #Hijab   #Jilbab   #Wajib   #Sahabiyah  
 ·  Translate
40
1
Warsito Lamongan's profile photo
Add a comment...
 
 
Duduk Bersandar yang Dimurkai

Sifat seorang muslim adalah selalu taat dan patuh terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika Allah melarang sesuatu, maka ia patuh. Begitu pula ketika Rasul-Nya melarang sesuatu dengan mensifati sebagai sesuatu yang dimurkai, maka seorang muslim pun mendengar dan menjauhi tindakan semacam itu. Di antara bentuk duduk yang terlarang adalah sebagaimana para pembaca lihat pada gambar di samping ini, yaitu duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan. Berikut penjelasan mengenai hadits yang melarang hal tersebut dan keterangan beberapa ulama mengenai hal ini.

عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِىَ الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِى وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِى فَقَالَ « أَتَقْعُدُ قِعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ».

Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud no. 4848. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Yang dimaksud dengan al maghdhub ‘alaihim adalah orang Yahudi sebagaimana kata Ath Thibiy. Penulis ‘Aunul Ma’bud berkata bahwa yang dimaksud dimurkai di sini lebih umum, baik orang kafir, orang fajir (gemar maksiat) , orang sombong, orang yang ujub dari cara duduk, jalan mereka dan semacamnya. (‘Aunul Ma’bud, 13: 135)

Dalam Iqthido’ Shirotil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Hadits ini berisi larangan duduk seperti yang disebutkan karena duduk seperti ini dilaknat, termasuk duduk orang yang mendapatkan adzab. Hadits ini juga bermakna agar kita menjauhi jalan orang-orang semacam itu.”

Kata Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, duduk seperti ini terlarang di dalam dan di luar shalat. Bentuknya adalah duduk dengan bersandar pada tangan kiri yang dekat dengan bokong. Demikian cara duduknya dan tekstual hadits dapat dipahami bahwa duduk seperti itu adalah duduk yang terlarang. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 25: 161)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan dalam Syarh Riyadhus Sholihin, “Duduk dengan bersandar pada tangan kiri disifatkan dengan duduk orang yang dimurkai Allah. Adapun meletakkan kedua tangan di belakang badan lalu bersandar pada keduanya, maka tidaklah masalah. Juga ketika tangan kanan yang jadi sandaran, maka tidak mengapa. Yang dikatakan duduk dimurkai sebagaimana disifati nabi adalah duduk dengan menjadikan tangan kiri di belakang badan dan tangan kiri tadi diletakkan di lantai dan jadi sandaran. Inilah duduk yang dimurkai sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan.”

Sebagian ulama menyatakan bahwa duduk semacam ini dikatakan makruh (tidak haram). Namun hal ini kurang tepat. Syaikh ‘Abdul Al ‘Abbad berkata, “Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya.” (Syarh Sunan Abi Daud, 28: 49)

Jika ada yang bertanya, logikanya mana, kok sampai duduk seperti ini dilarang? Maka jawabnya, sudah dijelaskan bahwa duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai Allah (maghdhub ‘alaihim). Jika sudah disebutkan demikian, maka sikap kita adalah sami’na wa atho’na, kami dengar dan taat. Tidak perlu cari hikmahnya dulu atau berkata ‘why?‘ ‘why?‘, baru diamalkan. Seorang muslim pun tidak boleh sampai berkata, ah seperti itu saja kok masalah. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nur: 63). Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan atas dasar hawa nafsunya yang ia utarakan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” (QS. An Najm: 3-4)

Ibnu Katsir berkata, “Khawatirlah dan takutlah bagi siapa saja yang menyelisihi syari’at Rasul secara lahir dan batin karena niscaya ia akan tertimpa fitnah berupa kekufuran, kemunafikan atau perbuatan bid’ah.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 281)

http://nanospraymciasli.com/
 ·  Translate
38
1
Eko Purwanti's profile photoأبو أحمد المجدد's profile photoMuhammad Irfan's profile photoNancy FaoZan's profile photo
9 comments
 
+Teguh Iman Benar akh...
Pasti ada hikmah yang bisa kita ketahui, tetapi masih banyak yang tidak/ belum diketahui. Manusia hanya mengetahui sedikit... 

Karena salah satu tujuan syari'at adalah menyelisihi kaum kafir.

Jika kita mampu menyelisihi mereka (walau perkaranya tidak difirmankan Allah ta'ala atau disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam), maka lakukanlah. Karena itu lebih berhati-hati & lebih selamat.

Hikmah Menyelisihi Orang-Orang Kafir

Menyelisihi orang-orang kafir mempunyai hikmah yang sangat besar bagi umat Islam. Di antara hikmahnya adalah:

1. Menyelisihi mereka dalam perkara-perkara yang dzahir (penampilan dan akhlak) merupakan suatu maslahat bagi orang-orang yang beriman. Dengan itu, akan tampak perbedaan penampilan yang dapat menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan para penghuni An-Naar tersebut.

2. Bahwasanya cara/ jalan yang mereka miliki tidak keluar dari dua keadaan: merusak atau mempunyai kelemahan. Karena seluruh amalan yang mereka ada-adakan dalam agama dan juga yang mansukh (terhapus dengan syariat Islam) sifatnya merusak. Sedangkan amalan-amalan mereka yang tidak mansukh mempunyai banyak kelemahan, dan masih mengalami proses penambahan atau pengurangan dalam syariat Islam.

3. Menyelisihi mereka merupakan sebab jayanya agama Islam.

4. Menyelisihi mereka termasuk tujuan utama diutusnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

5. Dengan menyelisihi mereka akan terbedakan antara seorang muslim dengan seorang kafir, dan tidak saling menyerupai satu dengan yang lainnya. (Diringkas dari kitab Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, juz 1 hal. 197, 198, 209, dan 365)

Contoh firman Allah ta'ala...

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), “Raa’ina”, tetapi katakanlah, “Unzhurna”, dan “Dengarlah.” Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” [TQS. al-Baqarah: 104]

Abu Shakher radiallahu'anhu berkata, "Biasanya jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. sedang berpaling lalu ada seorang sahabat akan berbicara kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. maka berserulah dengan kalimat "Raa'inaa" atau "ar'ina sam'aka" Perhatikanlah kami atau dengarkanlah kami telingamu.

Tiba-tiba seorang Yahudi dari Bani Qaniuqa bernama Rifaah bin Zaid mendengar kalimat itu lalu ia meniru kalimat itu dan berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Raa'ina" yang maksudnya orang yang dungu rendah di antara kami.

Karena demikian itu maka Allah ta'ala melarang orang Muslim menggunakan kalimat yang telah disalahgunakan oleh orang Yahudi.

Musibah besar yang terjadi di zaman ini salah satunya ketika umat Islam mengikuti sunnahnya kaum Yahudi & Nasrani. Lalu mereka akan berdalil... "Sesuatu yang banyak diikuti menunjukkan benarnya sikap/ perilaku/ ajaran itu." Banggalah mereka... sedangkan umat Islam semakin minder dengan ajaran agamanya. Lalu timbul rasa kasih sayang, persahabatan yang erat bahkan timbul rasa cinta, sehingga mau berbagi rahasia, saling melindungi & membela walau di pihak yang salah (alasannya mereka minoritas, jadi walau salah tetap harus dibela & dilindungi). Padahal Allah ta'ala telah berfirman...

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” [TQS. Al-Mujadilah: 22]

Kita yakini pasti ada hikmah yang besar dibaliknya, maka kita berusaha semampu kita untuk menyelisihi.

Perkara-perkara yang termasuk tasyabbuh dan diharuskan untuk menyelisihinya mencakup semua perkara yang merupakan ciri khas bagi mereka (di setiap masa) baik dalam hal aqidah, ibadah, hari-hari besar, penampilan/ model, ataupun tingkah laku.    

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika mengomentari hadits tentang haidh dari Anas bin Malik radiallahu'anhu:

“Lakukanlah apa saja (terhadap istri kalian) kecuali nikah (jima’).” (HR. Muslim, Kitabul Haidh, hadits no. 302)

_“Maka hadits ini menunjukkan bahwa apa yang Allah ta'ala syariatkan kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam sangat banyak mengandung unsur penyelisihan terhadap orang-orang Yahudi. 

Bahkan beliau menyelisihi mereka dalam semua perkara yang ada pada mereka, sampai-sampai mereka (Yahudi) berkomentar:

‘Orang ini (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) tidaklah mendapati sesuatu pada kami kecuali berusaha untuk menyelisihinya.” (Iqtidha Ash-Shirathil Mustaqim, 1/214-215, lihat pula 1/365)

Juga hadits dari ‘Amr bin ‘Ash radiallahu'anhu ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Perbedaan antara puasa kita dengan puasa golongan ahli kitab (Yahudi & Nasrani) adalah makan sahur.” [HR. Muslim]

Hal ini menunjukkan bahwa membedakan ibadah tersebut merupakan tujuan syari‘at. Jika dengan sikap menyelisihi orang-orang non-Islam merupakan suatu cara untuk menampakkan Islam, maka perbuatan tersebut merupakan tujuan pokok dari diutusnya para rasul, karena maksud diutusnya para rasul Allah adalah untuk memenangkan agama Allah di atas agama-agama lain.

Dengan menyelisihi orang kafir, maka akan membantu meninggikan & memenangkan ajaran agama Islam dari agama-agama lain.

"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai." [TQS. at-Taubah: 33]

Wallahu a'lam bish-shawwab

Sumber:
http://ibnkathir0134006206.blogspot.com/2013/08/surah-al-baqarah-ayat-104-129.html
http://al-atsariyyah.com/seputar-tasyabbuh-penyerupaan-terhadap-non-muslim.html
http://asysyariah.com/tashabuh-bahaya-laten-ditengah-umat/
 ·  Translate
Add a comment...
 
Pembela Makanan Haram Bangga, Kenapa Pembela Halal Kita Cela?

Bismillahirrahmanirrahim,

Saya ibu rumah tangga. Saya senang membaca berita hidayatullah.com Rabu, 29 Januari 2014, tentang MUI Lembaga Resmi Pemeriksa Pangan Halal.

Keptusan Menag yang menunjuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai lembaga pelaksana pemeriksaan pangan yang dinyatakan halal patut diapresiasi.

Sebagai seorang ibu yang memiliki banyak anak dan sering bingung dalam belanja, kami sering bingung memilih apakah produk makanan di Indonesia (baik local atau yang import) sudah halal.

Dengan adanya MUI sebagai lembaga resmi pelaksana pemeriksaan pangan halal (dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 158 Tahun 2013 tanggal 19 Desember 2013 tentang Tata Cara Sertifikasi Halal Restoran dan Non Restoran di wilayah DKI Jakarta), maka seharusnya umat Islam lebih tenang dan MUI harus semakin diberi kepercayaan luas.

Langkah ini pasti tidak langsung mulus. Orang/lembaga/pabrik yang akan terancam dengan kewenangan MUI pasti tak akan tinggal diam.

Aneh saja rasanya, saya lahir di Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam, tetapi sering bingung mencari makanan halal. Sementara jika saya bepergian ke luar negeri masyarakat sudah paham kemana saya harus mencari (karena saya Muslim dan memakai jilbab).

Di sisi lain, saya sering sedih, ada lembaga berwenang seperti LPPOM MUI yang kehadirannya sangat banyak membantu saya, justru kita kecam-kecam sendiri.

Bahkan di beberapa sosial media yang mengecam itu orang-orang yang tidak berkompeten dalam masalah halal dan haram.
Bandingkanlah masalah ini dengan di Bali, misalnya.

Pada 18 Oktober 2011, korab Balipost pernah memuat berita berjudul ”Industri Makanan di Bali Perlu Sertifikasi ”Sukla””.

Dalam berita itu disebutkan, Untuk menjaga wisata kuliner Bali beberapa tokoh Hindu akan menerapkan “SUKLA”. Semacam sertifikasi halal (dalam MUI) tapi ini lebih pada ‘sertifikasi HARAM.

Bentuknya adalah proses pengawasan agar sesuai dengan prinsip-prinsip kepatutan dalam pengelolaan, khususnya dari perspektif tata etika Hindu, baik dalam proses penyediaan bahan makanan hingga proses produksi yang dalam tradisi Hindu di Bali.
Karena itu, ketika ada merek (franchise) ‘‘Bakso Celeng Haram” yang diproduksi Made Andriani (wanita Bali asal Lampung), banyak tokoh Hindu Bali mengapresiasi dan mendukung.

Kabarnya, usaha ‘Bakso Haram” ini dimodali Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) dan didesak akan didirikannya cabangnya di seluruh Bali.

Lho yang haram saja begitu bangga, bahkan berencana mendanai/memodali dan menyebarkan seluas-luasnya, bagaimana mungkin kita umat Islam bisa-bisanya ‘menggembosi’ LPPOM atau lembaga yang concern urusan kehalalan yang dampaknya hingga ke akhirat?

Aida L Yunus
Penulis ibu rumah tangga, tinggal di Surabaya

Allah ta'ala berfirman...

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan." [TQS. al-AnfaL; 24]

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." [TQS. an-Nisa: 65]

"...menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." [TQS. al-A'raf: 157]

Sumber: http://www.hidayatullah.com/redaksi/surat-pembaca/read/2014/01/30/15718/pembela-makanan-haram-bangga-kenapa-pembela-halal-kita-cela.html

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Quran   #Makanan   #Minuman   #Halal   #Haram   #MUI   #LPPOMMUI   #Indonesia  
 ·  Translate
37
Muhammad Nur Arifin's profile photomardee w's profile photoAli Imran's profile photo
4 comments
 
+Ali Imran Jazakallahu khair atas penjelasannya akh, alhamdulillah menambah wawasan ana.
 ·  Translate
Add a comment...
 
Alhamdulillah, silakan diunduh... semoga bisa bermanfaat untuk membentengi diri dari makanan & minuman yang tidak halal.

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.echo.halalchecker&hl=en

#Islam #Muslim #Moslem #MUI #LPPOMMUI #Makanan #Minuman #Halal 
 ·  Translate
Aplikasi checking Sertifikasi Halal suatu produk berdasarkan barcode produk...
20
2
Sani Bt Eddy's profile photomardee w's profile photoBudi Darmawan's profile photo
 
udah pernah unduh. mengganggu :(
notifnya muncul terus
 ·  Translate
Add a comment...
 
Berkaitan dengan pemberitaan majalah Tempo, Ketua MUI Amidhan didampingi Ketua MUI bidang Infokom Sinansari Ecip dan Direktur LPPOM MUI Ir. Lukmanul Hakim. Msi mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan bantahan atas berita yang dinilai tendensius dan merendahkan umat Islam dan MUI pada khususnya. 
 
Laporan Utama Majalah Tempo Minggu 24 Pebruari sampai 2 Maret 2014, dengan cover  Judul “ASTAGA LABEL HALAL”. Petinggi Majelis Ulama Indonesia ditengarai memperdagangkan Label Halal. Tempo melacak hingga Australia dan Belgia. Dengan Gambar Makanan Kaleng Bergambar Babi yang dicap logo Halal MUI.
 
1. Berita dan gambar tersebut sangat menyakitkan umat Islam yang membacanya. Ditambah lagi dengan karikatur Binatang Babi “ada cap Haram Bos”, dan kotoran sapi dimasukkan ke dalam kaleng yang bertuliskan MUI, maka lengkaplah tuduhan kepada MUI yang dianggap memperdagangkan label Halal. Kreasi Tempo melecehkan umat Islam dengan menuduh MUI mempermainkan label Halal hanya dibuat oleh pihak tertentu yang anti Islam.
Seorang ulama yang membaca majalah ini menyatakan kepada MUI kegeraman dan kemarahannya kepada Tempo yang berkesimpulan negatif terhadap kumpulan Ulama MUI. Tentu jutaan pembaca Muslim lainnya di seluruh dunia dengan Edisi English-nya sangat geram kepada majalah tempo.
 
2. Pada Rubrik Opini Hal 29 pada alinea ke empat Tempo menulis : “Demi mengantongi ijin Perusahaan sertifikasi di Australia, menurut laporan The Sunday mail, Brisbane, Oktober tahun lalu, memberi “hadiah” kepada MUI yang nilainya mencapai Aus$ 78 juta atau sekitar 820 miliar."
Berita tersebut sangat menyesatkan karena dana sebesar itu tidak sepeser pun yang masuk ke MUI atau petinggi MUI. Uang 78 juta Dolar Australia tersebut merupakan dana yg dihimpun dari sekitar 30-an Rumah Potong Hewan (RPH) di Australia dan digunakan untuk membiayai Lembaga sertifikasi halal Australia yang diakui oleh MUI (endorsed by MUI), jadi bukan untuk MUI. Dalam mengeluarkan sertifikasi halal dan atau meng-approval suatu badan sertifikasi halal di luar negeri MUI tidak pernah menerima hadiah. MUI meminta Majalah  Tempo untuk membuktikan bahwa MUI telah menerima senilai AUD 78 juta atau sekitar RP.820 miliar tersebut.
 
3. Sebagai lembaga independen, MUI untuk meng-approval atau meng-suspend suatu badan sertifikasi halal di luar negeri tidak menerima pembayaran.
Dalam hal ini MUI tidak pernah menerima pembayaran dari AHFS untuk ia tetap beroperasi seperti ditulis Tempo. AHFS di-suspend dalam bulan April 2013 setelah diperingatkan dalam bulan Maret 2013 semata-mata karena ia telah melanggar ketentuan state base system, menyembelih di salah satu abbatoir-nya bertentangan dengan syariah dan di samping itu ia mengabaikan pengawasan kepada Abbatoir-nya dengan mengedarkan blanko kosong sertifikat halal yang sudah ditanda-tanganinya kepada industri. Secara khusus Amidhan Shaberah menyatakan bahwa ia tidak menerima uang yang berkaitan dengan suspension AHFS tersebut di atas.
 
4. MUI tidak pernah menandatangani kontrak dengan AHFS. Yang dimaksud kontrak oleh Tempo sebenarnya adalah fakta integritas/komitmen yang ditetapkan tahun 2009 untuk memenuhi tujuh persyaratan MUI. Yang dimaksud dengan contribution pada butir 6. (Regarding to this agreement AHFS will give contribution to MUI for Strengthening of controlling and monitoring program), adalah kerjasama atau bantuan kegiatan seperti simposium, seminar, diskusi dan sebagainya.
 
5. Untuk meng-endorse suatu badan sertifikasi halal di luar negeri, MUI mempunyai persyaratan :
● _Islamic Center_ / Organisasi Islam yang didukung oleh komunitas Muslim dan membantu peribadatan pendidikan dan dakwah setempat.
● Mempunyai kantor Permanen dan staff yang qualified
● Memiliki komisi fatwa minimum 3 Ulama dan Ilmuwan/ Auditor Halal
● Memiliki SOP yang meliputi administrasi pengujian pabrik dan prosedur komisi Fatwa
● Memiliki administrasi yang baik sehingga mudah untuk proses Audit
● Memiliki jaringan yang luas dan menjadi anggota WHFC.
● Memiliki capabilitas bekerjasama dengan MUI dalam mengawasi produk Halal.
 
Dalam hal ini MUI tidak memberikan ijin Halal Certification Authority (HCA) sebagai Halal Certifier yang diakui oleh MUI karena ia tidak tidak memenuhi persyaratan di atas. MUI  yang berkunjung ke Sidney telah menemukan HCA yang dimiliki El Mouelhy tidak memenuhi butir 2 dan 3 di atas. Manajemen HCA bersifat one man showed dengan SDM hanya keluarga El-Mouelhy. MUI dan Amidhan Shaberah menyatakan tidak benar meminta dan menerima uang dari El-Muoelhy dalam kunjungannya pada 8 tahun yang lalu. Bahkan Amidhan Shaberah siap men-somasi El Mouelhy melalui Pengadilan di Australia.
 
6. Mr. Esad Alagic President ICCV.  ICCV  telah berdiri dan diakui oleh MUI sejak tahun 1991. Amidhan Shaberah  saat itu belum duduk dalam kepengurusan MUI.
 
7. MUI tidak mengenal Imran Musa (pengusaha Singapore) dan Syahrudi (Wakil Ketua Dewan Dakwah Tangerang), jauh-jauh datang ke Australia berkolaborasi untuk meng- create informasi bohong untuk menyudutkan nama MUI dan melakukan pembunuhan karakter terhadap Amidhan Shaberah, Ketua yang membidangi Perekonomian dan Produk Halal.
Tempo memelintir ucapan Amidhan Shaberah karena MUI bukan penyelenggara negara boleh menerima gratifikasi. Dan sangat menyesalkan lagi Majalah Tempo mengangkat Laporan Utama atas informasi dari kedua orang itu termasuk mengangkat kasus 8 tahun yang lalu yang sebenarnya sudah selesai permasalahannya.
 
8. Dan lebih dari itu Tempo telah menulis dengan narasi dan karikatur yang sangat menyakitkan hati ulama dan umat Islam sepertinya penuh kebencian terhadap MUI yang seperti itu hanya ditulis oleh orang anti Islam.
 
9. LPPOM-MUI yang sudah berpengalaman 25 tahun di bidang sertifikasi halal telah memiliki 3 buah buku standar halal dan sistem jaminan halal serta pendaftaran permohonan sertifikasi halal di dalam dan di luar negeri  secara on-line. Dan telah diakui dan dijalankan oleh 41 halal certifier di 22 negara di dunia. Saat ini di dalam negeri, LPPOM telah memiliki fitur Pro Halal (http://www.islampos.com/lppom-mui-luncurkan-aplikasi-android-pro-halal-mui-93656/) yang dengan menggunakan HP dapat mengetahui halal haram suatu produk.
 
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Sumber: http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/1939/30/

#Islam   #Muslim   #Moslem   #mui   #LPPOM   #Makanan   #Food   #Halal #Indonesia
 ·  Translate
27
1
Muhammad Nur Arifin's profile photoEko Purwanti's profile photoBudi Darmawan's profile photoImin Bravo's profile photo
25 comments
 
iNNALILLAH 
Add a comment...
 
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Jika menemukan konten pornografi di internet jangan malah disebarluaskan, tetapi segera laporkan ke...

aduankonten@mail.kominfo.go.id

dan

http://www.nawala.org/form-pengaduan

Nantinya akan mendapatkan pesan balasan...

=================================================

Kepada Bapak/Ibu,

Terima kasih atas laporan Bapak/Ibu. Masukan Bapak/Ibu telah ditampung dan akan ditindaklanjuti.

Salam,
Tim TRUST+positif
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

=================================================

Selamat siang [Nama]


Terima kasih telah menghubungi DNS Nawala. Situs  http://www.namadomain.com/  yang anda laporkan akan kami review terlebih dahulu.


Salam,

Tim Nawala

=================================================

Cyber pornography barangkali dapat diartikan sebagai penyebaran muatan pornografi melalui internet. Penyebarluasan muatan pornografi melalui internet tidak diatur secara khusus dalam KUHP. Dalam KUHP juga tidak dikenal istilah/ kejahatan pornografi.

Ada pasal KUHP yang bisa dikenakan untuk perbuatan ini, yaitu pasal 282 KUHP mengenai kejahatan terhadap kesusilaan. 

“Barangsiapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, atau barangsiapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barangsiapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah”
 
Pengaturan pornografi melalui internet dalam UU ITE
Dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juga tidak ada istilah pornografi, tetapi “muatan yang melanggar kesusilaan”.

Penyebarluasan muatan yang melanggar kesusilaan melalui internet diatur dalam pasal 27 ayat (1) UU ITE mengenai Perbuatan yang Dilarang, yaitu;

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”
 
Pelanggaran terhadap pasal 27 ayat (1) UU ITE dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 milyar (pasal 45 ayat [1] UU ITE). 

Dalam pasal 53 UU ITE, dinyatakan bahwa seluruh peraturan perundang-undangan yang telah ada sebelumnya dinyatakan tetap berlaku, selama tidak bertentangan dengan UU ITE tersebut.
 
Pengaturan pornografi melalui internet dalam UU Pornografi
Undang-undang yang secara tegas mengatur mengenai pornografi adalah UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (UU Pornografi).

Pengertian pornografi menurut pasal 1 angka 1 UU Pornografi adalah: 
“… gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.” 

Pelarangan penyebarluasan muatan pornografi, termasuk melalui di internet, diatur dalam pasal 4 ayat (1) UU Pornografi, yaitu; 

“Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:
a.         persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b.         kekerasan seksual;
c.         masturbasi atau onani;
d.         ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
e.         alat kelamin; atau
f.          pornografi anak.”
 
Pelanggaran pasal 4 ayat (1) UU Pornografi diancam pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar (pasal 29 UU Pornografi). 

Pasal 44 UU Pornografi menyatakan bahwa pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini. 

Sumber: 
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4b86b6c16c7e4/cyber-pornography-(pornografi-dunia-maya)-
http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3596/Kominfo+Terus+Blokir+Situs+dan+Konten+Negatif+Secara+Komprehensif+dan+Berkelanjutan/0/berita_satker

#Internet #InternetSehat #InternetSehatAman  #INSAN #Pornografi #Pornoaksi   #Porn  
 ·  Translate
53
5
ani rahmadhani's profile photorefky poetra's profile photoChesyl Indriani's profile photoOlich Ae's profile photo
9 comments
 
+veyz el muhammad Sebagai gambaran sistem keamanan yang digunakan menkominfo untuk menangkal pornografi bisa dilihat di sini...
http://trustpositif.kominfo.go.id/
 ·  Translate
Add a comment...
 
بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah...

"Demi bukit, dan kitab yang ditulis,’pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Makmur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang dibakar api, sesunggubnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya." [TQS At-Thur : 1-8]

Terjemahan lainnya...

"dan laut yang di dalam tanahnya ada api," TQS At-Thur : 6]

“Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang pergi haji, berumrah, atau berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah laut ada api dan di bawah api ada laut.” [HR. Abu Dawud]

Dahulu para mufassir (ahli tafsir) belum mengetahui apa maksud ayat tersebut, tetapi tidak mereka ingkari, karena mengetahui keterbatasan akal. Logika bisa salah.

Jadi ketika ayat itu diturunkan orang-orang Arab belum bisa memahami maksud “laut yang dibakar api”.  Paparan dalam ayat di atas seakan-akan bertentangan dan tak masuk akal. Sebab, air akan memadamkan api dan api dapat menguapkan air. Bagaimana mungkin dua hal yang bertolak belakang itu disatukan? Pertanyaan inilah yang mendorong para ulama klasik sampai pada kesimpulan bahwa “laut yang dibakar api” adalah peristiwa yang akan rerjadi kelak di hari akhir. Mereka menyandarkan kesimpulan ini pada ayat lain dalam Surah at-Takwir ayat 6, “Dan apabila lautan dibakar (sujjirat).”

Memang semua ayat yang ada di awal Surah at-Takwir menunjukkan pada persoalan-persoalan yang akan terjadi di masa depan, yakni di alam akhirat. Namun, semua sumpah yang ada di awal-awal Surah at-Thurr berkaitan dengan berbagai realitas kehidupan kita sekarang, di dunia ini.

Jawaban atas misteri yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan firman Allah 14 abad silam tersebut baru mulai terungkap setelah Perang Dunia II, saat para ilmuwan melakukan ekspedisi bawah laut untuk mencari harta karun atau sisa-sisa peradaban kuno yang tenggelam di dasar samudra. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan apa yang mereka temukan. Mereka melihat deretan pegunungan vulkanik sepanjang puluhan ribu kilometer di tengah-tengah dasar samudera, salah satunya di Laut Merah.

Di antara fenomena mencengangkan yang dapat disaksikan para ahli sekarang ini adalah bahwa kobaran lava di dasar samudera atau lautan itu tidak bisa padam. Dan sebaliknya, sekalipun temperatur lava mencapai di atas 1.000 c, air yang terdapat di samudera itu tidak sampai habis menguap.

Fenomena ini menunjukkan adanya keseimbangan antara air dan api (lava). Fenomena yang dapat kita saksikan di setiap samudera dan beberapa laut (seperti Laut Merah) merupakan bukti kemahakuasaan Allah serta kebenaran kandungan Al-Quran dan kerasulan Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dalam sebuah proyek gabungan antara Kerajaan Arab Saudi, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksplorasi kekayaan mineral di dasar Laut Merah, para pekerja menyaksikan sebuah fenomena yang menurut mereka sangat mengejutkan. Fenomena ini bermula ketika mereka mengangkat tanah dari dasar Laut Merah, yang kedalamannya mencapai 3.000 meter, dengan menggunakan alat keruk. setelah diletakkan di dek kapal, alat keruk itu tidak dapat didekati, karena sangat panas. Dan ketika dibuka, keluarlah gumpalan-gumpalan tanah bercampur air panas yang mengepulkan asap. Setelah diteliti, panasnya tetnyata mencapai 3000 c!

Berdasarkan penelitian para ahli, ledakan (erupsi) gunung berapi di dasar samudera lebih dahsyat daripada ledakan gunung berapi yang ada di daratan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa air tanah dikeluarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. dari dalam bumi melalui proses erupsi gunung berapi dan rekahan kerak bumi. Di samping itu, penelitian juga membuktikan bahwa di dalam dan di bawah cairan magma (molten rock) terdapat air dengan volume puluhan kali lebih besar daripada air yang ada di atas permukaan bumi. Ini membuktikan kebenaran hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. bahwa “di bawah laut ada api dan di bawah api ada laut”.

Fakta-fakta ilmiah yang telah dikemukakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam empat belas abad yang lampau ini baru dapat diketahui kebenarannya oleh manusia beberapa tahun belakangan ini. Ini berarti, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam benar-benar utusan Allah, terhubung dengan wahyu, dan mendapat arahan langsung dari Allah. Maha Benar lah Allah ketika Dia berfirman tentang Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam :

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (]ibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang Dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian Dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. Maka jadilah Dia dekat (kepada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu Dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan." [TQS. Al-Najm: 3-10]

Sumber: http://media.kompasiana.com/buku/2012/10/19/di-bawah-laut-ada-api-dan-di-bawah-api-ada-laut-hadist-496857.html

Undersea Volcano Eruptions Caught On Video

#Islam   #Muslim   #Moslem   #Mukjizat   #Tauhid   #Alam   #Nature   #Gunung   #Api   #GunungApi   #Volcano   #Erupsi   #Eruption   #Mountain   #Sea   #DeepSea   #SeaMounts   #TauhidRububiyah   #TadabburQuran  
 ·  Translate
28
1
Fiqih Ilman's profile photouju izudin's profile photoNancy FaoZan's profile photoImaniar Hardiyan's profile photo
11 comments
 
Subhanallah..
Add a comment...
Story
Tagline
Bicara yang Baik atau Diam - Speak Only Good Words, Otherwise Remain Silent
Introduction
Bangga sebagai Muslim dan orang Indonesia - Be Proud to be a Muslim & Indonesian.

Visi Saya - My Vision:
  1. Teknologi Terbuka Untuk Semua! - Open Technology for All!
  2. Sederhana dan Bersih adalah Konsep Terbaik - Simple and Clean are the Best Concept
  3. Perangkat Lunak Terbaik adalah FOSS - The Best Software is FOSS
  4. Islam akan bangkit dan berjaya kembali - Islam will rise & glory again


Minat Saya - My Interest:
  • Islam & umat muslim
  • Internet & technology (PC, Windows, Notebook/ laptop, Smartphone, Android)
Jangan lupa ikuti halaman ini - Don't forget to follow these pages:

Bragging rights
Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah - Having a faith that there's no god but Allah, and Muhammad the messenger of Allah.
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Indonesia
Work
Occupation
Amar Ma'ruf Nahi Munkar - Enjoining Good & Forbidding Evil
Basic Information
Gender
Male
Looking for
Friends, Networking
Relationship
Single
Other names
Ari, Fin, Ipin, Ai, Aer, MNur, eNur
INFO KAJIAN UTAMA Tema: 'The Scientist' (Ulama & Ilmuan) Oleh: Andy Octavian Latief M.Sc & Ust. Amir as Soronji, Lc M.Pd. In syaa Allaah diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 Jumadil Akhiroh (April) 1435H, di masjid Nurul Iman Blok M Square Lt. 7 Jaksel. Ba'da Dzuhur 13.00 - Asar. بَارَكَ اللَّهُ فِيْكَ http://infokajiansunnah.com/the-scientist-nurul-iman-blok-m-premium403.html
Public - in the last week
reviewed in the last week
1 review
Map
Map
Map