Profile cover photo
Profile photo
Mugniar Marakarma
Menyukai menulis untuk mendokumentasikan hidup sekaligus refreshing
Menyukai menulis untuk mendokumentasikan hidup sekaligus refreshing
About
Communities and Collections
View all
Posts

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment
Add a comment...

Post has attachment

Post has attachment
Dalam kelas inklusi di sekolah inklusi, ABK (anak berkebutuhan khusus) berbaur bersama anak-anak kelas reguler lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus seorang guru pendidikan khusus (GPK) dapat bekerja sama dengan guru pendidikan umum di dalam kelas inklusi.

Namanya juga khusus, GPK ini punya peran dan tanggung jawab khusus dalam membantu siswa difabel dalam belajar dan berkembang dalam ruang kelas tradisional. Di sini, orang tua harus memahami di mana posisinya. Jangan sampai salah kaprah akan peran GPK.

Selengkapnya silakan simak di:

https://www.mugniar.com/2018/08/peran-guru-pendidikan-khusus-bagi-sekolah-inklusi.html
Add a comment...

Post has attachment
Saya dan suami hanya bisa saling berpandangan ketika membaca papan pemberitahuan di sebuah sekolah dasar. Di papan itu ditulis pemakaian dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk ABK (anak berkebutuhan khusus) terpakai 100% sementara kami sangat tahu kalau tidak ada perlakuan khusus untuk ABK di sekolah itu. Siswa ABK tak terlihat. Malah ada satu siswa yang sebenarnya bisa tergolong ABK justru keluar dari sekolah karena tak bisa mengikuti pelajaran sebagaimana anak-anak lain. Beberapa tahun kemudian, saya mendengar kisah ABK autisme dikeluarkan dari sekolah oleh kepala sekolahnya.


Sulawesi Selatan sebenarnya sudah punya undang-undang yang menegaskan agar semua sekolah memperhatikan persoalan ABK/difabel (Pergub No. 5 Tahun 2016). Memang tidak semudah membalik telapak tangan pelaksanaannya. Kepala sekolah yang menolak atau mengeluarkan siswa difabelnya pasti punya keterbatasan – entah itu sarana/prasarana, fasiltas ataupun pengetahuan. Namun harusnya diingat bahwa tindakan itu melanggar hak anak untuk mendapatkan pendidikan sekaligus melanggar peraturan pemerintah. Selengkapnya silakan klik:


http://www.mugniar.com/2018/08/pergub-sul-sel-sekolah-inklusi-bagi-anak-berkebutuhan-khusus.html
Add a comment...

Post has attachment
Saksi sejarah dan pencatat sejarah! Dua hal ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan menjadi bagian dari hidup saya – sebelum saya aktif ngeblog, maksudnya. Contohnya sewaktu menghadiri Torch Relay (Kirab Obor) Asian Games pada tanggal 29 Juli lalu di Anjungan Pantai Losari lalu sekarang saya menuliskannya di blog ini!

Menjadi saksi sejarah torch relay ini adalah peristiwa yang kemungkinan besar hanya terjadi sekali seumur hidup. Pengalaman saya selama berada di Anjungan Pantai Losari pada tanggal 29 Juli lalu saya tuangkan ke dalam tulisan ini, termasuk ketika mewawancarai Dudi Firdaus - teman sekelas di SMAN 2 dulu yang di usia kepala 4 masih fit menjadi pelari pendamping pembawa obor #AsianGames2018.

Selengkapnya silakan klik:

https://www.mugniar.com/2018/08/asian-games-2018-torch-relay-pelari-makassar.html

#dukungbersama #kolaborasia #bplusag18
Wait while more posts are being loaded