Profile

Cover photo
Made Sumiarta
Works at Prema Ananda
Attended SMEA Negeri Baturaja
Lives in Yogyakarta
1,103 followers|59,439 views
AboutPostsPhotosYouTube

Stream

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
"NYAMAN DI DALAM KEGELAPAN"

Rabu Kliwon Saka 1937 (15 Juli 2015) :
Suatu ketika kami pulang dari jalan-jalan bersama keluarga, kala itu masih terik matahari dimana semuanya terlihat begitu jelas, sesampainya kami dirumah kami menemukan semua lampu tidak ada yang menyala, saya mendekati saklar lampu untuk menghidupkannya, namun ternyata lampu tidak menyala, saya coba menekan saklar yang lain, namun lampu juga tidak ada yang menyala, ternyata PLN sedang istirahat.

Rasa kebelet dari perjalanan ingin ke kamar mandi tidak mengurungkan langkah untuk segera menuju kamar mandi tanpa penerangan, tentu awalnya sangat tidak nyaman berada dalam KEGELAPAN, namun setelah beberapa saat ternyata perlahan semua mulai kelihatan terang, bukan karena lampu telah menyala, tapi karena mata kita dapat menyesuaikan ketajamannya, layaknya camera dengan Mode malam (Night mode on).

Sahabat-sahabat tercinta, saat pertama kali bayi terlahir, dikatakan jiwanya dalam keadaan suci (meski masih perlu penjelasan yang panjang untuk hal ini), bayi akan menangis bila ada hawa negatif, energi negatif atau masuk ketempat yang memiliki hawa negatif. Demikian halnya orang-orang yang menjaga kesucian hatinya, menjaga kejujuran dan integritas yang baik, akan menjadi sangat tidak nyaman ketika ia harus berbohong, melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kata hatinya, namun saat hal tersebut terus dilakukannya, maka perlahan ia akan menjadi nyaman dalam kebohongan itu.

Sahabat-Sahabat yang baik hati, sering kali kita tidak mampu bertoleransi terhadap kesalahaan orang lain, namun kita begitu mudah bertoleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, bertoleransi terhadap keadaan kita, kita berusaha mencari pembenaran-pembenaran terhadap kondisi kita yang lemah, dan perlahan kita bukan saja mengkritik kesalahan orang lain tapi kita juga mengkritik hal yang benar yang dilakukan orang lain yang kita tidak mampu lakukan. PERLAHAN KITA MENJADI NYAMAN DALAM KEGELAPAN SANG JIWA.

Perlahan kita menjadikan diri kita sebagai barometer kebenaran, mengukur benar-salah dengan ukuran pengetahuan kita. sebagai mahkluk sosial, tentu pola pikir ini bukan saja berdampak pada diri kita, tapi akan berdampak pada orang lain yang mungkin menghargai kita, yang bersimpatik pada kita, mereka mungkin saja menganggap kebenaran menurut kita adalah kebenaran yang hakiki, jika ini terjadi bukankah kita juga ikut bertanggungjawab?

SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN, Semoga Dharma selalu menjadi penguasa sang jiwa

SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI, Semoga kesucian hati selalu terjaga, sehingga seluruh jiwa berbahagia dalam keragaman.
 ·  Translate
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
2
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
Putri ke-3 kami "Komang Satya Dharma Gita Prabawati"
 ·  Translate
1
I Gusti Suinarcana Budiaman's profile photo
 
Putri yang cantik telah lahir di tengah2 maraknya pembacaan Bhagavad Gita, Selamat semoga menjadi anak yang berbakti utk jagat raya sesuai nama yg diberikan "Om Nama Siwa Ya"
 ·  Translate
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
Rumah Sakit Heboh digoyang duma
 ·  Translate
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 

Center Asram Paramadharma, Sanur, Bali
1
Add a comment...
Have him in circles
1,103 people
salim dibarki's profile photo
wahyu.handoko Saputra's profile photo
Shehzad Khan's profile photo
chairul anka's profile photo
Dwi wisnu widiyanto's profile photo
Satrio Prasajo's profile photo
Saha Eta Saha's profile photo
imam rosyidi's profile photo
Laksana Kusuma's profile photo

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
Ketidak nyamanan yang menyamankan :

Sore ini saya mengunjungi rumah adik sekaligus sahabat Saya yang sedang membangun rumah. Saat sudah sampai didepan rumahnya saya terpaksa melewati untuk berputar kambali karena jalan yang sempit dan didepan rumahnya dipagari seng sampai mepet jalan dan dibelakang saya sudah ada mobil yang akan lewat, saat kembali pun saya harus dengan sabar membuka pintu seng agar bisa menyelipkan mobil saya diantara steger-steger bambu yang rapat dan berantakan serta bahan-bahan bangunan yang berserakan. Untuk mencapai rumahnya yang terletak dibagian belakang dari rumah yang sedang dibangun saya harus menyelinap diantara steger-steger itu..... waduhhh..... ruwet banget sih.... pikir saya.

Untungnya saat proses mengambar dan setelah gambar jadi saya sempat melihatnya, sehingga segera saya bisa membayangkan hasil akhir dari keruwetan ini, dalam the Seven Habbit, habbit yang kedua yaitu "Star the end mind" berpikir dari hasil akhir yang akan dicapai. Sebuah rumah tinggal dengan 12 kamar kost eklusif. Dari awalnya tidak nyaman saya jadi termotivasi, dalam hitungan bulan adik saya ini akan memiliki rumah dengan 12 kamar kost eklusif dengan lantai granit dan terparkir mobil-mobil mewah digarasi milik anak-anak kost.

Sahabat pembelajar, dalam proses mencapai tujuan yang diharapkan, dalam perjalanan menuju tujuan yang akan dituju, banyak sekali orang mengeluh, tidak tahan dan akhirnya tumbang sebelum mereka mencapai tujuannya, sebagai akibat dari ketidakmampuannya melihat hasil akhir yang dituju yang akan membahagiakan bukan hanya dirinya tapi keluarga dan banyak orang.

Banyak orang hanya melihat sepotong-sepotong dari seluruh rangkaian proses dan mengeluh, prustasi pada potongan proses itu yang dianggapnya sangat membuat tidak nyaman dan menganggu perasaan. Namun mereka bisa senang, berbangga, memuji orang lain yang telah sampai pada tujuan dengan kata-kata "kamu enak, sudah sukses, kaya, punya ini punya itu", namun mereka tidak pernah berusaha bertanya, apakah kamu juga mengalami proses yang menyakitkan?.

Tidak hanya dalam pencapaian tujuan pribadi saja, dalam sebuah organisasi, perusahaan atau lembaga juga terjadi hal yang sama. Semua orang yang berada didalam organisasi itu menginginkan perubahan yang lebih baik, namun enggan mencoba dengan cara-cara yang berbeda, pertanyaannya "mungkinkah cara-cara yang sama akan menghasilkan hasil yang berbeda?". Orang yang teguh memegang Visi dan tujuan akan menghadapi tantangan yang sangat berat, tantangan itu bukan saja dari luar, namun justru tantangan terberat datang dari dalam organisasi itu sendiri, bila sang pemegang Visi ini pun tidak kuat, maka sudah pasti tidak akan pernah menghasilkan perubahan yang lebih baik.

Seorang pembelajar pastilah mampu memahami dan bijaksana dalam mensikapi perubahan yang dilakukan dan dibutuhkan. Seorang pembelajar tidak akan membiarkan orang-orang yang teguh memperjuangan tujuan berjalan sendiri, karena dia juga ingin jadi pelaku sejarah, bukan pencerita sejarah.

Selamat Berjuang adiku Nyoman Putra Artawa dan Itung Turmiyati, impianmu sudah didepan mata, sementara kami ikut numpang bahagia atas pencapaian kalian.
 ·  Translate
2

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
Rasa iri, dengki, tamak (rakus), sering kali membunuh sifat-sifat baik dan welas asih yang ada dalam diri. Meski kita telah mendapat lebih atas kerjasama partner-partner kita, sahabat-sahabat kita, karyawan kita, seringkali masih timbul rasa kecewa dan iri atas apa yang didapatkan oleh sahabat-sahabat kerjasama kita.

Banyak kerjasama berakhir dengan luka hati kedua belah pihak karena irihati dan ketamakan "Kalau Saya lakukan sendiri, kerjakan sendiri kan hasilnya untuk Saya semua". Seringkali kita melupakan rahasia "Berkah Tuhan", bahwasannya Tuhan Mencurahkan berkah tersebut untuk semuanya, dan atas kebaikan hati kita untuk berbagi, maka Tuhan berikan lebih banyak untuk dapat kita bagikan. Seharusnya kita berbahagia karena telah dijadikan saluran berkah, bukan justru merasa milik kita semua atas asumsi kepemilikan secara hukum manusia.

Bila kebutuhan kita telah tercukupi, kenapa kita harus meributkan rejeki yang didapatkan orang lain, kenapa kita harus berpikir keras buang energi untuk berusaha mengambil alih rejeki orang lain. Kesadaran sederhana ini akan membuat hidup kita lebih damai, memiliki banyak sahabat, banyak keluarga dan yang pasti setiap detik sisa waktu kita akan dipenuhi kebahagiaan serta kepergian kita ke rumah keabadian akan dihantarkan oleh banyak orang dengan doa pujian.

Salam Bahagia @MadeSumiarta
 ·  Translate
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
1
Wayan T. Artama's profile photoMade Sumiarta's profile photo
2 comments
 
Terimakasih Prof
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
1
Add a comment...

Made Sumiarta

Shared publicly  - 
 
 
Sebuah KISAH Mengharukan, SEORANG ISTRI YANG Selalu MENGELUH SIFAT Suaminya

Seseorang wanita yang baru saja menikah datang pada ibunya dan mulai mengeluh tentang tingkah laku pasangannya itu. Setelah menikah ia baru tahu karakter asli pasangannya yang keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dan lain-lain.

Wanita ini berharap orang tuanya ikut mendukung dia menyalahkan suaminya itu. Namun dia sangat kaget karena saat itu sang ibu hanya diam saja… bahkan kemudian ibunya pergi ke dapur, sementara wanita ini terus bercerita dan mengikuti ibunya ke dapur. Lalu sang ibu mulai memasak air. Setelah beberapa waktu akhirnya air pun mendidih.

Sang ibu lalu menuangkan air yang masih panas itu ke dalam 3 gelas yang telah dia siapkan. Dalam gelas pertama dia memasukkan sebuah telur, di gelas ke dua dia memasukkan wortel, sedangkan di gelas ke tiga di memasukkan kopi.

Setelah menunggu beberapa saat, si ibu menunjukkan isi ketiga gelas tadi ke putrinya itu. Dan hasilnya: wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.

Lalu si ibu mulai menjelaskan:
“Anak ku… masalah dalam hidup itu seperti air mendidih. Namun bagaimana sikap kitalah yang menentukan dampaknya.
Kita bisa menjadi:
1. Lembek seperti wortel
2. Mengeras seperti telur
3. Atau harum seperti kopi

Jadi wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tapi merekalah yang berubah karena air panas itu. Sementara kopi malah mengubah air, membuat air itu menjadi harum.Akan sangat mudah untuk bersyukur pada saat keadaan kita baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?”

Hari ini kita belajar ada tiga reaksi orang saat masalah datang menghampiri mereka:
1. Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri
2. Ada yang mengeras, marah, dan menyalahkan pihak lain
3. Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana

Itu semua tergantung pilihan kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan.

Semoga kisah di atas bisa kita ambil sebagai pembelajaran untuk mengatasi sebuah masalah dan silakan like share agar terhindar dari masalah ini, Amin..

http://www.desainologi.com/2014/01/30-aplikasi-foto-terbaik-iphone-android.html
 ·  Translate
2
Joko susanto's profile photo
 
apikkk tenan
Add a comment...
People
Have him in circles
1,103 people
salim dibarki's profile photo
wahyu.handoko Saputra's profile photo
Shehzad Khan's profile photo
chairul anka's profile photo
Dwi wisnu widiyanto's profile photo
Satrio Prasajo's profile photo
Saha Eta Saha's profile photo
imam rosyidi's profile photo
Laksana Kusuma's profile photo
Work
Occupation
Direktur Rumah Sakit Cakra Husada, Owner Kampus AKMI Baturaja, Owner Prema Ananda, Konsultan, Wiraswasta
Skills
Manajemen SDM, Konsultan Manajemen, Marketing Strategi
Employment
  • Prema Ananda
    Wiraswasta, 1998 - present
    Owner
  • Prema Ananda
    Owner, 1998
    Owner
  • AKMI Baturaja
    Owner, 1998
    Owner
  • Rumah Sakit Cakra Husada
    Direktur
Places
Map of the places this user has livedMap of the places this user has livedMap of the places this user has lived
Currently
Yogyakarta
Previously
Baturaja - Sumatra Selatan - Yogyakarta
Story
Tagline
Entrepreanure, Business Owner, Consulting, Social
Education
  • SMEA Negeri Baturaja
    1993 - 1996
Basic Information
Gender
Male